Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Beda Kekuatan


__ADS_3

Tak terasa serangan pasukan kegelapan sudah hendak menuju daerah kediaman keluarga Qin, namun saat mereka semua menginjakkan kaki di pintu masuk wilayah keluarga Qin.


Kakek Xio Fang sudah mengaktifkan array pembunuh di halaman rumah keluarga Qin, yang membuat sebagian pasukan kegelapan yang menginjakkan kakinya disana langsung terbakar dan menjadi abu.


"Hemm.. Boleh juga." Gumam Panglima Kalajengking, yang mulai menggerakkan tangannya seolah sedang membuka gerbang formasi.


Benar saja sebuah formasi serangan muncul yang hendak digunakan Panglima Kalajengking, untuk menghadapi array pembunuh kakek Xio Fang.


Antara formasi serang dan array pembunuh seolah saling beradu kekuatan di halaman rumah keluarga Qin. "Aku ingin lihat sampai mana dia bisa bertaha." Ujar Panglima Kalajengking.


Sesaat kakek Xio Fang merasakan akan kekuatan dari formasi serangan milik Panglima Kalajengking, namun kakek Xio Fang mencoba memperkuat array pembunuhnya.


Panglima Kalajengking sempat terkejut saat array pembunuh mulai semakin kuat tekanannya, akan tetapi kembali formasi serangan pun semakin di tingkatkan kekuatan serangnya.


Hingga membuat tanah halaman rumah keluarga Qin meledak. Duaaaarrrrr...


Panglima Kalajengking sedikit termundur. "Lawan yang menarik."


Panglima Kalajengking mengangkat tangannya. "Majuuu... Habisi semuanya."


Seluruh pasukan kegelapan yang tersisa mulai maju menyerang, Walikota Tian Long dan paman Dou Han sudah bersiap dengan pedang yang telah terhunus kedepan.


Sedangkan kakek Xio Fang hanya menggunakan tangan kosong saja, dalam sekejap pasukan kegelapan yang maju menyerang hanya tersisa tinggal beberapa puluh saja.


Semuanya telah mati tertebas pedang Walikota Tian Long dan pedang milik paman Dou Han, serta banyak juga yang melebur menjadi abu berkat serangan milkk kakek Xio Fang.


Ketiga Panglima kegelapan tak mau tinggal diam segera menghilang dan berada tepat dihadapan masing-masing mereka, antara Walikota Tian Long, paman Dou Han maupun kakek Xio Fang.


Panglima Cobra berhadapan dengan Walikota Tian Long, Panglima Kelelawar berhadapan dengan paman Dou Han, sedangkan kakek Xio Fang berhadapan dengan Panglima Kalajengking.


Dalam keadaan beradu dengan para pasukan kegelapan, Walikota Tian Long dan paman Dou Han masih sanggup mengimbangi serangan dari panglima kegelapan.


Melihat situasi mereka yang tidak diuntungkan kakek Xio Fang membuat kembali array pembunuh, yang dalam sekejap membuat para pasukan kegelapan melebur menjadi abu.


Namun ketiga panglima walaupun sedikit telat menyadari bahwa kakek Xio Fang telah mengaktifkan array pembunuh, mereka tetap dapat terbang menghindari array tersebut.


"Ternyata kau diam-diam telah memasang jebakan pembunuh." Ujar Panglima Kalajengking.


Kakek Xio Fang tak menghiraukan perkataan dari Panglima Kalajengking, sedangkan bagi Panglima Cobra sosok dari Walikota Tian Long dan paman Dou Han terlihat tidak asing baginya.

__ADS_1


Namun dia belum dapat mengingat akan sosok dari Walikota Tian Long dan paman Dou Han. "Kedua pria tua disana sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana ya??"


**


Di dalam kediamana keluarga Qin keberadaan Yin Feng dan Qin Xua ternyata sudah diketahui oleh guru Gou Lang dan Lin Kiong. "Hahaha.. Rupanya kalian bersembunyi disini."


Perkataan guru Gou Lang mengagetkan Yin Feng dan Qin Xua. "Ohh.. Jadi kau rupanya dalang dari semua ini?" Ujar, Yin Feng sambil mengangkat kedua alisnya.


"Hahaha.. Kenapa? Apakah kau terkejut??" Tanya Lin Kiong dengan santainya.


"Hemm.. Mengapa aku harus terkejut, lagian juga sudah terjadi."


"Begini saja, aku tidak akan menyakitimu jika kau mau menyerahkan seluruh barang yang telah kau dapatkan." Ujar guru Gou Lang.


"Dan juga gadis yang ada disampingmu itu." Lin Kiong menimpali perkataan dari gurunya.


"Hahaha.. Itu semua tidak akan terjadi, aku tidak sudi menyerahkan dia (Qin Xua) padamu." Ujar Yin Feng.


"Kalau begitu bersiaplah menerima ajalmu."


Lin Kiong dan guru Gou Lang maju menyerang Yin Feng secara bersamaan.


Hingga beberapa pukulan dari guru Gou Lang mampu mendarat ditubuh Yin Feng, yang membuatnya terpental menabrak meja dahulu sebelum menabrak dinding rumah.


