Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Masa Lalu Kakek Xio Fang


__ADS_3

"Sekarang minumlah ramuan dan pil ini, agar kau segera pulih seperti sedia kala." Kakek Xio Fang memberikan Yin Feng sebuah ramuan yang berbeda dari biasanya, serta pil yang berkhasiat menghilangkan sisa-sisa racun secara total.


Yin Feng menuruti apa yang diperintahkan oleh kakek Xio Fang, dengan menerima ramuan dan pil untuk diminumnya. "Setelah kau meminum keduanya segera pergilah untuk bermeditasi."


Kurang lebih dalam sehari semalam efek yang ditimbulkan setelah meminum keduanya, barulah Yin Feng dapat merasakan bahwa didalam tubuhnya sudah tak ada lagi racun.


Hingga kini Yin Feng merasakan dirinya telah pulih seperti sedia kala, dia kemudian bergegas pergi untuk menemui Kakek Xio Fang dibelakang rumah.


Nampak kakek Xio Fang tengah duduk santai dibawah sebuah pohon besar, dengan secangkir minuman ditangan kanannya. "Kakek Xio.." Panggil Yin Feng.


"Hemm.. Seperti yang aku duga, ternyata ramuan serta pil yang telah aku buat mampu menetralkan sisa-sisa racunnya."


"Terimakasih kakek, berkat dirimu aku dapat sembuh seperti sedia kala." Ucap, Yin Feng dengan membungkukkan kepala.


"Duduklah anak muda." Pinta kakek Xio Fang kepada Yin Feng.


"Sebenarnya darimana kau berasal, dan hendak kemana?"


"Saya dari dataran barat kakek, dan hendak pergi mengikuti Turnamen Bergelar yang diadakan di dataran selatan ini." Ujar Yin Feng.


"Hemm.. Jadi kau dari dataran barat, lalu apakah kau hanya sendirian saja?"


"Sebenarnya saya kedataran selatan ini berlima kakek, namun kami terpisah saat sedang menghadapi kawanan perampok yang dipanglimai oleh Panglima Cobra."


"Hemm.. Ternyata para pasukan kegelapan sudah mulai bertindak." Gumam kakek Xio Fang pelan, namun tetap terdengar ditelinga Yin Feng.


"Apa?? Pasukan kegelapan!"


Kakek Xio Fang kemudian menceritakan perihal dirinya melihat sebuah istana kecil, saat sedang berkelana dipulau terpencil untuk mencari bahan-bahan membuat pil.


Yang mana istana itu banyak dijaga oleh para binatang iblis maupun manusia-manusia yang sudah menyatu dengan roh binatang iblis. Jadi secara fiksik ada sebagian tubuhnya yang menyerupai binatang iblis tersebut.


Saat keduanya saling terdiam setelah kakek Xio Fang menceritakan tentang istana kegelapan, dan para pasukan kegelapan. Yin Feng teringat kembali perihal pertanyaannya pada kakek Xio Fang yang belum dijawab.


"Oya kakek.. Anda belum menjawab pertanyaan saya perihal apakah anda seorang peracik obat?"


"Hemm.. " Kakek Xio Fang mengelus-elus jenggotnya sambil memandangi langit, sebelum beliau menjawab pertanyaan Yin Feng.

__ADS_1


Kembali Kakek Xio Fang menceritakan akan masa-masa kejayaannya dahulu, singkat ceritanya Kakek Xio Fang ini adalah ahli peracik obat terkenal di keempat dataran. Baik itu dataran selatan, barat, utara dan timur.


Semua jenis penyakit serta racun tak ada yang beliau tidak ketahui obatnya, hingga saat masa kejayaannya beliau jadi bahan rebutan antara empat bangsawan baik itu bangsawan dataran barat, bangsawan dataran selatan, bangsawan dataran timur dan bangsawan dataran utara.


Semuanya memperebutkan kakek Xio Fang untuk menjadi tabib keluarga bangsawannya, namun dengan cara yang baik kakek Xio Fang menolak keempatnya.


Akan tetapi justru penolakannya menjadi malapetaka baginya dan bagi keempat bangsawan tersebut, hingga menimbulkan perselisihan antar empat bangsawan.


Akhirnya kakek Xio Fang memutuskan untuk pergi dari kediamannya di dataran timur, namun sebelum beliau memutuskan untuk pergi beliau memiliki ide untuk membakar kediamannya tersebut.


Dan memanipulasi kabar bahwa beliau telah meninggal karena terbakar bersamaan dengan kediamannya, padahal saat setelah membakar kediamannya kakek Xio Fang menggunakan ilmu menghilang.


Agar tak ada satupun yang melihat kepergian beliau, sampai pada akhirnya beliau memutuskan untuk tinggal di tempat terpencil antara dataran selatan dan dataran timur ini.


Tak lupa beliau mengubah tampilan dan mengubah nama menjadi Xio Fang, padahal sebelumnya ia terkenal dengan sebutan Fang Xie. Sebagai bentuk kehati-hatian oleh sebab itu kakek Xio Fang mengubah segalanya.


Mendengar pemaparan cerita dari kakek Xio Fang, Yin Feng amat kagum dan secara tiba-tiba ia berlutut dihadapan kakek Xio Fang. "Kakek.. Terimalah saya menjadi muridmu."


Kakek Xio Fang seolah seperti tersambar petir di siang hari, mendengar Yin Feng berkata demikian. "Berdirilah anak muda, seumur hidupku aku belum memiliki murid, namun aku memiliki kriteria tersendiri untuk yang pantas jadi muridku."


