Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Jamuan Walikota


__ADS_3

"Hey.. Mau apa kau ?"


Perkataan seseorang yang sedikit lebih tua dari Lioyen.


"Aku ingin melihat keadaan Lioyen." Jawab Yinfeng.


"Melihat ?? Tidak puaskah kau membuat Lioyen seperti ini ?"


"Maafkan aku, aku tidak bermaksud membuat Lioyan seperti itu."


"Lalu apa maumu datang kemari ?" Tanya Seseorang yang lebih tua dari Lioyen.


"Aku hanya ingin memberikan ini untuk Lioyen, anggap saja permintaan maafku padanya." Ucap, Yinfeng sambil memberikan sebuah buah yang dapat dengan cepat memulihkan kondisi Lioyen.


Sebuah buah berwarna perak yaitu Pir Perak, selain dapat meningkatkan kekuatan dan kualitas tulang ternyata Pir Perak ini juga mampu sebagai penyembuh untuk seseorang yang sedang mengalami patah tulang.


"Ini.. !! Bukanya Pir Perak ??" Tanya seseorang yang lebih tua dari Lioyen.


"Iya ini pir perak, berikanlah padanya agar tulang Lioyen yang patah segera pulih." Ucap Yinfeng.


"Maafkan aku jika sudah salah menilaimu, perkenalkan aku Liofan kakak sepupu dari Lioyen."


Liofan ini adalah kakak sepupu dari Lioyen yang ditugaskan untuk menemani Lioyen dalam Turnamen Bergengsi ini, ternyata Liofan adalah guru termuda di perguruan Singa Emas. Oleh sebab itu ketua perguruan Singa Emas menugaskan langsung padanya untuk menemani Lioyen.


"Ahh, tidak apa-apa. Aku mengerti jika kau sangat mengkhawatirkan Lioyen, dan semoga setelah ini Lioyen akan pulih kembali." Ucap Yinfeng.


"Terimakasih Yin.. Yin.."


Perkataan Liofan yang berterimakasih pada Yinfeng, namun dirinya lupa nama dari Yinfeng hingga hanya ucapan Yin yang dia ingat.


"Hehehe.. Aku Yinfeng bukan Yin Yin." Ucap, Yinfeng dengan sedikit tertawa.


"Iya itu, aku lupa namamu jadi hanya teringat depannya saja. Hehehe."


"Yasudah aku pergi dulu." Ucap, Yinfeng yang hendak meninggalkan ruang perawatan.


"Tunggu Yinfeng."

__ADS_1


Lioyen yang menghentikan Yinfeng untuk tidak meninggalkan ruang perawatan terlebih dahulu. "Ini." Diberikannya pada Yinfeng sebuah gelang yang berwarna emas dan terdapat gambar kepala singa ditengah gelangnya.


"Apa ini ?" Tanya Yinfeng tidak mengerti.


"Itu adalah kenang-kenangan dariku untukmu, karena kau sudah memberikan pir perak ini untuk adik sepupuku."


"Itu adalah bentuk permintaan maafku padanya, jadi tidak perlu sungkan." Ucap Yinfeng.


"Hemm.. Itu juga adalah bentuk terimakasihku padamu, jika kau ada kesempatan datanglah ke perguruan kami."


"Baik jika ada kesempatan, di lain waktu aku akan berkunjung ke perguruan kalian."


Setelah berkata demikian Yinfeng pun pergi dari ruang perawatan dan segera menyusul yang lainnya.


***


Disebuah ruangan yang amat bersih dan rapih dengan tertata pada setiap mejanya berbagai hidangan makanan, buah dan minuman, dengan ditemani alunan musik yang mendayu-dayu seakan menambah mewahnya jamuan saat itu.


Terlihat Walikota Tian Long beserta guru Xinhai dan dua putri dari perguruan Macan Putih Lourin dan Ning'er telah duduk dengan sebuah meja didepannya yang sudah terisi penuh akan hidangan.


"Maaf jika aku telat." Ucap, Yinfeng yang barusan datang dengan sedikit terengah-engah.


"Ada urusan apa sebenarnya dirimu di ruang perawatan ?" Tanya guru Xinhai.


"Ehmm.. Hanya urusan kecil guru Xin." Jawab Yinfeng.


"Kamu ini lama sekali, tidak tau apa kami sudah sangat lama menunggumu." Bentak Ning'er.


"Hehehe.. Maaf." Kata, Yinfeng sambil menggaruk-garuk kepala.


"Sudah.. Duduklah Nak." Ucap Walikota Tian Long.


