
Disisi lain Walikota Tian Long dan paman Dou Han mengalami luka cukup parah, akibat melawan dua panglima kegelapan. Luka yang didapat panglima kegelapan pun tak ringan.
Mereka harus merelakan lengan kanan bagi Panglima Kelelawar dan lengan kiri bagi Panglima Cobra. "Tak ku sangka mereka ini akan begitu merepotkan." Ujar Panglima Cobra.
Namun pertarungan masih sengit ditunjukan oleh kakek Xio Fang dan Panglima Kalajengking. "Ternyata kau cukup kuat juga pak tua." Panglima Kalajengking terlihat tak diuntungkan kali ini, yang beberapa kali terkena jurus milik kakek Xio Fang.
Apa lagi ditambah dua panglima yang lain sepertinya tak dapat membantunya, karena mereka belum dapat membunuh Walikota Tian Long maupun paman Dou Han.
Kakek Xio Fang separuh tenaganya pun sudah dikeluarkan, apa lagi beberapa kali terjadi sebuah ledakan didalam kediaman keluarga Qin membuat kakek Xio Fang merasa khawatir akan muridnya.
Sehingga kali ini kakek Xio Fang mengeluarkan hampir keseluruhan tenaga dalamnya, sebuah kekuatan yang sangat besar dapat dirasakan pada orang-orang disekelilingnya.
"Apa!! Bagaimana mungkin pak tua itu masih memiliki kekuatan sekuat ini?" Gumam Panglima Kalajengking.
Tak berbeda dengan Panglima Kalajengking, Panglima Cobra dan Panglima Kelelawar pun merasakannya. "Sebaiknya kita cepat pergi dari sini jika tak ingin nyawa kita melayang, saat pak tua itu telah selesai membunuh Panglima Kalajengking." Ujar, Panglima Kelelawar pada Panglima Cobra.
"Firasatku pun berkata demikian, oleh sebab itu mari kita tinggalkan saja dia." Kedua Panglima sepakat untuk menjauh pergi meninggalkan Panglima Kalajengking sendirian menghadapi kakek Xio Fang.
Karena keduanya tak ingin mati muda, namun saat keduanya hendak melarikan diri tiba-tiba sebuah belati melesat cepat dan mendarat pada salah satu tubuh Panglima Kegelapan.
"Uuukhh.." Panglima Cobra memuntahkan darah segar dari mulutnya, sebelum kemudian terjatuh ditanah.
Panglima Kelelawar nampak bingung saat melihat Panglima Cobra tiba-tiba memuntahkan darah dan terjatuh, terlihat ternyata tubuh Panglima Cobra sudah berlubang akibat terkena serangan belati siluman.
"Darimanakah asal serangan ini?" Panglima Kelelawar mencoba mencari darimanakah asal serangan itu, namun dirinya tak mendapati seseorang yang menyerang. "Apa mungkin dua orang itu?"
Panglima Kelelawar beranggapan bahwa serangan tersebut berasal dari salah satu antara Walikota Tian Long atau paman Dou Han. "Tapi itu tidak mungkin, mereka sudah terluka parah tak mungkin memiliki kemampuan serangan sekuat ini."
"Apa jangan-jangan pak tua itu." Panglima Kelelawar melihat kearah kakek Xio Fang. "Ah tidak salah lagi, pasti ini ulah pak tua itu." Segera Panglima Kelelawar pergi meninggalkan Panglima Cobra yang tengah terbaring lemah.
Panglima Kelelawar mencoba untuk terbang sekuat tenaga, tapi apa yang terjadi belati siluman sudah melesat cepat mengenai sayap kiri Panglima Kelelawar. "Akhh sialan, sayap kiriku terluka."
Seketika Panglima kelelawar kehilangan keseimbangannya dan terjatuh ke tanah. "Kalau begini lebih baik aku kerahkan seluruh kemampuanku."
Panglima Kelelawar bangkit berbalik arah kearah dimana kakek Xio Fang dan Panglima Kalajengking berada, akan tetapi secara tiba-tiba sosok anak muda muncul tepat dihadapannya. "Kau..!! Jangan bilang semua ini karena ulahmu?"
