Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Turnamen 5


__ADS_3

Yinfeng berjalan perlahan mendekati Sounkin yang membeku akibat Elemen Esnya, dengan melelehkan sedikit es yang membekukakan kepala Sounkin untuk dia dapat bernafas.


"Bagaiman ? Apakah kau masih ingin meneruskan pertarungan ini ?" Tanya, Yinfeng dengan wajah sedikit serius.


"Aku tidak akan menyerah, hanya karena esmu ini." Ucap Sounkin.


"Ooh, baiklah jika itu keputusanmu, akan Aku kurung kau di dalam es itu." Ucap, Yinfeng sedikit mengancam.


"Coba saja jika kau berani, kau akan tau sendiri akibatnya jika sampai membunuhku."


Ucap, Sounkin yang masih kekeh tidak mau menyerah.


Yinfeng kemudian menutup kepala Sounkin dengan esnya kembali, namun saat Yinfeng mengurung Sounkin di dalam esnya, tiba-tiba terdengar suara yang mengancam Yinfeng.


"Hey kau.., lepaskan ponakanku dari esmu itu jika kau ingin selamat." Ucap, paman Sounkin yang tidak lain adalah guru Kinluo yang ternyata sudah tersumut emosi dan memerah wajahnya.


Sontak para penonton baik guru maupun murid perguruan semuanya menengok ke arah sumber suara tersebut.


"Hemm, paman.., Aku hanya ingin mendengar kata menyerah darinya." Ucap, Yinfeng sambil menunjuk ke arah Sounkin yang terkurung di dalam es.

__ADS_1


Kinluo memang sudah menyaksikan bahwa Sounkin belum mengucapkan kata menyerah, akhirnya dia menyadari jika Sounkin tidak menyerah kali ini pasti dia akan mati membeku.


"Baiklah Saya mewakili Sounkin telah menyerah di pertarungan ini." Ucap, Kinluo yang merasa di permalukan dan tidak bisa berbuat apa-apa, karena Ketua Perguruan hadir di Turnamen kali ini. Dan dia hanya bisa membatin dalam hati.


"Awas kau anak sombong, tunggu saja pembalasanku."


Namun ternyata Yinfeng belum juga melepaskan Sounkin dari dalam es.


"Saya kan sudah mewakili Sounkin menyatakan menyerah, mengapa kau belum melepaskannya." Ucap, guru Kinluo yang merasa jengkel.


"Paman.., Aku perlu mendengar dari mulut Sounkin langsung, bukan darimu." Ucap Yinfeng sambil melelehkan es yang menutupi kepala Sounkin.


Sebelum guru Liuking sempat turun ke Arena ternyata Ketua Perguruan Wunghan sudah duluan turun ke Arena dan menghadang guru Kinluo.


"Kinluo..., apa yang kau lakukan." Bentak Ketua Wunghan.


"Aku ingin memberi anak ini pelajaran, karena dia sudah lancang Ketua." Ucap guru Kinluo.


"Lancang..., bukankah benar yang di katakan anak ini..," Kata Ketua Wunghan.

__ADS_1


Guru Kinluo kebingungan setelah Ketua Perguruan Wunghan sendiri yang mengatasi masalah tersebut, sampai rela turun dari tempat duduknya.


"Ketua Wunghan rela turun dari tempat duduknya hanya karena anak ini." Gumam guru Kinluo.


"Tenang Paman Aku tidak berniat membunuh Sounkin, Aku hanya ingin mendengar dari mulutnya itu kata menyerah." Ucap Yinfeng


Karena sudah emosi duluan dan akhirnya turun ke Arena, namun malah Ketua Perguruan yang mencegahnya sudah terlanjur malu ya apa boleh buat akhirnya guru Kinluo menyuruh Sounkin untuk mengucapkan kata menyerah.


Dengan berat hati Sounkin mengucapkannya.


"Baik.., Aku menyeraaaaaaah." Teriak Sounkin.


Setelah Sounkin selesai mengatakan kalau dirinya menyerah Yinfeng pun segera mengeluarkan Sounkin dari dalam Es, dengan mencairkannya.


Akhirnya sang Wasit Xinhai mengumumkan bahwa pertrungan ini di menangkan oleh Yinfeng, dan Yinfeng akan berhadapan dengan Zouming nanti setelah pertarungan kedua antara Lourin dan Ning'er.


Sounkin yang sudah terlepas dari es yang membekukannya langsung di bawa oleh guru Kinluo pergi, dan sempat bergumam di dalam hati bahwa akan menuntut balas perlakuan Yinfeng di lain hari.


.......

__ADS_1


__ADS_2