
Yinfeng yang terkena luka sayatan kecil dari pedang milik Zieming tidak membuatnya marah, justru makin terlihat tenang dan membalas perkataan Zieming.
"Tenang saja.., Hanya luka kecil tidak membuatku takut." Ucap, Yinfeng dengan wajah yang tenang.
"Jangan sombong kau, Aku masih belum mengeluarkan jurus andalanku." Bentak Zieming.
"Hehehe..., Kalau begitu, coba kau keluarkan sekarang." Ucap Yinfeng meledek.
Mendengar ucapan Yinfeng yang sedikit meremehkannya membuat Zieming memuncak amarahnya, seketika ditambahlah kekuatan pada pedang terbangnya.
Yang membuat pedangnya berputar-putar dengan sangat kencangnya, menimbulkan percikan api pada setiap putarannya.
"Hahaha..., dengan ini apa kau masih bisa sombong." Ucap Zeiming.
Ketua Perguruan sempat merasa khawatir akan jurus yang hendak di keluarkan oleh Zieming, namun ketika dirinya memandangi Yinfeng yang terlihat tenang membuatnya terheran-heran.
Dan juga ketika melihat guru Liuking nampak tidak merasa khawatir akan Yinfeng, yang terlihat dari raut wajahnya tidak menampakkan ke khawatiran sedikit pun.
__ADS_1
Di Arena Yinfeng yang terlihat tenang memasukkan pedangnya ke kalung ruang hampa, dan hendak menghadapinya dengan Elemen Apinya.
Para guru dan murid semakin bingung di buatnya ketika menyaksikan Yinfeng tidak memegang pedangnya, malah hendak menghadapi serangan Zieming dengan tangan kosong.
Di satu sisi Sounkin yang menyaksikan jalannya pertarungan antara Yinfeng melawan Zieming sempat merasa penasaran akan kekuatan Yinfeng, yang sampai saat ini belum mengerahkan seluruh kemampuannya.
Sontak di Arena Zieming melesatkan Pedang kecilnya ke arah yinfeng dengan disertai teriakan sebuah jurus.
JURUS PUSARAN PEDANG API
Seketika keluar dari putaran pedang kecil milik Zieming pusaran api yang sangat besar, hingga membuat Yinfeng tertutupi oleh pusaran api tersebut.
Justru sebaliknya beda anggapan dari guru Liuking yang telah menyaksukan sendiri Yinfeng masuk dalam kobaran Api Abadi, jadi hanya api biasa seperti ini tidak akan berpengaruh pada Yinfeng sedikit pun hanya ibarat sebagai mandi sauna saja.
Tiba-tiba Ketua Perguruan berdiri dan hendak mengatakan kepada wasit Xinhe agar mengehntikan pertarungan, namun belum sempat mangatakan suatu kata sedikit pun.
Guru Liuking dengan cepat berkata pada Ketua Wunghan, bahwa tidak masalah akan hal itu pasti Yinfeng dapat menghadapinya sendiri.
__ADS_1
Ketika berdirinya Ketua Perguruan membuat semua mata memandang ke arahnya seolah merasa bahwa Ketua Perguruan akan menghentikan pertarunagn. Namun setelah Ketua Perguruan duduk kembali semua yang melihatnya di buat bingung.
Belum sempat semuanya di buat bingung oleh Ketua Perguruan, semuanya dibuat bingung kembali. Mendadak dari pusaran api di Arena muncul sesosok anak kecil berjalan dengan pusaran api yang telah membentuk sebuah jalan.
"Apaaa..., bagaimana mungkin." Ucap, Zieming dengan mata terbelalak dan mulut menganga.
Bukan hanya Zieming yang dibuat terkejut semua guru dan murid perguruan dibuatnya terkejut sampai Ketua Perguruan pun terkejut menyaksikan yang Yinfeng lakukan.
Kecuali guru Liuking yang hanya tersenyum menyaksikan perbuatan Yinfeng dengan membelah pusaran api menjadi jalan.
Yinfeng yang berjalan santai ke arah Zieming hanya tersenyum sambil memabawa di tangannya sebuah api kecil dan berkata.
"Hemm.., tidak buruk untuk apimu ini." lalu berhenti dan memperbesar api di tangannya menjadi seukuran bola basket. "Apakah kau masih ingin bertarung..,"
Zieming yang bergetar melihat Yinfeng dapat keluar dari pusaran api tanpa terbakar sedikit pun, dengan jantung yang semakin berdetak kencang nafas sudah tidak teratur menandakan dirinya sangat ketakutan.
Dengan terbata-bata Zieming menyatakan menyerah.
__ADS_1
"B.B.B.Aik, Aku menyerah."
Sang Wasit Xinhai kemudian mengumumkan bahwa Yinfeng adalah pemenangnya.