"Hemm.. Sebenarnya kau sedikit masuk kriteriaku, akan tetapi aku memiliki satu syarat untukmu." Ujar kakek Xio Fang.


"Apa itu syaratnya kakek?"


"Untuk syaratnya kau nanti akan mengetahuinya sendiri, nampaknya kini kau telah sembuh total tak ada lagi bekas racun ditubuhmu."


"Ahh.. Iya kakek, kini aku merasakan tubuh dan tenagaku sudah kembali seperti sedia kala." Ucap Yin Feng.


"Baguslah kalau begitu, sekarang kau ikutlah denganku." Kakek Xio Fang hendak mengajak Yin Feng pergi kesuatu tempat yang cukup jauh dari kediamannya.


**


Disisi lain ternyata Walikota Tian Long, Dou Han serta Qin Xua telah meneruskan perjalanan, walaupun tanpa guru Liu King dan Yin Feng.


Memang sebelumnya saat guru Liu King hendak kembali untuk mencari Yin Feng, beliau sempat berpesan pada Walikota Tian Long secara pribadi hanya empat mata.


Bahwa andaikan guru Liu King dalam dua hari tak kunjung datang, maka Walikota Tian Long disuruh untuk tetap melanjutkan perjalanan. Walaupun awalnya kepergian mereka ke dataran selatan tidak lain untuk mengikuti Turnamen Bergelar.

__ADS_1


Namun karena Yin Feng sebagai perwakilan dari dataran barat entah dimana keberadaannya, masih hidup ataukan sudah mati belum ada kepastian.


Yang jelas baik itu guru Liu King dan Yin Feng keduanya sama-sama tak diketahui kabar dan keberadaannya. Nampak dari wajah antara Walikota Tian Long, Dou Han serta Qin Xua kesedihan yang mendalam.


Sebab mereka tak bisa membantu banyak, apa lagi Qin Xua saat menanti kembalinya guru Liu King dirinya sangat berharap bahwa Yin Feng akan datang bersama guru Liu King.


Namun nyatanya justru keduanya sama-sama tak ada tanda-tanda menampakkan wajahnya dalam dua hari tersebut, hingga kemudian Walikota Tian Long menyuruh untuk tetap menunggu sehari lagi.


Akan tetapi tetap sama guru Liu King dan Yin Feng tetap tak nampak, bahkan tanda-tandanya pun tak ada. Hingga terpaksa Walikota Tian Long menuruti permintaan guru Liu King untuk tetap melanjutkan perjalanan.


Hari-hari Qin Xua nampak murung sepanjang perjalanan, sampai-sampai Walikota Tian Long terpaksa menggendongnya selama perjalanan. Karena tak ada lagi daya dan tenaga.


"Qin er.. Kuatkan dirimu, percayalah bahwa Yin Feng nanti akan kembali dan menemui kita." Walikota Tian Long mencoba memberikan semangat pada keponakannya itu, agar semangat dalam hidupnya tumbuh kembali.


"Nona Qin.. Benar yang dikatakan tuan Long, yakinlah bahwa Yin Feng pasti akan datang untuk menemui kita." Pengawal Dou Han mencoba untuk memberikan semangat juga pada Qin Xua.


Ternyata kurang lebih dalam dua harian lagi mereka akan tiba di tempat tujuan, pertama kali yang akan mereka kunjungi adalah tempat tinggal dari Qin Xua serta tempat penuh memori bagi Walikota Tian Long.


Sebuah desa dengan nama Xie Zie, dan ternyata jarak antara desa Xie Zie dengan kota Xian Tong tempat dimana akan diselenggarakan Turnamen Bergelar. Tidak terlalu jauh hanya membutuhkan sekitar delapan jam perjalanan kereta kuda.


Kini ketiganya tengah beristirahat disebuah penginapan di desa Cien Sha, yang mana desa Cien Sha ini belum terjamah oleh pasukan kegelapan.


Jadi suasana masih sangat aman, walaupun terdapat banyak para saudagar serta para pendekar-pendekar kelana yang tengah beristirahat.


Tak banyak yang mempedulikan darimana asal orang yang datang kedesa Cien Sha, yang jelas para penduduk desa sangat diuntungkan akan keberadaan orang-orang tersebut.


Sebab semenjak banyak para saudagar kaya yang singgah hanya untuk sekedar melepas lelah dan penat, mereka para pedagang di desa Cien Sha mengalami peningkatan dalam pendapatan.


Hingga kemudian desa Cien Sha selalu menjadi andalan para saudagar kaya ataupun para pendekar kelana untuk tempat singgah, apa lagi sekarang desa Cien Sha lebih terkenal akan tempat hiburannya.


Banyak menyuguhkan pemandangan-pemandangan yang sangat memanjakan mata, serta para tamu yang datang sangat puas akan servis para pelayannya. Memang sengaja para pelayan diambil untuk dipekerjakan harus yang usia muda.


Sebab itu lonjakan pendapatan tempat hiburan satu-satunya di desa Cien Sha sangat drastis, hingga kini mampu membangun sampai tiga lantai.


........


Maaf ya untuk para pembaca yang budiman, bila kalian suka dengan Novel ini tinggalkanlah jejak dengan ⭐⭐⭐⭐⭐ Like 👍serta Vote seikhlasnya sukur-sukur diatas 100..😁😁😁

__ADS_1


__ADS_2