Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Dan Ren Vs Wang Yan


__ADS_3

Saat Wang Yan sudah sampai diatas arena turnamen barulah sang wasit mulai memberikan aba-aba bahwa pertarungan segera dimulai.


Keduanaya saling pandang-pandangan sebelum memuali pertarungan. "Aku harap kau dapat menghiburku." Ujar Wang Yan.


"Aku pun demikian." Ucap, Dan Ren yang langsung maju menyerang Wang Yan menggunakan seni pukulan yang telah dipelajarinya.


Wang Yan menghindari setiap lesatan pukulan dari Dan Ren dengan secara hati-hati, bahwkan membalas pukukan Dan Ren dengan pukulan juga.


Bertukaran seni pukulan terjadi diatas arena turnamen, sampai keduanya berputar-putar seperti mengitari arena. Keduanya sama-sama memiliki kekuatan yang seimbang saat beradu serang menggunakan tangan kosong.


Hingga sebuah pukulan keras diarahkan oleh Dan Ren ke kepala Wang Yan, namun dengan. cepat Wang Yan membaca serangan itu dengan menahan menggunakan tangan kanannya.


Membuat Wang Yan sedikit termundur menjauh dari Dan Ren. "Boleh juga kemampuanmu." Ujar Wang Yan.


Sepertinya Wang Yan baru ingin memulainya dengan menggerakkan tangan dan kakinya. "Sudah lama aku tak berhadapan dengan lawan yang seimbang."


Kali ini Wang Yan terlihat serius dengan sedikit menstabilkan kekuatannya dan mulai maju menyerang dengan sangat cepat, giliran Dan Ren yang kali ini menahan setiap pukulan yang dilesatkan Wang Yan.


Serangan Wang Yan amat sangat cepat membuat Dan Ren sulit untuk mengimbanginya, hingga beberapa kali pukulan dapat mendarat tepat diperut Dan Ren yang membuatnya secara cepat menjauh dari jangkauan Wang Yan.


"Hehe.. Kenapa? Apa kau takut, jelas baru saja aku menikmatinya." Ujar, Wang Yan yang terhenti menyerang saat Dan Ren jauh dari jangkauannya.


"Sial.. Serangannya cukup cepat juga." Gumam Dan Ren yang tak menyangka serangan Wang Yan akan secepat itu.


Dan Ren mulai menstabilkan kekuatannya dan kembali maju menyerang Wang Yan menggunakan senjatanya yaitu jarum beracun.


Splaaaasss..


Lesatan sebuah jarum beracun hampir mengenai tubuh Wang Yan, bila saja dirinya tak cepat mengetahui arah jarum beracun itu. "Jarum beracun!! Rupanya dia ingin menggunakan racun untuk dapat melumpuhkanku."


Seketika Wang Yan mengeluarkan senjata pusakanya yang berbentuk kipas sakti, saat jarum beracun dilemparkan kembali oleh Dan Ren kearah Wang Yan, hanya dengan kibasan kipas jarum beracun itu dapat ditepisnya.


Secara cepat Dan Ren melemparkan satu persatu jarum beracunnya, membuat Wang Yan sedikit kesulitan namun tetap dapat menghalau jarum itu agar tidak mengenai tubuhnya.

__ADS_1


"Cukup.. Sekarang giliranku." Wang Yan mengibaskan kipasnya yang ternyata dari kibasan itu muncul serangan jarum yang sama beracunnya dengan milik Dan Ren.


"Apa?? Sama-sama menggunakan racun." Gumam Dan Ren.


Sedangkan para penonton sangat antusias menyaksikan pertarungan itu, banyak yang beranggapan pertarungan kali ini adalah pertarungan hidup dan mati.


Karena menggunakan senjata racun yang mematikan, Wang Yan dan dan Ren sama-sama melesatkan jarum beracunnya dan beradu satu sama lain.


Membuat situasi di arena maupun diluar arena menegang, sebelum jarum-jarum beracun dapat keluar dari arena turnamen panitia telah terlebih dahulu memasang prisai pelindung.


Terlihat masing-masing selain melemparkan jarumnya, mereka juga berusaha menghindari setiap jarum yang hendak mengenai tubuh mereka.


Hingga sebuah kejadian tak disangka perisai pelindung tiba-tiba terbuka, seseorang masuk kearena turnamen menghentikan pertarungan. "Hentikan." Seketika jarum-jarum beracun terhenti saat orang itu merentangkan tangannya.


"Sudah cukup.. Tidak perlu lagi kalian teruskan." Ujar seseorang itu.


Semua mata memandang menyaksikan kejadian yang sangat luar biasa, dengan mudahnya orang itu menghentikan jarum-jarum beracun.


