Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Danau Merah


__ADS_3

Setelah panitia mengumumkan perolehan poin sementara, barulah para peserta disuruh berkumpul diatas arena untuk memulai rintangan selanjutnya yaitu rintangan Danau Merah.


Saat Yin Feng hendak naik keatas arena dari arah belakang ada seseorang yang memanggilnya. "Yin Feng.." Suara tersebut adalah suara seorang gadis yang belum lama Yin Feng kenal.


Yin Feng menoleh kebelakang dan mendapati Ying Yin tengah berlari kecil mendekati dirinya. "Ada apa Ying Yin?" Tanya Yin Feng.


"Ah tidak apa-apa." Dengan senyuman tipis Ying Yin menarik tangan Yin Feng dan mengajaknya naik keatas arena bersama.


Dari bangku penonton ternyata ada seseorang yang sangat sebal melihat perilaku Ying Yin pada Yin Feng. "Ihh.. Kenapa pake bergandengan tangan sih."


Seseorang itu tidak lain adalah Qin Xua yang terlihat sebal melihat ada seorang wanita lain mendekati Yin Feng, sedangkan disamping Qin Xua Walikota Tian Long hanya tersenyum melihat keponakannya itu yang merasa cemburu.


Setelah keempat peserta sudah menaiki arena dan berbaris, barulah panitia menyiapkan sebuah pintu dimensi yang langsung tersambung ke lokasi danau merah tersebut.


Peserta pertama yang memasukinya adalah Yin Feng karena perolehan poin termasuk yang tertinggi, setelah itu Lin Kiong lalu Ying Yin dan terakhir Dan Ren.


Bagi para penonton panitia telah menyiapkan sebuah batu proyeksi, dimana batu proyeksi tersebut yang mampu memperlihatkan keadaan keempat peserta di lokasi danau merah.


Namun sayang proyeksi itu tak mampu menampakkan keberadaan peserta saat di dalam air, oleh sebab itu hanya menampakkan siapakah yang akan muncul terlebih dahulu.


Dalam rintangan kali ini para peserta akan mendapatkan poin sesuai batas kemampuan masing-masing, dalam mempertahankan keberadaannya didalam air.


Sebab didalam danau merah telah terpasang sebuah jebakan ilusi, yang akan menghambat para peserta. Bagi siapa saja yang tidak dapat melewati jebakan ilusi tersebut maka secara otomatis akan langsung terlempar keluar.


Terlihat Lin Kiong yang pertama kali terjun ke danau merah. "Tak akan aku biarkan mereka mendapatkan rumput merah darah."


Dan Ren pun tak mau sampai ketinggalan segera ia melompat ke danau menyusul Lin Kiong, berbeda dengan Yin Feng yang masih memperhatikan akan danau merah.


"Yin Feng.. Kenapa kau terdiam?" Tanya Ying Yin.


"Aku hanya sedang mencoba memahami dari sifat air di danau ini." Ujar Yin Feng.

__ADS_1


"Kalau begitu aku duluan." Ucap, Ying Yin yang segera terjun ke danau.


Yin Feng yang masih terdiam memikirkan cara untuk dapat keluar dari ilusi. "Nampaknya sifat ilusi yang terdapat di dalam danau ini tak ada bedanya dengan ilusi yang diciptakan oleh Monklie."


Setelah dirasa ia mampu melewatinya barulah Yin Feng terjun kedalam danau, bila dilihat mereka masuk kedalam air di danau merah seolah berdekatan.


Padahal yang mereka rasakan hanya sendirian saja disana, tak terlihat satupun peserta lain. Walaupun pada dasarnya mereka memang saling berdekatan.


Disebabkan oleh jebakan ilusi yang terdapat dipermukaan air, saat mereka mulai memasuki air barulah jebakan ilusi itu aktif menutupi setiap sela-sela peserta satu dan yang lain.


Ditampakkan pada mereka sebuah kesedihan,kesenangan dan juga dendam yang terpendam didalam hati setiap masing-masing peserta.


Bagi Ying Yin yang sedikit memahami tekhnik ilusi saja masih bisa terjebak didalamnya, apa lagi bagi yang tidak memahami satupun tekhnik ilusi.


Akan tetapi didalam danau merah ini tak ada kaitannya dengan seseorang yang sudah memahami tekhnik ilusi, semuanya sama saja akan terjebak didalam ilusi tersebut dan tidak terkecuali.


Kali ini Yin Feng mengalami ilusi yang sangat dilema, ditampakkan padanya para gadis-gadis yang sudah pernah bersamanya. Baik itu Ning er, Lourin, Qin Xua bahkan Ying Yin yang baru ia kenal.


