
Setelah kematian Xuan Cong dan anak buahnya, serta para gadis yang ditawan sebagian sudah sembuh.
Namun beberapa gadis masih ada yang trauma akibat pelecehan pada diri mereka yang dilakukan oleh para penjahat.
Kemudia para warga mengharapkan Walikota Tian Long bersedia memimpin kembali menjadi Walikota mereka.
Semua warga bersorak bahagia saat Walikota menerima tawaran dari warganya, ketika semuanya dalam keadaan bahagaia justru Yin Feng terlihat sangat kebingungan mencari ke berbagai sisi keberadaan dari Heiun Dan Heiuni.
"Mengapa dari tadi aku tidak melihat kakak beradik Heiun dan Heiuni. " Masih dalam keadaan yang bingung sambil tatapan matanya tetap mencari kebeberapa sisi.
Qin Xua yang sedari tadi mengamati dari kejauhan tingkah laku Yin Feng yang terlihat kebingungan mulai berjalan mendekatinya. "Ada apa Kak Yin Yin? Sepertinya terlihat bingung? Apa ada yang sedang dicari? "
"Iya, aku sedari tadi kenapa tidak melihat kakak beradik Heiun dan Heiuni?"
"Iya akupun tak melihat mereka, apa terjadi sesuatu dengan mereka? "
Walikota Tian Long yang sedikit mendengar Yin Feng sedang membicarakan Heiun dan Heiuni mendadak langsung mendekati Qin Xua dan Yin Feng.
"Sepertinya aku mendengar kalian membicarakan Heiun dan Heiuni, dimana mereka sekarang? Apakah kalian berdua melihat mereka? "
"Tidak paman, justru itu sedari tadi aku bingung mencari ke beberapa sisi namun tak mendapati keberadaan keduanya. " Yin Feng mencoba menerangkan akan kebingungannya.
**
Disisi lain didalam hutan terdapat dua anak laki dan perempuan yang sedang dalam keadaan lemah sambil tertatih-tatih dengan luka goresan disekujur tubuhnya, bahkan luka lebam menempel di muka keduanya.
"Kakak aku sudah tidak kuat lagi." Perkataan yang lemah dilontarkan dari mulut tipis adiknya yang sudah tidak kuat lagi, bersamaan dengan terjatuhnya ia ke tanah.
"Heiuni!! " Panggil sang kakak yang tidak lain adalah Heiun. "Kamu harus bertahan Heiuni, sebentar lagi kita akan sampai ke desa terdekat.
Akhirnya dengan keadaan sama-sama lemah dan terluka mereka sudah tak sanggup lagi untuk berjalan sampai ke desa terdekat.
Sebelum keduanya dalam keadaan terluka seperti ini, ternyata tempat tinggal dimana para anak yatim yang tidak memiliki orang tua, tempat itupun tidak luput dari kebringasan anak buah Xuan Cong.
Anak buah Xuan Cong dengan berjumlah 20 orang datang mengacau, membunuh siapa saja yang berani melawan.
Bahkan pengurus dari rumah yatim tewas ditangan anak buah Xuan Cong dengan sangat tak lazim, tubuh pengurus yang sudah terbunuh kemudian dimutilasi.
Semua anak yatim berjenis kelamin wanita ditangkap paksa, bahkan sampai ada anak buah Xuan Cong yang sudah tidak tahan lagi melampiaskannya ditempat langsung.
Dengan disaksikan semua anak buah yang lain bahkan juga para anak yatim laki dan perempuan.
Anak yatim laki-laki yang tak tahan atas kebejatan anak buah Xuan Cong, langsung mengerahkan seluruh tenaganya untuk dapat melawan kekejian penjahat-penjahat tersebut.
__ADS_1
Namun karena tingkat kekuatan mereka berbeda, walaupun jumlah anak yatim laki-laki lebih banyak dari anak buah Xuan Cong.
Namun tetap saja mereka tewas ditangan anak buah Xuan Cong, beruntung Heiun Dan Heiuni saat kejadian tengah keluar untuk membeli sesuatu.
