Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Kejadian Tak Disangka


__ADS_3

Tang He tertawa lantang. "Hahaha.. Hanya segini saja kemampuan dari peserta poin tertinggi." Tang He menggelengkan kepalanya. "Dasar sampah, kalau sampah ya tetap sampah."


"Anakmu sangat luar biasa raja Tang." Ujar raja Qiun Zen.


"Waahh.. Apakah peserta dari dataran barat hanya segitu kemampuannya?" Ujar raja Ming Lie.


"Heh.. Sangat memalukan.. Apakah hanya segini kemampuan dari anak itu." Gumam Qiun Ze.


Semuanya menyangka bahwa Yin Feng telah mati akibat jurus yang Tang He keluarkan, tiba-tiba saat kabut asap mulai menipis terlihat sosok anak muda sedang berdiri tegak sambil menyilangkan kedua tangannya.


"Lihat itu.. Lihat itu." Para penonton ribut saat menyaksikan sesosok anak muda mulai terlihat, dari menipisnya asap yang sedikit demi sedikit mulai menghilang.


"Apa?? Bagaimana mungkin dia masih hidup!" Gumam Tang He yang sangat tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Mustahil.. Tidak terjadi apa-apa pada anak itu." Raja Tang San sempat tak percaya saat menyaksikan bahwa Yin Feng masih hidup dan tak terluka sedikit pun.


"Apa?? Bagaimana mungkin tidak terjadi apa-apa pada anak itu.." Gumam Qiun Ze.


"Feng er.." Qin Xua yang air matanya sudah terlanjur mengalir keluar, kini ia sangat bahagia bahwa tak terjadi apa-apa pada Yin Feng. "Kau sangat membuatku takut." Gumam Qin Xua.


Kakek Xio Fang dan juga Walikota Tian Long hanya menggelengkan kepala merasa takjub dengan kekuatan Yin Feng saat ini. "Nampaknya Feng er sudah semakin kuat." Gumam Walikota Tian Long.


"Kenapa? Apa kau terkejut?" Ujar Yin Feng yang mulai melangkah maju.


"Hah!! Nampaknya aku terlalu meremehkan dirimu." Ujar Tang He.


Sebenarnya Yin Feng pun tak percaya dengan apa yang terjadi padanya, saat jurus Naga Emas mulai menghantam tubuhnya ia tak merasakan rasa sakit.


Justru saat itu juga ia merasa berada di tempat yang tidak asing lagi baginya, sebuah tempat dimana kitab syurgawi itu tinggal yaitu di alam fikiran.


Kitab syurgawi itu tiba-tiba terbuka dan tiba-tiba tulisan yang ada dalam kitab tersebut keluar, dan melayang-layang diudara sebelum akhirnya masuk kedalam fikiran Yin Feng melalui keningnya.


Ternyata tulisan-tulisan itu mengandung unsur-unsur kekuatan jiwa, yang mampu menyerap kekuatan lawan maupun membalikan serangan lawan.


Yin Feng merasakan sebuah kekuatan luar biasa memenuhi seluruh tubuhnya, bahkan kekuatannya kini dua kali lipat lebih kuat dari sebelumnya.


Yin Feng melangkah maju dengan bongkahan es kecil ditangan kanannya. "Pertunjukan baru akan dimulai." Yin Feng melemparkan bongkahan es itu kearah Tang He.


Sangat mudah bagi Tang He untuk menghindari lemparan bongkahan es kecil itu. "Hah.. Hanya segini saja, aku kira itu akan membuatku terkejut."


Namun Tang He tak menyadari jika lemparan dari bongkahan es itu hanya pengalihan saja, justru jurus yang sesungguhnya baru akan Yin Feng keluarkan. "Medan Gravitasi."


Seketika tubuh Tang He terjatuh ke lantai arena tanpa dapat digerakkan, Yin Feng mendekatinya kemudian jongkok didepannya. "Hehe.. Bagaimana pangeran, apakah kau masih bisa melawan?"


Dengan sekuat tenaga Tang He mencoba menggerakkan badannya, akan tetapi sedikit pun ia tak sanghup menggerakkannya. "Sial.. Aku tidak boleh kalah dari anak sampah ini."


"Heyaaaaa..." Sontak Tang He dapat lolos dari medan gravitasi dan langsung menjauh dari jangkauan Yin Feng. "Aku akui kau memang lawan yang hebat, tapi coba kau perhatikan ini." Tang He mengeluarkan dua pil berwarna Merah dan langsung menelannya.


