
Nama-nama yang masuk pada putaran 8 besar yaitu :
Roulan dari perguruan Elang Putih.
Lioyen dari perguruan Singa Emas.
Jienli dari perguruan Rajawali
Wouxun dari perguruan Cobra Emas.
Liuer dari perguruan Musang King.
Batian dari perguruan Badak Merah.
Felixian dari perguruan Macan Kumbang.
Yinfeng dari perguruan Macan Putih.
Di babak 8 besar ini sudah disediakan Arena kusus yang mana telah di lengkapi dengan berbagai lapisan-lapisan prisai pelindung, agar dampak dari pertarungan tidak menimbulkan kerusakan yang besar.
Dan juga pada babak 8 besar ini panitia Turnamen telah menyiapkan berbagai senjata yang nantinya akan di pergunakan oleh peserta yang hendak bertarung, tidak di perkenankan membawa senjata milik pribadi pada babak 8 besar ini.
Semua peserta wajib mengikuti aturan-aturan yang telah panitia Turnamen berlakukan, jika ada peserta yang mencoba membawa senjata milik pribadi pada pertarungan kali ini akan langsung di diskualifikasi.
Setiap peserta yang hendak bertanding harus memilih salah satu senjata yang sudah di siapkan panitia Turnamen, jika peserta tidak memilih senjata atau tidak ingin memakai senjata resiko akan di tanggung peserta itu sendiri.
Karena pada babak 8 besar kali ini jika salah satu tidak memakai senjata, maka peserta yang lain tidak harus melepaskan senjatanya itu tergantung kebijakan peserta itu sendiri hendak memakai senjata atau tidak.
Seluruh peserta yang mendengar ultimatum tentang peraturan dalam babak 8 besar ini banyak yang tidak setuju, namun mereka tidak memiliki wewenang atas ketidak setujuan mereka, hingga akhirnya dengan terpaksa mereka mematuhi segala aturan yang sudah di tetapkan.
Untuk pertarungan di babak 8 besar ini akan di adakan dua hari lagi, agar para peserta dapat memanfaatkan waktunya untuk beristirahat dan untuk memulihkan tenaga.
**
Di ruang perawatan Ning'er dan Lourin akhirnya sudah sembuh dari luka-lukanya, berkat Yinfeng yang membantu mengobati keduanya dengan ilmu pengobatan yang telah di pelajarinya dari Kitab Teratai Api.
__ADS_1
"Lourin..., Bagaimna keadaanmu ?" Tanya guru Xinhai.
"Aku sudah lebih baik guru Xin, berkat bantuan Yinfeng aku bisa sembuh dengan cepat." Jawab Lourin.
"Ehem.." Ning'er pura-pura batuk.
Lourin mendengar Ning'er yang pura-pura batuk sedikit tersipu malu dengan wajah sedikit menunduk serta muka yang rada memerah sambil tersenyum.
"Kau kenapa Ning'er ?" Tanya guru Xinhai.
"Ah, tidak apa-apa guru Xin, tenggorokanku sedikit gatal saja." Jawab Ning'er pura-pura beralasan.
Yinfeng yang menyaksikan tingkah laku kedua gadis itu hanya berpura-pura tidak mengerti dan diam tanpa suara, guru Xinhai kemudian mengajak mereka untuk meninggalkan ruang perawatan dan kembali ke ruang penginapan mereka.
Ketika sesampainya mereka di ruangan atau kamar masing-masing, Lourin dan Ning'er menyempatkan menemui Yinfeng terlebih dahulu untuk mengatakan ucapan terimakasih karena berkat bantuan Yinfeng mereka dapat sembuh dengan cepat.
Baru setelah keduanya mengucapkan terimakasih dengan Yinfeng, mereka berdua pun mengatakan akan menjadi teman Yinfeng dan akan selalu ada di saat Yinfeng hendak membutuhkan sesuatu. Baru mereka masuk ke kamar masing-masing.
Setelah masuk ke kamar guru Xinhai memberikan Yinfeng arahan dan strategi dalam bertarung, agar Yinfeng dapat mengatur pernafasan dan ritme pertarungan ketika di Arena nanti.
Karena pada babak 8 besar ini lawan sudah terbukti akan kekuatannya masing-masing, dan terbukti akan kemampunnya dalam bertarung, sehingga mereka berhak masuk babak 8 besar.
