
"Tunggu dulu guru. Jika Aku dapat menguasai jurus ini, lantas bagaiman untuk menuju Dimensi Selanjutnya."
Tanya, Dongmen yang menghentikannguru Loutan saat hendak menghilang,sangat khawatir jika tidak dapat menemukan pintu Dimensinya.
"Setelah Kau berhasil mengusai jurus itu guru akan kembali kesini lagi untuk menjemputmu."
"Dan masalah mutiara perak jika Kau belum dapat menemukannya tidak mengapa, soalnya Kita harus cepat masuk ke lapisan kedua karena jika Kita telat, pintu Dimensi itu akan tertutup kembali."
"Ini pegang."
Guru Loutan melemparkan sebuah benda berbentuk peluit.
"Kalau Kau sudah berhasil menguasainya tiup ini, setelah Kau meniupnya guru akan mendengar dan akan segera menemuimu."
Kemudian guru Loutan pun segera menghilang dari pandangan Dongmen, dan kembali ke perguruan macan putih.
Di dunia dimensi Dongmen terus mencoba jurus yang telah guru Loutan ajarkan hingga beberapa kali gagal, namun Dongmen mencoba dan terus mencoba.
Dongmen mengadahkan kedua tangannya ke atas di bantu dengan semua tenaga dalamnya, sesaat keluar percikan api dari tangan Dongmen sebelum api itu menghilang kembali.
"Kenapa ? Kenapa percikan apinya menghilang." Dongmen yang bertanya-tanya dalam hatinya.
__ADS_1
Dongmen terdiam dan merenungi kegagalannya untuk kesekian kalinya.
"Sebenarnya apa yang kurang, kenapa aku belum juga bisa menguasai jurus ini.
Ternyata mempelajari jurus ini tak semudah yang aku bayangkan."
Dongmen teringat perkataan gurunya yang mengatakan bahwa jurus ini harus di pelajari dengan mengalirkan tenaga dalam keseluruh tubuh dan di pusatkan ke tangan.
"Hemmm.. Aku mengerti sekarang harus lebih memusatkan tenaga dalam di tangan.
Akan aku coba sekarang."
Dongmen yang tadinya hampir patah semangat karena berkali-kali mengalami kegagalan, akhirnya ia bangkit dengan lebih semangat yang menggebu-gebu.
JURUS PANCARAN API
Jurus yang Dongmen lemparkan ke depan langsung membakar seisi dari dunia dimensi dan membuat dunia dimensi berwarna merah karena kobaran api.
"Yeaaahhh.. Aku akhirnya berhasil mempelajari jurus ini. Jurus ini sangat-sangat hebat hingga dapat membakar seisi dunia dimensi ini." Gumam Dongmen.
Karena Dongmen yang sudah berhasil mempelajari jurus Pancaran api, dia pun segera meniup pluit yang di berikan gurunya.
__ADS_1
Tuiiiiitttt... Tuiiiitttt....
Jarak beberapa detik guru Loutan datang dengan wajah tersenyum dan ketawa kecil.
"Hemmm... Hehehe. Akhirnya Kau dapat mempelajari jurus itu Dongmen." Ucapan, guru Loutan yang merasa bangga.
"Iya guru, berkat bimbinganmu Aku akhirnya dapat mempelajari jurus itu."
" Walaupun dengan berkali-kali mengalami kegagalan, namun Aku tetap terus mencobanya hingga Aku tersadar akan perkataan guru."
"Yang mengatakan bahwa jurus ini tidak akan mudah jika hanya mengandalkan tenaga dalam saja, tanpa memusatkan seluruh tenaga dalam ke tangan."
"Bagus-bagus. Akhirnya Kau paham apa yang telah Aku ucapkan sebelumnya. Kalau begitu segera Kita menuju pintu dimensi untuk melanjutkan ke dunia dimensi lapis dua."
"Baik guru. Namun dimanakah letak pintu dimensi itu guru ?"
Tanya, Dongmen yang belum mengetahui letak pintunya.
"Pintu dimensi itu jika tidak salah berada tidak jauh dari sini, sekitar dua ratus meter."
"Ayok kita harus cepat Dongmen."
__ADS_1
Ajakan, gurunya yang khawatir akan pintu dimensi yang lama kelamaan akan menghilang.
Maaf ya para reader jika masih banyak kekurang dalam penulisan..😊😊😊