Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Suasana Di Kerajaan Xian Tong


__ADS_3

Suasana di kerajaan sudah sangat-sangat mengerikan banyaknya para mayat bergeletakkan baik dari pasukan kegelapan maupun prajurit kerajaan.


Aroma anyir karena banyak bersimbahnya darah di setiap tempat, sudah bagaikan aroma terapi bagi para pasukan kegelapan.


Membuat mereka semakin ganas dan semakin menyerupai binatang buas, sedangkan Panglima Kera, Panglima Elang dan juga Panglima Srigala masih bertarung sengit dengan tiga pendekar kerajaan.


Tersisa lima pendekar kerajaan dua bertugas melindungi raja Tang San, sedangkan yang tiga sedang berhadapan dengan panglima kegelapan.


"Tak ku sangka pendekar kerajaan ini cukup merepotkan." Panglima Srigala terlihat sulit untuk mengimbangi gerakan dari pendekar kerajaan, yang menjadi lawannya saat ini.


Mereka sudah beberapa kali beradu senjata, namun tetap saja pendekar kerajaan kali ini tak semudah yang sudah pernah mereka lawan sebelumnya.


Bila pendekar kerajaan sebelumnya mereka berkelompok dalam membuat formasi, namun pendekar kerajaan kali ini hanya seorang diri sudah mampu membuat formasi yang sama.


Soalnya para pendekar kerajaan menggunakan pusaka ditingkat kaisar, berupa batu jindan formasi.


Saat batu jindan dialiri menggunakan kekuatan jiwa, barulah formasi didalam batu akan keluar membentuk formasi bintang segitiga.


Terdapat tiga batu jindan yang dimiliki pendekar kerajaan, dua diantaranya sudah diaktifkan untuk menahan Panglima Kera dan juga Panglima Elang.


Sebab diantara ketiga panglima kegelapan tersebut, panglima srigala lah yang terlemah.


Oleh sebab itu kedua pendekar kerajaan memilih untuk mengurung Panglima Elang dan Panglima Kera, yang dirasa cukup merepotkan.


Sangat sulit bagi panglima Elang maupun panglima Kera untuk melepaskan diri dari formasi tersebut, kecuali bila batu jindan dihancurkan.


Barulah formasi yang mengurungnya akan hilang, ternyata kelima pendekar kerajaan masih memiliki ikatan persaudaraan yang kuat. Serta termasuk masih dalam marga yang sama.


Mereka semua saling berkomunikasi melalui telepati. "Ling Tong sebaiknya cepat kau bereskan srigala berbulu domba itu."


Ling Yuan memerintahkan pada Ling Tong yang sedang berhadapan dengan panglima srigala, Ling Yuan adalah salah satu pendekar kerajaan yang bertugas melindungi raja Tang San.


Sebab dua pendekar kerajaan yang berada disisi raja Tang San, ternyata ikut andil untuk memperkuat formasi yang mengurung panglina elang dan panglima kera.


"Kau tidak perlu khwatirkan Ling Mo dan juga Ling Kaisan, karena kami berdua disini sudah membantu mereka memperkuat formasi."


Ling Wei memberitahukan pada Ling Tong agar tak perlu mengkhwatirkan kedua saudaranya, sebab mereka sudah dibantu oleh Ling Yuan dan juga Ling Wei.


Kali ini barulah Ling Tong bisa lebih fokus dalam berduel melawan panglima srigala. "Cukup sudah bermain-mainnya, sekarang rasakanlah serangan dari pedangku ini."

__ADS_1


Ling Tong mengangkat pedang lalu mengayunkannya sembari mengeluarkan jurus dengan membentuk huruf X.


Panglima Srigala mencoba untuk melawan serangan dari Ling Tong, dengan menggunakan jurusnya yaitu rongrongan srigala.


Namun tetap saja jurus Ling Tong kali ini adalah jurus yang sengaja dia keluarkan disaat-saat terdesak. "Sial.. Rongrongan srigala tak mampu menahannya."


Kembali panglima srigala menahan serangan tersebut menggunakan senjata, ketika sebentar lagi serangan milik Ling Tong mengenainya.


Awalnya senjata panglima srigala mampu menahan serangan dari Ling Tong, akan tetapi itu tak bertahan lama setelah Ling Tong mengayunkan serangan yang kedua.


Panglima srigala terpukul mundur dengan luka dalam maupun luka luar, dari mulutnya memuntahkan darah segar. "Sial.. Aku tak mampu menahan serangannya."


Keadaan panglima srigala sudah lemah akibat serangan dari Ling Tong, walaupun terus berusaha untuk dapat berdiri namun tetap saja ia tak dapat melakukannya.


