Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Ying Yin Vs Qiun Zie


__ADS_3

Qiun Zie langsung menantang peserta wanita satu-satunya yaitu Ying Yin, tanpa ditanya lagi oleh sang wasit Ying Yin menerima tantangan dari Qiun Zie dengan langsung menaiki arena.


Saat Ying Yin sudah diatas arena dan setelah wasit memberikan aba-aba, barulah pertarungan bisa dimulai.


Ying Yin menghadapi Qiun Zie dengan ketenangan tanpa perlu tergesa-gesa bahkan menyombongkan diri. "Aku lihat kau biasa-biasa saja." Ujar Qiun Zie.


"Hemm.. Aku meminta maaf terlebih dahul sebelum nanti pedangku dapat melukaimu putri." Ujar Ying Yin.


"Sombong.. Begitu percaya diri kau rupanya."


Qiun Zie mencabut pedangnya lalu mulai maju menyerang Ying Yin.


Trang.. Traang..


Terdengar benturan dua senjata yang saling beradu, Qiun Zie terus-terusan maju mendesak Ying Yin dengan pedangnya, akan tetapi begitu mudah Ying Yin membalas serang demi serangan Qiun Zie.


Keduanya sama-sama mengeluarkan ilmu dalam berpedang yang telah masing-masing pelajari, namun ilmu berpedang milik Ying Yin terlihat sangat unik.


Dengan lembut namun pasti Ying Yin memutar-mutarkan badannya, laksana penari yang sudah profesional. Awalnya Qiun Zie terlihat lebih mendominasi dalam permainan.


Namun lama-kelamaan justru Ying Yin lah sekarang yang lebih mendominasi permainan, yang sedikit membuat Qiun Zie mulai terpojok. "Ilmu berpedangnya sangat aneh sekali." Gumam Qiun Zie.


Hingga tiba-tiba Ying Yin mengayunkan pedangnya sangat kuat. Traaaaang..


Qiun Zie bisa menahan ayunan pedang dari Ying Yin walaupun membuatnya sedikit termundur.


Setelah beberapa kali mereka beradu pedang nafas mereka terlihat sedikit tidak teratur, dengan masing-masing tetap ditempat saling menstabilkan kekuatan.


Setelah dirasa cukup barulah Qiun Zie mulai mengeluarkan jurus berpedangnya. "Jurus Bulu Poenik."


Tak mau kalah Ying Yin pun mengeluarkan jurusnya. "Jurus Daun Ilusi."


Seketika dua jurus beradu kehebatan, berbagai bulu-bulu tajam beradu dengan berbagai ilusi daun.


Seluruh arena seakan terselimuti oleh daun dan bulu, membuat keduanya terjebak didalamnya. Manakah yang lebih hebat nampak ilusi dari Yin Yin tak begitu berpengaruh.

__ADS_1


Dalam lapisan bulu dan daun mereka saling menyerang satu sama lain dengan pedang mereka, hingga sebuah ledakan besar terjadi saat masing-masing melancarkan jurusnya untuk melukai lawan.


Duaaaaarrrr...


Daya ledak yang sangat luar biasa hingga menyebabkan arena pertarungan hampir hancur, terlihat keduanya antara Qiun Zie maupun Yin Yin mengalami luka disekujur tubuhnya.


Semua yang menyaksikan pertarungan keduanya seolah serempak dengan menggelengkan kepala, karena takjub akan kekuatan dari dua wanita itu.


Namun tak sampai disitu saja walaupun sekujur tubuhnya terluka, namun masing-masing dari mereka masih menyimpan pil penyembuh.


Dengan menelan pil tersebut keduanya dapat pulih seperti semula, Qiun Zie terlihat sangat terkejut akan kekuatan dari Ying Yin yang mampu mengimbangi serangannya. "Tak ku sangaka ternyata dia dapat mengimbangi jurusku."


Ying Yin yang sudah lebih dahulu stabil kekuatannya, gantian maju menyerang Qiun Zie menggunakan jurus kedua. "Jurus Bunga Ilusi."


Seketika bertebaran bunga-bunga hingga menyelimuti arena turnamen, Qiun Zie tak bisa menghindari jurus ilusi yang Ying Yin keluarkan hingga menbuatnya terperangkap didalamnya.


Saat didalam ilusi Qiun Zie menyaksikan ada sepuluh sosok Ying Yin, lengkap dengan pedangnya. Yang mulai mengitari Qiun Zie hingga membuatnya kebingungan. "Sial.. Sulit untuk membedakan mana yang asli."


Masing-masing sosok Ying Yin mulai mengayunkan pedangnya, awalnya cukup mudah bagi Qiun Zie manahan setiap serangan yang dilesatkan oleh sosok Ying Yin.