Tubuh Tang He berubah secara drastis dengan otot-otot yang nampak dikedua tangan dan kakinya, bahkan warna matanya pun ikut berubah menjadi merah terang.


Lonjakan kekuatan terjadi secara signifikan pada Tang He, akan tetapi akibat pemakaian pil tersebut sangat berakibat pada perkembangan bela dirinya.

__ADS_1


"Anak ini sampai memaksa anakku menggunakan pil darah!!" Gumam raja Tang San sambil menggelengkan kepalanya.


"Hari ini adalah hari sialmu karena berani memaksaku sampai sejauh ini." Ujar Tang He.


Tang He mengangkat pedang Naga Emasnya kembali, kali ini dia mengeluarkan jurus yang kedua. "Jurus Naga Api."


Seekor naga api muncul dari langit yang langsung menyerang kearah Yin Feng, naga itu berputar-putar diatas kepala Yin Feng yang lama kelamaan berubah menjadi kobaran api besar.


Whossss....


Kobaran api besar menyelimuti hampir keseluruh arena turnamen, hanya tempat dimana Tang He berdiri saja yang tidak tersentuh oleh api. "Hahaha.. Matilah kau didalam sana." Teriak Tang He.


"Aku rasa kali ini anak itu benar-benar tidak akan bisa selamat." Ujar raja Wang Zoe.


"Belum tentu.. Justru aku belum yakin bila hanya api, mana mungkin dapat membakar anak itu." Ujar raja Qiun Zen.


"Apa maksudmu?" Tanya raja Wang Zoe.


Raja Qiun Zen pun menceritakan saat dimana Yin Feng diserang menggunakan kobaran api yang sangat besar, kemudian dapat muncul dengan tanpa luka bakar sedikit pun.


Justru dia keluar dengan santainya dari kobaran api tersebut, sambil membawa bola api kecil ditangan kanannya.


"Hah!! Coba kalian lihat itu." Ujar, raja Ming Lie yang terkejut saat menyaksikan kejadian diatas arena.


Saat seluruh mata memandang kearah kobaran api, lagi-lagi meraka dibuat terkejut dan serasa tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Sebuah kaki terlihat dari kobaran api tersebut yang disusul dengan keluarnya sosok anak muda, anak muda itu menampakkan senyuman di wajahnya saat keluar dari kobaran api.


Yin Feng membalikkan badan menghadap kearah kobaran api, dengan sebuah tiupan kecil kobaran api besar dapat dengan mudah Yin Feng padamkan.


Kembali Yin Feng melangkahkan kakinya mendekati Tang He. "Apakah masih ada lagi wahai pangeran Tang." Ujar, Yin Feng dengan terpancar sedikit senyuman di wajahnya.


"Tak akan aku biarkan kau menang dalam turnamen ini." Teriak Tang He.


"Hahaha.. Sangat lucu, jika saja kau masih memiliki kemampuan untuk itu." Ujar Yin Feng yang mulai melepaskan elemen esnya untuk dapat membekukan Tang He.


Terlihat Tang He membeku akibat elemen es yang telah Yin Feng keluarkan. "Hanya es seperti ini tak akan mampu untuk menahanku."


"Heyaaa..."


Dari tubuh Tang He memancarkan cahaya merah yang sangat terang, seketika membuat es yang telah membekukannya langsung meleleh.


"Sekaranglah saatnya menggunakan jurus itu." Gumam Tang He yang mulai mengaliri energi kekuatan pada pedang Naga Emas, terlihat pedang Naga Emas sampai mengeluarkan pepaduan warna yang sangat menyilaukan antara warna merah terang dan warna emas.


"Jurus Naga Penghancur."


Mendadak terdengar seolah seperti ledakan di langit, bersamaan munculnya ribuan naga dengan sebagian berwarna emas dan sebagian lagi seperti naga api.


Semua mata yang melihat jurus itu sangat khawatir akan keselamatan masing-masing, sontak para panitia langsung mengaktifkan array pelindungan.


Yang melindungi seluruh penonton dari bahayanya jurus itu, tak ada ketakutan terpancar di wajah Yin Feng sedikit pun, Justru terlihat ia sangat menikmatinya.

__ADS_1


Ribuan naga menyerang kearah Yin Feng dengan diawali oleh naga berwarna merah api. Whossss...


Kali ini Yin Feng menahan serangan itu hanya menggunakan kedua tangannya, seolah perkara mudah untuk menahan serangan demi serangan yang melesat cepat kearahnya.


