
Di pertarungan pertama pada babak semi final telah dimenangkan oleh Lioyen dari perguruan Singa Emas yang berhadapan dengan Roulan dari perguruan Elang Putih.
Kemudian untuk pertarungan kedua ini adalah pertarungan yang di tunggu-tunggu.
Baik itu dari perguruan Macan Putih maupun perguruan Macan Kumbang, karena tantangan dari guru Liuntai yang di tujukan untuk Yinfeng adalah penentu perguruan manakah yang terhebat dari keduanya. Namun bagi Yinfeng tantangan adalah harga diri seorang lelaki jika dirinya sampai tidak berani menerima tantangan itu.
Oleh sebab itu saat dirinya di tantang oleh guru Liuntai untuk berhadapan dengan muridnya di arena Turnamen, itu adalah sebuah permintaan yang harus dipenuhi.
Dan juga Yinfeng yang telah menyaksikan sendiri akan kearogansian Felixian terhadap lawan-lawannya.
Apalagi dua diantaranya adalah teman yang sama-sama dari perguruan Macan Putih yaitu Lourin dan Ning'er, keduanya mendapatkan luka yang cukup lumayan namun berkat pemahaman ilmu pengobatan dari Kitab Teratai Api Yinfeng akhirnya dapat memulihkan kondisi keduanya.
Wasit mubai mulai mengumumkan pertarungan selanjutnya yang akan menaiki arena yaitu Felixian dari perguruan Macan Kumbang melawan Yinfeng dari perguruan Macan Putih.
Keduanya pun sama-sama menaiki arena namun Felixian terlihat begitu tajam tatapannya terhadap Yinfeng, yang seolah-olah tidak akan mengampuninya karena Yinfeng telah melukai dua sahabatnya.
Setelah keduanya menaiki arena dan memberikan hormat pada Wali Kota Tianjien dan juga perwakilan dari kerajaan XienZue, barulah wasit Mubai menyuruh keduanya untuk berposisi siap karena pertarungan akan dimulai.
Doooooong....
"Aku sudah menanti-nantikan momen ini yang tidak akan pernah aku sia-siakan untuk membuatnya mati." Gumam, Felixian dalam hati dengan tatapan tajam kearah Yinfeng sambil tersenyum sinis.
Saat keduanya telah diposisi masing-masing ternyata Felixian sudah tidak sabar dengan segera dirinya mengeluarkan api-api kecil di tangannya.
"Aku akan sedikit main-main dulu denganmu." Ujar Felixian.
Yinfeng yang melihat Fekixian mengeluarkan bola api kecil di tangannya hanya tersenyum sambil terus memperhatikan apa yang akan dilakukan oleh Felixian, yang ternyata bola-bola api kecil di tangan Felixian dengan cepat ia lemparkan ke arah Yinfeng satu persatu.
Saat bola-bola api tersebut mendekati Yinfeng, ternyata cukup dengan satu jari telunjuk saja Yinfeng mampu membalikan bola-bola api tersebut kembali pada pemiliknya.
Felixian sempat tersentak kaget saat mengetahui Yinfeng membalikan bola-bola api kecil miliknya hanya dengan satu jari saja, saat bola-bola api kecil itu dikembalikan kepada pemiliknya, Felixian tidak mau kalah dia pun manahan bola-bola api itu dengan tangan kanannya.
Namun apa yang terjadi ternyata Felixian tidak mampu menahan bola-bola api kecil miliknya yang kemudian mamaksanya meningkatkan kekuatan untuk menahan bola api tersebut, tapi tetap saja ada bekas luka hitam di tangannya saat menahan bola api kecil miliknya itu.
Tanpa Felixian sadari saat Yinfeng memblikan serangan bola api kecil itu, ternyata Yinfeng sedikit menambahkan kekuatan api abadi pada bola api tersebut, sehingga panas dan kekuatan api tersebut berbeda dengan api milik Felixian.
"Kurang ajar.. Kenapa apinya bisa berubah lebih kuat dan makin panas, apakah anak ini memiliki api yang tidak biasa." Gumam, Felixian yang sedikit bingung.
Mengetahui hal tersebut tidak mungkin bagi dirinya melawan Yinfeng dengan kekuatan seperti ini, akhirnya Felixian manaikan tingkat kekuatannya di posisi maksimal, dengan sedikit teriakan keras tubuh Felixian berubah menjadi sedikit kekar dan ramput memerah layaknya api yang berkobar-kobar.
Dengan mata memerah seperti terbakar api dan dari dalam tubuhnya mengeluarkan hawa panas yang menyelimuti tubuh luar, hingga semua badan Felixian terlihat mengeluarkan kobaran api yang menyala-nyala.