"Hehe.. Maaf jika aku mengejutkanmu! Tapi hari ini kau pun akan menyusul rekanmu itu." Ujar, sosok anak muda yang tidak lain adalah Yin Feng.
"Dia!! Bukankah waktu itu dia telah terkena racunku! Bagaimana mungkin dia masih bisa tetap hidup." Dalam hati Panglima Cobra sangat terkejut saat mengetahui, jika sosok dihadapan Panglima Kelelawar adalah anak muda yang saat itu pernah terkena racun Dewi Ular miliknya.
__ADS_1
**
Balik kebelakang dimana saat sosok roh perempuan keluar dari tubuh Qin Xua, dan membinasakan guru Gou Lang serta muridnya Lin Kiong.
Roh perempuan itu kemudian mendekati Yin Feng saat didekatnya, alangkah terkejutnya sosok roh perempuan itu. "Bagaimana kau bisa terkena cairan pelemah energi?"
"Cairan pelemah energi??" Tak pernah Yin Feng mendengar cairan itu, apalagi melihat mangkannya saat roh perempuan menemukan bahwa Yin Feng terkena cairan pelemah energi, dirinya sangat bingung serta terkejut. "Pantas saja aku merasa kekuatanku turun melemah saat berhadapan dengan guru Gou Lang."
"Tapi kau tidak perlu khawatir, aku bisa saja menyembuhkanmu." Ujar sosok roh perempuan.
"Hemm.. Bagaimana aku bisa percaya dengamu, padahal aku saja tidak tahu siapa dirimu?" Ujar Yin Feng.
"Hemm.. Kau tidak perlu khawatir aku adalah seorang Dewi dari istana langit, namaku Xio Yu Ning."
"Dewi istana langit?? Lantas bagaimana caramu dapat menyembuhkanku?"
"Itu hanya masalah kecil bagiku." Seketika Dewi Xio Yu Ning memberikan kesembuahan pada tubuh Yin Feng, hingga dirinya dapat berdiri.
Yin Feng merasakan bahwa luka-luka pada tubuhnya mulai menghilang, dan dia pun dapat berdiri tegak kembali. "Terimaksih Dewi." Ucap, Yin Feng dengan menundukkan kepala tanda memberikan hormat.
"Jangan senang dulu aku hanya menyembuhkan luka luar saja, untuk cairan pelemah energi masih tetap bersarang didalam tubuhmu."
"Jangan khawatir aku bisa saja menghilangkan cairan pelemah energi yang ada dalam tubuhmu itu, akan tetapi ada satu syarat yang harus kau penuhi terlebih dahulu."
"Apakah itu syaratnya?" Tanya Yin Feng.
"Syaratnya sangat mudah, kau hanya perlu berhubungan intim dengan gadis disana itu." Ujar, sosok roh perempuan bernama Dewi Xio Yu Ning dengan menunjuk kearah Qin Xua.
"Apa!! Itu syarat yang sangat gila, aku tidak mau." Ujar, Yin Feng yang seketika memalingkan wajahnya dengan tangan dilipat didada.
"Itu salah satu syarat jika kau mau menghilangkan cairan pelemah energi dari tubuhmu."
Yin Feng nampak bimbang dan tak menyangka bila harus berhubungan intim terlebih dahulu, jika cairan pelemah energi pada tubuhnya ingin hilang.
"Kau tidak memiliki banyak waktu lagi, bila ingin menyelamatkan rekanmu yang ada diluar sana." Ujar Dewi Xio Yu Ning.
"Yin Feng masih gelisah dalam hatinya, akankah ia tega melakukan hibungan itu dengan Qin Xua. "Ini tidak bisa aku lakukan." Teriak Yin Feng.
"Hahaha.. Apa yang sedang kau fikirkan anak muda? Jangan bilang kau memikirkan ingin berhubungan layaknya suami istri?" Ujar Dewi Xio Yu Ning.
__ADS_1
Lah?? Bukankah dirimu yang mengatakan harus berhubungan intim dengannya?" Yin Feng nampak bingung mengapa Dewi Xio Yu Ning malah ketawa.
