Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Percekcokan


__ADS_3

Saat jurus dari Xuan Cong menghantam Yin Feng, terjadilah ledakan yang sangat dahsyat.


Duaaaaarrr....


"Feng er.." Walikota Tian Long yang sudah pulih serta kini tubuhnya terasa lebih kuat dari sebelumnya, terkejut saat jurus Xuan Cong menghantam Yin Feng.


Kepulan asap tebal menyelimuti keberadaan Yin Feng, Xuan Cong terlihat sedikit senang namun saat kepulan asap mulai menipis sungguh terkejutnya ia. "Apa!! Mustahil.. Bagaimana bocah di tingkat langit tahap tiga mampu bertahan dari seranganku ini! "


Yin Feng pun terlihat dari mulai menghilangnya asap tebal yang menyelimutinya, ternyata berkat bantuan dari baju zirah naga serta pedang pencabut nyawa, Yin Feng dapat bertahan dari serangan Xuan Cong.


Baju zirah naga malindungi tubuh Yin Feng agar tak terluka sedikit pun, sedangkan pedang pencabut nyawa menahan serangan dari bayangan pedang besar yang hendak menghantam Yin Feng.


"Hey manusia bodoh! Sudah berapa lama kau bertarung dengan pedang ini? Masih saja kau tidak pernah berkembang. " Suara dari roh pedang terdengar hingga ke telinga Yin Feng.


"Apa maksudmu roh pedang?" Yin Feng bingung dengan apa yang dikatakan roh pedsng tersebut.


"Kau manusia bodoh kedua yang berhasil memiliki pedang tersebut. "


"Manusia bodoh kedua?? Lalu siapakah yang pertama? " Yin Feng penasaran siapakah manusia bodoh pertama yang dimaksudkan roh pedang Kien Chang.


"Sudah pasti yang sedang bersemayam didalam tubuhmu itu." Ucap Kien Chang.


"Woy roh pedang sialan!! Mau aku kembalikan kau ketempat asalmu? " Sesepuh Qiu Han yang sedang tertidur mendadak langsung terbangun saat mendengar Kien Chang membicarakannya.


"Hah!! Jelas kau tak bisa mengalahkanku sudah berani berbicara ingin mengembalikanku! " Nada suara Kien Chang terdengar sangat tidak bersahabat dengan sesepuh Qiu Han.


"Dasar roh pedang sialan, jika memang berani mari kau hadapi aku." Sesepuh Qiu Han yang mulai terpancing emosinya, terdengar sedikit meninggi nada bicaranya.


"Ahh.. Sudah, sudah! Kalian berdua bukannya membantu malah berantem. " Yin Feng cukup kesal atas pertikaian antara Kien Chang dengan sesepuh Qiu Han.


"Hei bocah! Jelas-jelas tingkat kekuatanmu berjarak sangat jauh dengannya, bukannya itu justru malah mencari kematian!" Sesepuh Qiu Han tak percaya jika Yin Feng mampu untuk menghadapi Xuan Cong.


"Halah.. Memang manusia bodoh! Bagiku dia hanyalah seperti babi panggang yang siap untuk disantap." Ujar Kien Chang.


"Kau..! " Sesepuh Qiu Han kembali naik emosinya lantaran ucapan dari Kien Chang. "Jika memang kau memiliki kemampuan, mengapa tidak kau tunjukan saja."


"Hahaha.. Dasar manusia bodoh, menyesal aku dulu telah dimilikimu. "

__ADS_1


"Akupun sebaliknya, selama aku memilikimu tak pernah ada kehebatan yang kau tunjukan." Sesepuh Qiu Han berbohong pada dirinya sendiri lantaran terlanjur kesal.


"Jangan sembarangan ya kau bicara!! Jika bukan bantuanku mungkin jiwamu tidak akan bisa bertahan sampai sekarang ini. "


*


Ternyata dahulu saat sesepuh Qiu Han hendak menerobos ke tingkat pendekar suci, ada salah seorang yang mengganggu dirinya dalam proses penerobosan.


Seseorang itu tidak lain dan tidak bukan adalah kekasihnya sendiri yang mulai berkhianat dan ingin mengancurkannya, lantaran iri dalam hal kekuatan.


Saat sedikit lagi sesepuh Qiu Han berhasil memasuki fase jiwa suci atau lebih dikenal dengan pendekar suci, mendadak kekasihnya melesatkan sebuah serangan dari arah belakang.


Membuat penerobosan gagal dan berujung malapetaka bagi sesepuh Qiu Han, sesepuh Qiu Han mengalami luka yang cukup parah.


Saat dirinya mengetahui bahwa sesosok yang menyerangnya diam-diam ternyata adalah kekasihnya, sungguh sangat terkejut hati serta jiwanya.


Tak terbayangkan kekasih yang sangat dicintainya tega melakukan hal keji seperti itu, tentu tak sampai disitu saja akibat kegagalan penerobosan.


Kegagalan tersebut mengakibatkan cacatnya jiwa sesepuh Qiu Han dan terpisah dari raganya, jiwa sesepuh kemudian bergegas pergi menjauh dari raga serta kekasihnya tersebut.


Untung saja saat itu cacatnya jiwa sesepuh sedikit dapat diatasi oleh energi yang diberikan oleh Kien Chang, namun batas waktu yang diberikan tinggal dua tahun lagi.