Yinfeng sedikit terkejut akan perubahan Felixian yang berbeda kali ini dibandingkan saat tengah menghadapi lawan sebelum-sebelumnya.
"Hahaha.. Kenapa ?? Kau terkejut akan perubahanku ?" Teriak Felixian.
"Hemmm.. Cukup lumyan perubahanmu kali ini, membuatku sedikit bersemangat." Jawab Yinfeng.
"Hahaha.. Hari inilah saat-saat yang aku nantikan, aku sudah bersusah payah meningkatkan kekuatanku di tingkat masksimal hanya untuk dapat membunuhmu." Ujar Felixian dengan tertawa lepas.
"Hemm.. Membunuhku !! Itu tidak mungkin karena hari ini aku akan memberikanmu pelajaran."Ucap Yinfeng.
"Memberikanku pelajaran !! Hahaha.. Coba saja jika kau bisa."
Dengan cepat Felixian maju menyerang Yinfeng sampai-sampai kecspatan serangnya kali ini meningkat cukup pesat, hanya sekali maju Felixian sudah dapat menjangkah keberadaan Yinfemg.
Sebuah pukulan keras hendak mendarat di tubuh Yinfeng, namun dengan cepat Yinfeng membalas pukulan tersebut dengan pukulan juga.
Duaaaarrr...
Dua pukulan yang berbenturan menimbulkan ledakan yang cukup kuat, hingga masing-masing termundur kebelakang.
"Hemmm.. Ternyata tidak bisa diremhkan kekuatannya." Gumam Yinfeng.
Felixian kembali maju menyerang Yinfeng dengan melesat maju dengan cepat, hingga keduanya pun beradu pukulan. Terdengar suara ledakan hebat dari dua pukulan yang terus-terusan beradu.
Para penonton sempat dibuat tegang pada pertarungan kali ini, yang ternyata pertarungan kali ini lebih sengit dari pertarungan-pertarungan sebelumnya.
__ADS_1
Hingga beberapa kali pukulan keduanya menimbulkan percikan-percikan api, itulah yang membuat para penonton tegang dan menikmati tontonan pertarungan kali ini. Banyak yang beranggapan bahwa kali ini Yinfeng yang akan kalah.
Namun bagi Wali Kota Tianjien yang sedari awal telah memperhatikan para jagoan-jagoan muda bertarung, hanya tiga orang yang membuatnya sedikit terkejut yaitu Lioyen, Felixian dan Yinfeng.
Namun lebih mendominasi kepada Yinfeng karena sudah sangat lama sekali di dataran barat ini, perguruan Macan Putih tidak sampai pada putaran babak semi final. Oleh sebab itu Wali Kota Tianjien sangat antusias akan pertarungan Yinfeng kali ini.
Sedangkan perwakilan dari kerajaan XienZue yang juga sedari awal memperhatikan gerak-gerik Yinfeng, sangat terpukau akan pertarungan Yinfeng kali ini yang tidak berdampak apa-apa saat api milik Felixian mengenainya.
Hingga perwakilan kerajaan tersebut hendak memberi tahu kepada raja Xien-Zue yang terkenal dengan sebutan Raja Rubah Putih karena raja tersebut memiliki peliharaan Binatang Iblis berbentuk Rubah berwarna Putih yang sangat setia dengan raja.
Di arena setelah beberapa kali keduanya beradu pukulan barulah keduanya saling mengatur nafas masing-masing, namun kali ini terlihat Yinfeng sedikit kualahan menghadapi Felixian.
Karena Yinfeng hanya mengandalkan kekuatan dari permata api abadi saja, setelah dirasa sudah teratur nafasnnya Yinfeng kemudian meningkatkan kekuatannya dengan menggabungkan antara kekuatan permata api abadi dengan kekuatan mutiara salju abadi.
Hingga membuat Yinfeng mengalami perubahan pada kekuatannya yang terlihat sangat kuat, dari dalam tubuhnya mengeluarkan hawa panas dan dingin yang menyatu menjadi satu.
Membuat tubuhnya terselimuti aura putih kental dan asap putih yang mengelilingi tubunya.
"Sekarang aku siap memberikanmu pelajaran." Ucap Yinfeng.
"Hahaha.. Ini baru menarik." Ujar Felixian.
Keduanya pun sama-sama maju menyerang kembali menghantamkan sebuah pukulan keras.
Duaarrr.. Duarrr..
Sebuah pukulan yang Tinfeng keluarkan kali ini lebih hebat dari sebelumnya, hingga mengakibatkan tangan Felixian merakan sakit saat beradu pukulan dengan Yinfeng.
Namun kali ini Yinfeng telah serius tanpa berhenti dilesatkan beberapa kali pukulan kepada Felixian, dengan kedua tangnnya Felixian pun menahan dan membalas setiap pukulan yang Yinfeng lesatkan.