"Maksudku bukan seperti itu." Dewi Xio Yu Ning memegang keningnya, merasa salah memberikan pengertian pada Yin Feng. "Kau hanya perlu memeluk dan menciumnya saja, sampai tubuh Bintang Keabadian miliknya memancarkan cahaya putih terang."
Yin Feng masih tertunduk malu dan bimbang. "Kenapa kau masih berdiam diri disana?" Bentak Dewi Xio Yu Ning. "Coba kau lihat itu." Dewi Xio Yu Ning menunjukkan kearah Walikota Tian Long dan paman Dou Han.
Namun Yin Feng masih tetap ragu untuk melakukannya, dan akhirnya dengan terpaksa Dewi Xio Yu Ning yang menyatukan keduanya.
Yin Feng seolah tertarik bersamaan dengan tertariknya Qin Xua, mereka berdua melekat satu sama lain dalam posisi berpelukan dan kedua bibir pun saling bertemu.
Setelah beberapa saat akhirnya tubuh Qin Xua memancarkan cahaya putih terang, tanda bila tubuh Bintang Keabadian telah diaktifkan bersamaan dengan tersadarnya Qin Xua dari mimpi indahnya. "Apa yang sebenarnya terjadi?"
Qin Xua merasakan kehangatan dan tak menyangka bila dirinya tengah berpelukan bersama Yin Feng. "Kak Feng.., Mengapa kau memelukku?"
Yin Feng secara reflek melepaskan pelukannya dari Qin Xua, terihat dari raut wajah Yin Feng ia nampak gugup. "M.. Maaf Xua er aku tidak bermaksud kurang ajar padamu, tapi.." Yin Feng menghentikan ucapannya dan Dewi Xio Yu Ning segera melanjutkannya.
"Tetapi itu semua adalah satu syarat dariku, agar tubuh Bintang Keabadian dalam tubuhmu dapat diaktifkan."
Qin Xua makin terkejut saat mengetahui bila ada sosok roh perempuan disamping mereka. "Siapa kau? Dan apa maksudmu dari tubuh Bintang Keabadian?"
Seorang Dewi dari istana langit bernama Xio Yu Ning yang dari awal sudah memperhatikan Qin Xua, yang ternyata Qin Xua ini memiliki tubuh sangat spesial yaitu Tubuh Bintang Keabadian, kemudian mulai menjelaskan pada Qin Xua maupun Yin Feng.
Apa itu tubuh bintang keabadian? Secara perlahan-lahan sosok Dewi Xio Yu Ning menjelaskan pada Qin Xua maupun Yin Feng akan keistimewaan tubuh spesial yang dimiliki Qin Xua.
Bahwa tubuh Bintang Keabadian mampu dengan cepat menyembuhkan seseorang yang terluka, dan juga mampu mengisi kembali tenaga dalam atau energi seseorang disaat mulai melemah.
Dan yang paling penting Tubuh Bintang Keabadian mampu dengan cepat menyerap semua metode pelatihan, serta mampu menyerap tenaga dalam milik lawan.
Mengetahui hal tersebut Yin Feng sangat tak menyangka, bahwa Qin Xua memiliki tubuh seperti itu. "Jadi apakah tanda dari cahaya putih terang yang keluar dari tubuh Xua er tadi?"
"Itu adalah tanda bahwa Tubuh Bintang Keabadian miliknya sudah diaktifkan, dan semua yang aku sebutkan tentang tubuh spesial, sudah bisa dirasakan olehnya."
Yin Feng menengok kearah Qin Xua. "Apa yang kamu rasakan saat ini Xua er?" Yin Feng mencoba menanyakan pada Qin Xua, bagaimana reaksi dari pemilik tubuh spesial itu.
"Aku sekarang merasakan ada sebuah energi yang kuat muncul dari dalam tubuhku." Ujar Qin Xua.
"Itulah awal dari pengaktifan tubuh Bintang Keabadian, selanjutnya aku serahkan padamu anak muda jangan sampai kau meninggalkan dia." Ujar Dewi Xio Yu Ning yang hendak terbang pergi, namun terhenti.
"Dan satu lagi, bila waktunya tiba aku akan menjemput dia dari tanganmu." Dewi Xio Yu Ning menimpali perkataannya dan setelah itu terbang menghilang.
__ADS_1
.............