*


"Ingat manusia bodoh, waktumu hanya tersisa dua tahun lagi bila kau tidak mendapatkan kembali ragamu, maka bersiap-siaplah untuk menghilang dari muka bumi ini untuk selamanya." Kien Chang memperingati sesepuh Qiu Han agar ingat perilah tersebut.


"Apa!! Sesepuh Qiu Han akan lenyap dari muka bumi ini apabila tidak mendapatkan kembali raganya! " Yin Feng yang baru mengetahui bahwa sesepuh Qiu Han menyuruhnya untuk membantu menyarikan raga, ternyata perihal bahaya yang akan terjadi pada sesepuh Qiu Han bila tidak mendapatkan kembali raganya akan sangat fatal.


"Sesepuh tenang saja, aku berjanji akan membantu mencarikan raga sesepuh sampai ketemu." Yin Feng berkata sambil meletakkan tangan kanannya didada.


"Sudah.. Sudah, sampai kapan kau akan terdiam terus, sedangkan musuhmu sudah melesatkan serangan keduanya. " Kien Chang menyadarkan Yin Feng, yang ternyata Xuan Cong sudah melancarkan serangan keduanya.


"Ah.. Kenapa baru bilang sekarang." Yin Feng yang terkejut mendadak langsung membuat perlindungan menggunakan elemen tanahnya.


Duaaarrr..


Perlindungan dari tanah tak sanggup menahan kuatnya tekanan serang yang dilancarkan Xuan Cong, namun tak disangka Kien Chang cepat tanggap dengan menahan serangan tersebut menggunakan pertahanan miliknya.

__ADS_1


"Mengecewakan!! Kien Chang kemudian menyalurkan energinya pada Yin Feng, yang membuat kekuatan Yin Feng melonjak drastis.


Aaaaakhhh...


Yin Feng berteriak bersamaan dengan keluarnya fluktasi energi yang terlihat pada tubuh Yin Feng.


Xuan Chong nampak terkejut dengan lonjakan kekuatan yang ditujukan Yin Feng. "Apa!! Bagaimana kekuatan anak ini bisa melonjak sampai tingkat langit akhir tahap lima? "


"Waah.. Kekuatanku bisa naik hingga dua tingkat." Yin Feng yang cukup takjub merasakan sendiri efek dari energi yang diberikan Kien Chang.


"Jangan senang dulu manusia bodoh! Keuntungan yang ditimbulkan memang sangat luar biasa, tapi itu juga tidak dapat bertahan lama hanya berguna tiga kali serangan."


"Apa kau bilang!! Tiga kali serangan mana cukup! " Yin Feng terlihat ragu bahwa tiga kali serangan mampu untuk mengalahkan Xuan Cong.


"Memang manusia bodoh! Belum mencoba sudah meragukannya. Walaupun hanya tiga kali serangan itu sudah cukup jika hanya untuk mematangkan babi panggang."


"Haha.. Walaupun kau naik dua atau tiga tingkat sekaligus itu tak berpengaruh padaku, hasilnya pun tetap sama saja. Kau akan mati ditanganku." Xuan Cong belum merasakan sendiri bagaimana kekuatan serang yang akan ditimbulkan, oleh sebab itu ia sangat meremehkan Yin Feng.


"Akan aku akhiri sekarang juga." Xuan Cong menerbangkan pedangnya serta menyatukan kedua tangannya, mendadak pedang Xuan Cong dapat berubah menjadi ribuan pedang dan sudah siap melesat kearah Yin Feng.


"Tak akan aku biarkan kau menyakiti Feng er. "


Walikota Tian Long tiba-tiba sudah berada tepat didepan Yin Feng untuk menghalau serangan dari Xuan Cong.


"Ohh.. Cukup menarik kau bisa selamat dari racun milikku! Namun tetap saja kalian berdua tak akan selamat dari jurusku ini."


Yin Feng menarik tangan Walikota Tian Long. "Lebih baik paman cepat pergi dari sini, masalah ini biar aku saja yang menghadapinya."


"Tidak Feng er.. Jelas-jelas jurusnya ini tak mungkin kau mampu untuk menahannya, lebih baik kau saja yang pergi dari sini." Walikota Tian Long tetap enggan untuk pergi karena dirinya tak ingin Yin Feng mati sia-sia. "Jika paman mati paman harap kau menjaga baik-baik Qin er."


"Apa yang sedang paman bicarakan, tidak akan ada yang mati! Paman tenang saja dan serahkan semua ini padaku."


"Tidak Feng er paman tidak rela jika.. " Belum sempat Walikota Tian Long meneruskan ucapannya, ternyata Monk Lie terlebih dahulu membawa Walikota Tian Long secara paksa atas perintah Yin Feng.


"Siapa yang mengizinkan kalian untuk pergi, terimalah ini. Serangan Seribu Pedang." Seketika seribu pedang yang terbang diatas Xuan Cong secara cepat melesat bersamaan mengarah pada dua arah, sebagian mengarah kepada Yin Feng sebagian lagi kearah Monk Lie dan Walikota Tian Long.


"Jangan harap seranganmu akan berhasil menghabisi kami.." Teriak Yin Feng yang sudah membagi tubuhnya menjadi dua, tubuh satunya segera mengarah kearah Walikota Tian Long dan Monk Lie untuk menghadang serangan.

__ADS_1


.......


__ADS_2