Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Akhir Dari Xuan Cong


__ADS_3

Ternyata pilihan Yin Feng membagi tubuhnya menjadi dua adalah pilihan yang salah, sebab jelas kekuatan tubuh utama akan terbagi.


Namun Yin Feng tidak memperdulikan hal tersebut, yang jelas dirinya tak ingin orang terdekatnya terluka.


Ternyata kedua serangan dari Xuan Cong dapat dihancurkan oleh Yin Feng, serangan yang mengarah pada tubuh utama dihancurkannya sendirian.


Namun serangan yang mengarah pada Walikota Tian Long mampu ditahan oleh tubuh kedua milik Yin Feng dengan bantuan Monk Lie. "Terimakasih teman."


Monk Lie hanya menganggukkan kepala sambil tersenyum, karena memang sebelumnya Monk Lie sudah tidak sabar ingin bertarung bersama dengan Yin Feng.


Tubuh kedua kemudian kembali menyatu ke tubuh utama. "Akan aku tunjukan arti dari serangan pedang yang sesungguhnya."


Yin Feng mengalirkan elemen es dan elemen apinya pada pedang pencabut nyawa, energi dingin dan panas seolah dapat menyatu padahal harusnya kedua unsur harusnya saling bertolak belakang.


Ternyata Yin Feng mencoba mengkombinasikan kekuatan dari pedang pencabut nyawa dengan kedua elemen miliknya.


Ternyata itu cukup sulit dilakukan bila Yin Feng saat ini tidak memiliki kitab surgawi dalam tubuhnya, namun berkat bantuan kitab surgawi Yin Feng mampu mengkombinasikan kedua energi itu menjadi satu.


Pedang pencabut nyawa kini teraliri dua elemen yaitu elemen api dan elemen es. "Jurus Kelepok Jiwa."


Jurus kedua dari pedang pencabut nyawa telah dikeluarkan oleh Yin Feng, akan tetapi kali ini kelopak bunga yang muncul sebagian mengandung api dan sebagian lainnya mengandung es.


Kelopak-kelopak bunga menyelimuti Xuan Cong hingga tak terlihat, kali ini jurus dari kelopak jiwa lebih terlihat mengerikan dengan suhu yang sangat tidak stabil.


Semua kelopak bunga mengitari Xuan Cong yang lama kelamaan pergerakkan kelopak bunga terasa semakin cepat mengelilingi Xuan Cong.


Xuan Cong yang berada didalam awalnya terlihat meremehkan, namun disaat dirinya mengetahui bahwa kelopak-kelopak bunga tersebut dapat mengikis sedikit demi sedikit kekuatan jiwanya barulah ia merasa panik.


Sebisa mungkin mengerahkan seluruh kekuatannya untuk dapat menghancurkan pusaran kelopak bunga tersebut, namun usahanya sangat sia-sia saja.


Hawa panas seolah hendak membakar tubuh Xuan Cong, serta hawa dingin yang mulai menjalar keseluruh tubuh Xuan Cong bersamaan dengan membekunya sebagian badannya.

__ADS_1


Dimulai dari kaki terlebih dahulu hingga lama-kelamaan mulai menjalar hingga kepala Xuan Cong. "Apa ini bukannya panas dan dingin harusnya saling berlawanan? Mengapa kali ini aku dapat merasakan keduanya seolah menggrogoti kekuatanku."


Xuan Cong nampak mulai prustasi dan sangat kebingungan, sebab satu sisi elemen es saat ini menyerangnya tengah menggrogoti cairan bada tubuhnya.


Sedangkan elemen api yang dirasakannya saat ini tengah menguras sedikit demi sedikit kekuatan jiwanya. "Bagaimana ini bisa terjadi!! Aku dibuat tak berkutik saat melawan anak yang jelas-jelas tingkatannya lebih rendah dariku."


Tak terasa sedikit demi sedikit cairan maupun kekuatan jiwa Xuan Cong terkuras hampir habis. "Tunggu saja kau bocah! Akan ada seseorang yang akan membalaskan kematianku ini!"


Teriakan Xuan Cong terdengar oleh Yin Feng, Walikota Tian Long serta Monk Lie, setelah itu teriakannya pun hilang bersamaan juga dengan nyawanya.


Saat kelopak bunga menghilang barulah terlihat tubuh Xuan Cong yang kering krontang hanya tinggal kerangka tulang yang terbungkus kulit saja.


Waliikota Tian Long cukup terkejut saat melihat akibat dari jurus kelopak jiwa tersebut, dalam hatinya terbesit rasa was-was pada Yin Feng yang dikiranya telah mempelajari kekuatan iblis.


Setelah kekalahan Xuan Cong barulah Yin Feng, Walikota Tian Long menemui para warga yang sedang diungsikan ke tempat aman. Tak lupa Monk Lie merubah bentuk tubuhnya menjadi kera kecil yang sangat imut.


