
Setelah Dewa Naga Langit mengizinkan guru Qio Jien untuk menemui muridnya terlebih dahulu, guru Qio Jien kemudian hendak bergegas pergi.
Namun Dewa Naga Langit mengehentikannya. "Butuh berapa hari hingga kau sampai kepada muridmu?"
Guru Qio Jien membalikkan badannya, dan menatap kearah Dewa Naga Langit sebelum mulai menjawab pertanyaan Dewa Naga Langit. "Hemm.. Sekitaran dua hari."
"Kalau begitu akan aku antarkan kau menemui muridmu." Guru Qio Jien disuruh memegang badan Dewa Naga Langit, dalam sekejap mereka sudah berpindah tempat dan berada didepan kediaman murid guru Qio Jien.
"Apa?? Hanya sekali kedipan mata." Dalam hati guru Qio Jien sangat kebingungan dan sungguh tak percaya, dia tak bisa membayangkan bagaimana tingkat kekuatan dari Dewa Naga Langit tersebut.
"Disinikah muridmu tinggal? Kalau begitu cepat temui dia dan segera mungkin kembali padaku." Ujar Dewa Naga Langit.
Dengan segera guru Qio Jien menuruti perintah dari Dewa Naga Langit dan masuk kedalam untuk menemui muridnya. "Guru.." Panggil Fang Xie selaku murid guru Qio Jien merasa terkejut akan kehadiran gurunya yang tiba-tiba. "Xie er.." Guru Qio Jien mengeluarkan sebuah kitab dari ruang hampa miliknya.
"Pelajarilah kitab ini dan juga..." Kembali guru Qio Jien mengeluarkan sesuatu dari ruang hampa, tak lain adalah tungku berwarna perak (Tungku Naga Kembar) "Dengan aku memberikan keduanya ini padamu jadilah ahli peracik yang hebat." Setelah berkata demikian guru Qio Jien segera pergi meninggalkan Fang Xie.
"Tunggu guru.." Panggil Fang Xie yang segera berlari menyusul gurunya, namun saat Fang Xie keluar dari rumah ternyata gurunya sudah tidak ada. "Guru.. Aku berjanji padamu akan menjadi ahli peracik yang hebat."
Setelah kepergian gurunya Fang Xie tak pernah luput dari bahan-bahan ramuan herbal, hari-hari Fang Xie terus mengamalkan dan mempraktekan apa yang ada didalam kitab pemberian sang guru.
Namun Fang Xie belum berani menggunakan tungku Naga Kembar pemberian sang guru, dia lebih suka menggunakan tungkunya sendiri karena sudah terbiasa menggunakannya.
Sebab saat pertama kali tungku Naga Kembar dikeluarkan dari ruang hampa milik gurunya, ia merasakan sebuah tekanan kekuatan yang sangat kuat dipancarkan oleh tungku tersebut.
Karena waktu yang terbatas guru Qio Jien belum sempat memberi tahu tentang tungku Naga Kembar tersebut, akan tetapi setelah Fang Xie berhasil mempelajarai keseluruhan dari kitab yang diberikan guru Qio Jien bernama Kitab Racun Tanpa Tanding.
Selang beberapa hari guru Qio Jien datang ke tempat Fang Xie dengan menggunakan lubang teleportasi, yang hanya dimiliki oleh istana langit.
Kedatangan guru Qio Jien untuk menceritakan serta mengajarkan cara pemakaian tungku Naga Kembar, namun sebelum itu guru Qio Jien penasaran akan kemampuan muridnya soal memahami kitab pemberiannya.
Tak disangka diluar prediksinya guru Qio Jien beranggapan bahwa, Fang Xie hanya mampu mempelajari kitab Racun Tanpa Tanding hanya setengah saja atau bahkan kurang dari itu.
__ADS_1
Akan tetapi kenyataannya sungguh berbeda Fang Xie mampu menyelesaikan dan mempelajari keseluruhan dari kitab tersebut, bahkan hanya membutuhkan waktu kurang lebih satu tahun untuk benar-benar hafal.
Banyak sekali yang diceritakan guru Qio Jien perihal kendala saat pertama kali memulai pertapaan, hingga saat bertemu dengan Naga Kembar serta dapat menyatukannya ke tungku perak.
Semua diceritakan oleh guru Qio Jien pada Fang Xie, dan juga tentang keberadaan istana langit dan juga Dewa Naga Langit.
Awalnya Fang Xie nampak tak percaya namun akhirnya ia baru menyadari saat sesuatu tiba-tiba keluar dari lubang dimensi, sesosok manusia namun berkepala naga muncul dihadapannya. "Tuan Jien.. Waktu yang ditentukan sudah habis, sebaiknya anda segera kembali ke istana."
"Baiklah tunggu sebentar.." Pinta guru Qio Jien pada pengawal istana. "Xie er.. Apakah kau bersedia ikut bersamaku?"
