Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Hakikat Kata Cinta


__ADS_3

Setelah melihat Ayahnya menghembuskan nafas terakhirnya, Yinfeng tiba-tiba terbangun, Dirinya yang masih kebingungan akan mimpi barusan.


Sontak dibenaknya terngiang-ngiang akan sosok Ibunya yang telah terbujur kaku ditanah dengan bersimbahkan darah.


"Ibu... Akan Aku balas perbuatan Laki-laki yang telah membunuhmu itu..," Gumam Yinfeng.


Yinfeng sangat geram dan marah atas perlakuan Laki-laki yang telah membunuh kedua Orang Tuanya, hingga ia ingin sekali membalaskan dendam atas kematian keduanya.


Namun sesaat Yinfeng termenung, memikirkan sebuah kalimat yang terdapat dalam Kitab Teratai Api pada halaman pertama.


Selalu ingat kekuatan bukanlah segalanya, namun Cintalah hakikat yang sebenarnya. Karena dengan Cinta Kau akan menjadi makhluk yang sempurna dan penuh warna.


"Cinta... Apakah maksud dengan kata itu..," Gumam Yinfeng.


"Hey Bocah... Kau bingung.. Memang Kau tidak tau apa itu Cinta." Tanya, Sosok misterius.


"Aku mengetahuinya, namun Aku belum mengetahui akan Hakikat Cinta..," Kata Yinfeng.


"Satu kata penuh makna yaitu CINTA


Kata Cinta selalu diungkapkan oleh manusia. Manusia yang tanpa adanya Cinta ia akan merasakan kehampaan didalam hatinya.

__ADS_1


Karena Cinta membuat seseorang menjadi kuat, karena Cinta membuat yang jahat menjadi baik, dan karena Cinta dapat mengubah dunia menjadi damai dan sejahtera."


"Itulah sebabnya mengapa didalam Kitab Teratai Api pada halaman pertama tertulis kalimat demikian, karena siapa saja yang ingin mempelajari Kitab tersebut harus mengerti Hakikat Cinta itu." Sosok misterius menjabarkan.


"Oooo.. Sekarang Aku mengerti, mengapa didalam mimpiku ditampakkan kejadian ketika kelahiranku dan terbunuhnya kedua Orang Tuaku, karena Cinta dapat menjadikan Kita bahagia dan karena Cinta juga dapat menjadikan Kita gelap mata." Kata, Yinfeng sambil tersenyum.


"Aku sekarang mengetahui siapakah sosok Laki-laki yang telah membunuh kedua Orang Tuaku itu, dialah Dongmen yang telah gelap mata karena Cintanya kepada Ibuku."


Ketika Yinfeng telah memahami makna dari Kitab Teratai Api pada halaman pertama, seketika didalam tubuhnya memancarkan cahaya Kuning terang tanda akan dirinya telah mendapat Pencerahan Hati.


Yinfeng merasakan kehangatan didalam tubuhnya seperti sinar matahari dikala pagi hari yang terasa hangat ketika mengenai tubuh.


"Hemm.. Bagus Bocah.. Sekarang Kau telah mendapatkan Pencerahan Hati, gunanya untuk membuat hatimu lebih kuat dan juga lebih kokoh akan setiap permasalahan yang Kau hadapi."


Yinfeng melanjutkan untuk membuka halaman selanjutnya dari Kitab Teratai Api, dihalaman selanjutnya dirinya mulai dapat memahami akan makna dari halaman selanjutnya setelah mendapat Pencerahan Hati.


Hingga Yinfeng dapat memahami lebih dari 100 halaman makna yang terkandung dalam setiap halamannya, namun Yinfeng masih bingung.


"Katanya Kitab ini Kitab Jurus, mengapa Aku tidak menemukan satu jurus pun didalamnya, hanya seperti kata mutiara saja." Gumam, Yinfeng sedikit kesal.


Sebenarnya tanpa Yinfeng sadari ketika ia telah memahami 100 halaman dari Kitab Teratai Api, dirinya telah mendapatkan Ilmu Inti Api.

__ADS_1


Inti Api ini adalah sebuah Ilmu yang sangat hebat, karena Ilmu ini dijuluki dengan nama lain sebagai Ilmu Penghakiman.


Mengapa bisa disebut Ilmu Penghakiman..


Karena siapa yang telah mendapatkan Ilmu tersebut telah direstui oleh sang Dewa untuk menghakimi para pendosa.


Bagi siapa saja yang telah banyak melakukan kejahatan dan tidak mau menerima pencerahan hati terlebih dahulu, maka bagi pemilik Ilmu Penghakiman boleh menghakiminya sesuai yang tertera dalam Kitab Teratai Api.


"Hey... Bocah... Apakah Kau belum merasakan akan apa yang telah Kau pahami dari 100 halaman tersebut." Tanya, Sosok misterius yang selalu mengganggu.


"Kau... Apakah Kau kini sudah terbebas..," Tanya Yinfeng.


"Hehehehe,, Aku sudah terbebas dari saat Kau telah memahami makna dari halaman pertama Kitab itu.."


"Oooo, Lantas mengapa Kau masih belum dapat Aku lihat....," Kata Yinfeng.


"Hehehe.. Karena Aku belum menampakkan diri,Aku masih suka mengganggu fikiranmu. Karena saat Aku keluar menampakkan diri, maka Aku sudah tidak dapat memahami apa yang ada dalam fikiranmu.."


"Hemmm.. Begitu rupanya.. Baik jika memang Kau tidak mau menampakkan diri, Aku juga tidak akan membantumu mencarikan tubuh untukmu." Kata, Yinfeng mengancam.


"Aahh.. Kau ini beraninya mengancam, baik akan Aku perlihatkan diriku sesungguhnya, jangan sampai Kau terpana melihat diriku."

__ADS_1


........


Maaf ya author akan sambung di episode selanjutnya..


__ADS_2