Hingga pada akhirnya Felixian terpukul mundur saat Yinfeng berhasil mendaratkan sebuah pukulan kuat yang mengenai dada Felixian, hingga membuatnya cukup merasakan sakit pada dada beserta cukup banyak memuntahkan darah.
"Hahaha.. Boleh juga kau." Teriak Felixian.
Kemudian Felixian mengusap darah yang menempel di mulutnya, dan mengangkat kedua tangannya ke atas sambil meneriakkan sebuah jurus yaitu Jurus Badai Api.
Sebuah hembusan hawa panas dan sebuah api besar mengarah pada Yinfeng membuat Yinfeng terjebak didalamnya, namun sebenarnya api tersebut tidak akan mempan membakar Yinfeng. Walaupun orang-orang melihat Yinfeng ada di dalam badai api tersebut.
Namun badai api tersebut tiba-tiba menyusut sedikit demi sedikit, sampai pada akhirnya hanya menyisahkan sebuah api ukuran sedang yang berada di tangan kanan Yinfeng.
Seluruh penonton dibuat heran atas apa yang Yinfeng lakukan, begitupun Felixian yang terkejut dan menganga mulutnya tidak pernah terbayang dalam fikirannya bahwa badai api miliknya mampu di jinakkan oleh Yinfeng.
Tapi bagi guru Xinhai, Lourin dan juga Ning'er sudah tidak terkejut dengan hal itu, sebab mereka mengetahui lebih dahulu saat Yinfeng menghadapi Zieming pada Turnamen Kedewasan yang di adakan di perguruan Macan Putih.
Yinfeng yang membawa api ukuran sedang ditangan kanannya lalu melemparkan ke arah Felixian, saat api sedang itu hendak mengenai Felixian ternyata Felixian sudah mengeluarkan jurus selanjutnya yaitu Jurus Guntur Api.
Seketika terdengar suara guntur yang keras dari langit dengan memercikan api, kemudian guntur itu menyambar-nyambar di arena hingga api sedang milik Yinfeng pun terkena sambaran guntur api tersebut, Sampai Menimbulkan ledakan yang kuat.
Tak hanya itu saja guntur api milik Felixian kali ini hendak menyambar Yinfeng, namun Yinfeng sudah mempersiapkan itu dengan sebuah perisai es yang yelah dibuatnya.
Tapi lama-kelamaan perisai es yang telah Yinfeng buat retak sedikit demi sedikit, hingga pada akhirnya pecah berkeping-keping perisai tersebut. Membuat Yinfeng terkena sambaran guntur api pada tubuhnya.
Seketika membuat Yinfeng mengalami sedikit rasa sakit pada tubuhnya akibat sambaran guntur api milik Felixian, namun itu tidak dapat melukai Yinfeng sedikit pun. Semua mata yang menyaksikan hal tersebut dibuat terpana dan tidak percaya akan apa yang mereka lihat.
Bahwa tubuh Yinfeng tidak terluka sedikit pun akibat sambaran guntur api milik Felixian itu, tidak berbeda jauh dengan Felixian yang terkejut dan bingung bercampur tidak percaya akan apa yang terjadi pada Yinfeng.
Apaa ?? Bagaimana mungkin !! Teriak Felixian.
"Hemmm.. Percumah saja jika kau menggunakan jurus apimu itu padaku." Ucap Yinfeng.
Felixian yang semakin tersulut emosinya dan makin membara amarahnya, seketika dirinya mengeluarkan pedang berwarna merah menyala yang terkenal dengan julukan Pedang Api Kemarahan.
"Akan aku perlihatkan jurus terhebat dari pedang Api Kemarahan ini." Teriak Felixian.
Yinfeng yang melihat pedang ditangan Felixian sedikit merasakan kekuatan yang di perlihatkan pedang tersebut, namun itu tidak akan menimbulkan luka serius pada Yinfeng karena permata api abadi akan melindungi Yinfeng.
Oleh sebab itu Yinfeng masih terlihat santai walaupun Felixian sudah mengerahkan seluruh kemampuannya, Yinfeng kemudian mengeluarkan pedang Harimau Peraknya dan hendak di kombinasikan dengan kekuatan dari mutiara salju abadi.
__ADS_1
Felixian mulai mengayunkan pedang api kemarahannya ke arah Yinfeng.
Wuuussshhh...
Sebuah api keluar dari ayunan pedang tersebut hingga api itu membentuk seekor burung api.
Yinfeng yang sudah mengeluarkan pedang Harimau Peraknya kemudian mengeluarkan jurus Cakaran Harimau dengan di tambah kekuatan dari mutiara salju abadi, membuat jCakaran Harimau yang keluar makin terlihat putih dan sedikit memiliki hawa dingin.