Keduanya antara Dan Ren maupun Wang Yan mulai menarik kembali jarum beracun mereka, sambil tetap pandang memandang dengan tatapan tajam.


Selain raja Wang Zoe raja Tang San pun ikut turun kearena menanyakan apa maksud orang itu menghentikan pertarungan. "Apa maksudmu Fan We?"


Orang itu tidak lain adalah Fan We yang ditunjuk wasit saat sebelum digantikan oleh Zou Fu. "Maaf raja, melihat situasi yang seperti itu apakah layak dipertontonkan di turnamen kali ini, bukankah sudah jelas segala jenis racun tak boleh dikeluarkan disini."


Semua penonton dan para guru pada bingung padahal tak ada pemberitahuan sama sekali pelarangan menggunakan racun sebelumnya, namun mengapa kini dilarang.


"Bukankah tak ada pelarangan menggunakan racun sebelumnya?" Tanya Dan Ren mencoba mengingatkan.


"Fan We.. Sebaiknya kau cepat pergi dari arena turnamen, jika tidak maka terpaksa aku akan memenjarakanmu." Ujar raja Tang San.


"Tunggu raja ini bukti perjanjian sebelumnya." Fan We menyerahkan gulungan kertas bukti peraturan didalam arena turnamen.


"Kau dapatkan darimana gulungan ini?" Tanya raja Tang San.

__ADS_1


"Tak sengaja aku mendapatkannya disudut ruangan disana." Ujar, Fan We yang menunjukan dengan jarinya tempat dimana ia menemukan gulungan itu.


"Sial.. Mengapa tak aku bakar saja gulungan itu." Gumam, Zou Fu yang mendadak kebingungan, takut akan kecurangannya terbongkar.


Sesaat raja Tang San melirik kearah Zou Fu, lirikan raja Tang San membuat Zou Fu salah tingkah takut ketahuan. "Lantas apa kau tahu siapa yang melakukan ini?" Tanya raja Tang San.


"Saya tidak tahu yang mulia, namun saya sedikit menemukan bekas sobekan kain yang tersangkut disana." Fan We menyerahkan sobekan kain itu kepada raja Tang San.


"Zou Fu apa maksudnya ini?" Raja Tang San menanyakan sobekan kain yang mirip sekali dengan pakaian yang dikenakan Zou Fu.


"Ii.. Itu saya tidak tahu raja." Jawab Zou Fu sedikit gugup.


Saat raja Tang San mulai mencecar Zou Fu perihal hilangnya gulungan peraturan, tiba-tiba terdengar suara seseorang. "Sudah Tang San karena tak ada yang terluka ataupun korban jiwa, tak perlu kau memperpanjang masalah ini."


Seseorang itu tidak lain adalah raja Wang Zoe yang tidak mempermasalahkan lagi, perihal penghentian pertarungan anaknya dengan peserta bernama Dan Ren.


Dari atas raja Ming Lie ikut menyuarakan pendapatnya." Sudahlah tak perlu mempermasalahkannya, lebih baik untuk melanjutkan pertarungan selanjutnya."


"Benar apa yang dikatakan Ming Lie, lagian juga kita hanya menguji kemampuan masing-masing peserta tidak untuk membunuhnya." Ujar, raja Qiun Zen menimpali.


"Hemm.. Baiklah untuk pertarungan antara Wang Yan dan Dan Ren dinyatakan selesai, tanpa adanya pemenang." Ujar raja Tang San.


Dalam hati Zou Fu sangat lega sekali karena kecurangannya tak dipermasalahkan lagi, namun bagi Fan We tetap sangat tidak senang atas perbuatan dari Zou Fu, terlihat dari tatapan mata Fan We yang tajam kearahnya.


"Lalu bagaimana denganku raja, apakah aku berhak lolos kefinal?" Dan Ren mencoba menanyakan setatusnya.


"Untukmu dinyatakan gugur, karena berani membawa senjata beracun." Ujar raja Tang San.


Raja Tang San kemudian meminta maaf kepada para penonton maupun kepada para guru perguruan masing-masing, atas kesalahan yang dilakukan dari pihak panitia.


Akhirnya pertarungan tinggal menyisahkan Yin Feng dan Ying Yin yang berhak melaju ke babak final, para raja maupun anaknya sangat puas menyaksiakan bahkan melihat anak-anaknya dapat menguji kemampuan mereka.


Yang bertarung dengan para peserta terbaik disetiap datarannya, bahkan mereka semua tak menyangka akan melihat kekalahan yang sangat memalukan terjadi kepada anak dari raja Tang San.

__ADS_1


Yang terkenal akan kehebatannya serta kesombongannya, mampu dengan mudah dikalahkan oleh peserta baru dari dataran barat. Sebuah dataran yang terkenal akan kelemahan serta ketertinggalannya.


..........


__ADS_2