Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Jurang Iblis


__ADS_3

Saat setelah pergi meninggalkan Ying Yin, ternyata tidak butuh waktu lama bagi Yin Feng untuk sampai di Jurang Iblis dengan ilmu terbangnya.


Pertama kali yang terlihat olehnya saat sudah sampai di jurang itu adalah, beberapa jejak perkelahian yang cukup banyak menewaskan para binatang iblis di tingkat mutiara hijau.


"Sepertinya aku telat." Gumam Yin Feng.


Yin Feng kemudian menyusuri jejak-jejak pertarungan tersebut dan mendapati semua mutiara iblis sudah tidak ada lagi pada tubuh binatang itu. "Nampaknya peserta ini cukup lumayan."


Ternyata tak jauh dari tempatnya berdiri terdengar suara perkelahian antara manusia dan binatang iblis, segera Yin Feng bergegas melihat namun dengan cara bersembunyi agar tidak diketahui oleh peserta lain.


Terlihat ternyata Lin Kiong tengah berhadapan dengan tiga binatang iblis mutiara merah dan satu binatang iblis mutiara ungu, yang berbentuk kodok.


Yin Feng hanya mengawasinya dari kejauhan, dia ingin memastikan kekuatan dari anak dataran selatan bernama Lin Kiong itu. Saat Lin Kiong mulai mengeluarkan senjata pusakanya berbentuk pedang, barulah Yin Feng dapat menyimpulkan akan kekuatannya.


"Sepertinya anak ini tidak bisa dianggap remeh." Yin Feng hanya terus mengamati pertarungan yang dilakukan oleh Lin Kiong.


Dalam hitungan menit tiga binatang iblis mutiara merah telah tewas ditangannya, tinggal satu binatang iblis berbentuk kodok di tingkat mutiara ungu.


Yin Feng sangat menikmati tontonan dengan adegan pertarungan itu. "Aku tak perlu repot-repot untuk bertarung, aku akan menggunakan kekuatanku ini saat sang raja mulai menampakkan dirinya."


Saat dalam keadaan bersembunyi Yin Feng tidak mengetahui jika ternyata Ying Yin pun sudah ada tidak jauh dari tempatnya. "Sejak kapan Ying Yin berada disana??"


Nampaknya Ying Yin bergegas datang saat sama halnya dengan Yin Feng, yang mendengar suara pertarungan. Akan tetapi sepertinya Ying Yin tak menyadari jika Yin Feng juga sedang berada disana.


Ying Yin sudah tak sabar ingin segera ikut menghabisi para binatang iblis itu, saat Lin Kiong berhasil mengalahkan kodok iblis mutiara ungu dengan senjata pusakanya itu.


Akan tetapi keberadaan Ying Yin dan Yin Feng mulai diketahui oleh Lin Kiong. "Apakah kalian akan terus menonton?" Ucapan Lin Kiong seketika membuat Ying Yin terkejut. "Bagaimana dia bisa tahu, tapi apa yang dimaksud dengan kalian. Memang ada peserta lain selain diriku disini."


Ying Yin yang sedari awal memang sudah tak sabar ingin ikut dalam pertarungan langsung menampakkan diri. "Haha.. Nampaknya kau masih bisa selamat ya." Ucapan Lin Kiong membuat Ying Yin makin terkejut. "Apa yang kau maksudkan itu?" Ying Yin seolah tak mengerti apa yang dimaksud oleh Lin Kiong.

__ADS_1


Dengan gaya sombongnya Lin Kiong hendak memberitahukan bahwa jebakan itu dialah yang membuatnya. "Hahaha.. Kau ingin tahu siapa yang membuat jebakan itu?"


"Kaukah yang membuatnya?" Ying Yin balik bertanya karena merasa curiga pada Lin Kiong.


"Hahaha.. Jika iya kau mau apa?" Ujar Lin Kiong.


Ying Yin nampak memerah raut wajahnya, amarahnya memuncak saat mengetahui bahwa jebakan itu dibuat oleh Lin Kiong. Dengan sebuah pedang ditangan ia genggam erat dan ingin segera mencabutnya.


Namun tiba-tiba terdengar suara seseorang bertepuk tangan. Prokkkk... Prokkk...


"Tak ku sangka ternyata semua ini kau yang merencanakan!"


Antara Lin Kiong maupun Ying Yin berusaha mencari sumber suara tersebut, ternyata Yin Feng berada diatas mereka dengan posisi melayang diudara. "Yin Feng!! Kenapa aku tak mengetahui bila dirinya juga ada disini." Gumam Ying Yin.