Ilusi Ning er dan Lourin hanya tersenyum kearah Yin Feng dengan melambai-lambaikan tangan, saat Yin Feng mencoba mendekatinya justru keduanya semakin menjauh.


Bergantikan sosok Qin Xua. "Feng er.. Kenapa kau tak pernah memahami keadaanku, padahal aku sangat mencintaimu." Ucap, sosok Qin Xua sambil berjalan mendekati Yin Feng.


"Xue er.. Maaf aku bingung, entah hatiku memilih siapa." Ujar, Yin Feng tertunduk lesu.


Muncullah sosok Ying Yin. "Yin Feng.. Berada didekatmu walaupun hanya sebentar sungguh membuat hatiku tenang."


Kembali dua sosok sebelumnya pun muncul Ning er dan Lourin. "Yin Feng.. Aku sangat kecewa denganmu, kau sudah mempermainkan hatiku." Ujar sosok Ning er.


"Yin Feng.. Setelah sekian lama kita tak bertemu, ternyata kau sudah memiliki wanita lain." Ujar sosok Lourin.


Semua perkataan dari masing-masing sosok gadis terus-terusan diucapkan, smpai menggema di alam ilusi membuat Yin Feng tak tahan mendengarnya, sampai-sampai terduduk sambil menutupi kedua telinganya menggunakan tangannya.

__ADS_1


"Tidaaak.. Ini semua hanya ilusi, hanya ilusiii.." Yin Feng berteriak dengan sangat kerasnya, lama kelamaan justru sosok para wanita itu menghilang bergantikan sosok guru Liu King.


"Feng er... Teruslah berlatih untuk menjadi kuat, dan buatlah ayah, ibu dan juga kakekmu ini bangga."


"Kakek.. Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Siapakah yang telah berani membuatmu seperti ini?" Yin Feng mengepalkan kedua tangannya, namun satu sisi air matanya mulai membanjiri pipinya.


Guru Liu King lama-kelamaan mulai menjauh-menjauh lalu menghilang, saat itulah Yin Feng mulai tersadar dari ilusi. "Kakek.. Walaupun hanya ilusi tapi itu sudah cukup membuatku bahagia bisa bertemu denganmu."


Yin Feng mencoba berenang turun ke dasar danau, tak disangka ia merasakan kekuatan jiwanya seperti bertambah kuat. "Ternyata benar di dalam sini memiliki energi kekuatan jiwa yang sangat melimpah."


Segera Yin Feng duduk bersila untuk menyerap energi kekuatan jiwa tersebut, perlahan-lahan energi kekuatan jiwa mulai masuk melalui titik kekuatan di dahi Yin Feng.


Semakin lama semakin banyak Yin Feng menyerap energi kekuatan jiwa, ternyata dalam ruang jiwa miliknya sesepuh Qiu Han sangat merasakan perubahan pada ruang jiwa milik Yin Feng.


Yang tadinya hanya terlihat semuanya biru, kali ini muncul daratan serta tumbuhan dan juga berbagai tanaman bunga menambah indahnya ruang jiwa milik Yin Feng kali ini.


"Anak ini rupanya sudah dapat membangun alam duniawi dalam ruang jiwanya, hanya tinggal terus meningkatkannya hingga ketahap alam syurgawi." Ucap sesepuh Qiu Han.


Yin Feng telah menyerap energi kekuatan jiwa sangat banyak, sampai-sampai hanya disisahkan sedikit saja untuk yang lainnya. "Nampak kekuatan jiwaku bertambah kuat."


Saat membuka matanya Yin Feng mendapati seseorang tengah berenang turun hendak menuju dimana dirinya berada, mencoba untuk berpura-pura masih bersemedi.


Seseorang tersebut tidak lain adalah Ying Yin. "Sepertinya Yin Feng tengah menyerap energi kekuatan jiwa yang ada disini, lebih baik akupun begitu." Ying Yin mencari tempat yang cocok untunya dapat bersemedi.


Dengan manyatukan telapak tangan Ying Yin mulai memejamkan matanya dan mulai menyerap energi kekuatan jiwa.


"Ternyata Ying Yin, lebih baik aku biarkan dia menyerap energi kekuatan jiwa." Yin Feng mulai meninggalkan tempatnya dan mencoba mencari rumput merah darah.


Tanpa sebuah petunjuk dirinya sangat bingung hendak mencari rumput itu kemana, hanya bisa mencoba untuk tetap mencarinya. "Sial.. Sebenarnya dimanakah letak rumput merah darah itu."


Yin Feng terhenti dan memikirkan cara agar secara cepat dapat menemukan rumput itu, "Didalam sini memiliki kekuatan jiwa yang sangat berlimpah, mungkinkah hanya dengan kekuatan jiwa aku bisa menemukan rumput merah darah."

__ADS_1


........


__ADS_2