Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Yin Feng Vs Qiu Lien


__ADS_3

Api yang dilemparkan Yin Feng hampir saja membakar tubuh Qiu Lien, jika saja dirinya tidak menguasai elemen api. Namun walaupun begitu tetap saja api yang dilemparkan Yin Feng sedikit membekas pada pakaiannya.


"Bagaimana mungkin ??" Batin Qiu Lien.


"Hemm.. Jangan terkejut begitu cantik." Ujar Yin Feng.


"Apa mungkin yang dikatakan Heiuni benar, bahwa dirinya memang hebat." Gumam Qiu Lien.


"Bagaimana ? Apakah masih ingin meneruskan pertarungan ini." Ucap Yin Feng.


"Hah.. Jelas aku tadi hanya mencoba kemampuanmu, sekarang bersiap-siaplah menerima jurusku." Ujar Qiu Lien.


Mendadak Qiu Lien mengangkat kedua tangannya keatas, langit yang tadinya cerah mendadak mendung serta suara guntur yang terdengar sangat menggelegar.


Jurus Badai Petir


Langit mendung serta suara guntur yang sangat menggelegar, banyaknya petir mulai bermunculan.


"Apakah kau masih bisa menahan sambaran petir yang begitu banyaknya ini." Ujar, Qiu Lien dengan senyuman puas.


Yin Feng yang terlihat masih tetap tenang walaupun sudah beberapa kali petir-petir itu menyambar dirinya, alhasil berkat sambaran petir-petir itu justru baju Zirah Petir yang Yin Feng kenakan semakin bertambah kuat.


Sebab baju Zirah Petir adalah pusaka yang mampu menahan berbagai serangan petir, jika hanya petir itu sudah menjadi makanan baju Zirah tersebut.


Sebab baju Zirah Petir akan bertambah kuat bilamana menyerap energi dari petir yang lebih banyak, saat baju Zurah sudah terisi penuh oleh energi petir maka akan sangat mudah bagi pemakainya untuk mengendalikan petir.


"Apa ini ? Aku merasakan sebuah energi menyatu dengan baju Zirah ini." Gumam, Yin Feng yang belum bagitu menyadari.


Namun saat Yin Feng masih dalam keadaan bingung serta belum sadar akan kekuatan dari baju Zirah tersebut, tak sengaja saat Qiu Lien mengeluarkan elemen petir dari tangannya untuk menyerang Yin Feng dari jarak dekat.


Secara reflek Yin Feng menangkis dengan tangan kanannya, sebuah kejadian yang membuat Yin Feng terkejut dan baru menyadari akan kekuatan dari baju Zirah Petir.


Petir yang dilancarkan oleh Qiu Lien mengenai tangan kanan Yin Feng, namun terlihat petir itu seperti bersahabat dengannya yang tidak sedikit pun melukai tangan Yin Feng.


Petir yang dikeluarkan Qiu Lien menempel pada tangan kanan Yin Feng, dengan kedua tangan yang diangkat keatas seketika semua petir terlihat tunduk pada Yin Feng. Petir yang tadinya seolah sedang marah tiba-tiba meredup dan menghilang, langit pun kembali seperti sediakala.

__ADS_1


"Apaa?? Petirku.."


Perkataan Qiu Lien yang lemas tak berdaya saat menyaksikan semua petirnya dapat Yin Feng takhlukkan hanya menggunakan kedua tangannya.


"Sudahlah.. Aku tidak ingin menyakitimu, cukup semua ini sebagai buktinya." Ucap, Yin Feng yang dengan satainya melangkah mendekati Qiu Lien.


Qiu Lien sudah terlanjur malu dan merasa bersalah dengan Yin Feng seketika langsung berlutut dihadapannya. "Kakak.. Maafkan atas kelancanganku."


"Berdirilah.. Jangan seperti ini, aku sudah memaafkanmu." Kata Yin Feng.


"Tidak kak, sebelum kakak menghukumku aku tidak akan betdiri." Ucap Qiu Lien.


"Aku tidak akan menghukummu, aku hanya ingin berpesan padamu."


"Apakah itu pesannya kak?" Tanya Qiu Lien.


"Hilangkanlah sifat sombongmu, karena kesombongan adalah awal dari kehancuran." Ujar Yin Feng.


"Baik kak, aku berjanji kepadamu mulai sekarang tidak akan bersifat sombong lagi." Ucap, Qiu Lien dengan mengangkat tangan kanannya.


"Kakak.. Bolehkah aku meminta satu permintaan ?" Ujar Qiu Lien.