Dengan senyuman tipis Lin Kiong seolah seperti meremehkan Yin Feng. "Akhirnya kau keluar juga, apakah karena tak terima dengan jebakan yang telah aku siapkan?"


"Sombong sekali kau.. Jika memang kau hebat bertarunglah denganku sekarang?" Ucap Lin Kiong.


"Hanya buang-buang tenaga bila aku melayani tantanganmu sekarang."


"Dasar.. Bilang saja kau takut." Ujar Lin Kiong.


Dengan santainya Yin Feng menjawab perkataan Lin Kiong. "Takut!! Mengapa aku harus takut denganmu?"


"Dasar kau anak dataran lemah.." Lin Kiong terlihat emosi dengan perkataan Yin Feng yang seolah meremehkan kekuatannya. Sontak Lin Kiong hendak mengayunkan pedangnya kearah Yin Feng, akan tetapi Ying Yin segera menghentikannya.


"Tahan.." Diacungkan Pedang Ying Yin tepat didepan mata Lin Kiong untuk mengahadang pergerakannya. Tanpa merasa bersalah Lin Kiong masih sanggup berucap. "Kenapa? Apa kau ingin menantangku?


"Sejujurnya aku sudah ingin memenggal kepalamu, akan tetapi ini bukan saat yang tepat untuk itu." Ucap Ying Yin.

__ADS_1


"Hahaha.. Sudah jelas bila kalian berdua takut untuk menghadapiku." Nampak Ying Yin tak terima dengan perkataan Lin Kiong, dengan menempelkan ujung pedang keleher Lin Kiong Ying Yin kemudian mengatakan sesuatu. "Sedikit saja kau sombongkan lagi dirimu, tak segan-segan pedang ini akan mengambil nyawamu."


"Tenangkan dirimu Ying Yin.." Yin Feng mencoba untuk mendinginkan amarah Ying Yin dengan mulai mendarat didekatnya. "Untuk sekarang lebih baik kita fokus pada kawanan kodok iblis yang sudah mulai mengepung kita."


Yin Feng mencoba mengingatkan pada mereka bahwa kawanan kodok iblis, sudah mulai mengepung ketiganya. "Terus bagaimana dengan anak sombong ini?" Dalam diri Ying Yin amarahnya masih bergejolak , hingga tak mau menyingkirkan pedangnya.


"Saat waktunya tiba kau boleh melampiaskan dendammu padanya." Ujar Yin Feng.


"Hemm.. Baiklah." Ying Yin menuruti semua perkataan Yin Feng, akan tetapi saat pedang Ying Yin tak lagi menempel pada leher Lin Kiong, justru Lin Kiong makin tertawa. "Hahaha.. Memang kalian berdua cocok.. Sama-sama lemahnya."


Ying Yin makin tak tahan dan hendak menghunuskan kembali pedangnya, namun Yin Feng menghentikannya. "Sudah.. Tak perlu kau urusi dia, sekarang ikutlah denganku." Seketika Yin Feng membawa Ying Yin terbang meninggalkan Lin Kiong sendiri.


"Hah.. Dasar manusia sampah." Bentak Lin kiong dengan keras, Yin Feng berhenti kemudian menoleh kearah Lin Kiong. "Sekarang kau nikmati saja kesombonganmu itu." Setelah mengatakan itu Yin Feng kemudian terbang dengan kecepatan tinggi.


Tak terduga ternyata kawanan kodok iblis semuanya sekitar dua puluhan, dengan lima belas di tingkat mutiara merah, dan lima sisanya di tingkat mutiara ungu. "Sial.. Jika sebanyak ini tenagaku pasti akan terkuras habis."


Lin Kiong nampak bingung memikirkan bagaimana caranya untuk bisa lolos dari kawanan kodok iblis itu, dengan terpaksa ia mencabut pedangnya dan mengeluarkan jurus berpedangnya.


"Amukan Penguasa Malam"


Seketika kodok iblis ditingkat mutiara merah yang mengepungnya mulai lenyak sebagian, dan memberikan sebuah celah untuk Lin Kiong dapat lolos.


Secepat mungkin dia berlari menghindari serangan demi serangan yang diluncurkan sebagian kawanan kodok iblis, dengan bersusah payah akhirnya keberuntungan masih memihaknya.


Lin Kiong dapat lolos dari kerumunan binatang iblis berbentuk kodok tersebut, setelah sudah jauh dirinya pun berhenti sambil memandangi langit. "Tunggu saja saat kita dipertemukan nanti, tak akan ku beri ampuni kalian.."


...........


Jangan lupa Follow Author ya..

__ADS_1


__ADS_2