Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Pil Kebal Racun


__ADS_3

Setelah mendengar perkataan dari Yin Feng raja Tang San terdiam, tetapi justru Lin Kiong masih saja memperkeruhnya. "Kalau tidak biarkan saya saja yang menggeledah anak itu wahai raja."


Raja Tang San mengangkat tangan kanannya tanda tidak lagi memperpanjang masalah, dan memberi isyarat pada panitia untuk mengambil alih pada acara selanjutnya.


Panitia kemudian mengumumkan perolehan hasil poin dari masing-masing peserta.


Yin Feng 1000 Poin.


Ying Yin 700 Poin.


Lin Kiong 600 Poin.


Dan Ren 500 Poin.


Setelah panitia mengumumkan perolehan hasil poin dari masing-masing peserta, dan karena hari pun sudah menjelang malam akhirnya acara turnamen dilanjutkan lagi besok pagi.


Semua para peserta turun dari arena turnamen dan kembali ke tempatnya masing-masing, saat Yin Feng kembali ke tempat dimana Walikota Tian Long dan yang lainnya berada.


Semua wajah terlihat gembira dengan senyuman lebar, terutama Walikota Tian Long yang pertama kali menyambut kedatangan Yin Feng. "Feng er.." Panggil Walikota Tian Long yang langsung memeluk Yin Feng. "Paman sangat bangga padamu."


"Terimakasih paman, semua ini juga berkat bantuan dari paman Long." Ucap Yin Feng.


"Kak Yin Feng." Panggil Qin Xua pelan namun tetap terdengar. "Xua er sangat khawatir saat kakak tak kunjung juga keluar dari dalam danau."


"Iya Feng er.. Apa sebenarnya yang telah kau lakukan didalam sana, sampai begitu lamanya." Tanya, Walikota Tian Long sedikit penasaran.


"Hehe maaf, karena didalam sana banyak terkandung energi jadi aku tidak mau menyia-nyiakannya." Ujar Yin Feng.


"Oh.. Yasudah kalau begitu lebih baik kita kembali ke ruangan kita untuk bersitirahat." Ternyata panitia sudah menyiapkan dari masing-masing perwakilan sebuah rumah untuk mereka dapat beristirahat.


Sesampainya disana Yin Feng meminta satu kamar kusus agar dapat meningkatkan kekuatan, dan meminta kakek Xio Fang untuk menemaninya berlatih.


Dan selama Yin Feng berlatih dengan kakek Xio Fang dirinya berpesan agar tak ada yang mengganggunya, semua dapat memaklumi karena memang Yin Feng perlu berlatih agar dapat memenangkan turnamen esok hari.


Saat didalam kamar Yin Feng kemudian menceritakan apa yang dilihat dan dialaminya pada kakek Xio Fang, saat sedang berada didalam danau merah.


Yin Feng menceritakan dengan sedetil-detilnya kepada kakek Xio Fang, saat awal mula dia memasuki istana lalu mendapatkan rumput merah darah.


Untuk masalah bertemu roh kaisar Han Yue dan juga warisan kitab syurgawi Yin Feng tak ingin menceritakannya, dirinya lebih menginginkan untuk mempeljarinya sendiri.

__ADS_1


"Kakek Xio Fang sempat terkejut setelah Yin Feng menceritakan apa yang dialaminya dan di dapatkannya. "Jadi.. Kau benar-benar telah mendapatkan rumput merah darah."


"Iya guru, lalu bagaimanakah cara agar rumput itu dapat digunakan." Tanya Yin Feng merasa tidak sabar.


Yin Feng kemudian mencoba untuk mengeluarkannya dari kalung ruang hampa, baru pertama kalinya kakek Xio Fang dapat melihat rumput merah darah.


Walaupun memang kakek Xio Fang lebih mengetahui manfaat dari rumput merah darah, akan tetapi itu semua hanya tercatat didalam kitab pemberian sang guru.


"Sebentar Feng er.." Kakek Xio Fang mencoba untuk membuka kitab pemberian sang guru yang berisikan tentang racun terlebih dahulu, diterangkan bahwa agar kesempurnaannya mendekati 90% ada dua bahan tambahan yang harus ditambahkan.


Diterangkan dua bahan tambahan tersebut yaitu air kehidupan dan rumput tiga warna. "Untung saja aku telah mendapatkan dua bahan tambahan itu guru." Segera Yin Feng mengeluarkan dua bahan tambahan tersebut dari kalung ruang hampa miliknya.


"Bagus Feng er." Tak ingin berlama-lama kakek Xio Fang kemudian mengeluarkan tungku Naga Kembar, untuk dapat menyuling rumput merah darah dan dua bahan tambahan menjadi sebuah pil.


Sekitar kurang lebih sepuluh menitan barulah penyulingan yang dilakukan kakek Xio Fang dapat diselesaikan, dan tiga pil kebal terhadap semua jenis racun pun tercipta.


"Ini." Kakek Xio Fang memberikan tiga pil tersebut kepada Yin Feng. "Segeralah kau minum pil ini agar kedepannya tidak terjadi apa-apa lagi padamu saat menghadapi musuh dengan racun yang mematikan."


"Terimakasih guru." Yin Feng duduk terlebih dahulu sebelum dapat menelan pil tersebut, sebuah reaksi muncul saat Yin Feng sudah menelannya.


