
Mengetahui bila adiknya mati Ling Yuan teramat sangat marah, dengan gejolak amarah yang tak dapat di tahan lagi, ia akhirnya melampiaskan kemarahannya.
Dengan melihat kearah tiga panglima kegelapan yang sedang terluka yaitu panglima Beruang, panglima Badak dan panglima Gajah.
Dua belati milik Ling Yuan kembali dikeluarkan yang secara cepat melesat kearah panglima Beruang terlebih dahulu.
"Sialan.. Bagaimana kita akan menghadapi serangan itu." Panglima Beruang yang cukup lemah karena semua tenaganya telah terkuras, saat pertarungan dengan Ling Wei sebelumnya.
Menghasilkan dua belati milik Ling Yuan dapat dengan mudah menembus tepat dijantung panglima Beruang, seketika panglima Beruang langsung jatuh tergeletak tak bernyawa dengan bersimbahkan darah.
Kedua panglima kegelapan antara panglima Badak dan juga panglima Gajah sudah merasa ketakutan, sebab keduanya hanya memiliki sisa-sisa tenaga yang itu pun dirasa tidak berguna sedikit pun.
Dua belati kembali melayang-layang diudara seolah sedang memilih target selanjutnya. "Jika sudah seperti ini kita sebaiknya menyatukan kekuatan yang tersisa kita, bagaimanapun juga kita tak boleh menyerah begitu saja."
Panglima Badak mencoba menyemangati panglima Gajah serta dirinya sendiri. "Kau benar Badak, walaupun kekuatan kita hanya tersisa sedikit tapi kita tak boleh menyerah begitu saja."
Panglima Gajah dan panglima Badak mencoba mengerahkan dari sisa-sisa tenaga mereka untuk menghadapi serangan belati milik Ling Yuan.
Keduanya menyatukan kekuatan untuk dapat melawan serangan dari dua belati milik Ling Yuan, awalnya memang dua belati milik Ling Yuan berhasil di halau dengan terpental mundur.
"Hemm.. Masih memiliki sedikit kemampuan rupanya! " Ling Yuan Menambah kekuatan serang dua belatinya, yang secara cepat berputar-putar diudara.
Dua belati yang berputar-putar diudara semakin bertambah cepat, hingga menimbulkan percikan-percikan kilat.
"Celaka!! Mungkinkah dia ingin menggunakan jurus yang sama saat menewaskan Laba-laba!" Panglima Gajah nampak khawatir terlihat dari raut mukanya, yang begitu panik.
"Bila memang ini akhir dari hidup kita, kita juga tidak boleh hanya pasrah menerima kematian. Setidaknya kita sudah berjuang untuk raja kegelapan. " Panglima Badak mengeluarkan jurus terkuatnya dengan seluruh tenaga yang ada.
Begitupun juga panglima Gajah yang tersemangati oleh perkataan panglima Badak. "Baik aku pun akan berjuang hingga titik darah penghabisan, demi raja kegelapan."
*
__ADS_1
Tiba-tiba di istana kegelapan terjadi sebuah getaran yang cukup lama. "Ada apa ini?? Mengapa istanaku bisa sampai bergetar seperti ini?"
Raja kegelapan Mou Gui merasa ada yang tidak beres, segera ia mengeluarkan sinyal pendeteksi seperti sebuah layar yang memunculkan kejadian di kerajaan Xian Tong.
"Rupanya kedua panglimaku sangat setia padaku, sehingga bisa membuat istnaku bergetar hebat seperti ini."
Raja kegelapan Mou Gui kemudian memanggil seluruh prajurit kegelapan yang tersisa dan juga para binatang iblis peliharaannya, baik itu berupa srigala bertanduk, ular berkepala buaya, harimau bermata tiga, bahkan sampai gorila bertaring panjang.
Tak lupa juga binatang iblis yang dijadikan sebagai tunggangan raja kegelapan, berupa naga berwarna hitam dengan dua sayap.
Portal ruang dimensi diaktifkan oleh sang raja kegelapan, semua prajurit serta binatang iblis segera masuk melelui portal ruang dimensi.
*
Ling Yuan meluncurkan dua belatinya dengan tekanan kekuatan yang cukup besar, walaupun tidak sebesar saat menghadapi panglima Laba-laba.
Namun serangan kali ini juga tak dapat diremehkan, dua belati melesat cepat kearah dua panglima kegelapan.
