
Ternyata selama guru Liuking dan Yinfeng pergi, tampu kepemimpinan di perguruan Macan Putih diserahkan sementara kepada guru KIN-LUO.
Guru Kinluo ini memiliki seorang ponakan bernama SOUN-KIN.
Dia berumur lebih tua dari Yinfeng lima tahun, dan dia memiliki sifat yang sombong serta arogansi, tatkala pamannya Kinluo menjabat sementara, Sounkin ini langsung menampakkan kesombongannya kepada murid-murid di Perguruan Macan Putih.
"Hey kau sini...," Panggil, Sounkin kepada salah satu murid.
"Cepat kau ambilkan Aku makanan." Bentak Sounkin.
"Kenapa malah diam saja, cepat. Atau Aku akan bilang ke pamanku bahwa kau bermalas-malasan dalam tugas." Kata Sounkin mengancam.
Salah satu murid perguruan itu segera melakukan apa yang diperintahkan Saunkin, karena takut berurusan dengan keluarga Kin.
"Begitu soknya Sounkin ini, mentang-mentang pamannya baru menjabat sementara saja sudah seperti ini, apalagi nanti kalau pamannya beneran jadi ketua perguruan." Bisik para murid.
Kabar tentang kepulangan guru Liuking setelah melatih muridnya pun terdengar sampai di dalam perguruan.
Segera mungkin salah satu guru perguruan mendatangi kediaman guru Liuking, yang terletak tidak jauh dari perguruan sekitar satu kilometer.
"Wakil ketua.., Wakil ketua..," Panggil salah satu guru perguruan.
Guru Liuking yang sedang mengajarkan Yinfeng sebuah jurus di aula dalam kediamannya, sempat kaget mendengar ia di panggil kemudian ia segera melihat keluar.
__ADS_1
"Ada apa Yunlee.., Kenapa kau terburu-buru seperti itu." Tanya guru Liuking.
"Anu wakil ketua... Heh.. Heh.. "
"Guru Kinluo semasa menjabat sementara ini, ia menggunakan jabatannya untuk memperkaya keluarganya." Jawab Yunlee dengan tergesa-gesa.
"Hemmm... Apakah kau punya bukti Jika guru Kinluo melakukan itu." Kata guru Liuking.
"Tidak wakil ketua." Jawab guru Yunlee.
"Jika tidak memiliki bukti, bagaimana Aku bisa mempercayaimu."
Guru Yunlee kebingungan dan resah, sebenarnya yang dikatakan guru Yunlee memang benar namun karena dia tidak memiliki bukti jadi sudah untuk guru Liuking menindak perbuatan guru Kinluo.
"Baik wakil ketua, kalau begitu saya pamit undur diri."
"Baik silahkan." Ucap guru Liuking.
"Sebenarnya Aku sudah curiga dari dulu, sejak guru Kinluo menjabat sebagai direktur keuangan di perguruan ini." Gumam guru Liuking.
......
Yinfeng yang masih terkejut dengan latihannya, yang mengeluarkan tenaga dalam berlebihan.
__ADS_1
Akhirnya dia baru dapat mencerna apa yang diperbuatnya, ketika ia menyadari akan efek dari permata api abadi yang disatukan dengan mutiara salju abadi didalam jiwanya.
"Ternyata memang benar apa yang dikatakan sosok misterius itu, bahwa dengan menyatukan keduanya didalam jiwaku membuat kekuatanku jadi lebih besar." Gumam Yinfeng.
"Padahal Aku baru mengeluarkan sedikit dari kekuatanku, namun akibatnya bisa jadi seperti itu. Aku harus berlatih untuk dapat mengendalikan kekuatanku yang sekarang jauh lebih besar dari sebelumnya."
"Heiii Bocah.., Kenapa ? Kau terkejut !!" Kata, sosok misterius yang tiba-tiba berbicara.
"Kau lagi...Kau lagi. Iya Aku terkejut dengan kekuatanku yang sekarang." Jawab Yinfeng.
"Hahahaha.. Itu karena efek dari penyatuan dua pusaka." Ujar sosok misterius.
"Kau hanya perlu mengendalikannya, agar kau tidak salah menggunakannya."
"Lantas.. Bagaimana caraku dapat mengendalikannya ?" Tanya Yinfeng.
"Kau hanya cukup membagi kekuatanmu"
"Membagi kekuatanku !
Apa yang kau maksudkan itu, dengan membagi kekuatanku." Tanya Yinfeng penasaran.
"Kekuatanmu masih bertumpu di tanganmu, belum kau salurkan keseluruh organmu."
__ADS_1
Kata sosok misterius.