
"Bagaimana ? Kau masih sanggup ?"
"Aku tidak akan menyerah." Teriak Yinfeng.
"Hahahaha... Tekadmu kuat juga."
Tanpa Yinfeng duga bayangan yang menyerupai dirinya menghilang, tergantikan sebuah dunia Ilusi.
Muncul sesosok Perempuan cantik yang terlihat sedang bersedih sambil menitihkan air mata melihat kearah Yinfeng.
"Nak... Kemarilah, peluk ibu sayang." Ucap, Perempuan cantik itu.
Walaupun ketika Ibunya meninggal Yinfeng masih bayi, tapi karena kurangnya belaian kasih sayang seorang Ibu membuatnya menangis.
"Hiksss... Hiksss... Ibu... Kaukah Ibuku." Tanya, Yinfeng sambil menangis.
"Iya Nak.. Akulah Ibumu."
"Mengapa Ibu meninggalkanku sendiri,
Aku sangat merindukanmu."
Yinfeng yang terbawa perasaan lalai akan tujuan dirinya datang kedunia Dimensi ini, karena sesungguhnya di dunia dimensi lapis kedua ini akan di tampakkan apapun yang membuat hati seseorang itu terganggu.
Namun tatkala Yinfeng yang sedang larut dalam perasaan dunia Ilusi, ada sesosok pria gagah muncul dengan berbaju Perguruan Macan Putih.
"Anakku..., Kaukah anakku." Kata pria gagah.
"Iya suamiku dia anak Kita." Kata sosok perempuan cantik.
__ADS_1
"Benarkah kalian berdua orang tuaku ?" Tanya Yinfeng.
"Benar Nak, Kami adalah orang tuamu."
Yinfeng yang sudah lama menantikan dapat bertemu dengan kedua orang tuanya segera berlari memeluk keduanya.
"Ayah.. Ibu.. Jangan tinggalkan Aku." Kata Yinfeng.
"Tidak Nak, Kami tidak akan meninggalkanmu."
"Sungguh ??"
"Iya Nak, Kami akan selalu bersamamu. Maukah Kau ikut dengan Kami." Ajak perempuan cantik.
"Tapi Ibu, bukankah kalian telah tiada." Kata, Yinfeng yang mulai menyadari jika itu semua adalah Ilusi
Ternyata dunia Ilusi itu adalah alat untuk memperlambat Yinfeng, agar pintu dimensi yang terhubung kedunia dimensi lapis tiga menghilang.
Sedangkan yang ada didepannya adalah sosok yang menyerupai mereka saja.
Setelah Yinfeng berhasil tersadar dari dunia ilusi akhirnya sosok yang menyerupai kedua orang tuanya menghilang, tergantikan sosok yang menyerupai dirinya pertama kali muncul.
"Hemmm... Kau ternyata cukup hebat, dapat tersadar dari dunia ilusiku. Sekarang Kau berhak mendapatkan Mutiara Hitam ini."
Kata, sosok yang menyerupai dirinya sambil memegang Mutiara Hitam.
"Jadi Aku telah berhasil." Kata, Yinfeng yang terkejut.
"Iya. Kau memang berhak mendapatkan Mutiara Hitan ini, karena hati dan fikiranmu masih bersih dan suci."
__ADS_1
"Aku harap Kau dapat berguna bagi orang lain, dan Kau dapat menegakkan keadilan dimuka bumi ini."
Setelah sosok itu memberikan Yinfeng Mutiara Hitam, kemudian ia memberikan sebuah Kalung.
"Aku berikan Kalung ini padamu, niscaya akan berguna tatkala Kau sedang dalam kesulitan, usap Kalung itu maka Aku akan muncul dihadapanmu."
"Dan dengan Kalung itu, Kau dapat bebas keluar masuk dunia dimensi ini sesukamu.
Sekarang pergilah lewat pintu dimensi yang ada disana itu."
Sebelum Yinfeng pergi ia memberikan penghormatan dan ucapan terimakasih atas hadiah yang telah diberikan kepadanya.
Yinfeng pun pergi lewat pintu dimensi itu, tatkala ia menginjakkan kakinya, tiba-tiba ia terkejut akan pemandangan yang nampak sperti dunia manusia.
Namun didunia dimensi lapis ketiga ini hanya dihuni oleh sebangsa binatang iblis.
Karena guru Liuking tak memberitahu Yinfeng akan hal itu, setelah tibanya ia di dunia lapis ketiga langsung di sambut oleh binatang iblis tingkat Mutiara Hijau yang berbentuk Laba-laba.
"Ahhh, sial.. Kenapa Kakek guru tidak bilang jika diduni dimensi lapis ketiga ini dihuni oleh binatang iblis." Gumam Yinfeng.
Sang binatang iblis Laba-laba mengeluarkan jaringnya mengenai Yinfeng, hingga ia terlilit.
"Sungguh sial." Gumam Yinfeng.
............
Maaf ya jika para reader berkenan mampirlah kenovelku satunya berjudul
Pendekar Lembah Siluman
__ADS_1
Like Komen jika tidak keberatan,