Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Mengkisahkan


__ADS_3

Setelah Raja Mougie berkata demikian tiba-tiba terdengar suara cambuk yang amat mengerikan, ternyata Raja Mougie sedang memberikan hukuman pada Panglima Srigala.


Dengan tiga kali cambukan membuat Panglima Srigala bersimbahkan darah disekujur tubuhnya."Sekarang kau boleh pergi." Ujar Raja Mougie setelah memberikan tiga kali cambukannya.


Panglima Srigala amat terpukul atas perlakuan Raja Mougie, tidak biasa-biasanya dia diperlakukan seperti itu dengan sang Raja. Namun sebelum Panglima Srigala meninggalkan ruangan Raja Mougie dia perpapasan dengan Panglima Kalajengking yang hendak masuk menemui Sang Raja.


Terlihat tajam tatapan dari Panglima Srigala kearah Panglima Kalejengking. "Pasti dia yang telah banyak menghasut Raja tentang diriku." Perkataan Panglima Srigala dalam hati.


Panglima Kalajengking membalas tatapan Panglima Srigala dengan tatapan tajam juga seraya bergumam dalam hati. "Tunggu saja saat aku mematahkan tulang-tulangmu."


Mereka masih saling tatap-tatapan dengan tajam sebelum akhirnya Panglima Kalajengking memasuki ruangan Raja.


***


Disebuah tugu masuk Kota Tian Jien di dataran barat terlihat dua orang yang satu pria berpakain coklat leret hitam dengan sebuah pedang ditangannya, dan satunya gadis berparas cantik mengenakan pakaian yang lumayan mewah dengan pernak-pernik yang sedikit menyilaukan.


"Maaf tuan, bisa tunjukan tanda pengenal kalian ?" Tanya, penjaga gerbang masuk kota Tian Jien.


Terlihat keduanya sedikit bingung karena semua barang tertinggal dikereta kuda, tiba-tiba sang gadis maju untuk berbicara dengan para penjaga. "Maaf tuan, saya Qin Xua ingin bertemu paman saya yang bernama Tian Long."


Sesaat para penjaga terdiam dengan saling perpandang-pandangan diantara mereka, namun Qin Xua kembali bertanya. " Ayahku bilang paman Tian Long adalah Walikota disini apakah itu benar ?"


"Kalian berdua tunggu disini sebentar." Ucap salah satu penjaga, sebelum dirinya kemudian melangkah pergi untuk melapor.


Diketuklah pintu ruangan Walikota tersebut.


Tokk.. Tokk.. Tokk..


"Tuan diluar ada seorang gadis mencarimu." Ucap penjaga dari luar pintu.


Walikota Tian Long kemudian membuka pintu. "Siapa nama gadis itu ?" Tanya Walikota Tian Long.


"Gadis itu bernama Qin Xua, dan dia bilang anda adalah pamannya."


"Qin Xua.." Sesaat Walikota Tian Long memikirkan sejenak nama gadis itu, sebelum akhinya beliau menyadari bahwa Qin Xua tidak lain adalah anak dari Qin Wou Xue kakak angkat Walikota Tian Long.

__ADS_1


Bila dikisahkan Walikota Tian Long dahulu adalah suadara angkat dari Qin Wou Xue ayah dari Qin Xua, saat itu Tian Long yang tengah menangis diantara kedua jasad orang tuanya.


Tidak sengaja ayah dari Qin Wou Xue bernama Jin Xue Qin saat itu tengah melewati sebuah desa yang telah porak-poranda.


Banyak rumah-rumah yang hancur serta mayat betebaran, tak tahu apa yang terjadi saat itu Jin Xue Qin mencoba melewati desa tersebut dengan berhati-hati takut jikalau ada yang menyerangnya.


Namun saat Jin Xue Qin menyusuri jalan dia melihat seorang anak kecil umuran sama dengan anaknya dirumah 5 tahun, yang tengah menangis diantara dua mayat. Kemudian Jin Xue Qin mencoba mendekatinya.


Jin Xue Qin menebak-nebak dalam hati "Mungkin dua mayat laki dan perempuan itu adalah orang tuanya." Kemudian dia mencoba berkomunikasi dengan anak kecil tersebut.


Terlihat anak kecil itu tak memiliki rasa takut terhadap Jin Xue Qin. "Siapa namamu nak ?"


Jin Xue Qin mencoba bertanya, sambil terisak tangis anak itu menjawab." Saya Tian Long."


"Maukah kamu ikut bersamaku ? Kamu nanti akan menjdi teman anakku yang bernama Qin Wou Xue." Ujar Jin Xue Qin.


Anak itu tidak langsung menjawab hanya melihat kearah jasad kedua orang tuanya, namun Jin Xue Qin menanyakan kembali pada anak itu. "Bagaimana nak apakah kamu mau ikut bersamaku ?"


Akhirnya dengan pipi yang basah oleh air mata anak itu menganggukkan kepalanya tanda menyetujui untuk ikut bersama Jin Xue Qin, dibawalah Tian Long kecil itu bersama Jin Xue Qin.