Perlawanan cukup sengit kedua panglima kegelapan tak pernah menyerah sedikit pun, mereka berdua berusaha semaksimal mungkin agar dapat menahan serangan milik Ling Yuan.
"Cukup merepotkan." Ling Yuan hanya bisa bergumam dalam hati menyaksikan serta merasakan sendiri akan kegigihan dari kedua panglima kegelapan tersebut. "Baiklah kita akhiri saja sekarang."
Ling Yuan menambah kekuatan serang pada kedua belatinya, yang awalnya kedua panglima yaitu panglima Badak dan panglima Gajah bisa menahan serangan dari Ling Yuan.
Justru kali ini karena energi dan kekuatan mereka sudah terkuras habis, mereka berdua hanya dapat pasrah sambil tetap mencoba menahan serangan dari Ling Yuan.
Duuuurrrr... Duuurrrr...
Tiba-tiba langit bergemuruh bersamaan munculnya sebuah lorong dimensi di dekat gerbang kerajaan, dari balik lorong dimensi tersebut keluarlah binatang iblis serta para prajurit kegelapan.
Sebuah bola bercahayakan merah secara cepat melesat dari balik lorong dimensi mengarah pada pertarungan antara Ling Yuan dengan kedua panglima kegelapan.
__ADS_1
Duaaaarrrr...
Bola bercahayakan merah tersebut meledak tepat ditengah-tengah pertarungan keduanya, mengakibatkan terlemparnya dua panglima kegelapan serta pendekar kerajaan Ling Yuan.
Panglima Badak serta panglima Gajah seketika langsung menemui ajalnya masing-masing, sedangkan Ling Yuan mengalami luka cukup parah hingga darah segar mengalir dari setiap tangan dan kakinya.
Ternyata itu bentuk penyelamatan serta penghormatan terakhir yang diberikan pada kedua panglima Gajah dan panglima Badak, oleh raja kegelapan mereka yaitu raja Mou Gui.
"Kalian adalah abdi setiaku, sudah sepatutnya aku mengakhiri penderitaan kalian." Raja Mou Gui berkata sambil mengangkat tangan kanannnya, seraya memberikan penghormatan terakhir.
Disatu sisi raja Tang San yang melihat kehadiran raja kegelapan merasa ada tekanan kuat yang membuatnya sedikit kesulitan bernafas. "Sekuat inikah raja kegelapan itu, hingga bisa membuat dadaku terasa sesak."
Satu sisi pengejaran Ling Mo dan juga Ling Kaisan pada kedua panglima kegelapan yaitu panglima Elang serta panglima Kera, seketika terhenti saat mereka melihat serta merasakan ada tekanan kuat yang datang di sekitar mereka.
Namun justru sebaliknya bagi panglima Kera maupun panglima Elang mereka sudah bisa merasakan akan kehadiran sang raja kegelapan, oleh sebab itu momen tersebut adalah kesempatan emasnya, untuk dapat mempercepat laju langkah kakinya.
Mereka berdua memilih untuk mendekat pada raja mereka, agar kiranya sang raja dapat memulihkan energi serta kekuatan mereka yang hilang.
"Dasar tidak berguna!! Hanya menghadapi manusia rendahan saja kalian tidak berhasil." Raja Mou Gui nampak kecewa atas kekalahan yang disebabkan oleh para panglima dan prajurit yang dibawa mereka.
"Ampun raja, kami dipaksa tidak berkutik dengan adanya formasi yang mereka buat." Panglima Kera mencoba menjelaskan apa yang membuat mereka berdua tidak dapat berkutik.
"Banyak alasan!! Tanpa basa-basi raja kegelapan Mou Gui langsung membunuh kedua panglimanya tersebut, hanya dengan kekuatan jari telunjuknya.
Setelah kematian panglima Kera dan juga Panglima Elang, raja Mou Gui menggantikan jasadnya untuk wadah roh binatang iblis yang disimpannya di dalam guci kecil.
Dua roh binatang iblis memasuki jasad masing-masing panglima, baik itu panglima Elang dan juga panglima Kera.
Terlihat kali ini karena jasad panglima Kera maupun panglima Elang, sudah bukan dirinya asli tetapi ternyata raja kegelapan memilihkan roh bintang iblis yang tepat dengan nama keduanya.
Akan tetapi roh binatang iblis kali ini lebih ganas, dari roh yang sebelumnya menyatu dengan jasad kedua panglima kegelapan. Sangat terlihat jelas dari sorot mata keduanya yang memancarkan seekor binatang buas yang haus akan darah.
__ADS_1
..........