Semakin banyak serangan yang menyerang Yin Feng, justru malah membuat tubuhnya dapat menempa menjadi lebih kuat dengan menyerap semua serangan yang telah Tang He lancarkan.


Seolah Yin Feng sangat menikmati serangan yang datang, tanpa sedikit pun naga api membuat Yin Feng terluka justru malah sebaliknya yang membuat api milik Yin Feng lebih kuat.


Setelah naga api tak dapat membuat Yin Feng terluka sedikit pun, giliran naga emas yang kini melesat dengan cepat menyerang Yin Feng dengan kekuatan penuh.


Akan tetapi apa yang terjadi? Tiba-tiba ada kejadian yang tak disangka-sangka dan tak diduga-duga, saat serangan naga emas hendak menyentuh Yin Feng.


Hanya dengan mengangkat tangan kanannya Yin Feng dapat begitu mudah membalikkan serangan naga emas itu, dan beralih menyerang kearah Tang He.


"Apa??" Mulut Tang He terbuka lebar dan juga mata yang seakan mau keluar saat menyaksikan serangan naga emas dapat dibalikkan, "Bagaimana mungkin dia membalikkan serangan itu."


Tidak jauh berbeda dengan Tang He semua orang yang menyaksikan pun ikut terbelalak dan menganga, saat menyaksikan serangan dari Tang He dapat dengan mudah Yin Feng balikkan.


"Awas He er.." Teriak raja Tang San yang segera melompat hendak menolong anaknya.


Namun belum sempat raja Tang San menolong anaknya, ledakan besar terjadi saat jurus naga emas yang dibalikkan Yin Feng mengenai anak dari raja Tang San yaitu Tang He.


Duuuaaaaarrrr...


"He er..." Teriak raja Tang San yang segera meraih anaknya yang terkena jurusnya sendiri menggunakan kedua tangannya, dengan deraian air mata raja Tang San tak sanggup melihat anaknya seperti itu. "Bertahanlah He er.. Panggilkan tabib.. Cepat.. "


Nampak Tang He terluka sangat parah dengan sekujur tubuhnya penuh dengan luka bakar, dan juga cucuran darah tak henti-hentinya mengalir dari setiap luka tersebut.


"Kak He er.." Teriak adik Tang He bernama Niu Tang, dengan isakan tangis Niu Tang mendekati Tang He. "Kakak.. Apakah kakak baik-baik saja ayah?"


Tak kuasa sang raja menjawab pertanyaan putrinya, yang sangat mengkhawatirkan keselamatan dari kakaknya. "Semoga saja kakakmu tidak apa-apa." Jawab raja Tang San yang mendadak berdiri menatap kearah Yin Feng.


"Kau.. Telah mengakibatkan anakku seperti ini, maka terimalah ajalmu." Raja Tang San muncak amarahnya bersamaan dengan megeluarkan kekuatan yang sangat hebat.


Namun secara tiba-tiba ada salah seorang yang hadir tepat diantara raja Tang San dan Yin Feng. "Tunggu Tang San.." Ujar, seseorang yang tidak lain adalah raja dari dataran barat.


"Minggir kau Qiun Zen, apakah kau mau melindungi orang yang telah membuat anakku seperti ini." Bentak raja Tang San pada raja Qiun Zen.


"Hahaha.. Jelas aku akan melindungi anak ini, karena itu bukan kesalahannya." Ujar raja Qiun Zen.


Apa? Bukan kesalahannya!! Lalu kesalahan siapa? Jelas-jelas dia berbuat curang." Ujar raja Tang San.


"Curang darimana??" Terdenger seseorang berkata sambil berjalan menaiki arena. "Jelas-jelas Feng er itu tidak curang, justru itu murni kesalahan anakmu."


"Lancang sekali.. Siapa kau berani-beraninya mengatakan anakku curang." Bentak raja Tang San.


"Siapa aku.. Itu tidak penting, yang jelas jika kau sampai menyerang Feng er maka jangan salahkan aku bila kau dan anakmu itu aka mati disini." Ujar seseorang itu.


"Hahaha.. Ingin membunuhku!! Apakah aku tidak salah dengar?" Ujar, raja Tang San sambil memajukan telinganya.


Seketika sebuah kekuatan yang sangat hebat memancar dari tubuh seseorang itu, membuat siapa saja yang berada di arena mengalami tekanan hebat sampai tak dapat bernafas.

__ADS_1


.....


__ADS_2