Sebelum Yinfeng memfokuskan dalam meningkatkan kemampuannya, tidak lupa dirinya berpesan pada guru Xinhai dalam dua hari ini, agar tidak ada yang mengganggunya terlebih dahulu supaya dirinya dapat fokus untuk meningkatkan kemampuan dan kekuatannya.
Soalnya kali ini Yinfeng tidak mau menyia-nyiakan kesempatan dalam waktu dua hari itu, di pergunakanlah untuk mempelajari Kitab Harimau Sejati supaya tidak cendrung hanyak ketika dirinya menggunakan Pedang Harimau Perak saja, baru jurus-jurus itu dapat di keluarkannya.
Dirinya mencoba melatih agar dengan senjata apapun jurus-jurus itu dapat di keluarkannya, walaupun memang dikatakan, bahwa jurus-jurus yang tertera dalam Kitab Harimau Sejati tidak dapat di gunakan kecuali dengan menggunakan Pedang Harimau Perak.
Oleh sebeb itu Yinfeng mencoba mencari tahu adakah metode tersebut dalam Kitab Harimau Sejati, saat Yinfeng mecoba membuka halaman demi halaman dirinya tidak mendapati adanya merode tersebut.
Namun tatkala hendak di akhir halaman Yinfeng mendapati bahwa satu halaman pada Kitab Harimau Sejati telah hilang terobek oleh seseorang, yang membuat Yinfeng bingung dan bertanya-tanya.
"Kenapa aku baru menyadarinya jika ada halaman yang hilang." Batin Yinfeng.
Saat Yinfeng masih bingung memikirkan akan halaman yang hilang, mendadak Sesepuh Qiuhan muncul di hadapan Yinfeng seolah mengerti akan kegelisahan bocah itu.
__ADS_1
"Hey bocah.., Aku tau apa yang sedang kau bingingkan." Ucap Sesepuh Qiuhan.
"Darimana Sesepuh tau akan kebingunganku ?" Tanya Yinfeng.
"Hahaha... Jelas aku lebih tau kau pasti sedang bingung kenapa ada halaman yang robek kan." Ucap Sesepuh Qiuhan.
"Bagaimana Sesepuh bisa tahu ?" Ucap Yinfeng.
"Karena aku yang telah merobeknya." Ucap Sesepuh Qiuhan.
"Apaaa ?? Sesepuh yang merobeknya, mengapa ?" Tanya, Yinfeng dengan wajah terkejut.
"Aku merobeknya karena aku tidak ingin dua pusaka itu terpisah, sebab dua pusaka itu adalah lambang kejayaan perguruan Macan Putih." Ucap Sesepuh Qiuhan.
"Memeng apa yang tertera dalam halaman tersebut Sesepuh ?" Tanya Yinfeng.
"Dalam halaman itu tertera metode kusus untuk menggunakan jurus pada senjata lain."
"Itu dia sesepuh yang aku bingungkan." Kata, Yinfeng dengan wajah gembira.
"Namun aku berwasiat kepadamu jika kau hendak mempelajari metode itu."
Berwasiat ?? Berwasiat apa Sesepuh ? Tanya Yinfeng.
"Aku berwasiat agar kau tidak pernah untuk mencoba memisahkan dua pusaka tersebut, jika kau melanggar aku sendiri yang akan menghukummu." Ucap, Sesepuh Qiuhan dengan nada tinggi.
"Anda tidak perlu khawatir Sesepuh, aku tidak akan pernah memisahkan dua pusaka itu." Ucap Yinfeng.
"Aku sangat percaya padamu bocah, oleh sebab itu aku mengizinkanmu untuk mempelajari metode tersebut. Tangkap ini." Sesepuh Qiuhan melemparkan tabung kecil yang di dalamnya terdapat robekan halaman yang hilang.
"Terimakasih Sesepuh, aku tidak akan mengecawakanmu."
"Baiklah aku harap kau dapat memenangkan Turnamen kali ini, dan kau dapat mengembalikan kejayaan perguruan Macan Putih." Ucap Sesepuh Qiuhan yang sangat berharap pada Yinfeng.
Setelah menyerahkan robekan halaman dari Kitab Harimau Sejati, Sesepuh Qiuhan kembali menghilang. Yinfeng yang telah memiliki metode untuk dapat mengeluarkan jurus yang ada dalam Kitab Harimau Sejati, walaupun tidak menggunakan pedang Harimau Perak.
__ADS_1
Segera mungkin mempelajari metode tersebut, karena waktunya tidak banyak hanya dua hari untuk dirinya dapat menguasai metode itu.
.......