Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Cakar Iblis


__ADS_3

Yinfeng kemudian segera menolong guru Xinhai saat mengetahui masih bernafas, dengan mengeluarkan sebuah pil barulah Yinfeng meminumkannya. Tidak lama dari itu guru Xinhai mulai membuka matanya.


Ketika guru Xinhai membuka mata dirinya amat merasa sakit pada tubuhnya, ternyata serangan Dongmen sempat membuat guru Xinhai terluka parah saat dirinya terpental jauh dan menabrak pagar.


"Guru Xin.., Apakah anda masih dapat bergerak ?" Tanya Yinfeng.


"Aku sudah tidak apa-apa, hanya sedikit rasa sakit pada tubuhku." Jawab guru Xinhai.


Yinfeng kemudian berdiri kembali melihat kearah Dongmen dengan tatapan tajam dan amarah yang mulai memuncak, kembali dirinya meningkatkan aura penghakiman.


Kali ini Yinfeng hampir menggunakan seluruh tenaga dalamnya untuk membuat Dongemen tak dapat menahan kuatnya tekanan dari aura penghakiman itu, sampai-sampai membuat Dongemen jatuh tersungkur ke tanah.


Saat itulah Yinfeng mulai mendekati Dongmen yang sudah jatuh tersungkur di tanah, namun saat Yinfeng sudah dekat dengan Dongmen sebuah bayangan hitam muncul hendak menyerang Yinfeng.


Dengan cepat Yinfeng mundur dan mengeluarkan bayangan harimaunya untuk menahan bayangan hitam itu, saat Yinfeng mundur ternyata tekanan aura penghakiman sedikit memudar.


Yang membuat Dongmen kini dapat berdiri dan menggerakkan badannya kembali, tidak mau diremehkan oleh anak kecil dengan segera Dongmen mengeluarkan jurus Cakaran Kegelapan.


Berbagai bayangan cakar berwarna hitam muncul mengarah kearah Yinfeng, dikeluarkannya jurus Cakaran Harimau dengan mengayunkan pedangnya.


Sebuah bayangan hitam yang masih beradu dengan bayangan harimau, ditambah lagi berbagai bayangan cakaran-cakaran saling beradu.


Duuaaaarrrr.... Duuaaaaarrr....


Bertubi-tubi serangan demi serangan saling dilesatkan, sempat membuat Yinfeng maupun Dongmen terpental mundur saat masing-masing beradu jurus. Guru Liuking yang menyaksikan Yinfeng sempat heran dan tidak menyangka.


Bahwa Yinfeng dapat bertarung imbang dengan Dongmen, jelas-jelas Yinfeng hanya ditingkat Langit tahap menengah 9 sedangkan Dongemen sudah ditingkat Langit tahap akhir 8.


Guru Liuking tidak mau tinggal diam melihat Yinfeng hanya bertarung sendirian dengan cepat dirinya menghilang, dan secara tiba-tiba muncul dihadapan Dongmen dengan sebuah pukulan yang sudah disiapkan.


Jeduuaaaakkk...


Sebuah pukulan keras mengenai tubuh Dongmen hingga membuatnya termundur kebelakang dengan sedikit memuntahkan darah.


"Hahaaha.. Dasar tua bangka licik."


Dongmen akhirnya menambah kekuatannya kebatas maksimal.


Heyaaaaaaa....


Teriakan keras Dongmen membuat bebatuan kecil sampai terangkat keatas, dari tubuhnya mengeluarkan asap gelap serta munculnya sayap bada badannya.

__ADS_1


Wajahnya berubah lebih mengerikan hingga munculnya gigi taring menambah buasnya Dongmen, seketika dikepakkan sayap dan dia pun terbang.


"Hahahaa.. Inilah wujud baruku, akan aku akhiri hidup kalian dan akan aku ratakan perguruan ini dengan tanah."


Guru Liuking terkejut akan perubahan Dongmen yang menyerupai iblis, begitupun Yinfeng dia sangat terkejut akan perubahan dan kekuatan yang Dongmen pancarkan saat ini.


Dongmen terbang menyerang keduanya dengan kecepatan tinggi, menyambar guru Liuking dengan cakarnya.


Craaaaassss....


Guru Liuking menahannya dengan kedua tangan hingga menimbulkan luka cakaran yang membekas pada kedua tangannya.


Dongmen kembali terbang dan giliran Yinfeng kali ini sebagai targetnya, dengan kecepatan penuh Dongmen terbang hendak menyambar Yinfeng. Dengan cepat Yinfeng menggunakan jurus perpaduan api dan es.


Sebuah tembakan dengan kobaran api yang begitu menyala-nyala dengan berlapiskan es, sehingga menambah kekuatan serang dua kalilipat, namun tembakan demi tembakan mampu Dongmen hindari dan saat cakarnya hampir menyentuh Yinfeng.


Haaaauuuuurrrrr.....


Sebuah auman harimau Yinfeng keluarkan yang membuat Dongmen seketika terjatuh ketanah sambil memegangi telinganya, karena auman yang dikeluarkan Yinfeng kali ini lebih kuat daripada saat di Turnamen.