Setelah selesai membeli sesuatu mereka kemudian pulang, akan tetapi alangkah sangat terkejutnya mereka berdua saat mendapati teman-temannya sudah tewas.
"Aaahh.. Apa yang sebenarnya telah terjadi?? " Heiuni sangat takut saat pertama kali melihat begitu banyak mayat teman-temannya.
Ternyata didalam masih ada dua anak buah Xuan Cong yang terkejut mendengar teriakan Heiuni, padahal mereka tengah menikmati tubuh anak yatim perempuan.
"Sialan.. Mengganggu saja, coba kau periksa teriakan siapa itu? " Salah satu anak buah Xuan Cong memerintahkan temannya untuk melihat teriakan siapa barusan itu.
"Ah tanggung nih, bentar lagi." Teman satunya justru tidak mempedulikan teriakan yang sedikit mengganggu, dengan tetap terus menikmati kenikmatan dunia itu.
"Yasudah biar aku saja yang melihatnya." Terpaksa salah satu anak buah Xuan Cong itu yang melihat.
Sungguh terkejut anak buah Xuan Cong saat melihat ada gadis cantik berdiri ditengah-tengah kereumunan mayat. "Waahh.. Ini baru legit, sebaiknya aku tangkap anak gadis itu dan ku serahkan pada ketua."
Anak buah Xuan Cong itu pun bergegas menghampiri Heiuni. "Hey anak cantik maukah kau ikut denganku?" Anak buah Xuan Cong itu berusaha membujuk dengan lembut.
"Siapa kamu? Apakah jangan-jangan kamulah yang melakukan semua ini? " Heiuni langsung ambil jarak sambil mengacungkan pedang ditangannya.
"Hei.. Hei, jangan galak begitu dong. Sebaiknya kau nurut saja atau aku akan membawamu dengan paksa." Yang awalnya berbicara lembut tiba-tiba anak buah Xuan Cong meninggikan suaranya.
"Jangan berani-beraninya kau menyentuhku!! " Heiuni mengancam anak buah Xuan Cong itu dengan tidak main-main.
Heiun yang tengah menelusuri setiap ruangan tiba-tiba terkejut saat membuka pintu sebuah ruangan. "Kau!! Apa yang sedang kau lakukan! Sungguh biadab! "
Heiun kemudian langsung menyerang anak buah Xuan Cong yang tengah menikmati mainannya, tanpa persiapan anak buah Xuan Cong itu pun membalas serangan Heiun dengan tangan kosong.
"Jurus Pusaran Angin. " Seketika pusaran angin keluar dan langsung melahap anak buah Xuan Cong, pusaran angin semakin lama semakin besar dan anak buah Xuan Cong tengah terperangkap didalamnya sambil berputar-putar.
Heiuni yang tengah beradu pedang dengan anak buah Xuan Cong satunya, terlihat sangat kualahan menghadapinya. "Sudahlah kau menurut saja, karena kau akan aku hadiahkan pada ketua."
"Tidak sudi!! " Heiuni mengangkat pedangnya keatas. " Jurus Pedang Ilusi. " Ternyata Heiuni sudah menguasai beberapa jurus pedang, diantaranya jurus pedang ilusi.
Bayangan ilusi Heiuni berpencar mengitari anak buah Xuan Cong. " Ingin bermain-main rupanya." Anak buah Xuan Cong sedikit meremehkan jurus pedang ilusi milik Heiuni.
"Jurus Tebasan Ganda. " Ternyata anak buah Xuan Cong membalas serangan dari Heiuni dengan jurusnya.
Ilusi Heiuni satu persatu mulai menghilang akibat dari jurua anak buah Xuan Cong, tapi tetap saja beberapa ilusinya sudah melesatkan serangan yang dapat melukai anak buah Xuan Cong tersebut.
Heiun yang tidak menduga bahwa musuh ternyata belum mati, saat dia menjatuhkannya dari ketinggian pusaran angin. "Jangan kira akan semudah itu untuk membunuhku! "
__ADS_1
Keduanya kemudian saling bertarung dengan tangan kosong, beberapa kali serangan demi serangan sama-sama berhasil mereka daratkan ditubuh lawan.
