
Saat setelah Yin Feng memberikan bentuk terimakasihnya berupa dua keping emas pada paman pedagang, kakek Xio Fang hanya mengelus jenggotnya sambil sesekali memandang kearah paman pedagang.
Setelah berjalan lurus seperti apa yang ditunjukan oleh paman pedagang, akhirnya Yin Feng dan kakek Xio Fang menemukan kediaman keluarga Qin. "Inikah kediaman keluarga Qin? Sungguh sangat besar sekali." Ucap Yin Feng pelan.
Ternyata tidak jauh dari gerbang masuk kediaman keluarga Qin, disebuah tiang rumah ada seseorang yang tidak begitu asing bagi Yin Feng sedang duduk bersandar.
Seseorang itu memandangi Yin Feng dan kakek Xio Fang dengan cermat. "Anak muda itu sepertinya tidak asing lagi bagiku, akan tetapi dimana ya aku pernah melihatnya." Paman Dou Han nampak lupa-lupa ingat akan sosok wajah Yin Feng.
Sebab kali ini Yin Feng mengubah penampilannya dengan sebelumnya ia memiliki rambut tidak terlalu panjang, namun kali ini rambutnya terlihat lebih panjang dari sebelumnya dan mengikatnya.
Dan juga kini wajah Yin Feng semakin berseri-seri serta lebih muda, membuat paman Dou Han tak bigitu mengenalinya sesaat. Saat diingat-ingat kembali barulah paman Dou Han menemukan memori kebersamaannya dengan Yin Feng. "Ah iya aku baru ingat, bukannya dia Yin Feng!!"
Segera paman Dou Han bergegas menghampiri Yin Feng dan kakek Xio Fang. "Kau... Yin Feng kan!" Ujar, paman Dau Han ingin memastikan lebih jelas sebab itu semua seperti mimpi baginya.
Yin Feng menganggukkan kepalanya. "Iya paman aku Yin Feng." Segera paman Dou Han menyuruh keduanya untuk masuk menemui Walikota Tian Long dan Qin Xua.
"Paman.. Dimana kakek Liu? Kenapa aku tidak melihatnya?" Pertanyaan Yin Feng seketika membuat paman Dou Han terdiam dan terhenti melangkah. "Ada apa paman? Kenapa kau terdiam?" Yin Feng semakin penasaran dengan tingkah paman Dou Han, yang seketika terdiam saat dia menanyakan keberadaan guru Liu King.
Tiba-tiba Yin Feng memegang dua lengan paman Dou Han dengan kedua tangannya. "Jawablah paman.. Apa yang sebenarnya terjadi dengan kakek Liu?" Paman Dou Han hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya.
Akan tetapi tiba-tiba terdengar ada suara seseorang berbicara. "Tenangkan dirimu Feng er.. " Yin Feng menengok kearah sumber suara itu dan mendapati Walikota Tian Long tengah berjalan menghampirinya.
Yin Feng kemudian berganti bertanya. "Apa yang sebenarnya terjadi dengan kakek Liu tuan Long?" Walikota Tian Long menarik nafas dalam-dalam sebelum memberanikan diri untuk mengatakan yang sebenarnya.
"Kuatkanlah dirimu Feng er.. Saat itu kakek Liu mencoba untuk kembali dan menolongmu, namun sebelum kepergiannya kakek berpesan padaku bila dalam dua hari dia tak datang maka kita disuruh melanjutkan perjalanan."
"Apaaa?" Yin Feng teriak histeris sambil mengepalkan kedua tangannya, lalu tiba-tiba terduduk lemas. "Kakeeekk.. " Dipukulnya lantai rumah keluarga Qin hingga berlubang.
__ADS_1
"Kakak Feng.." Panggil seorang gadis dari kejauhan. "Benarkah kau kak Yin Feng?" Sambil berlari ia pun mendekati Yin Feng lalu memeluknya. "Kakak Feng.. Aku fikir kau.." Hikss.. Hikss.. Qin Xua tak berani melanjutkan perkataannya, hanya deraian air mata yang kemudian membasahi pipinya.
Pelukan Qin Xua sangat erat sekali seperti tak mau lepas. "Kakak jangan menangis.." Qin Xua yang semakin sedih melihat pipi Yin Feng sudah basah oleh deraian air mata.
Sambil mengusap air mata pada pipi Yin Feng, Qin Xua mencoba untuk menenangkan hati Yin Feng. "Kakak.. Kau harus kuat." Walaupun dengan air mata yang tak mau berhenti menetes, Qin Xua tetap mencoba menghibur Yin Feng.
Yin Feng merasakan kesedihan yang mendalam, ketika menyadari bahwa guru Liu King tak dapat lagi bersamanya. "Kakek.. mengapa semua ini harus terjadi.." Ujar, Yin Feng yang masih dalam keadaan pilu dalam pelukan Qin Xua.
"Feng er.." Kakek Xio Fang mendekati Yin Feng dengan memegang pundaknya. "Sabarlah, mungkin itu semua sudah menjadi takdirnya."