Terasa seluruh tubuh Yin Feng seakan lemas tak bertenaga, dengan wajah yang mulai memucat dan juga banyak mengeluarkan keringat dari badannya.


Akan tetapi setelah Yin Feng dapat menetralisir efek dari pil tersebut, tubuhnya kembali bertenaga dan wajah pucatnya kembali terlihat segar.


"Hemm." Kakek Xio Fang kagum terhadap muridnya itu, dengan memperlihatkan senyuman kebahagiaan. "Sekarang kau telah memiliki tubuh kebal racun Feng er, dan untuk membuktikannya.."


Kakek Xio Fang mengeluarkan sebuah botol kecil yang didalamnya terdapat racun kualitas tinggi. "Minumlah.. Maka kau akan mengetahuinya sendiri."


Tanpa banyak bertanya Yin Feng mengambil botol kecil tersebut, pertama kali saat Yin Feng membuka tutup botolnya ia mencium aroma tak sedap. "Ughh.. Mengapa rasanya ini seperti racun."


Sejenak Yin Feng terdiam. "Tapi mengapa guru tak mengatakan bahwa ini racun, atau jangan-jangan guru ingin.." Lamunan Yin Feng seketika terhenti saat suara kakek Xio Fang mengagetkannya. "Kenapa kau malah terdiam Feng er.. Apakah kau ragu?"


"Hihi." Kakek Xio Fang sedikit tertawa kecil. "Jika kau tak meminumnya bagaimana kau dapat mengetahuinya." Ujar kakek Xio Fang meyakinkan Yin Feng.


Akhirnya dengan menarik nafas Yin Feng meminum racun pemberian kakek Xio Fang itu, awalnya Yin Feng sedikit merasa mual namun lama kelamaan tak terjadi apa-apa padanya.


"Hemm.. Tidak diragukan lagi, memang kasiat dari rumput merah darah sangat luar biasa." Ujar kakek Xio Fang.


Yin Feng nampak senang dengan membungkukkan badan kepada gurunya. "Terimakasih guru, berkat guru aku akhirnya memiliki tubuh kebal racun."

__ADS_1


"Tak perlu berterimakasih saat awal guru bertemu denganmu, guru sangat yakin bahwa kau adalah murid yang berbakat oleh sebab itu guru menerimamu."


**


Disisi lain disebuah ruangan ternyata Lin Kiong tengah bersama gurunya dan juga para manusia bertopeng, sedang membicarakan sebuah rencana. "Bagaimana ini guru?"


"Sebenarnya guru sedikit curiga dengan anak yang bernama Yin Feng itu, benarkah dia tidak mendapatkan rumput merah darah."


"Akupun merasa demikian guru, dan juga saat dia telah mengalahkan raja binatang iblis aku melihat dia mendapatkan token langit." Ujar Lin Kiong.


Apa?? Token langit!! Bagaimana itu bisa muncul disana?" Guru Lin Kiong sangat terkejut dan tidak menyangka bahwa token langit akan muncul di dataran selatan ini. "Bagaimanapun caranya kita harus bisa merebutnya dari anak itu."


"Memang bagaimana caranya guru?" Tanya Lin Kiong penasaran.


"Kita akan mengambilnya nanti saat turnamen ini selesai, jika kita mengambilnya disini takutnya rencana yang telah kita sepakati dengan raja kegelapan akan sia-sia." Ujar, guru Lin Kiong yang tidak lain bernama Gou Lang.


Kesepakatan yang telah disepakati antara Lin Kiong dan gurunya Gou Lang dengan raja kegelapan yaitu, keinginan keduanya bisa dapat menduduki tahta kerajaan yang sekarang dirajai oleh raja Tang San.


Oleh sebab itu guru Gou Lang tak ingin kesepakatan tersebut gagal, untuk sebuah rencana pengambilan token langit dari tangan Yin Feng.


Guru Gou Lang meminta agar orang-orang dari pasukan kegelapan mau membantunya, karena dia mengetahui bahwa orang-orang yang bersama Yin Feng salah satunya ada yang berkemampuan tinggi.


"Kiong er.. Apa kau merasa bahwa anak itu telah berhasil mendapatkan rumput merah darah?" Tanya guru Gou Lang.


"Aku sangat yakin guru bila anak itu sebenarnya telah mendapatkan rumput merah darah, walaupun dia tidak mengakuinya." Ujar Lin Kiong.


"Hemm.. Kalau begitu, besok saat kita menghadangnya lebih baik kita habisi saja dan mengambil semua yang dimilikinya."


"Setuju guru, itu pilihan yang sangat bagus." Ujar Lin Kiong.


"Dan untuk besok saat di arena, kau gunakan pil ini." Guru Gou Lang memberikan Lin Kiong sebuah pil berwarna hitam. "Pil apa ini guru?" Tanya Lin Kiong penasaran.


"Pil ini agar kau bertambah kuat, tapi ingat gunakanlah saat kau sudah dalam keadaan terdesak." Ujar guru Gou Lang.


"Baik guru."


Author sangat berterimakasih pada kalian semua yang telah memberikan Tip Koin, terutama untuk kakak Fahmi.


😊😊😊😊

__ADS_1


Makasih kakak Fahmi atas tip koinnya, semoga makin ditambah rizkinya.. Aamiin.


__ADS_2