
Perubahan roh pedang yang terlihat mengerikan membuat Yin Feng sangat terkejut. "Inikah wujud perubahan roh pedang ??" Gumam Yin Feng dalam hati.
Arwah bergentayangan itu adalah akibat tebasan pedang Pencabut Nyawa, yang sudah tak terhitung berapa nyawa telah ia lenyapkan.
Namun kebanyakan yang terbunuh oleh pedang Pencabut Nyawa termasuk dalam golongan penjahat, atau beraliran kegelapan.
Sebab itu arwah yang tampak berputar-putar diatas kepala roh pedang, terlihat sangat menyeramkan dengan mendominasi warna hitam.
"Jangan harap kau dapat mengalahkanku manusia hina." Teriakan roh pedang seakan menggema didalam alam fikiran Yin Feng.
Yin Feng sungguh sangat bingung bagaimana cara menghadapi roh pedang, dengan perubahannya kali ini terlihat sangat kuat, bahkan lebih terlihat susah ditakhlukan.
"Apa yang harus ku lakukan."
Dalam hati Yin Feng sangat membutuhkan petunjuk, agar dapat mengalahkan roh pedang. Namun roh pedang yang kini sudah mulai serius tidak mau memberikan kesempatan bagi Yin Feng untuk melamun.
Sebuah gerakan yang sangat cepat membuat roh pedang tiba-tiba sudah berada disamping kanan Yin Feng. "Apa yang sedang kau fikirkan manusia hina."
Sontak Yin Feng terkejut dengan kehadiran roh pedang secara tiba-tiba, Yin Feng kemudian mencoba mengambil jarak dengan cara menghindar kebelakang.
Roh pedang mencoba menyerang Yin Feng dengan tangan kosong, disambutnya pukulan demi pukalan yang dilesatkan oleh roh pedang. Masih terlihat Yin Feng mampu mengimbangi ritme serangan roh pedang.
Yin Feng kemudian memiliki sebuah cara agar dapat mengalahkan roh pedang tersebut, yang nantinya akan membuat roh pedang bertekuk lutut dihadapannya.
Saat keduanya masih saling beradu pukulan, tiba-tiba roh pedang mengeluarkan aura membunuhnya untuk menekan Yin Feng. Namun anggapan roh pedang salah justru aura itu tidak begitu menekan Yin Feng.
Malahan Yin Feng masih sangat leluasa untuk bergerak. "Bagaimana mungkin aura membunuhku tak dapat menekannya." Giliran roh pedang yang terlihat bingung.
"Apa kau beranggapan auramu itu mampu menekanku ?" Ujar Yin Feng yang perlahan mendekati roh pedang. "Namun bagaimana dengan ini."
__ADS_1
Seketika Yin Feng mengeluarkan aura penghakimannya untuk dapat menekan roh pedang, ternyata benar aura penghakiman yang Yin Feng keluarkan membuat roh pedang sedikit kesusahan bergerak.
"Bagaimana manusia hina sepertimu mampu mengeluarkan aura seperti ini." Ujar roh pedang yang masih tak percaya, bahwa dirinya dapat tertekan dengan aura yang Yin Feng keluarkan.
Namun ternyata roh pedang masih menyimpan kekuatan yang sangat hebat dan mengerikan, saat dirinya masih dalam keadaan tertekan seketika dapat dengan mudahnya lepas dari tekanan tersebut.
"Hahaha.. Aku akui auramu itu sangat hebat hingga dapat membuatku sangat tertekan, akan tetapi jangan terlalu senang dulu coba kau rasakan kekuatanku ini."
Roh pedang kembali mengeluarkan kekuatannya, namun kali ini lebih terlihat dahsyat dan mengerikan.
"Kekuatan macam apa yang roh itu keluarkan, sampai membuat tubuhku seakan lemas tak berdaya." Yin Feng merasakan seluruh tubuhnya lemas, bahkan kekuatannya seperti tak berguna.
Tiba-tiba dalam sekejap kaki Yin Feng seakan tak kuat menahan badannya, membuatnya jatuh tersungkur dihadapan roh pedang.
"Hahaha.. Bagaimana ? Baru merasakan energi kekuatanku saja kau sudah lemas tak berdaya seperti itu, apakah kau masih sanggup ?"
Giliran Yin Feng kali ini yang sangat nampak tak berdaya dihadapan roh pedang, dirinya tak tahu lagi jarak kekuatan roh pedang yang mungkin masih dapat bertambah kuat lagi.