Namun lama kelamaan ritme tarian pedang Ying Yin mulai tak beraturan, masing-masing sosok Ying Yin menyerang secara bersamaan yang membuat Qiun Zie kini tak dapat menebak alur serangannya.


Tak ingin kalah Qiun Zie mengeluarkan jurus keduanya. "Jurus api poenik."


Dalam sekejap muncul bayangan burung poenik mulai membakar ilusi yang Ying Yin ciptakan.


Semburan api poenik membuat Ying Yin menghentikan jurus ilusinya, dan mulai melompat menjauh dari bayangan burung poenik.


Namun Qiun Zie mengarahkan kembali api poenik kearah Ying Yin, dengan terpaksa Ying Yin membalas api poenik menggunakan jurus elemennya yaitu elemen es.


Sontak banyak yang terkejut saat menyaksikan bahwa Ying Yin ternyata memiliki elemen es, jadi api poenik milik Qiun Zie dapat dinetralkan oleh Ying Yin menggunakan elemen esnya.


"Sejak kapan dia memiliki elemen es!" Gumam Yin Feng yang tak pernah mengerti bahwa Ying Yin memiliki elemen es juga.


Bahkan gurunya pun baru kali ini mengetahui bila muridnya memiliki elemen es. "Yin er.. Jadi selama ini kau sengaja menyembunyikannya."

__ADS_1


Saat api poenik menghilang secara cepat Ying Yin mengarahkan elemen esnya kearah Qiun Zie, yang membuat Qiun Zie membeku seperti patung es.


Ying Yin mulai berjalan mendekati Qiun Zie. "Bagaimana putri? Apakah kau akan menyerah?" Tanya Ying Yin dengan senyuman tipis.


Tak dapat bersuara hanya gerakan bola matanya yang seolah menjawab pertanyaan Ying Yin, bahwa ternyata Qiun Zie belum mau menyerah.


Dengan mengeluarkan api dari tangannya bongkahan es yang mengurungnya, lama kelamaan mulai mencair. "Hah!! Ternyata dia berelemenkan api.. Pantas saja dapat menguasai jurus api poenik." Gumam Ying Yin dalam hati.


"Jangan terkejut seperti itu.." Qiun Zie melemparkan api kecil kearah Ying Yin, namun dengan mudah Ying Yin balas menggunakan krikil esnya.


Belum sempat api kecil milik Qiun Zie mendekati Ying Yin, ternyata kerikil es Ying Yin menghentikannya.


Kembali Qiun Zie melemparkan api kecil kearah Ying Yin dalam jumlah yang banyak, nayatanya tetap saja antara epi kecil milik Qiun Zie dapat ditahan dengan krikil es milik Ying Yin.


Hingga Qiun Zie mulai mengangkat kedua tangannya keatas untuk mengeluarkan api yang sangat besar, dan dilemparkannya kearah Ying Yin.


Ying Yin pun demikian yang tadinya hanya kerikil es kali ini dia mengeluarkan bola es ukuran besar, dilemparkannya untuk menghadang api milik Qiun Zie.


Duuuaaaaaaaarrrrrr...


Terjadi sebuah ledakan yang sangat hebat diatas arena turnamen, membuat keduanya kembali terpental jauh sampai sama-sama keluar arena turnamen.


Dan juga sama-sama memuntahkan darah segar dari mulutnya, baik Ying Yin maupun Qiun Zie sudah mengerahkan kekuatan maksimalnya.


Dan hasil akhirnya antara mereka sama-sama kuatnya. "Tak ku sangka keduanya sama-sama memiliki kekuatan yang hebat, hingga dapat berakhir imbang."


Karena keduanya sama-sama terlempar keluar arena, jadi wasit Zou Fu mengumumkan bahwa pertarungan antara Ying Yin dan Qiun Zie seri.


Wasit Zou Fu menengok kearah raja Tang San akan, seolah menanyakan perihal pertarungan yang seri itu. Dari tempat dudunnya akhirnya raja Tang San menyuarakan pendapatnya.


"Karena pertarungan ketiga ini imbang, jadi untuk peserta bernama Ying Yin masuk ke babak final." Ujar raja Tang San.


Barulah setelah itu wasit Zou Fu langsung memanggil peserta terakhir, yaitu Dan Ren yang akan melawan anak dari raja Wang Zoe bernama Wang Yan.


Anak raja Wang ini tak seperti anak raja yang lainnya, dia memilih dipanggil terlebih dahulu sebelum menaiki arena turnamen.

__ADS_1


Dengan melangkah pelan Wang Yan terlihat tenang, sambil terus memandang kearah lawannya Dan Ren. Yang ternyata telah lebih dahulu menaiki arena saat namanya selesai dipanggil.


.......


__ADS_2