"Jarak antara diriku dan dirinya sangat jauh, tidak mungkin aku bisa mengalahkannya."


Tiba-tiba keberadaan Lin Kiong sudah pindah dan berada disamping Qin Xua. "Lepaskan.. Lepaskan.." Teriak Qin Xua yang kedua tangannya ditahan oleh Lin Kiong.


"Hahaha.. Sebaiknya kamu ikut aku saja cantik, jangan hiraukan dia yang akan mati ditangan guruku." Rayu Lin Kiong.


"Lin Kiong.. Lepaskan tangan kotormu itu dari tangannya." Bentak Yin Feng yang marah melihat Lin Kiong menyakiti Qin Xua dengan memegang erat tangannya.


"Hahaha.. Lepaskan katamu! Jangan harap." Ujar Lin Kiong.


"Sialan kau Lin Kiong.." Ucap, Yin Feng dengan merapatkan kedua gigi depannya sangat kuat, seketika Yin Feng dengan cepat membuat tubuh ilusinya.


"Hah!! Rupanya kau menguasai jurus ilusi, tapi itu tidak berarti untukku." Ujar guru Gou Lang.


Tubuh ilusi Yin Feng melesat pergi kearah Lin Kiong, sedangkan tubuh asli menghadapi guru Gou Lang. "Baiklah.. Walaupun semua itu mustahil, tapi tak ada salahnya aku mencoba."

__ADS_1


"Hahaha.. Aku suka gayamu, apakah ada sebuah permohonan untuk yang terakhir kalinya." Ujar guru Gou Lang.


Yin Feng tak menghiraukan ucapan dari guru Gou Lang, yang secara cepat mulai melesat maju menyerang guru Gou Lang. "Ah.. Tidak sabaran sekali kau."


Sesaat setelah Yin Feng mendekati guru Gou Lang, dalam hati Yin Feng memanggil temannya Monklie. "Monklie... Monklie.. Aku membutuhkan bantuanmu."


Yin Feng menyerang menggunakan belati pusaka yang tak terlihat mata, membuat guru Gou Lang sedikit terkejut karena tangan kanannya menerima luka goresab kecil.


Akibat mencoba menahan serangan dari Yin Feng menggunakan tangan kosong. "Ugh.. Rupanya kau menggunakan senjata siluman itu." Ujar guru Gou Lang.


Belum hilang rasa terkejutnya sebuah tendangan hendak mendarat dari arah belakangnya, dengan respon yang cukup cepat guru Gou Lang dapat menghindari tendangan tersebut.


Saat mengetahui bahwa yang menyerangnya adalah seekor binatang iblis berbentuk kera, guru Gou Lang hanya menggelengkan kepalanya. "Kera busuk.. Sudah bosan hidup kau rupanya, berani sekali menyerangku dari belakang."


Namun tiba-tiba Yin Feng telah mengeluarkan jurus pertama dari pedang Pencabut Nyawa, "Jurus Tanpa Wujud."


Karena sibuk mengurusi Monklie, guru Gou Lang akhirnya telat menyadari jika Yin Feng sudah mengeluarkan jurus serangannya.


Membuat guru Gou Lang mengalami luka goresan cukup dalam pada bagian bahu kirinya. "Kau... Berani sekali membuatku seperti ini."


Guru Gou Lang langsung melesat kearah Yin Feng mengeluarkan jurusnya. "Jurus Pukulan Perusak." Sebuah kekuatan serang yang sangat kuat sekali.


Yin Feng mencoba mengeluarkan prisai pertahanan dari elemen tanahnya, yang membentuk sebuah dinding besar dan juga tebal.


Ketahanan dari dinding tanah tak begitu efektif, membuat tekanan dari serangan jurus Gou Lang sedikit terasa oleh Yin Feng. "Uhukk.."


Yin Feng sampai memuntahkan darah karena tetap mencoba menahan serangan dari guru Gou Lang. "Hahaha.. Tamatlah riwayatmu bocah."


Guru Gou Lang menambah kekuatan yang seketika membuat pertahanan dinding tanah milik Yin Feng hancur, dan Yin Feng pun terpental sangat jauh dengan memuntahkan darah.


Tidak hanya memuntahkan darah ternyata luka cukup serius dirasakan oleh Yin Feng pada lengan kirinya, "Ahh.. Apakah hari ini akhir dari hidupku." Yin Feng hanya dapat membatin dalam hati, sambil melihat guru Gou Lang yang mulai mendekatinya.


"Kak Feng.." Teriak Qin Xua dengan deraian air mata.


Ternyata tubuh ilusi Yin Feng dapat memojokkan Lin Kiong sampai ke posisi terluka, guru Gou Lang tak sadar jika muridnya Lin Kiong sudah mengalami luka-luka.


Saat teriakan dari Qin Xua membuat guru Gou Lang menengok kearah sumber suara tersebut, dan mendapati bahwa muridnya Lin Kiong tengah dalam posisi terluka parah.


......

__ADS_1


__ADS_2