Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Arena Pertarungan 5


__ADS_3

Setelah Yinfeng berhadapan dengan Xiowhu dan memenangkan pertarungan, akhirnya sang wasit mengumumkan untuk pertarungan yang selanjutnya.


"Untuk pertarungan selanjutnya Felixian dari perguruan Macan Kumbang akan berhadapan dengan Ning'er dari perguruan Macan Putih."


Felixian sudah tidak sabar untuk membuat teman dari Yinfeng terluka parah bahkan mati, dirinya selalu mengepalkan tangannya sambil melihat ke arah Yinfeng lalu ke arah Ning'er dengan sebuah tatapan tajam.


Sebelum menaiki Arena guru Xinhai, Yinfeng dan juga Lourin tidak lupa selalu memberikan semangat kepada Ning'er agar dirinya dapat memaksimalkan seluruh kemampuannya.


Felixian berjalan menaiki Arena kemudian Ning'er mulai melangkah untuk menuju Arena, ketika keduanya sudah berada di atas Arena barulah Gong dipukul unuk memulai pertarungan.


Doooooooong....


Tanpa basa-basi Felixian langsung mengeluarkan senjatanya yang berbentuk seperti pisau sabit kecil tapi di pegangannya terdapat rantai.



Dengan dipurar-putar senjata tersebut oleh Felixian kemudian di arahkan ke arah Ning'er, dengan gerakan yang cukup cepat akhirnya Ning'er dapat menghindari serangan demi serangan yang di lesatkan oleh Felixian.


"Hahaha, Aku akan bermain-main denganmu terlebih dahulu." Ujar Felixian.


Dengan terus mengarahkan senjatanya pada Ning'er dengan sesekali di putar-putar, membuat Ning'er sempat bingung untuk menghadapinya.


Namun akhirnya serangan-demi serangan Felixian tidak mampu Ning'er hindari dan dirinya hanya menahan dengan pedangnya, sehingga sempat ujung senjata Felixian mengenai lengan kanan Ning'er.


Tapi tidak terlalu dalam sehingga Ning'er masih dapat melanjutkan pertarungannya, kemudian Ning'er mengayunkan pedangnya sambil meneriakkan sebuah jurus.


JURUS BULAN SABIT


Sebuah kilatan pedang berbentuk sabit keluar dari ayunan pedang Ning'er yang mengaarah ke Felixian, namun tak di sangka Felixian dapat mematahkan serangan Ning'er hanya dengan membuat pertahanan dari senjatanya itu yang diputarnya.

__ADS_1


"Hahahaha, jurusmu ini tidak akan mampu untuk melukaiku." Ujar Felixian.


Felixian kemudian ganti menyerang Ning'er dengan sangat cepat, hingga beberapa serangan yang di luncurkan Felixian mampu melukai tangan Ning'er yang selalu menahan dengan pedangnya.


Ning'er membalas serangan Felixian dengan sebuah jurus.


JURUS BULAN PURNAMA


Seketika bayangan bulan purnama yang sangat besar muncul mengarah ke Felixian, namun Felixian sudah mempersiapkan itu semua dengan jurusnya. Dengan di putar-putar senjatanya sambil meneriakkan sebuah jurus.


JURUS BADAI API


Seketika sebuah api yang sangat besar keluar setelah Felixian meneriakkan jurus, terlihat api itu seperti badai angin yang terhempas maju menyerang Ning'er.


Dua jurus saling beradu menimbulkan ledakan yang cukup besar hingga Felixian maupun Ning'er dua-duanya terpental kebelakang, namun terlihat Ning'er mengalami sedikit luka bakar dari ledakan dua jurus yang bertemu tadi.


Sebuah luka di badan Ning'er sempat membuat baju yang dikenakannya sedikit terbakar hingga terlihat jelas bahu kirinya, namun itu tidak membuat Ning'er menyerah justru kini gejolak semangat muncul dalam hatinya untuk dapat mengakhiri pertempuran tersebut.


Dengan mengalirkan seluruh energi dalam tubuhnya ke pedang, hingga terlihat sebuah cahaya kuning terang berlapiskan hitam terlihat dari pedang yang dikenakannya, sambil mengayunkan pedangnya dengan teriakkan keras.


JURUS GERHANA BULAN


Mendadak langit yang awalnya cerah berubah menjadi gelap seperti malam, hingga muncul sebuah rembulan yang beesinar terang namun lama-kelamaan berubah menjadi gerhana bulan.


Seluruh guru maupun murid dibuat bingung dan takjub akan dahsyatnya jurus dari Ning'er, hingga banyak yang tidak percaya bahwa Ning'er dapat mengeluarkan jurus seperti itu.


"Ning'er.., sejak kapan dia memiliki jurus yang semengerikan ini." Gumam Yinfeng.


Hingga Yinfeng dengan guru Xinhai dan Lourin yang selalu bersama Ning'er ketika hendak kemari sama sekali tidak mengetahui jika Ning'er memiliki jurus seperti itu.

__ADS_1


"Inikah jurus yang telah Ning'er pelajari.. Pantas saja dirinya terlihat percaya diri saat menghadapi Felixian." Ujar Lourin.


"Anak ini, ternyata masih memiliki jurus sehebat ini." Gumam Felixian.


Felixian tidak mau kalah hingga dirinya mengeluarkan jurus yang kedua.


JURUS GUNTUR API


Terdengar bunyi suara guntur namun berwarna merah menyala terlihat di awan yang hitam, hingga akhirnya kedua jurus itu bertemu satu sama lain.


Duaaaarrrrr....


Sebuah ledakan besar yang terjadi di Arena membuat Arena 4 mengalami kerusakan yang cukup parah akibat kedua jurus tersebut, hingga menimbulkan lubang yang besar di Arena dan sebuah asap yang tebal menyelimuti Arena pertarungan.


Setelah asap putih tebal mulai menipis terlihat seseorang dengan pakaian yang compang-camping terlihat sedang terduduk dengan senjata di tangannya, dan darah segar mengalir disetiap kedua tangan serta mulutnya, namun dirinya masih dapat berdiri kembali.


Tapi seorang gadis terlihat tengah terduduk lemas dan sudah tidak berdaya dengan darah mengalir dari setiap luka pada tubuhnya, dia adalah Ning'er.


Lourin yang paling duluan menghapiri Ning'er disusul guru Xinhai dan Yinfeng dibelakangnya, Lourin merasa sangat khawatir akan Ning'er dengan luka di sekujur tubuhnya, namun dalam keadaan seperti itu Ning'er masih sempat-semoatnya menebar senyum kearah Lourin dan berkata.


"Aku tidak apa-apa, hanya luka ringan saja."


Segera Lourin dan guru Xinhai menopang Ning'er untuk membawanya ke ruang perawatan.


Kemudian sang wasit segera mengumumkan bahwa pertandingan kali ini telah dimenangkan oleh Felixian dan nantinya akan berhadapan dengan Lourin.


Namun ternyata ada perubahan dari pihak Felixian, bahwa dirinya belum dapat mengikuti pertarungan selanjutnya dikarenakan masih belum pulih setelah berhadapan dengan Ning'er.


Hingga akhirnya terpaksa pertandingan di tunda untuk sementara waktu sampai Felixian dapat pulih kembali.

__ADS_1


..........


__ADS_2