Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Akhir Dari Keempat Mata-mata


__ADS_3

Salah satu mata-mata yang terhimpit sekuat tenaga mencoba untuk dapat melepaskan himpitan dari elemen tanah, namun kerja kerasnya ternyata cukup menguras tenaga dan juga sia-sia.


Seketika Yin Feng menambah kekuatan himpitannya, membuat tubuh mata-mata yang terhimpit terdengar suara retakan tulang, dengan bersamaan suara teriakan mata-mata tersebut.


Aaaaaa...


Tidak berselang lama terlihat aliran darah segar yang keluar dari bawah. "Dasar sialan kau bocah." Salah satu mata-mata merasa tak terima Yin Feng membunuh temannya.


"Kenapa?? Nasibmu pun akan sama dengan temanmu." Yin Feng berkata sambil memandang tajam kearah mata-mata satunya dengan memasang muka serius.


"Oh.. Apa kau yakin??" Salah satu mata-mata tak menghindahkan perkataan Yin Feng, justru dirinya malah tertawa. "Hahaha.. Bocah bau sepertimu ingin mengalahkanku."


Walaupun tingkat kekuatan mereka sama, sama-sama tingkat langit akhir, namun tahapan mereka berbeda sang mata-mata sudah di tahap 3 langit akhir, sedangkan Yin Feng ditahap 2 langit akhir. Terlihat mata-mata tersebut sudah cukup lama menerobosnya.


Berbeda dengan Yin Feng yang belum lama menerobos ke tingkat tahap 2 langit akhir. "Aku penasaran darimana kepercayaan dirimu itu bocah."


"Kepercayaan diriku berada disini." Yin Feng memegang dadanya dengan tangan kiri. "Dan untuk mengalahkanmu cukup aku gunakan tangan ini saja." Yin Feng mengangkat tangan kirinya keatas.


"Jangan sombong kau bocah! Sebaiknya kau terima saja ajalmu." Mata-mata itu secara cepat melesat maju hendak menghantamkan pukulan pada Yin Feng.


Duaaaaarrrr...


Terdengar suara ledakan saat hantaman mata-mata mengenai tubuh Yin Feng. "Hahaha.. Ternyata hanya segini saja kesombonganmu itu, padahal baru setengah kekuatan yang aku kerahkan."


Sang mata-mata sudah merasa bangga telah membinasakan Yin Feng, padahal hantaman yang dihantamkannya hanya mengenai boneka tanah.


"Sudah cukup tertawanya."


Sang mata-mata cukup terkejut mendengar suara dari arah belakang, dengan cepat ia menjauh pergi lalu menoleh kearah belakang. "Kau.." Penampakan wajah mata-mata yang terlihat sangat terkejut.


"Iya ini aku, apakah kau merasa hantamanmu itu dapat menyakitiku?"


"Hemm.. Pantas saja aku merasa mengapa begitu mudah untuk membunuhmu, padahal kau terlihat cukup percaya diri."

__ADS_1


Seketika Yin Feng menghilang dan tiba-tiba muncul tepat dihadapan sang mata-mata, lalu melancarkan pukulan keras yang tepat mengenai wajah mata-mata.


Sang mata-mata cukup terkejut dan tidak sempat menghindar, mengakibatkan pukulan keras Yin Feng berhasil mendarat di wajahnya, hingga ia terpental cukup jauh kebelakang.


Dengan menahan rasa sakit sang mata-mata memegangi wajahnya yang terluka. "Tak ku sangka tenagamu cukup mengerikan, namun aku suka itu."


Sang mata-mata merasa tertantang kali ini dirinya sedikit terkejut bila Yin Feng dapat melukainya, akhirnya sang mata-mata mengeluarkan kekuatan penuh.


"Kau yang hanya seorang bocah dapat memaksaku menggunakan kekuatan penuh! Itu cukup menghina diriku! Maka rasakanlah kemarahanku."


Tenaga yang dikeluarkan mata-mata sangat berbeda dari sebelumnya, Yin Feng pun merasakan perlonjakan kekuatan dari mata-mata tersebut.


"Oh.. Aku ingin melihat bagaimana saat kau menggunakan kekuatan penuhmu." Yin Feng cukup tenang walaupun dirinya sedikit merasakan tekanan akibat kekuatan penuh sang mata-mata.


Sang mata-mata mulai melesat maju dengan kecepatan seperti kilatan cahaya, hingga tiba-tiba sudah berada disamping Yin Feng yang hendak mendaratkan tendangan kuat.