Tatapan Yin Feng tajam kearah roh pedang, seakan menampakkan kekesalan yang mendalam, karena tak dapat mengalahkan roh pedang.
"Sudah jangan melawan, sekarang bersiaplah aku akan memakai ragamu untuk bersenang-senang." Ujar, roh pedang yang sangat senang mendapatkan raga manusia.
Tanpa dapat melawan Yin Feng akhirnya hanya dapat melihat roh pedang yang mulai berubah menjadi asap putih, sebelum masuk melalui kepalanya.
Awal mula roh pedang sangat kesusahan untuk mengendalikan raga Yin Feng, karena dalam hati kecil Yin Feng mencoba melawan dan meronta agar tidak hilang kesadarannya.
Namun usahanya hanya sia-sia belaka, roh pedang kini dapat mengambil alih raga Yin Feng dengan leluasa.
Sesepuh Qiu Han sangat terkejut melihat perubahan Yin Feng saat pertama kali membuka matanya, sebuah mata dengan tatapan yang seolah haus akan darah.
__ADS_1
Terlihat dari raut wajah sesepuh Qiu Han rasa kepanikan yang mendalam, beliau sangat khawatir jika roh pedang mengambil alir tubuh Yin Feng.
Ditakutkan akan ada kejadian yang sangat mengerikan, oleh sebab itu sesepuh Qiu Han ingin segera mencoba untuk menolong Yin Feng agar tidak terlambat.
Namun ternyata itu sudah terlambat, roh pedang telah mengeuasai tubuh Yin Feng sepenuhnya. "Hahaha.. Boleh juga tubuh ini, cocok sekali untukku."
Sesepuh Qiu Han semakin yakin bahwa tubuh Yin Feng telah diambil alih oleh roh pedang. "Ternyata bocah itu belum sanggup menghadapi roh pedang Pencabut Nyawa."
Sesepuh Qiu Han tak menyangkan bahwa roh itu akan sanggup mengambil alih tubuh Yin Feng, padahal dalam tubuh Yin Feng terdapat hati suci yang dapat menetralkan segala kegelapan.
Sesepuh Qiu Han mencoba untuk menghentikan roh pedang yang sekarang menguasai tubuh Yin Feng. " Kien Chang cepat keluar dari tubuh anak itu, jika kau tidak mau akan aku musnahkan kau."
Nama roh pedang itu adalah Kien Chang, sesosok yang sangat kental dengan sifat angkuhnya serta memiliki kecerdasan yang sangat luar biasa, bila dibandingkan dengan roh-roh yang lain.
Namun Kien Chang akan tetap setia pada pemegang pedang Pencabut Nyawa, bilamana tetap ada timbal balik antara keduanya.
Karena Kien Chang tidak akan cuma-cuma memberikan kekuatannya jika dirinya tak mendapat bagian, Kien Chang yang sangat haus akan darah jelas dirinya akan memaksa pemegang pedang tersebut, untuk tetap membunuh lawannya.
"Hahaha.. Kau ingin memusnahkanku ? Justru mungkin sebaliknya karena tubuh anak ini lebih kuat bila dibandingkan dengan tubuhmu."
Memang bila dibandingkan dengan tubuh Yin Feng jiwa sesepuh tidak ada apa-apanya, karena jelas kekuatan sesepuh Qiu Han tidak mencapai 100% saat dia hanya berwujud roh jiwa.
"Kau mulai berani melawanku !! Apakah kau tidak takut jika aku hancurkan pedang itu." Sesepuh Qiu Han mulai naik pitam mendengar omongan roh pedang.
"Hahaha.. ingat !! Kau bisa disegani dan ditakuti dikarenakan kekuatanku, akulah yang memberimu kekuatan. Jika kau tanpaku apakah kau sanggup mengahdapi pendekar yang kekuatannya diatasmu ?"
Jelas dalam hati sesepuh Qiu Han meyakini akan kekuatan yang ditimbulkan oleh roh pedang tersebut, namun dia tidak mau jika roh pedang membuat kekacauan dengan tubuh Yin Feng.
"Sekarang cepat minggir sebelum aku hilangkan kau dari muka bumi ini untuk selama-lamanya." Bentak, Kien Chang dengan mengacungkan pedang Pencabut Nyawa kearah sesepuh Qiu Han.
__ADS_1
Namun saat Kien Chang hendak maju melangkah tiba-tiba tubuh Yin Feng tak bisa ia gerakkan lagi. "Ada apa ini ? Mengapa tiba-tiba aku tak dapat menggerakkan tubuh ini."
..........