Hingga kemudian sang musuh menggunakan kekuatan penuh dan mengenai Heiun hingga terlempar keluar ruangan.
"Kakak. " Pandangan Heiuni teralihkan saat mengetahui Heiun terlempar keluar ruangan dengan terluka.
Tanpa menyia-nyiakan kesempatan sang musuh langsung mengayunkan pedang kearah Heiuni yang sedang teralihkan pandangannya.
"Awas Heiuni..!" Teriak Heiun memberitahu Heiuni bahwa musuh telah menyerangnya, reflek yang telat mengakibatkan serangan dari anak buah Xuan Cong sedikit mengenai bahu Heiuni.
Memang bila diperhatikan ternyata wajah Heiuni terlihat sangat cantik bila dibandingkan gadis lain, oleh sebab itu anak buah Xuan Cong sangat menginginkan Heiuni untuk dijadikan sebagai hadiah ketua mereka.
"Hahaha.. Percumah saja kalian melawan." Salah satu anak buah Xuan Cong yang melawan Heiuni berjalan mendekatinya, dan hendak meringkus Heiuni.
Namun tiba-tiba kaki musuh terperangkap oleh elemen tanah Hieun. "Tak akan aku biarkan kau menyentuh adikku!" Heiun berlari dengan cepat menyerang musuh.
Heiun berlari sambil membentuk bola-bola krikil tajam dan mengarahkannya pada anak buah Xuan Cong yang ingin menyentuh Heiuni.
Anak buah Xuan Cong tak jadi memegang Heiuni, dirinya memilih untuk menghindari setiap serangan krikil tajam yang dilesatkan Heiun. "Kurang ajar."
Pertempuran kembali terjadi keduanya sama-sama saling serang, hingga beberapa kali beradu serang keduanya sama-sama mengeluarkan kekuatan penuhnya.
Duaaaarrr...
Heiun dan musuh terpental jauh namun kali ini Heiun yang menggunakan kekuatannya terlalu berlebihan mengakibatkan dirinya terluka sedikit parah dengan memuntahkan darah segar.
Berbeda dari Heiun, justru musuhnya seketika langsung tewas dengan tertancap di runcingan-runcingan balok tanah yang dibuat oleh Heiun saat keduanya sama-sama terpental.
"Hahaha.. Kau pasti sudah tidak memiliki kekuatan lagi, apakah kau tidak menganggap bahwa masih ada diriku? " Salah satu anak buah Xuan Cong yang masih hidup berjalan perlahan kearah Heiun, seolah sudah siap untuk mengakhiri penderitaan Heiun.
Namun tanpa disadari saat sedikit lagi anak buah Xuan Cong itu mengayunkan senjatanya kepada Heiun, tiba-tiba sebuah serangan pedang menyerang dari arah belakangnya.
Jleeeebbb...
Anak buah Xuan Cong itupun menengok kebelakang dan mendapati bahwa adik Heiun yaitu Heiuni telah menusukkan pedangnya ke tubuh anak buah Xuan Cong itu. "Kau..!! "
Dengan sebisa mungkin anak buah Xuan Cong memusatkan kekuatan dan menghantamkan siku tangannya tepat pada perut Heiuni.
Heiuni terpental dengan memuntahkan darah segar, tak sampai disitu saja rupanya Heiun yang masih sedikit memiliki tenaga sisa melesatkan krikil-krikil tajam yang langsung menembus jantung musuh.
Jleeb.. Jleeb..
Seketika sang musuh pun tewas ditempat dan jatuh menimpa Heiun. "Uhukk.." Heiun merasa sesak pada dadanya akibat tertimpa badan musuh.
__ADS_1
Setelah terbunuhnya dua anak buah Xuan Cong Heiun dan Heiuni berusaha semaksimal mungkin untuk lari menjauh agar kawanan musuh tak dapat menemukannya.
........