Fang Xie terdiam sejenak sebelum menjawabnya. "Maaf guru.. Lebih baik aku tetap di dunia ini saja, karena ada hal yang masih harus aku kerjakan."
"Hemm.. Baiklah Xie er.. Jaga dirimu." Guru Qio Jien kemudian pergi bersama pengawal istana menggunakan lubang teleportasi. Dalam perjalanan di ruang waktu guru Qio Jien bergumam dalam hati. "Xie er kelak jadilah ahli peracik yang hebat.."
Fang Xie hanya bisa memandangi kepergian gurunya memang dalam hati Fang Xie sangat ingin menyaksikan bagaimana kemegahan istana langit, namun saat ini dirinya lebih fokus terhadap kitab Racun Tanpa Tanding.
Dia tidak ingin menggunakannya sembarangan, dia hanya ingin menolong orang-orang yang sedang membutuhkan bantuannya.
Pertemuan dengan gurunya itu adalah yang terakhir, setelah itu Fang Xie tidak pernah lagi bertemu dengan guru Qio Jien, setelah mendapatkan petunjuk bagaimana cara menggunakan tungku Naga Kembar.
Fang Xie mulai terbiasa menggunakan tungku tersebut, sampai akhirnya Fang Xie banyak menciptakan pil dan ramuan yang kualitasnya tinggi hingga membuatnya terkenal disetiap dataran.
Hingga kemudian terjadi suatu kejadian yang tidak pernah terbayangkan olehnya, banyak dari kalangan bangsawan justru sangat menginginkan dirinya menjadi bagian dari keluarga bangsawan.
terjadilah pertikaian diantara keempat bangsawan dari masing-masing dataran, dan pada akhirnya Fang Xie membakar rumahnya sendiri dan pergi ke tempat terpencil ini.
Sampai harus ia mengubah penampilan serta namanya menjadi Xio Fang agar tak ada yang mengenali sosok dirinya sebagai Fang Xie.
**
"Baiklah setelah semua bahan sudah masuk, tinggal bunga Mawar Hitam yang terakhir." Ujar kakek Xio Fang.
__ADS_1
Kakek Xio Fang ingin membuat pil penawar racun dengan kualitas menengah, karena untuk membuat pil penawar racun kualitas terbaik tidak akan mudah untuk mendapatkan bahan-bahan yang diperlukan.
Saat pencariannya kakek Xio Fang hanya menemukan bahan-bahan untuk membuat pil penawar racun kualitas menengah, dan juga bunga Mawar Hitam lah inti dari semua bahan-bahan yang ada.
Mungkin jika ingin membuat pil penawar racun kualitas tinggi dan terbaik, akan membutuhkan bahan-bahan yang sangat langka serta tidak akan mudah untuk mendapatkannya.
Bisa jadi harus melalui pertarungan hidup dan mati, atau yang paling mudahnya bisa dicari di tempat pelelangan kelas atas. Yang mana hanya barang-barang terbaiklah yang akan dilelang di tempat tersebut.
Jelas tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan benda tersebut, atau bisa juga menukarnya dengan barang yang kualitasnya sama.
Kakek Xio Fang mulai memasukan bunga Mawar Hitamnya, terlihat tungku Naga Kembar mulai bereaksi menunjukkan kemampunnya dalam penyulingan.
"Sungguh luar biasa.. " Mulut Yin Feng terbuka lebar saat menyaksikan penyulingan yang dilakukan oleh kakek Xio Fang.
Tak lama kemudian proses penyulingan berhasil dan keluarlah tiga butir pil penawar racun kualitas menengah. "Ini ambilah anak muda." Kakek Xio Fang memberikan tiga pil itu pada Yin Feng.
Yin Feng tak menyangka kakek Xio Fang memberikan tiga pil penawar racun untuknya. "Ini.. Terimakasih guru." Tak dapat berkata-kata lagi Yin Feng segera memberi hormat pada kakek Xio Fang.
"Tak perlu seperti itu walaupun ini hanya pil tingkat menengah, akan tetapi cukup efektif untukmu menawarkan racun." Ujar kakek Xio Fang.
"Dan juga satu pil ini mampu menahan racun kualitas tinggi walaupun hanya untuk satu jam saja." Kakek Xio Fang menimpali.
Memang walaupun hanya ditingkat menengah kualitas dari pil tersebut, akan tetapi kasiat dari bunga Mawar Hitam itulah yang menjadikan pil penawar racun mampu menahan racun kualitas tinggi walaupun hanya satu jam.
Yang dimaksud menahan adalah : Menahan penyebaran dari racun kualitas tinggi atau terbaik, untuk secara cepat menjalar keseluruh tubuh. Lebih tepat lagi menghambat penyebaran dari racun tersebut.
......
Maaf ya para pembaca semua kemarin lagi banyak kerjaan jadi ga bisa up banyak.
Oya.. Author mau nanya menurut kalian gimana sih tentang novel ini? Ngeboseninkah? Atau kurang menarik?
__ADS_1
Tolong dijawab di komentar ya..