Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Para Rombongan


__ADS_3

Di pagi harinya setelah semalaman mereka berempat tidur dengan sangat nyenyaknya, pintu kamar tempat guru Xinhai dan Yinfeng di ketuk.


Tokk.. Tokkk..


"Guru Xin.., Yinfeng.., apakah kalian sudah bangun."


"Hoasudaaah.." Jawab guru Xinhai yang baru bangun.


"Hari sudah pagi kapan kita akan melanjutkan perjalanan." Ucap Lourin dari luar.


Guru Xinhai Kemudian bangun dan hendak membangunkan Yinfeng, namun ternyata Yinfeng telah bangun dari tadi dan telah berpakain rapi setelah membersihkan badannya.


"Pagi guru Xin." Sapa Yinfeng.


"Kenapa kamu tidak membangunkanku." Kata guru Xinhai.


"Aku tidak enak hendak membangunkan guru Xin, yang terlihat sangat kelelahan." Ucap Yinfeng.

__ADS_1


"Oh, baiklah." Jawab guru Xinhai kemudian melangkah pergi untuk membersihkan badannya.


Setelah guru Xinhai sudah perpakaian rapi kemudian mereka berdua keluar dari kamar untuk menemui Ning'er dan Lourin, ternyata Lourin dan Ning'er sudah bangun lebih awal dan sudah ikut membantu penduduk perempuan mempersiapkan makanan.


Mereka pun segera menikmati makanan yang telah di siapkan para penduduk, setelah selesainya menyantap makanan guru Xinhai pun berpamitan untuk melanjutkan perjalanan yang tertunda.


Tetua desa dan para penduduk sangat berterimakasih pada semuanya, terutama kepada Yinfeng yang telah banyak menolong para penduduk dari luka-luka bekas cakaran srigala iblis.


Dengan ucapan terimakasih dan sebuah kantong uang hendak di berikan kepada mereka, namun guru Xinhai menolak pemberian para penduduk tersebut.


Dan menyarankan agar mempergunakan uang itu untuk keperluan Desa saja.


Terlihat cukup ramai di desa ini hingga banyak penduduk yang berjualan di sepanjang jalan, menyambut para pedagang atau pengembara yang hendak bermalam atau hanya ingin mengumpulkan perbekalan.


Lourin dan Ning'er yang terlihat begitu ceria menyaksikan pemandangan penuh dengan penduduk berjualan, rasanya mereka ingin sekali membeli peralatan untuk wanita yang banyak di tawarkan.


Namun guru Xinhai hanya menyarankan untuk tidak terlalu lama di desa tersebut, jadi hanya membeli perbekalan secukupnya kemudian mereka meneruskan perjalanan kembali.

__ADS_1


Karena waktu mereka sudah tidak banyak dan harus cepat tiba di Kota Tianjien segera mungkin, dengan terus memacu kuda akhirnya kuda mereka pun mulai kelelahan.


Guru Xinhai kemudian menyarankan untuk rehat sejenak sambil menunggu kuda mereka pulih kembali, ternyata ketika mereka sedang rehat ada suara derap kaki kuda, seperti rombongan orang manaiki kuda yang melintasi jalan.


Dilihat dari pakain orang tersebut terdapat lambang burung elang berwarna putih, yang menandakan mereka dari perguruan Elang Putih, terlihat lagi di belakng mereka rombongan penunggang kuda lainnya.


Terlihat dari pakaian mereka yang berlambangkan Angsa berwarna putih, menandakan dari perguruan Angsa Putih.


Tidak lama kemudian datang rombongan kereta kuda dengan pengawalan yang ketat dan di atas kereta itu terdapat bendera berlambang mahkota kerajaan.


Menandakan rombongan tersebut dari kerajaan dataran barat, Yinfeng,Ning'er dan juga Lourin yang menyaksikan beberapa rombongan yang sudah lewat cukup merasa tertantang, bagi mereka mungkin masih asing beberapa rombongan tadi.


Namun bagi guru Xinhai tau persis siapa rombongan tadi dan bagaimana kemampuan bertarung rombongan tadi, Yinfeng yang sangat penasaran akhirnya mencoba bertanya pada guru Xinhai perihal rombongan tadi.


"Guru Xin.., sebenarnya dari perguruan mana saja kah rombongan tadi ?" Tanya Yinfeng.


"Yang rombongan kuda di bajunya berlambang Elang bedwarna putih adalah dari perguruan Elang Putih, sedangkan yang di bajunya berlambang Angsa berwarna putih, dari perguruan Angsa Putih."

__ADS_1


Dan untuk kereta kuda dengan pengawalan tadi adalah dari kerajaan dataran Barat ini nama kerajaannya yaitu Kerajaan XienZue dengan berlambang mahkota kerajaan.


.........


__ADS_2