
Kedua senjata saling beradu hingga menimbulkan suara yang nyaring di telinga.
Mereka pun saling menambahkan kekuatan di setiap senjatanya sampai membuat sebuah ledakan yang amat dahsyat ketika dua senjata itu beradu, hingga masing-masing terpental kebelakang.
"Hehehe... Cukup lumayan senjatamu Loutan yang dapat mengimbangi seribu pisauku." Ucap guru Liuking.
"Hehehe... Aku sudah memprediksinya,kau pasti akan mengeluarkan pisau dapurmu itu." Ledek guru Loutan.
"Kalau begitu aku tidak akan menggunakan pisauku lagi, namun akan aku perlihatkan kepadamu jurus dari kitab yang kita perebutkan dulu." Ucap guru Liuking.
"Hahaha... Jurusmu itu sudah bukan rahasia lagi." Ucap guru Loutan.
"Apa maksudmu ?
Aku belum pernah mengeluarkan jurus ini kepada siapapun, kecuali..."
"Hahahaha... Kecuali apa ?
Kau merasa kehilangan, Kitabmu itu sudah muridku pelajari."
"Hemmmm, Pantas saja, kau dan muridmu ketika acara pernikahan buru-buru pergi, ternyata kau diam-diam menyuruh muridmu mengambil kitabku."
__ADS_1
"Rencana yang sempurna, namun jangan salah jurus itu belum ada apa-apanya dengan jurus rahasia yang belum lama aku pelajari." Ucap guru Liuking.
"Hahaha... Iyakah. Coba kau keluarkan jurus rahasiamu itu, akan aku hadapi dengan jurus yang sudah aku pelajari juga." Ucap guru Loutan.
guru Liuking mencoba mengeluarkan sebuah jurus dengan mengepalkan tangannya, sebelum akhirnya dia menghilang dari pandangan guru Loutan dan meneriakkan sebuah jurus dengan lantang.
JURUS PUKULAN SERIBU BAYANGAN
Seketika itu beribu-ribu pukulan muncul dan mengarah kepada guru Loutan, namun guru Loutan tetap tenang karena ia yakin akan jurus yang akan ia keluarkan tidak kalah hebatnya.
Sontak guru Loutan mengadahkan tangannya ke atas seraya mengucapkan sebuah jurus.
JURUS PANCARAN API
Sebelum terjadinya ledakan yang dahsyat dari bertemunya kedua jurus itu, para guru dan murid perguruan sudah menjau sejauh-jauhnya dari perkelahian antara guru Liuking dan guru Loutan.
Namun ada satu sosok yang sedari tadi telah menyaksikan pertarungan mereka dari kejauhan, menyadari akan berakibat fatal jika kedua jurus itu bertemu sosok itu langsung membuat tameng ruang yang mengurung keduanya.
Dan ketika terjadinya ledakan,
Duaaaaarrrrr.... Doooommmmm....
__ADS_1
Efek dari ledakan itu tidak keluar dari tameng ruang tersebut.
Para guru dan murid perguruan sempat kaget ketika melihat sosok tersebut, apa lagi guru Loutan dan guru Liuking yang telah duluan menyadari jika ternyata sesosok itu tidak lain adalah ketua perguruan Macan Putih yaitu WUNGHAN.
"Kalian berdua.., Apa kalian sudah bosan tinggal di perguruan ini ? sempat berfikir ga,
Apa yang akan terjadi jika aku telat sedikit saja." Bentak Wunghan.
"Ketua..., Ini semua ulah Liuking yang telah bersekongkol dengan kelompok Kelelawar Hitam." Ucap Loutan membalikan fakta.
"Liuking.., Apakah benar yang di ucapkan Loutan ?" Tanya Wunghan.
"Bohong... Ternyata kau pandai juga ya bersilat lidah didepan ketua Loutan, kau yang bersekongkol tapi menuduhku." "Hemmmm, sungguh manusia licik." Ucap Liuking.
"Loutan..., Kau sungguh-sungguh dengan perkataanmu itu ?" Ucap Wunghan.
"Saya bersungguh-sungguh ketua dengan ucapanku." Jawab Loutan.
"Bohoooong." Jawaban serempak para guru dan murid perguruan.
"Dia dan muridnya Dongmen yang telah merencanakan ini semua ketua." Jawab salah satu guru perguruan.
__ADS_1
Mohon berikan Like dan Vote nya ya para reader untuk kelancaran novel author ini..
TERIMAKASIH