"Hikss.. Tapi guru.. Kakek Liu adalah keluargaku satu-satunya." Ujar, Yin Feng dengan linangan air mata.
"Feng er.. Walaupun kami semua tidak memiliki ikatan darah denganmu, akan tetapi kita adalah keluarga kau tidak usah khawatir." Ucap Walikota Tian Long.
"Benar kakak Feng apa yang dikatakan paman Long, kita semua sekarang adalah keluarga. Akupun merasakan hal yang sama dengan apa yang kakak Feng rasakan." Qin Xua merasa apa yang dirasakan Yin Feng tak jauh berbeda dengan yang dirasakannya, saat kehilangan kedua orang tuanya.
Walikota Tian Long yang pertama kali maju lalu memeluk Yin Feng. "Tidak perlu khawatir Feng er.. Sekarang aggap saja aku adalah pamanmu dan mulai sekarang jangan panggil Tuan Long tapi Paman Long."
"Baik paman Long." Ucap, Yin Feng lalu membalas pelukan Walikota Tian Long.
Kini Yin Feng dapat merasakan kembali kehangatan keluarga, dan kesedihan dalam hatinya mulai berangsur membaik. "Oya paman Long.. Apakah turnamen bergelar akan dilaksanakan pada hari esok?" Tanya Yin Feng.
"Benar Feng er.. Dan hari ini adalah hari terakhir mengkonfirmasi calon peserta, oleh sebab itu kita harus segera bergegas berangkat sekarang." Ujar Walikota Tian Long.
Terlihat wanita sepuh datang mendekati mereka semua. "Maaf tuan.. Semuanya sudah siap." Walikota Tian Long sedikit terkejut lalu menengok kearah sumber suara. "Oh iya bibi Su.. Hari ini kita akan berangkat menuju kota Xin Tong, terimaksih atas semua bantuannya nanti setelah acara turnemen selesai kita akan kembali lagi kesini."
"Baik tuan Long.." Ucap bibi Su Ming.
__ADS_1
Saat itu juga akhrinya mereka berangkat menuju kota Xian Tong, kota dimana acara turnamen bergelar diadakan. Dengan bermodalkan empat kuda yang itu semua telah disiapkan oleh bibi Su Ming melalui perintah Walikota Tian Long.
Ternyata Walikota Tian Long memesan empat kuda itu adalah perintah hati kecilnya, dalam hati kecilnya mengatakan bahwa akan ada sebuah keajaiban yang terjadi pada hari ini.
Oleh sebab itu beliau memerintahkan bibi Su Ming untuk mencarikan empat kuda terbaik.
Tak begitu jauh jarak antara desa Xie Zie dan kota Xian Tong, dengan masing-masing menaiki kuda kecuali Qin Xua dia satu kuda bersama walikota Tian Long.
Sebuah acara yang sangat meriah saat para rombongan telah sampai didepan gerbang kota Xie Zie, terpampang hiasan demi hiasan berwarna-warni dan juga para penduduk dengan pakaian khas kota berlalu-lalang, ada juga yang menjajakan dagangannya.
Tak terduga rombongan Yin Feng ternyata rombongan yang paling terakhir datang, saat semuanya telah hadir dan sudah cukup lama menunggu.
"Silahkan tuan-tuan, konfirmasi terlebih dahulu untuk peserta yang akan mengikuti turnamen." Sapa dua panitia yang menangani data para peserta.
Walikota Tian Long maju dan mengkonfirmasi bahwa peserta perwakilan dari dataran barat bernama Yin Feng dengan umur 25 tahun. Setelah mengkonfirmasi barulah salah satu panitia mengantarkan mereka ke ruang yang sudah disiapkan.
Mata Yin Feng seolah tak mau berkedip memandangi masing-masing rombongan dengan berbagai baju yang berbeda-beda. Yin Feng mencoba mendekati kakek Xio Fang. "Guru.. Apakah guru tau pakaian yang mereka kenakan, kira-kira dari dataran mana?"
Kakek Xio Fang menjelaskan jika pakian yang dikenakan oleh para rombongan berwarna merah kombinasi biru, adalah dari dataran utara.
Sedangkan rombongan dengan berpakaian kuning kombinasi hijau adalah dari dataran selatan. Dan untuk rombongan berpakian biru kombinasi putih jelas dari dataran timur.
Yin Feng seketika memandangi tubuhnya dari bawah keatas. "Ada apa Feng er ?" Tanya Walikota yang sudah tau apa maksud dari Yin Feng memandangi dirinya sendiri. "Tenang saja aku sudah mempersiapkannya."
Yin Feng hanya tersenyum malu tak menyangka bahwa Walikota Tian Long dapat mengetahui apa yang ia irikan.
"Silahkan tuan untuk beristirahat terlebih dahulu." Ucap, panitia yang mengantarkan mereka, barulah setelah itu panitia pergi.
__ADS_1
......