
Disebuah pulau terpencil terdapat kerajaan dengan nama Dark Houl, sedang diadakannya pertemuan besar antara raja dan para panglimanya.
"Kabar apa yang kau dapatkan panglima kelelawar ?" Tanya raja Moguie.
"Sepertinya dalam waktu dekat ini akan diadakan sebuah Turnamen besar Yang Mulia." Ujar panglima kelelawar.
"Turnamen besar ya.. Hemm.. Kapan itu waktunya dan dimana tempatnya kau harus terus cari informasinya." Ujar raja Moguie.
"Baik Yang Mulia." Ucap, panglima kelelawar dengan membungkukkan badannya.
"Lantas kabar apa yang kau dapat panglima kera ?"
"Dari informasi anak buah kita yang berada disetiap dataran, saya menyimpulkan bahwa dataran yang telemah adalah dataran barat Yang Mulia." Ujar panglima kera.
"Hemmm.. Terus amati dataran barat, mungkin dalam waktu dekat ini kita akan menyerang dan kuasai dataran itu."
"Lalu bagaimana dengan perampokan yang kalian kerjakan panglima kalajengking."
"Sementara ini pendapatan kita dari hasil merampok cukup lumayan Yang Mulia." Ujar panglima kalajengking.
"Untuk pesananku apakah kau mendapatkannya ?"
"Ampun yang mulia pesanan yang anda inginkan belum dapat kami penuhi, sebab dengan kriteria seperti itu jarang kami temui." Ujar panglima kalajengking.
"Apaa !! Cuttaaaaarrrr...
Raja Mougie marah dengan membanting gelas yang berada ditangannya. "Apa saja yang kau kerjakan hanya mencari satu wanita saja tidak becus."
Terlihat raja Mougie marah besar karena pesanan yang dia inginkan belum juga terpenuhi.
"Ampun Yang Mulia, kami mencoba mencari dari setiap rombongan yang lewat tidak ada wanita dengan ciri-ciri seperti itu." Ujar panglima kalajengking.
Ternyata wanita yang raja Mougie inginkan adalah dengan kriteria, cantik, berkulit putih, rambut panjang, dengan memakai kalung berwarna biru gelap.
Karena sebelum menjadi raja dari kerajaan Dark Houl raja Mougie pernah tidak sengaja bertemu wanita dengan kriteria tersebut, pada pandangan pertama dirinya langsung jatuh hati.
Oleh sebab itu sekarang setelah dirinya menjadi raja dari kerajaan Dark Houl, ia menginginkan wanita dengan kriteria itu untuk menjadi permaisurinya.
"Dengan cara apapun kalian semua harus mendapatkan wanita itu." Perkataan lantang dari raja Mougie.
__ADS_1
Setelah selesainya pertemuan itu terlihat panglima kalajengking sangat kebingungan dengan berdiri disamping pohon besar. "Apa istimewanya wanita itu bagi Yang Mulia sebenarnya."
Dengan tiba-tiba datang panglima srigala yang menghampiri panglima kalajengking.
"Hahaha.. Hanya mencari satu wanita saja kau tak sanggup, apalagi harus mencari sepuluh wanita."
"Apa maksud ucapanmu srigala ?" Bentak panglima kalajengking.
"Maksud ucapanku ? Hemm.. Kau terlalu malas untuk tugas itu." Ujar panglima srigala.
"Jaga ucapanmu srigala, atau akan aku.." Panglima kalajengking yang sudah mengangkat tangan kanannya bersiap-siap menghantam kepala panglima srigala.
"Akan kau apa ? Berani kau cari masalah denganku ?" Bentak panglima srigala.
"Ah sudahlah, percumah saja aku menanggapi orang sepertimu yang ada kau selalu dibela oleh Yang Mulia Raja." Ujar, panglima kalajengking yang mulai melangkahkan kakinya pergi.
"Hahaha.. Dasar sampah.. Kenapa Yang Mulia mau mengangkat orang sepertimu menjadi panglima."
Panglima kalajengking yang sudah bosan mendengar ocehan panglima srigala, mendadak mengarahkan belati kearah panglima srigala dengan kecepatan tinggi.
Splaaaasss..
Tidak sampai disitu ternyata saat panglima srigala menghindari belati terbang, panglima kalajengking dengan cepat sudah maju hendak melesatkan sebuah pukulan keras kebadan panglima srigala.
