
Ketika Yinfeng sedang beratarung dengan Beruang Iblis Mutiara Ungu, ternyata ada sesosok yang sedang memperhatikan dirinya.
Namun Yinfeng tidak mempermasalahkan sosok yang sedang memperhatikan dirinya, sehingga membuat Yinfeng lebih fokus dalam bertarung dengan Beruang Iblis tingkat Mutiara Ungu.
Ketika Yinfeng melihat kejadian kejadian yang telah Beruan Iblis alami, membuat Yinfeng tidak tega untuk membunuh Beruang itu, hingga akhirnya sang Beruang Iblis Yinfeng lepaskan.
Namun Yinfeng berpesan kepada Beruang tersebut untuk selalu menjaga Buah Pir Perak, karena mulai saat ini tidak ada yang boleh mengambil Buah Pir Perak itu kecuali dirinya.
Sang Beruang seperti mengerti perkataan yang Yinfeng katakan dengan menganggukkan kepalanya, seperti seekor hewan peliharaan yang mentaati perintah Tuannya.
Yinfeng kemudian mengambil tiga buah Pir Perak sisanya akan dia ambil tatkala nanti memulai perjalanannya menjelajah dunia, dimasukkannya dua buah Pir Perak ke kantong kecil yang telah Yinfeng bawa setiap saat.
Setelah Yinfeng selesai memetik buah Pir Perak tiba-tiba terdengar suara tepuk tangan, dari arah belakang Yinfeng.
Yinfeng sebenarnya telah mengetahui sesosok tersebut, namun dirinya berpura-pura tidak mengetahui.
"Hehehehe.. Cukup cepat perkembanganmu Anka Muda, belum genap 20 hari Kau sudah dapat mengalahkan Beruang Iblis penjaga Buah Pir Perak itu."
"Hemm, Aku hanya ingin cepat bertambah kuat, agar Aku dapat menolong orang-orang yang membutuhkanku..," Jawab Yinfeng.
"Hahahaha... Tidak salah Aku memilihmu sebagi Tuanku."
"Hemmm.. Apakah Kau sudah menyetujuiku sebagai Tuanmu..," Tanya Yinfeng.
"Hehehe.. Aku ingin melihat sekali lagi, apakah Kau benar-benar layak untuk menjadi Tuanku..," Ucap Kera penguasa Dunia Dimensi.
"Hemm.. Lantas apa yang ingin Kau lihat."
__ADS_1
"Aku ingin melihat sanggupkah Kau sekarang mengalahkanku."
"Oh, jadi itu yang Kau ingin tahu..," Ujar Yinfeng.
"Iya.. Aku sudah lama tidak bertarung membuat tulang-tulangku rasanya seperti kaku, terakhir kali Aku bertarung saat terjadi kebakaran hebat di Dunia Dimensi ini."
"Jadi... Kau sedang bertarung tatkala itu." Tanya, Yinfeng yang terkejut. Sebab tatkala Yinfeng menggunakan Ilmu Pencerahan Hati kepada Beruang Iblis, dia tidak menemukan Kera itu ada disana.
"Iya, Aku sedang beratarung dengan seorang pemuda yang telah membuat Dunia Dimensi ini terbakar hebat."
"Pemuda... Siapakah pemuda itu?" Tanya, Yinfeng penasaran.
"Aku tidak tau siapakah pemuda itu, namun yang Aku tahu saat dirinya hendak meninggalkan Dunia ini ada sesosok pria tua muncul di dekatnya dan membawanya pergi dari sini." Ujar, Kera Penguasa Dunia Dimensi sambil memikirkan sesuatu yang dia ingat.
"Oya, Aku ingat... Dia memakai pakaian yang sama persis seperti yang Kau pakai."
"Hemm... Siapakah sosok pemuda itu sebenarnya." Apakah jangan-jangan orang yang sama dengan yang telah membunuh kedua orang tuaku..," Gumam Yinfeng
Yinfeng terdiam sejenak memikirkan sesuatu, sontak Yinfeng terkejut tatkala mendengar suara yang sangat keras, ketika dirinya melihat, ternyata suara teriakan itu berasal dari Kera Penguasa Dunia Dimensi.
"Wooy Anak Muda.. Apa yang sedang Kau fikirkan?"
"Aihhh.. Kau ini membuatku kaget saja, Aku sedang memikirkan apa yang telah Kau katakan tadi."
"Lantas bagaimana.. Apakah Kau bersedia melawanku."
"Hemm.. Baiklah jika Kau memaksa, Aku akan melawanmu..," Ucap Yinfeng.
__ADS_1
Mereka berdua pun segera mengambil posisi masing-masing untuk bertarung, Yinfeng segera mengeluarkan Elemen Esnya yang membuat tubuhnya diselimuti hawa dingin.
Sedangkan Kera Penguasa Dunia Dimensi terlihat tenang, tanpa aba-aba Sang Kera segera melesat maju menyerang Yinfeng, Yinfeng tak mau kalah cepat dengan segera membalas serangan Sang Kera.
Jedak.. Jeduk.. Jeduk... Jeduk...
Kedua serangan yang beradu menimbulkan suara seperti batu yang jatuh kebumi, berbagai serang sudah Yinfeng kerahkan namun tak ada satu pun yang dapat mengenai Sang Kera tersebut.
Walupun sedang beradu serangan,namun Sang Kera masih sempat meledek kemampuan Yinfeng.
"Bagaimana Anak Muda.. Ayoo kerahkan seluruh kemampuanmu, apakah hanya segini saja."
Mendengar ledekan Sang Kera membuat Yinfeng berhenti menyerang dan mundur ke belakang.
"Ada apa Anak Muda.. Apakah Kau menyerah..," Ucap Sang Kera.
Yinfeng tak menjawab perkataan Sang Kera dirinya lebih fokus untuk meningkatkan kekuatannya, sontak Yinfeng teriak keras.
"Heyaaaaaaaa....aaaa...aaaaa."
Seketika tubunya mengeluarkan cahaya merah keemasan dan mengeluarkan aura Penghakiman yang sangat kuat, hingga Sang Kera merasa tertekan.
"Hemm.. Sungguh luar biasa Anak ini." Gumam, Sang Kera merasa takjub.
......
......
__ADS_1