Duaaaaaaarrrr.....
Terjadi sebuah ledakan hebat dari kedua jurus yang bertemu, hingga menimbulkan kepulan asap putih dan sebuah api kecil terlihat memenuhi arena.
Terlihat Felixian sedikit mengalami luka pada bahu kanannya hingga darah pun menetes dari luka tersebut, namun berbeda dengan Yinfeng yang masih berdiri kokoh tanpa adanya luka pada tubuhnya.
Untuk kesekian kalinya mata yang menyaksikan Yinfeng tidak terluka sedikit pun membuat mereka saling mencubit satu sama lain, karena saking tidak percayanya mereka seakan seperti mimpi di siang hari.
"Apaa ??" Felixian yang tidak percaya apa yang dilihatnya, sebuah jurus hebatnya dapat dipatahkan dengan mudah oleh jurus milik Yinfeng.
Namun belum sempat dirinya menutup mulutnya karena menyaksikan tidak terjadi apapun pada Yinfeng, Yinfeng sudah mengeluarkan perisai esnya untuk mengurung mereka berdua di dalamnya.
Barulah di dalam perisai es tersebut Yinfeng memberikan Felixian sebuah pukulan yang sangat kuat hingga membuat tubuh Felixian mengalami luka dalam yang cukup serius.
"Pukulan ini untuk temanku Ning'er."
Kemudian Yinfeng menambahkan pukulan satu kali lagi pada tubuh Felixian hingga membuat Felixian pada akhirnya tergeletak tak berdaya di atas arena dengan darah mengalir di setiap bekas pukulan Yinfeng.
"Dan yang ini untuk temanku Lourin."
Setelah Felixian sudah tidak dapat bergerak lagi barulah Yinfeng membuka perisai yang menutupi mereka berdua.
Melihat Felixian tergeletak tak berdaya guru Liuntai dengan segera melompat naik ke atas arena dan hendak menyerang Yinfeng, namun dengan cepat wasit Mubai menghalangi guru Liuntai.
"Minggir kau Mubai, aku tidak ada urusan denganmu." Ucap guru Liuntai.
"Kau fikir dengan menyerangnya bukan urusanku." Ucap wasit Mubai.
Saat guru Liuntai yang sudah memuncak kemarahannya tiba-tiba dia menyerang wasit Mubai dengan pukulan keras yang telah dilapisi api, namun wasit Mubai mampu menghindari pukulan tersebut.
Tapi ternyata pukulan tersebut hanyalah pengalihan agar guru Liuntai dapat menyerang Yinfeng, saat pukulan guru Liuntai hendak mengenai tubuh Yinfeng tiba-tiba sebuah tangan terlihat menghentikan pukulan guru Liuntai.
"Kau tidak berhak menyerang dirinya."
Terlihat sesosok peria dengan baju persis dengan yang dikenakan Yinfeng, dialah guru Xinhai.
"Dia harus membayar akibat telah melukai muridku." Teriak guru Liuntai.
"Sebelum kau melukai muridku hadapi aku terlebih dahulu." Ucap guru Xinhai.
Namun tiba-tiba terdengar hentakan kaki yang membuat lantai arena menjadi sedikit gempa.
"Liuntai.., Apakah kau sudah bosan hidup, hingga berani-beraninya mengacau acara ini." Bentak Walikota Tian-Long.
Seketika guru Liuntai tertunduk tak berdaya dihadapan Walikota Tianlong.
"Lebih baik kau cepat bawa muridmu ke ruang perawatan sebelum terjadi sesuatu dengannya." Ucap Walikota TianLong.
Dan akhirnya guru Liuntai besarta tim medis membawa Felixian ke ruang perawatan untuk segera diobati.
Barulah kemudian guru Xinhai turun dari arena dan duduk di tempatnya kembali, namun Walikota TianLong masih memandangi ke arah Yinfeng seakan hendak mengatakan sesuatu.
Kemudian Walikota TianLong hanya tersenyum kepada Yinfeng tanpa ada sepatah kata pun, sebelum akhirnya kembali ke tempat duduknya.
Wasit Mubai pun mengumumkan pemenang dipertarungan kali ini yaitu Yinfeng dari perguruan Macan Putih.
......
Maaf ya kawan semua jika up hanya bisa 1 episode, karena di bulan Ramadhan ini author ingin fokus untuk bisa menyelesaikan tilawah Alquran.
__ADS_1
Semoga kalian juga bisa fokus dalam beribadah di bulan ramadhan ini, walaupun di masa pandemi corona. Jadikan musibah sebagi ladang untuk kita terus beribadah ya.
"Selamat menjalankan ibadah puasa."