Setelah melihat Dongmen terjatuh Yinfeng kembali menembakkan esnya, dengan seketika Dongmen membeku saat terkena tembakan es milik Yinfeng. Sambil masih memegangi telinganya Dongmen teriak dengan sangat kencangnya.


Dan menggunakan Mata Batinnya untuk dapat mengetahui pergerakan dari Dongmen, ternyata Dongmen hendak mencoba menyerang Yinfeng dari arah belakang.


Tapi dengan mata batinnya sangat mudah bagi Yinfeng untuk mengetahui arah Dongmen akan menyerang, saat sebuah cakaran hendak menyentuh punggung Yinfeng, sebuah dinding es tebal ternyata sudah Yinfeng siapkan.


Dengan sangat cepatnya dinding es itu sudah melindungi Yinfeng dari cakaran Dongmen, saat cakaran itu menyentuh dinding es hanya sebuah retakan kecil saja yang ditimbulkan oleh serangan cakar Dongmen.


Melihat serangannya tidak terlalu berefek Dongmen kemudian menyerang dinding es milik Yinfeng dengan jurus cakaran iblis api, sebuah wujud menyerupai tubuh manusia namun berbedanya wujud ini terbuat dari api.


Siapapun yang terkena jurus ini tidak akan pernah selamat, ternyata wujud tersebut adalah jelmaan dari iblis api sehingga panasnya api ini lebih panas dari api-api yang lainnya.


Yinfeng menahan serangan itu dengan jurus elemen api dan esnya, namun ternyata jurus milik Yinfeng tak mampu meredam iblis api sehingga iblis api itu menembus pertahanan Yinfeng.


Saat iblis api hendak menyerang Yinfeng dengan cepat seseorang telah menyelamatkannya, sehingga dia lolos dari serangan iblis api. Sosok tersebut adalah guru Liuking yang menghilang dan dengan cepat menyelamatkan Yinfeng.


"Cukup cepat juga kau tua bangka, namun jangan senang dulu." Ucap Dongmen.


Dongmen kembali melesatkan jurus Cakaran Iblis Api yang lebih besar dengan cepat melesat mengarah ke guru Liuking dan Yinfeng.


"Gunakan elemen api dan esmu, akan guru gabungkan dengan jurus yang telah dia curi."

__ADS_1


Dengan segera Yinfeng mengeluarkan elemen es dan api yang telah dirinya satukan, guru Liuking pun mulai mengangkat tangan kanannya. Keduanya siap untuk menyatukan jurus tersebut.


Dengan sama-sama mengarahkan jurus yang diawali jurus milik Yinfeng gabungan elemen api dan es, saat jurus yang dilemparkan Yinfeng mengenai iblis api guru Liuking juga sudah melesatkan jurus Tapak Api Pembakar Sukma.


Kombinasi dua jurus yang dilesatkan secara bersamaan ternyata membuahkan hasil, saat kedua jurus itu berbenturan dengan iblis api sontak daya ledaknya sangat dahsyat, hingga membuat tanah bergetar.


Serta membuat sisa-sisa bangunan hancur semua puing-puing yang ada disekitar pertarungan tersapu bersih, hanya menyisahkan debu yang berterbangan sampai menutupi pandangan.


Baik Dongmen guru Liuking dan Yinfeng sampai terseret beberapa meter akibat ledakan dahsyat itu, saat debu yang sudah mulai mereda dan menipis ternyata masing-masing masih terlihat berdiri dengan nafas yang terengah-engah.


"Kurang ajar ternyata mereka mampu mengimbangi jurusku." Gumam Dongmen.


Dongmen semakin marah dia pun mulai menghilang dan meneriakkan sebuah jurus


Jurus Tendangan Halilintar


Tanpa sempat Yinfeng menggunakan ilmu mata batin, akhirnya dirinya terkena jurus tendangan halilintar milik Dongmen.


Jeddduuuuaaaaarrr...


Yinfeng terpental jauh dengan darah menyembur dari mulutnya dan jauh ketanah, guru Liuking tidak menyangka bahwa yang jadi target serangan Dongmen adalah Yinfeng. Padahal Yinfeng tepat berada dibelakang guru Liuking dua meter.


Yang ternyata Dongmen memang sengaja menargetkan Yinfeng dari awal, karena dia merasa Yinfeng masih memiliki kekuatan yang disembunyikannya. Sehingga serangan kali ini dilesatkan dari arah samping kiri bukan dari arah depan.


Saat Dongmen mulai menampakkan diri sebuah pukulan dengan sangat cepat mengarah kearahnya.


Jeddduaaaakkkkk...


Dongmen terkena satu pukulan keras dari arah belakang, membuatnya terpental jauh dan terjatuh di tanah dengan darah yang bercucuran.


"Kurang ajar kau semut pengganggu." Bentak Dongmen yang secara cepat mengeluarkan jurus tendangan halilintarnya.


Jedduaaaaaarrrrr....


Jurus Dongmen tepat mengenai perut seseorang itu hingga membuat seluruh isi perut keluar, dengan darah yang menyembur ke segala sisi.


"Guru Xinhaii..."


Sebuah teriakan keras diucapkan dengan nada marah serta sedih yang bercampur aduk menjadi satu, walaupun dirinya dalam keadaan terluka.


......

__ADS_1


__ADS_2