
Ketika Dongmen sedang melamun dan bergumam dalam hati, tiba-tiba ada yang mengagetkannya.
"Kau pasti bingung kan ?"
Tanya, seseorang yang tidak lain adalah Fengshui.
"Fengshui.., Kau disini sedang mencari kitab juga ?"Tanya Dongmen.
"Iya. Sudah lama Kita tidak bertemu, dan Kau sudah semakin kuat saja." Ucap Fengshui.
"Ahhh... Itu biasa saja. Apakah kau sudah mendapatkan kitab yang kau cari ?" Tanya Dongmen.
"Aku sudah dapat." Jawab Fengshui.
"Kamu jika ingin memilih kitab yang cocok denganmu, cobalah pejamkan mata dan carilah dengan hati nuranimu."
"Kakak..,'' Panggil mingyin.
"Aku sudah dapat kitab jurusnya."
"Wah, Mingyin disini juga." Ujar Dongmen.
"Hemm,, iya."
Jawab singkat Mingyin.
"Ayok kak Kita keluar, ngapain juga Kita lama-lama disini toh Kita sudah dapat kitab jurus masing-masing."
"Kami keluar duluan ya Dongmen."
Ucap, Fengshui dengan ramah.
"Iya." Jawab Dongmen.
"Ohh, Mingyin lama tidak bertemu ternyata dirimu makin cantik aja, tiap hari Aku selalu membayangkanmu dan berandai-andai. Andai kau menjadi milikku."
"Ahhh,, bukan saatnya memikirkannya, Aku harus cepat sebelum waktunya habis."
Dongmen pun mengikuti saran dari Fengshui. Di pejamkan matanya dan memilih dengan hati nurani, seketika entah dari mana datangnya tiba-tiba ada sebuah kitab jurus yang jatuh tepat di depan Dongmen.
__ADS_1
Sebuah kitab itu kelihatan agak sedikit kusam dan berdebu karena lama di lerpustakaan, ketika membaca judul kitabnya banyak murid perguruan yang takut akan bahaya yang terjadi nantinya mangkannya tidak ada yang mau mengambilnya.
Sebuah kitab jurus yang nanti akan membuat kepribadian Dongmen jauh dari sebelumnya,
yang lebih ambisius dan lebih jahat.
CAKAR IBLIS.
"Jurus apaan ini. Kenapa Aku merasa jurus ini sangat berbahaya, tapi kenapa ketika Aku memejamkan mata dan memilih dengan hati nurani buku ini yang muncul."
Dongmen sangat bingung akan kitab jurus yang muncul di depannya, berbagai pertanyaan di dalam pikirannya yang membuat kepalanya sakit.
"Ahh... Sudahlah karena kitab ini yang memilihku dan muncul ketika Aku membutuhkan sebuah jurus, dan waktu juga sudah habis. Aku bawa dulu saja agar nanti bisa Aku tanyakan kepada guru."
*****
Di sisi lain...
Fengshui dan Mingyin yang telah mendapatkan kitab jurus dan keluar dari perpustakaan, langsung pergi ke tempat guru Liuking untuk menanyakan jurus yang di dapat masing-masing.
"Guru..,"
Panggilan serempak keduanya.
Tanya guru Liuking.
"Sudah guru."
Jawaban serempak keduanya.
"Fengshui jurus apa yang kau dapatkan."
"Ini guru."
Jawab, Fengshui sambil memberikan sebuah Kitab."
TERATAI API ??
"Kau mendapatkan jurus yang luar biasa Fengshui namun...,"
__ADS_1
"Namun kenapa guru ?"
"Namun jurus ini harus melalui proses Pemurnian terlebih dahulu. Apakah Kau sanggup.?"
"Pemurnian ??"
"Apakah yang dinamakan pemurnian itu guru ?"
"Pemurnian itu, Kau harus siap masuk di kobaran api yang menyala-nyala."
"Apaaaa ??"
Mingyin merasa terkejut.
"Kakak jangan lakukan itu, Aku tidak mau Kau kenapa-napa."
Mingyin yang merasa sudah lama memendam rasa cintanya kepada Fengshui merasa sangat khawatir.
"Tenang saja Mingyin Aku belum ingin mempelajari kitab ini, karena hatiku juga merasa belum siap, namun Aku masih memilki satu impian yang belum terpenuhi."
"Apa itu impiannya kak ?"Tanya Mingyin.
"Impianku yang belum terpenuhi yaitu."
Tiba-tiba Fengshui memegang tangan Mingyin di depan gurunya seraya mengatakan sesuatu.
"Mingyin.., Sebenarnya sudah lama Aku menyimpan rasa ini kepadamu, namun Aku belum memiliki keberanian untuk mengatakannya."
"Mingyin Aku mencintaimu."
"Maukah kau menikah denganku."
Mingyin terbengong hingga mulutnya tak bisa berkata-kata untuk sementara waktu.
"A...aa..ku."
.................
.................
__ADS_1
Maaf ya... author ga bisa lanjutin di sini..
tunggu episode selanjutnya....😊😊😊😊