Yin Feng masih terlihat tenang saat kaki sang mata-mata hendak mengenai tubuhnya, dengan gerakan cepat tendangan sang mata-mata tak dapat mengenai Yin Feng.


Justru kini Yin Feng berada dibelakang sang mata-mata. "Cukup lumayan." Perkataan pelan Yin Feng yang cukup terdengar oleh mata-mata.


"Apakah hanya segini saja kekuatan penuhmu itu! "


Merasa dipermainkan sang mata-mata kembali menyerang menggunakan senjatanya, tebasan demi tebasan dengan mudah dihindari oleh Yin Feng.


Sampai membuat sang mata-mata lama kelamaan merasa kelelahan sendiri. "Apakah kekuatan penuhmu sudah pada batasannya? Jika seperti itu, maka kita akhiri sekarang."


Yin Feng langsung mengeluarkan pedang pencabut nyawa, dan mengayunkannya kearah mata-mata.


Dengan ayunan pertama Yin Feng mengeluarkan jurus tanpa wujud dari pedang pencabut nyawa.


Tak terlihat oleh mata telanjang namun tiba-tiba sang mata-mata merasakan ada tekanan kuat mengarah kearahnya, merasa ada bahaya sang mata-mata mencoba untuk menahannya.


Dirinya amat terkejut saat mendapati lengan tangannya mengalami luka tebasan yang cukup serius, hingga darah mengalir deras dari luka tersebut.

__ADS_1


Uhhhh...


"Sial.. Darimana anak ini memiliki jurus seperti ini." Padahal sang mata-mata sudah melapisi kedua tangannya dengan energi yang cukup kuat, namun tetap saja serangan jurus dari pedang pencabut nyawa membuat dirinya terluka parah.


Tanpa bertele-tele Yin Feng mengarahkan kembali beberapa ayunan dari jurus tanpa wujud pedang pencabut nyawa pada sang mata-mata.


Melihat Yin Feng kembali mengayunkan pedangnya, sang mata-mata mencoba untuk dapat bisa menghindar dari serangan-serangan itu.


Alhasil sama saja, sudah terlambat bagi sang mata-mata untuk menghindari setiap serangan yang dilesatkan Yin Feng, mengakibatkan kedua lengannya terpisah dari badan.


Dan juga kedua kakinya pun tak luput dari serangan tersebut, sengaja Yin Feng tak mengarahkan serangannya kearah leher maupun kepala.


Dia berniat untuk mengorek informasi dari mata-mata itu. "Bagaimana rasanya kehilangan kedua lengan dan juga kaki?"


"Aahhh.. Uhhhh.. Tunggu apa lagi! Lebih baik kau akhiri saja hidupku sekarang." Ucapan sang mata-mata dengan nafas yang menderu-deru, merasakan kesakitan.


"Aku akan mengampunimu asalkan, kau jawab dulu pertanyaanku." Yin Feng mencoba bernegosiasi dengan mata-mata.


"Hah!! Untuk apa aku menerima pengampunan darimu, jelas itu percumah saja karena pada akhirnya aku pun akan mati juga."


"Hahaha.. Kalau begitu percumah saja jika aku bertanya padamu." Secara cepat Yin Feng menebas kepala sang mata-mata hingga terdengar suara seperti buah kelapa jatuh ketanah.


Setelah para mata-mata dihabisi baik itu dua mata-mata yang mengejar Walikota Tian Long dan Qin Xua, serta dua mata-mata yang mengejar Yin Feng dan paman Dou Han.


Mereka berempat berkumpul kembali dan berangkat menuju dunia dimensi, setelah saling bergandengan tangan Yin Feng kemudian mengaktifkan ruang teleportasi dari kalung miliknya.


Tak sampai waktu lama mereka berempat sudah tiba di dunia dimensi, dimana Monk Lie tinggal.


Awal setibanya di dunia dimensi Walikota Tian Long, Qin Xua serta paman Dou Han cukup terkejut menyaksikan dunia dimensi yang mirip sekali dengan dunia mereka.


Baik pepohonan, bebatuan serta pegunungan semuanya persis seperti di dunia dimana mereka tinggal. "Sangat menakjubkan! " Qin Xua tak henti-hentinya memandangi alam sekitar.


"Lalu, hendak kemana kita sekarang? Dan bagaimana rencana sslanjutnya Feng er?" Walikota Tian Long yang masih memikirkan nasib kota Tian Jien, menanyakan pada Yin Feng akan rencana setelah berada di dunia dimensi.

__ADS_1


..........


__ADS_2