Namun arah pukulan panglima kalajengking dapat ditebak dengan mudah oleh panglima srigala, hanya dengan menahannya dengan satu tangan kirinya. " Hahaha.. Hanya trik murahan seperti ini kau gunakan untuk menyerangku."
Jeduaaakkkk...
Sebuah pukulan keras secara cepat dilesatkan oleh panglima srigala pada perut panglima kalajengking, hingga membuatnya terpental kebelakang dengan sedikit darah menetes dari mulutnya.
Ternyata para panglima yang lainnya hanya menyaksikan pertarungan keduanya dari jarak jauh, memang jika terlihat satu panglima dengan panglima lainnya tidak ada yang peduli satu sama lain.
Justru kadang mereka malah senang jika melihat ada pertarungan antara panglima satu dengan panglima yang lain, karena sifat dari masing-masing panglima yang lebih mementingkan diri sendiri ketimbang orang lain.
"Hahaha.. Bagaimana rasanya, apakah sangat menyenangkan." Ujar panglima srigala.
Panglima kalajengking yang sudah memuncak amarahnya kembali maju menyerang dengan dua belati ditangannya, namun saat panglima kalajengking hendak mendekati panglima srigala.
Tiba-tiba tanah disekita mereka berdua bergetar, membuat keduanya hilang keseimbangan sebelum akhirnya terjatuh.
__ADS_1
"Apa yang kalian berdua lakukan." Terdengar suara yang sangat keras hingha memekikkan telinga.
Sambil menutup kedua telinganya panglima srigala menjawab."Ah tidak Yang Mulia, kami hanya sedang berlatih. Iya kan kalajengking ?" Terlihat mata panglima srigala mengedipkan sebelah.
"Iya Yang Mulia, kami hanya sedang mencoba kekuatan masing-masing." Ujar panglima kalajengking.
"Sudah cepat laksanakan tugas kalian masing-masing, sebelum aku tenggelamkan kalian berdua kedalam tanah."
"Bbbaik Yang Mulia." Ucap, keduanya yang terbata-bata sebelum melangkah pergi.
**
Disisi lain terlihat matahari hendak menampakkan wajahnya, suara burung mulai bersahut-sahutan dan angin yang berhembus perlahan menambah sejuknya suasana di pagi hari.
Terlihat seseorang tengah berdiri memandangi bukit, sambil menarik nafas perlahan seorang itu sangat menikmati suasana dan udara pagi di tempat itu.
Tidak berselang lama dua wanita cantik dengan baju khas cina berwana kehijauan datang menghampirinya. "Tuan.. Anda sudah ditunggu tuan Walikota di ruang tengah."
"Ohh.. Iya baiklah tunggu sebentar." Ucap orang itu tidak lain adalah guru Liu King.
Guru Liuking ternyata sedang melakukan latihan pernafasan, setelah menyelesaikan latihannya barulah guru Liu King ikut pergi untuk menemui Walikota Tian Long.
Sesampainya didepan pintu saat guru Liu King baru memasuki ruangan, Walikota Tian Long langsung menanyakan keberadaan Yin Feng. "Kakek Liu King.. Dimana Yin Feng ?"
"Yin Feng sedang berlatih Tuan Tian Long."
"Berlatih ?? Apakah dia tidak lapar. Pelayaaannn.. Cepat suruh Yin Feng berhenti berlatih dan..." Belum sempat perkataan Walikota Tian Long selesai guru Liu King sudah memotongnya terlebih dahulu.
"Yin Feng tidak berlatih disini tuan."
"Lantas ?? Dimana dia berlatih ?" Tanya Walikota Tian Long.
"Dia berlatih di dunia dimensi, agar lebih fokus dalam meningkatkan kekuatannya Tuan." Ucap guru Liu King.
"Ohh.. Jadi dia tidak ingin diganggu ya, aku suka dengan semangatnya semoga nanti dia dapat memenangkan Turnamen Bergelar." Ujar Walikota Tian Long.
Akhirnya mereka hanya menikmati hidangan yang tersajikan berdua saja tanpa adanya Yin Feng, walaupun demikian tidak mengurangi nafsu makan keduanya.
Setelah mereka berdua selesai menyantap menu hidangan, barulah keduanya mencoba berbincang-bincang dan saling berbagi pengalaman dan wawasan mumpung hanya tinggal mereka berdua.
__ADS_1
Hingga terlihat sangat akrab keduanya berbincang-bincang dan saling tertawa, tak pernah saat ada Yin Feng keduanya dapat berbincang lepas seperti itu sampai tak terasa keduanya berbincang cukup lama.