Terlihat istri dan anak Jin Xue Qin tengah menunggu kedatangannya didepan pintu rumah. "Ayaaahh." Teriak Qin Wou Xue dengan berlari kearah Jin Xue Qin.


Namun Qin Wou Xue sedikit terkejut saat mendapati ayahnya keluar dari kereta kuda dengan menggandeng seorang anak. "Siapa itu ayah ?" Qin Wou Xue bertanya dengan polosnya.


Lalu Qin Wou Xue mencoba memperkenalkan dirinya terlebih dahulu. "Hay.. Namaku Qin Wou Xue, siapa namamu ?"


"Aku Tian Long." Jawab Tian Long kecil.


"Nah Xue er mulai sekarang Tian Long akan menjadi saudaramu, dan dia akan tinggal disini bersama kita."


"Waah.. Benarkah itu ayah ? jadi sekarang aku memiliki saudara." Qin Wou Xue yang sedikit terkejut.


"Iya Xue er, kalian berdua sekarang adalah saudara, ajaklah dia bermain bersmamu." Ujar Jin Xue Qin.


Qin Wou Xue yang merasa senang memiliki saudara sekaligus teman bermain, langsung mengajak Tian Long kecil main bersamanya.

__ADS_1


Saat kedua anak itu sedang bermain bersama istri Jin Xue Qin kemudian mengampirinya karena penasaran. "Siapa anak itu ? Dimana kau menemukannya ?


"Dia adalah Tian Long, aku tak sengaja menemukannya diantara mayat kedua orang tuanya."


Jadi !! Anak itu sudah tidak memiliki orang tua ? Ucap, istri Jin Xue Qin yang terkejut.


"Iya begitulah, desa tempat tinggalnya juga telah porak-poranda sebab itu aku membawa dia bersamaku."


Istri Jin Xue Qin tidak dapat menolak, sebab dirinya juga merasa kasihan dengan Tian Long kecil yang sudah tidak memilki orang tua.


Disanalah Tian Long kecil dibesarkan, dia anak yang sangat rajin membantu Jin Xue Qin dan juga Tian Long kecil ternyata memiliki bakat beladiri.


Saat Jin Xue Qin menjajakan dagangannya ke dataran barat, tak sengaja Tian Long melihat sebauh perguruan yang sangat banyak muridnya.


Dia sangat tertarik ingin mempelajari beladiri dan tenaga dalam, Jin Xue Qin yang saat itu tengah memperhatikan Tian Long mengerti akan keinginan anak angkatnya itu.


"Long er.. Apakah kamu tertarik ingin mempelajari ilmu beladiri ?" Tanya Jin Xue Qin.


Sejenak Tian Long kecil menatap kearah Jin Xue Qin lalu menoleh kembali kearah perguruan tersebut, dengan hati yang mantap dia berseru pelan. "Iya ayah, aku sangat tertarik ingin mempelajari ilmu beladiri."


"Jika itu keinginanmu, mari ikut ayah." Jin Xue Qin mengajak Tian Long kecil untuk memasuki perguruan yang ditunjukan oleh Tian Long kecil.


Tertulis diatas pintu gerbang masuknya nama perguruan tersebut Perguruan Tian Jien, memang letak perguruan tersebut ditengah-tengah kota Tian Jien. Sebab itu perguruannya dinamakan Tian Jien.


Disitulah Tian Long kecil belajar ilmu beladiri dan menjadi murid berbakat dan idola, saat Jin Xue Qin berdagan kearah dataran barat tak lupa ia selalu menyempatkan mampir untuk melihat perkembangan anak angkatnya itu.


Hingga sampai suatu ketika tak pernah lagi Jin Xue Qin terlihat menjenguk Tian Long kecil, karena sebuah insiden yang menewaskan Jin Xue Qin.


Saat Jin Xue Qin masih hidup sering mengajak Qin Wou Xue pergi ke perguruan tempat Tian Long kecil saat berdagang arah dataran barat, namun kini Jin Xue Qin telah tiada membuat antara Tian Long dan Qin Wou Xue tidak pernah bertemu lagi.


Hingga menikahnya Qin Wou Xue pun Tian Long kecil tak mengetahuinya, dan saat Tian Long menjabat sebagai Walikota Tian Jien pun Qin Wou Xue tak mengetahuinya.


Hingga saat ketenaran Tian Long sebagai Walikota Tian Jien yang sangat peduli dengan rakyatnya, yang bertepatan dengan kelahiran anak dari Qin Wou Xue bernama Qin Xua.


Barulah saat itu kabar bahwa Tian Long telah menjadi walikota terdengar sampai kepada Qin Woun Xue, namun dirinya tidak sempat menemui Tian Long karena kesibukannya yang makin padat.

__ADS_1


Hingga tak terasa anaknya Qin Xua sudah tumbuh besar sebagai gadis yang sangat cantik, barulah Qin Wou Xue dapat menemui Tian Long.


__ADS_2