Setibanya di tempat pengungsian terlihat Qin Xua yang sangat khawatir akan keadaan Yin Feng dengan langsung berlari menghampirinya. "Kak Yin Yin syukurlah kau selamat, aku sudah sangat khawatir bila terjadi apa-apa padamu."


"Tidak.. Tidak akan terjadi apa-apa padaku selama ada paman Long bersamaku." Yin Feng melirik kearah Walikota Tian Long dengan mengedipkan salah satu matanya, tanda Walikota Tian Long tak boleh menceritakan semua yang telah terjadi pada Qin Xua.


"Baiklah semua wargaku karena berhubung penjahatnya sudah tewas, sekarang kalian semua bisa kembali ke rumah kalian masing-masing dengan tenang."


Walikota Tian Long memberikan kabar bahwa penjahat yang telah meresahkan mereka semua sudah disingkirkan dari muka bumi ini, jadi mereka semua bisa kembali ke kediaman mereka masing-masing tanpa perlu khwatir lagi.


"Horeee.. Akhirnya kita terbebas dari belenggu penjahat itu." Teriakan salah satu warga yang sangat bahagia bahwa kini mereka bisa hidup damai.


"Hore... Yee yee..


Terlihat anak-anak sangat senang melihat mereka akhirnya dapat bermain kembali, dan juga para gadis-gadis pun saking merasa bahagia mereka sampai menangis.


Saat semuanya merasa bahagia tiba-tiba ada seorang laki-laki tua renta datang menghampiri Walikota Tian Long. "Tuan tolong selamatkanlah putriku yang dulu pernah diambil paksa oleh para penjahat itu."

__ADS_1


Ternyata bukan hanya lelaki tua itu saja yang mengalami hal demikian, setelah lelaki tua itu meminta tolong pada Walikota Tian Long barulah sebagian yang lainnya mulai angkat bicara, perihal pengambilan paksa anak gadis mereka untuk dijadikan sebagai wanita penghibur.


"Apa ada yang pernah mengetahui dimana para penjahat itu menyekap anak gadis kalian? " Walikota Tian Long mencoba menanyai ke warganya tempat para gadis disekap.


"Saya hanya mengetahui sekilas tuan saat tidak sengaja aku mengikuti mereka diam-diam." Salah seorang warga angkat bicara perihal tempat yang dicurigainya saat berusaha membuntuti kawanan penjahat tersebut.


"Kalau begitu tunggu apa lagi, sebaiknya kita harus cepat memeriksa tempat yang dicurigai sebagai tempat para gadis ditawan." Walikota Tian Long dan yang lainnya kemudian bergegas menuju tempat dimana yang dicurigai sebagai tempat penyekapan para gadis.


Sesampainya di tempat tersebut Walikota Tian Long sedikit ragu. "Betul ini tempat yang dicurigai?


"Betul tuan, saya tidak mungkin salah lihat jelas-jelas para penjahat itu membawa para gadis ke tempat ini."


Ternyata tempat tersebut adalah tempat yang dimana dijadikan sebagai tempat suci oleh Walikota Tian Long pada saat ia memimpin kota.


Mereka kemudian mencoba masuk untuk memastikan apa yang dikatakan salah satu warga memang tidak berbohong adanya.


Sungguh terkejutnya mereka saat memasuki tempat yang dijadikan sebagai tempat suci, ternyata pemandangan pertama kali yang mereka lihat adalah berjejernya para gadis dengan tangan terikat, mata dan mulut tertutup.


Namun yang bikin mengiris hati adalah para gadis yang ada disana semuanya tanpa sehelai kain sedikit pun, dan juga sudah dalam kondisi pingsan lemah tak berdaya.


"Sebaiknya para lelaki tunggu diluar, tidak ada yang diperbolehkan masuk." Qin Xua yang merasa malu sebagai seoarang wanita, akhirnya memutuskan untuk mengurus semua wanita yang ada didalam sendirian.


Sebab saat disana tak ada perempuan lain selain Qin Xua, semua yang ikut untuk menyelamatkan para gadis kebanyakan adalah laki-laki.


Cukup lama Qin Xua berada didalam hal pertama yang dilakukannya adalah melepaskan ikatan serta penutup kepala para gadis.


Setelah itu barulah ia menyembuhkan luka maupun stamina para gadis agar dapat tersadar kembali, semua gadis sangat terkejut saat mereka mengetahui bahwa mereka tak mengenakan kain penutup sehelai pun.


"Sebaiknya kalian cari dan ambil apa saja yang bisa dijadikan kain penutup untuk sementara waktu." Qin Xua memerintahkan pada para gadis untuk mencari sesuatu di tempat tersebut yang bisa dijadikan sebagai kain penutup tubuh mereka.


.......

__ADS_1


__ADS_2