
"Hemmm... Ternyata seperti itu, pantas saja daya ledak yang diciptakannya sangat besar." Gumam Yinfeng.
"Akan Aku coba untuk membaginya keseluruh organku."
Yinfeng kemudian menuruti apa kata sosok misterius itu, dengan membagikan kekuatannya pada organ tubuhnya yang lain.
"Setelah kau bisa membaginya kesemua organmu, maka kau bisa membuat serangan tidak hanya terfokus pada tanganmu saja.
Kau dapat menggunakan kakimu, kepalamu atau bahkan badanmu baik untuk menyerang ataupun membentuk pertahanan." Kata sosok misterius.
Ketika Yinfeng berhasil membagi kekuatannya, ia pun mencoba apa yang dikatakan sosok misterius tentang semua organ tubuh dapat membuat serangan ataupun pertahanan.
Yinfeng melihat ada sebuah batu besar yang terdapat di aula kediaman guru Liuking, dia pun mencoba membuat serangan dengan kepalanya.
Dengan berdiri didepan batu besar itu Yinfeng mencoba membenturkan kepalanya.
Duaarr...rrr...rrr..
Suara ledakan terjadi tatkala Yinfeng membenturkan kepalanya di batu itu.
"Waaaahhh.. Hebat..Hebat.. Kepalaku sepertinya lebih keras dari batu ini." Teriak Yinfeng kegirangan.
Ternyata guru Liuking yang telah selesai menemui Yunlee, sempat berdiam diri di dekat pintu memperhatikan Yinfeng.
__ADS_1
"Anak ini.. Bisa-bisanya dia menggunakan kepalanya." Gumam guru Liuking.
Guru Liuking pun berdecak kagum melihat Yinfeng menghancurkan batu dengan kepalanya.
Sedangkan Yinfeng yang masih merasa kegirangan akan kekuatannya sekarang,
tiba-tiba sosok misterius mengagetkannya didalam fikiran.
"Heiii Bocah.., Kapan kau akan mempelajari Kitab Teratai Api."
"Aah.. Kau ini selalu saja membuatku kaget, Aku masih menunggu waktu yang tepat dan tempat yang nyaman." Kata Yinfeng.
"Hahaha.. Sekarang sudah waktu yang tepat untukmu mempelajari Jurus itu." Ujar sosok misterius.
"Hehehe... Kau benar, Jurus Teratai Api ini tidak sembarangan orang dapat menguasainya, karena hanya orang-orang yang terpilihlah yang dapat mempelajarinya dan menguasainya." Ujar sosok misterius.
"Jika Kau mau akan Aku tunjukan kepadamu tempat yang nyaman untuk berlatih."
"Tempat yang nyaman !! Dimana itu ?" Kata Yinfeng.
"Namun Aku takut jika Kakek gurumu akan terkejut, jika Kau tiba-tiba menghilang." Kata sosok misterius.
"Hemmm... Jika begitu akan Aku tanyakan pada Kakek guru, adakah tempat yang cocok untuk berlatih Jurus itu." Kata Yinfeng.
__ADS_1
"Hemm.. Baiklah, mungkin Kakek gurumu juga mengetahui sebuah tempat yang bagus."
Yinfeng kemudian menanyakan kepada guru Liuking sebuah tempat yang cocok untuk berlatih Jurus Teratai Api.
"Kakek guru.., Apakah kakek tau sebuah tempat yang bagus untuk diriku berlatih Kitab Teratai Api ini." Kata, Yinfeng sambil menunjukkan sebuah kitab.
"Hemm... Baru kakek guru mau bertanya kepadamu, kira-kira kapan Kau akan mempelajari Kitab tersebut."
"Hemmm... Sebuah tempat ya.." Ujar, guru Liuking sambil mengelus-elus jenggotnya.
"Kakek guru tau sebuah tempat yang sangat cocok untukmu berlatih, hingga nanti setelah Kau keluar, Kau akan bertambah kuat."
"Dimanaka itu Kakek ?" Tanya Yinfeng.
Guru Liuking tanpa menjelaskan pertanyaan Yinfeng langsung membawa Yinfeng disebuah tempat yang amat asing baginya.
"Tempat apakah ini kakek ? Kenapa disini kelihatan putih semua." Tanya Yinfeng.
"Ini adalah dunia dimensi lapis pertama nak." Kata guru Liuking.
"Dunia dimensi lapis pertama kakek."
"Iya nak, konon di dimensi lapis petama ini terdapat sebuah Mutiara Perak yang dapat membantu pertumbuhan tulangmu hingga tiga tingkat." Ujar guru Liuking.
__ADS_1