"Permintaan apakah itu ?"


"Maukah kakak membantu memperkuat tiga elemenku ?"


"Tiga elemen ?? Bukankah tadi hanya dua elemen yang telah kamu gunakan." Ujar Yin Feng.


"Memang kak, namun aku masih memiliki satu elemen lagi yaitu elemen es."


"Hemm.. Baiklah lain waktu aku akan membantumu."


Melihat Yin Feng menyetujui permintaan Qiu Lien Heiuni tidak terima dengan muka cemberut ia kemudian langsung menaiki arena. "Kakak Yin Feng.. Aku juga ingin kakak membantuku."


"Iiihh.. Ngapain sih anak ini ikut-ikutan." Ujar Qiu Lien.

__ADS_1


"Kenapa ?? Memang kamu saja yang ingin dibantu kakak Yin Feng." Ujar Heiuni.


"Sudah.. Sudah. Jangan ribut disini malu dengan yang lain, iya Heiuni nanti kakak juga akan membantumu." Ujar Yin Feng.


Akhirnya kesombongan Qiu Lien berhasil Yin Feng kalahkan, walupun memang sifat dalam diri seseorang tidak akan pernah hilang selama orang itu tidak bersungguh-sungguh untuk merubah sifat sombongnya itu.


Jika dilihat melalui umur memang Qiu Lien hanya berjarak 5 tahun dengan Yin Feng yaitu berumur 15 tahun, sedangkan Heiuni lebih muda bila dibandingkan dengan Qiu Lien yang masih berumur 13 tahun.


Karena Qiu Lien memang pantaran dengan kakak Heiuni yaitu Heiun, namun karena sifat Heiuni yang terlihat lebih dewasa dari anak seusianya maka lebih cepat mengerti tentang masalah orang dewasa.


Setelah selesainya adu tanding antara Yin Feng dan Qiu Lien, akhirnya Walikota Tian Long mengantarkan Yin Feng dan guru Liu King untuk beristirahat di tempat yang telah Walikota siapkan untuk mereka berdua.


Sebuah tempat yang terlihat sangat sederhana dengan sebuah rumah terbuat dari kayu, terlihat dibawahnya terdapat kolam ikan yang sangat jernih airnya, serta berbagai macam ikan berenang didalamnya.


Berbagai pepohonan hijau dan tidak jauh dibelakang tempat tersebut terdapat bukit sungguh sangat memanjakan mata saat memandangnya, belum lagi sebuah halaman yang begitu luas melengkapi kesederhanaan tempat itu.


Saat Yin Feng dan guru Liu King pertama kali melihatnya sangat terpukau dan terkesima akan keindahan tempat tersebut, belum lagi letak tempat tersebut tidak begitu jauh dari pusat kota mungkin berkisar 3 kilometer.


"Untuk sementara waktu tinggalah kalian berdua disini, sampai ajang Turnemen Bergelar dilaksanakan." Ujar Walikota Tian Long.


"Maaf jika kami sangat merepotkan Tuan Walikota." Ujar guru Liu King.


"Tidak perlu sungkan anda adalah kakek dari Yin Feng, calon tunggal yang akan mewakili dataran barat ini sudah kewajiban saya untuk membuat Yin Feng merasa nyaman."


"Calon tunggal ?? Bukannya juara kedua Lio Yen Tuan." Ujar Yin Feng.


"Iya memang dulu seharusnya dirimu dan Lio Yen yang bakal mewakili Turnamen Bergelar, namun saat diundurnya Turnamen tersebut berubahlah peraturannya." Ujar Walikota Tian Long.


Pada Turnamen Bergelar kali ini yang tadinya setiap dataran mengirimkan dua kandidat, namun saat diundurnya Turnamen tersebut berubahlah peraturan yang ada.


Jadi setiap dataran diharuskan hanya mengirim satu kandidat saja, jelas kandidat dari masing-masing dataran adalah yang terhebat diantara yang hebat.


Oleh sebab itu ajang ini adalah ajang penentu bagi setiap dataran, kira-kira dataran manakah yang paling menonjol diantara dataran-dataran yang ada.


"Nak asal kau tahu, untuk masalah kehebatan jelas dataran barat kita adalah yang paling lemah diantara yang lain, oleh sebab itu pergunakanlah tempat ini dengan sebaik-baiknya untuk dirimu berlatih." Ujar Walikota Tian Long.

__ADS_1


"Terimakasih Tuan Tian Long." Ucap Yin Feng.


__ADS_2