
Yinfeng yang mengetahui jika di dunia dimensi pertama ini terdapat mutiara perak yang bisa meningkatkan tulang hingga tiga tahap, merasa sangat tertantang.
"Benarkah itu Kakek guru." Kata, Yinfeng dengan mata terbelalak.
"Iya nak.. Namun kau tidak memiliki banyak waktu jika didunia dimensi lapis pertama ini, karena pintu dunia dimensi ini saling berhubungan dimensi pertama,kedua dan ketiga."
"Setelah kau dapat memasuki hingga di lapis yang ketiga, barulah kau dapat berlatih sepuasnya." Ujar guru Liuking
"Lantas di dunia dimensi lapis kedua, apakah terdapat mutiara juga kakek ?" Tanya Yinfeng.
"Ada nak, didunia lapis kedua nanti kau akan bertemu ruangan yang sangat gelap gulita, tidak ada satupun penerangan."
"Di dunia dimensi lapis kedua terdapat mutiara hitam yang dapat meningkatkan kekuatanmu hingga ketahap selanjutnya." Ujar guru Liuking.
"Baik jika begitu Kakek, Aku akan memanfaatkan lapisan pertama ini untuk mencari Mutiara Perak saja." Ucap Yinfeng.
"Apakah ada cara agar Aku bisa mendapatkannya Kakek."
"Kau harus berusaha sendiri nak jika Kau ingin mendapatkannya, Kau kan sudah diakui oleh Permata Api Abadi." Kata guru Liuking.
Haaaaa ! Apaaa??
"Bagaimana Kakek bisa mengetahui jika Aku sudah diakui oleh Permata Api Abadi ?" Ucap Yinfeng kaget.
"Hemmm.. Kau itu berhasil menyembunyikan sesuatu dari orang lain, namun kau tidak bisa menyembunyikannya dari Kakek."
__ADS_1
"Jelas Kekek lebih mengetahuimu dibandingkan orang lain."
"Namun Kakek bingung Jika Kau memang sudah diakui oleh Permata Api Abadi, mengapa cahayanya tidak terang ketika didalam tubuhmu." Kata guru Liuking.
"Ohh itu kakek.. Emmm... Permata Api Abadinya mungkin sedang tidak ingin bercahaya terang." Jawab, Yinfeng yang bingung mencari alasan.
"Emmm.. Apa mungkin seperti itu ? Setahu Kakek guru Permata itu tidak pernah redup,
Tapi... Yasudahlah mungkin karena sudah menyatu dengan jiwamu." Kata guru Liuking.
"Oh Iya itu kakek mungkin karena sudah menyatu dengan jiwaku, mangkanya redup cahayanya." Kata, Yinfeng sambil bernafas lega.
Yinfeng yang sudah merasa ketakutan, jika guru Liuking dapat mengetahui keberadaan Permata Api Abadi yang telah ia satukan dengan Mutiara Salju Abadi.
Namun akhirnya ia dapat bernafas lega tatkala guru Liuking tidak menanyakannya lebih jauh.
"Aku fikir Kakek guru akan bertanya lebih dalam." Gumam, Yinfeng dalam hati sambil mengelus-elus dada.
"Sekarang Kau harus berusaha sendiri nak, Kakek guru akan menunggumu di dunia kita." Kata guru Liuking.
"Jika Kakek guru pergi. Lantas bagaimana Aku dapat keluar dari sini." Kata Yinfeng.
"Setelah Kau menemukan Mutiara Perak, maka carilah pintu kedimensi selanjutnya."
"Tapi kakek."
__ADS_1
Belum sempat Yinfeng menyelesaikan perkataannya ternyata guru Liuking sudah hilang dari pandangannya.
"Aaaah,, Aku tidak boleh terlalu mengandalkan Kakek. Jika Aku ingin lebih kuat." Gumam Yinfeng.
Akhirnya Yinfeng memfokuskan kekuatan dari gabungan Permata Api Abadi dan Mutiara Salju Abadi keseluruh tubuhnya.
Dan ternyata.. Tiba-tiba tanpa Yinfeng duga tubuhnya memancarkan kilauan cahaya terang berwarna merah berlapiskan putih.
"Waahh, ternyata kekuatan gabungan dari Permata Api Abadi dan Mutiara Salju Abadi mampu membuatku bersinar." Gumam Yinfeng.
Setelah tubuhnya bersinar dengan cahaya terang, ia memusatkan fikirannya untuk mengetahui letak dari Mutiara Perak tersebut.
Tanpa butuh waktu lama untuk tubuh yang diakui oleh Permata Api Abadi dapat menemukan Mutiara Perak.
"Tetnyata disana letak dari Mutiara Perak itu, pantas saja Kakek guru begitu percaya jika Aku dapat menemukan Mutiara itu."
"Ternyata memang benar." Hehehe
Yinfeng tersenyum bangga.
........
Jika reader berkenan mohon baca juga novelku yang satunya ya..
Pendekar Lembah Siluman..
__ADS_1
Minta Saran dan Masukannya