Yinfeng kemudian duduk disebelah Walikota Tian Long, setelah kedatangan Yinfeng baru mereka pun memulai menikmati jamuan. Mereka sangat menikmati jamuan terlihat saat mereka dengan lahapnya menyantap makanan demi makanan.


Kecuali dua putri perguruan Macan Putih yang terlihat sangat santai menikmati makanan demi makanan, berbeda dengan Lourin dan Ning'er justru Yinfeng sangat terlihat lebih menikmati dari yang lainnya.


Dengan lebih menghabiskan separuh hidangan yang telah disajikan, mungkin karena faktor dirinya lelah dan terkuras tenaganya saat pertarungan final tadi, sehingga nafsu makan Yinfeng kali ini lebih besar dari sebelum-sebelumnya.

__ADS_1


Ning'er sedikit ilfil saat melihat Yinfeng makan dengan gaya seperti itu, seolah-olah tidak pernah makan selama satu minggu dengan menghabiskan hampir separuh hidangan yang telah tersajikan.


Untung saja Walikota Tian Long telah menyiapkan hidangan yang tak terhitung jumlahnya, sehingga saat Yinfeng hampir menghabiskan separuh hidangan masih ada hidangan-hidangan lainnya yang telah disiapkan kembali.


Berbeda dengan Ning'er justru Lourin yang menyaksikan Yinfeng dengan gaya makan seperti itu, sempat tertawa kecil karena menganggap Yinfeng lucu saat menyantap makanan.


Walikota Tian Long sangat memaklumi akan nafsu makan Yinfeng yang sangat super banyak tersebut, karena dirinya menyadari jika seseorang telah banyak mengeluarkan tenaga dalam pasti akan sangat lapar.


Selesainya mereka menyantap hidangan kemudian diteruskan dengan saling berbincang-bincang.


"Yinfeng.., Bakatmu sangat luar biasa, dan kaulah satu-satunya yang akan mewakili dataran barat ini dalam Turnamen Bergelar, namun dalam Turnamen Bergelar kau masih belum ada apa-apanya dibandingkan dengan dataran-dataran lainnya." Ujar Walikota Tian Long.


"Iya Yinfeng, yang aku tahu tiga dataran tersebut sangat hebat dalam ilmu beladirinya." Ujar guru Xinhai.


"Hemm.. Memang kapan Turnamen Bergelar akan dilaksanakan Walikota ?" Tanya Yinfeng.


"Turnamen bergelar di adakan 10 tahun sekali, dan kini sudah memasuki tahun ke enam tinggal tersisa empat tahun lagi."


"Apaa ?? Tinggal empat tahun lagi !!" Yinfeng yang terkejut karena ternyata tidak banyak waktu yang dibutuhkannya, namum empat tahun bagi dirinya akan sangat cukup untuk meningkatkan kekuatannya dan menambah jurus-jurus hebat.


"Maka dari itu persiapkan dirimu dan jadilah yang terkuat." Ucap Walikota Tian Long.


Tak terasa mereka berbincang-bincang dengan sangat santainya, kecuali Lourin dan Ning'er yang terlihat bingung dan canggung saat duduk bersama Walikota Tian Long.


Akhirnya mereka berdua meminta izin untuk keluar sebentar menikmati pemandangan di Kota Tianjien ini, itulah uniknya persahabatan adakalanya saling menyukai, adakalanya saling berantem dan juga adakalanya sama-sama bersedih.


Pertama kali yang keduanya datangi adalah penjualan berbagai asesoris dengan batu permata yang berwarna-warni, dan berbagai macam bentuk asesoris tersebut, baik itu berbentuk kalung, cincin, gelang serta anting-anting.


Namun ada satu toko yang membuatnya tertarik, yaitu sebuah toko Asosiasi yang sedang mengadakan pelelangan berbagai benda ditingkat menengah.


Lourin dan Ning'er mencoba memasuki Asosiasi tersebut, namu karena paras cantik keduanya membuat mata tak henti-hentinya memandang kearah mereka berdua. Seakan sedang melihat bidadari.


Sejak acara Turnamen berakhir memang Yinfeng sangat terkenal di kota Tienjien ini, termasuk semua kawan-kawannya apa lagi terhadap Lourin dan Ning'er yang tidak bisa mereka lupakan akan paras cantik keduanya.


Hampir melebihi paras dua putri Xien Zue, saat Lourin dan Ning'er memasuki Asosiasi tersebut, keduanya terkejut akan banyaknya orang yang mengikuti acara pelelangan hingga diamatinya satu persatu.


....

__ADS_1


__ADS_2