Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Permata Api Abadi


__ADS_3

Ketika Yinfeng menyadari akan kekuatan dari mutiara salju abadi yang membuat dirinya dapat bertahan dari panasnya api abadi, seketika ia tidak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk segera menyelesaikan pemurnian.


Tidak butuh waktu lama untuk Yinfeng menyelesaikan pemurnian, setelah ia diberikan mutiara salju abadi oleh sosok misterius.


Setelah berhasil menyelesaikan pemurnian, ternyata Yinfeng merasakan sedikit sakit didalam jiwanya.


"Auwww.. Kenapa didalam jiwaku terasa sakit sekali." Gumam Yinfeng.


"Itu adalah tanda karena kau sudah berhasil menyelesaikan pemurnian bocah."


"Tanda ?? Tanda apakah itu ?" Tanya Yinfeng.


"Itu adalah tanda dari api abadi yang mulai menyatu dengan jiwamu, namun...,"


Seketika sosok misterius menghentikan ucapannya,sambil menarik nafas panjang lalu melanjutkan kembali perkataannya.


"Namun itu baru sebagian api saja, jika kau ingin memiliki api abadi seutuhnya kau hanya perlu mengambil Permata api abadi yang ada disana." Sambil menunjukkan sumber cahaya merah yang menyala-nyala.


"Apaa ?? Permata api abadi. Jadi selama ini panasnya api abadi dikarenakan permata itu." Ujar Yinfeng.


"Iya.. Kau benar bocah. Jika kau dapat mengambilnya dan kau satukan dengan mutiara salju abadi yang ada didalam jiwamu maka kau akan mendapatkan kekuatan yang sangat besar." Ucap sosok misterius.


"Hemm... Bagaimana caranya agar Aku dapat mengambilnya." Ujar Yinfeng.

__ADS_1


"Kau kan sudah mendapatkan tanda dari api abadi, itu sudah cukup untukmu dapat mengambilnya."


"Apa hanya seperti itu." Ujar Yinfeng.


"Iya.. Karena permata api abadi telah mengakuimu sebagai pemiliknya." Ujar sosok misterius.


"Ohh, jadi seperti itu. Jika aku mendapatkannya dan menyatukan kedalam jiwaku, apakah rasa sakitku akan menghilang."


"Tentu saja.. Karena sifat dari permata api abadi adalah sebagai penyembuh segala luka."


"Waaah, jadi Aku bisa menyembuhkan orang yang sedang terluka ?" Tanya Yinfeng.


"Iya.. Kau dipilih oleh permata api abadi karena memiliki sifat empati sesama manusia, dan kau ditakdirkan untuk menjadi penolong umat manusia." Ucap sosok misterius.


Karena ketika kau lahir kau sudah di anugrahi ilmu pengetahuan tentang kehidupan, yang mana terlihat dari auramu memancarkan aura ketenangan dan kewibawaan." Kata sosok misterius menambahkan.


"Lantas bagaimana kau dapat mengetahui akan hal itu ? Kata Yinfeng.


"Hahahaha.. Aku mengetahui hal itu jelas karena Aku lebih tau darimu bocah."


"Kau tahu berapakah sekarang umurku ?"


Tanya sosok misterius.

__ADS_1


"Bagaimana Aku dapat mengetahuinya, lagipula Aku juga tidak dapat melihatmu.


Hanya suaramu saja yang Aku dengar." Ucap Yinfeng.


"Hahaha.. Kau sangat lucu bocah."


"Sekarang cepat kau ambil permata api abadi itu sebelum kau terlambat." Ujar sosok misterius.


"Baiklah akan Aku ambil permata api abadi itu sekarang."


Yinfeng kemudian bergegas berjalan mendekati permata api abadi itu untuk mengambilnya.


Namun karena letak permata api abadi yang terlalu sulit di jangkau, mengharuskan Yinfeng memakai elemen es yang telah digabungkan dengan mutiara salju abadi,


untuk membentuk sebuah tangga agar Yinfeng lebih mudah mengambilnya.


Tidak butuh waktu lama bagi Yinfeng untuk dapat membentuk sebuah tangga dari es, hanya dengan mengarahkan tangan kanannya kedepan, cairan es keluar membentuk apa yang diinginkannya.


"Aku berhasil mendapatkan permata api abadinya, tinggal Aku perlu untuk menyatukannya didalam jiwaku." Gumam Yinfeng.


Setelah Yinfeng mendapatkan permata api abadi itu ia segera duduk bersila dan memfokuskan untuk bisa menyatukan didalam jiwanya.


__ADS_1


..........................


__ADS_2