Dari kejauhan panglima beruang, panglima badak dan panglima gajah hanya melihat kearah panglima srigala dengan tatapan senang namun juga ads rasa marah dalam hatinya. "Bagaimana menurutmu? Apakah kita harus membantunya?"


Panglima beruang nampak bimbang, disatu sisi mereka masih menghadapi para prajurit kerajaan, dan satu sisi mereka merasa kasihan melihat panglima srigala.


"Sebaiknya kita harus cepat membantunya, kalau tidak dia akan tewas ditangan pendekar itu." Ujar panglima gajah.


"Kau benar gajah, tidak menutup kemungkinan setelah srigala tewas maka mereka juga akan menewaskan kita." Panglima badak berpendapat.


"Akan ku bantu meringankan penderitaanmu." Ling Tong menghunuskan pedangnya bersiap untuk mengakhiri panglima srigala.


Saat pedang hendak diayunkan sebuah senjata melesat dengan cepat mengenai pedang Ling Tong, membuat pedang Ling Tong lepas dari genggaman.


"Sialan." Ling Tong nampak kesal dari raut wajahnya yang memerah. "Oh.. Rupanya para teman binatang lainnya."


Senjata yang melesat tersebut dilepaskan oleh panglima badak, yang menyerupai tanduk namun tidak begitu besar.


"Sebelum kau membunuhnya, sebaiknya lawanlah kami terlebih dahulu." Panglima beruang melantangkan suaranya.


Mendengar perkataan dari panglima beruang, panglima srigala nampak sedikit terharu atas sisi baik dari panglima beruang dan kawannya. "Tak ku sangka, kau masih mau menolongku."


"Hah.. Jangan senang dulu, justru aku tidak ingin setelah kau tewas akan datang giliran kami." Ujar panglima beruang.


"Sialan kau beruang, tapi setidaknya terimaksih sudah mau menyelamatkanku."


Ling Tong bergerak cepat segera mengambil pedangnya yang terlempar, panglima gajah segera menghentakkan kakinya.

__ADS_1


Seketika tanah bergetar membuat Ling Tong hampir terjatuh karena kehilangan keseimbangan, tidak sampai disitu saja panglima badak pun kembali melesatkan senjata tanduknya.


Ling Tong yang sudah mengetahui buru-buru menghindari setiap serangan yang datang, hingga mendekati pedang miliknya.


"Semakin seru." Sambil tetap menghindari setiap serangan dari panglima badak, ternyata Ling Tong sengaja mengarah kearah panglima beruang.


Ling Tong mengayunkan pedangnya saat mulai mendekati panglima beruang. "Mari kita mulai dengan dirimu terlebih dahulu."


Traang...


Ayunan pedang Ling Tong ditahan oleh panglima beruang menggunakan cakar besinya. "Mau membunuhku terlebih dahulu!! Jangan harap akan mudah."


Craazz..


Cakaran panglima beruang dapat dihindari oleh Ling Tong, akan tetapi pakaiannya sedikit robek saat cakaran panglima beruang menyentuhnya.


"Ternyata cakarmu tajam juga." Ling Tong kembali mengayunkan pedangnya.


Traaang..


Ditahan langsung oleh panglima beruang menggunakan cakarnya, Ling Tong melesatkan tendangan yang tepat mengenai perut panglima beruang.


Panglima beruang termundur beberapa langkah kebelakang, lalu segera kembali melesat maju menyerang Ling Tong dengan serangan cepat.


Sampai-sampai terdengar suara nyaring saat cakaran milik panglima beruang beradu dengan pedang Ling Tong. "Keluarkanlah seluruh kemampuanmu."


Ling Tong seolah sangat menikmati pertarungan, padahal sebelumnya Ling Tong sudah berhadapan dengan panglima srigala.


Dengan tersisa beberapa persen tenaga dalam, Ling Tong tak ingin menampakkan kelelahannya dengan terus memprovokasi musuh.


Hingga beberapa kali beradu serang dengan panglima beruang, barulah Ling Tong menampakkan kelelahan. "Sudah ku duga, pasti dirimu akan mengalami kelelahan setelah sebelumnya berhadapan dengan dia."


Panglima beruang menunjuk kearah panglima srigala yang tengah menstabilkan tenaga dalam, serta menyembuhkan luka-lukanya.


"Walaupun tenaga dalamku hanya tinggal beberapa persen, namun aku masih sanggup bila harus membunuh satu diantara kalian semua."


Ling Tong berlagak sombong dengan menunjuk menggunakan pedangnya, pada para panglima kegelapan.


.......

__ADS_1


__ADS_2