
Saat Yinfeng mulai memasuki jiwa kegelapan dalam diri Dongmen ternyata terdapat dua iblis yang sudah menunggunya.
"Hahaha.. Jika seperti ini aku tidak perlu repot-repot untuk memasuki tubuhmu." Ucap salah satu iblis.
Ternyata didalam tubuh Dongmen terdapat dua iblis yaitu iblis api dan iblis kegelapan, dua iblis itu membantu Dongmen bertambah kuat hanya dengan menyerap jiwa-jiwa kegelapan dan amarah pada diri seseorang.
Namun sebenarnya yang bertambah kuat bukan Dongmen melainkan dua iblis tersebut, karena secara tidak langsung jiwa-jiwa kegelapan dan jiwa-jiwa amarah yang Dongmen hisap telah masuk kedalam tubuh dua iblis itu.
Jika jiwa-jiwa kegelapan akan langsung diterima oleh iblis kegelapan dan jiwa-jiwa amarah akan langsung diterima oleh iblis api, jadi Dongmen hanya dijadikan wadah oleh dua iblis tersebut.
Untuk keduanya dapat dengan mudah menghisap jiwa-jiwa manusia yang telah mati terbunuh, keduanya tidak akan dapat secara langsung menghisap jiwa-jiwa kegelapan dan amarah pada diri manusia.
Kecuali hanya melalui perantara terlebih dahulu, oleh sebab itu saat Dongmen mempelajari kitab cakar iblis yang ternyata didalam kitab tersebut telah bersemayam dua iblis yaitu iblis api dan iblis kegelapan.
Keduanya memilki kriteria tersendiri untuk seseorang yang akan mewarisi kitab cakar iblis, sebab itulah Dongmen sangat cocok karena didalam hatinya memiliki semua kriteria tersebut.
Semua kriteria itu ada dalam diri Dongmen salah satunya yaitu, sebuah kebencian yang mendalam, ambisi besar untuk dapat menjadi yang terkuat serta sebuah kegelapan didalam hatinya yang berbeda dari yang lain.
"Jadi ini sumber kekuatan pada diri Dongmen." Gumam Yinfeng.
Tidak mungkin bagi Yinfeng untuk dapat memusnahkan dua iblis sekaligus, jadi terpaksa dirinya meminta bantuan kepada sesepuh Qiuhan.
Seketika Yinfeng mengeluarkan kitab teratai api dari kalung ruang hampa miliknya, kemudian dielus-elus kitab tersebut sambil berucap pelan. "Sesepuh.. Sesepuh.. Aku membutuhkan bantuanmu."
Kedua iblis itu sempat bingung saat Yinfeng mengeluarkan sebuah kitab, ditambah lagi saat Yinfeng mengelus-elus kitab tersebut tidak berselang lama sebuah roh manusia muncul dihadapan keduanya.
Keduanya sempat terkejut dan bergumam dalam hati. "Ternyata anak ini mempunyai pendamping roh yang cukup kuat."
"Ada apa kau membangunkanku bocah." Ucap sesepuh Qiuhan.
"Aku membutuhkan bantuan anda sesepuh, untuk menghadapi iblis yang ada disana." Ucap, Yinfeng sambil menunjuk kearah iblis api dan iblis kegelapan.
"Emang apa masalahnya hingga kau dapat bertemu dengan mereka ?" Kata sesepuh Qiuhan.
"Ceritanya panjang sesepuh, tidak cukup jika aku jelaskanya sekarang."
"Hemm.. Baiklah selesai ini kau harus ceritakan kepadaku."
"Baiklah sesepuh."
"Ohh.. Sepertinya musuhmu kali ini cukup berat, apakah kau sanggup untuk menghadapi salah satunya ?" Ucap sesepuh Qiuhan.
"Jika satu lawan satu aku masih sanggup sesepuh." Jawab Yinfeng.
__ADS_1
"Hemmm.. Baiklah kalau begitu kau mau memilih yang mana ?"
"Aku akan memilih yang itu sesepuh." Ucap, Yinfeng sambil menunjuk kearah iblis dengan mata hitam, pakaian gelap dan diselimuti aura kegelapan yang kuat.
"Apakah kau yakin bocah ?" Tanya sesepuh Qiuhan.
"Hemm.. Tentu saja sesepuh."
"Kalau begitu kau harus berhati-hati dengannya."
"Baik sesepuh."
"Aku ingin bermain-main dahulu, setelah aku puas baru akan aku musnahkan sosok badut jelek itu." Ucap, sesepuh Qiuhan yang menunjuk kearah iblis api.
"Hahaha.. Jangan sombong kau roh tua jelek." Ucap iblis api.
Dengan segera iblis api menggunakan apinya untuk menyerang sesepuh Qiuhan, namun bagi sesepuh Qiuhan api tersebut hanya seperti berada dalam sauna saja.
Dalam sekejap api yang menyambar sesepuh Qiuhan mampu dipadamkan hanya dengan kibasan tangan. Wuuuuuussshhh..
"Apakah benar kau iblis api ? Atau hanya badut sirkus yang memainkan api." Ucap sesepuh Qiuhan meledek.
Mendengar ledekan sesepuh Qiuhan iblis api semakin terlihat amarahnya, dengan perubahan pada tubuh serta panas api yang terasa lebih panas dari sebelumnya.
Sesepuh Qiuhan hanya tersenyum kecil pada iblis api, setelah itu dalam sekejap tubuh sesepuh Qiuhan mulai terselimuti hawa dingin yang dapat mendinginkan api disekitarnya.
"Apaa ?? Bagaimana mungkin apiku yang dapat membakar manusia hingga tak tersisa, tidak mempan terhadapnya." Gumam iblis api.
"Kenapa ?? Apakah kau terkejut badut sirkus." Ledek sesepuh Qiuhan.
"Kurang ajar, sekarang terimalah ini."
Dengan amarah yang semakin membara serta api disekitar tubuhnya yang semakin membesar, iblis api mulai menyerang sesepuh Qiuhan dengan berbagai bola-bola api berukuran besar.
Duaaaaarrrr... Duaaaarrrrr....
Semua bola-bola api dengan sangat mudahnya dihalau oleh sesepuh Qiuhan hanya dengan melemparkan kerikil-kerikil es, kerikil itu meluncur dengan sangat cepatnya dan tepat mengenai bola-bola api besar milik iblis api.
"Huaaahh... Aku mengantuk, membosankan sekali." Ucap sesepuh Qiuhan.
****
Disisi lain Yinfeng sedang mempersiapkan kekuatan penuh untuk dapat mengalahkan iblis kegelapan itu, dengan lebih menstabilkan pernafasannya dan juga energi dalam tubuhnya.
__ADS_1
"Hay bocah cilik.. Lebih baik kau relakan saja jiwamu untukku, daripada harus capek-capek bertarung, toh akhirnya kau juga akan mati ditanganku. Hahahahaha." Ucap iblis kegelapan.
"Hehehe.. Justru sebaliknya relakan saja jiwa kegelapanmu untuk aku murnikan, karena itu akan menjadi kekuatan baruku." Ucap Yinfeng.
"Hahaha.. Sangat percaya diri sekali kau bocah cilik, aku suka itu." Ucap iblis kegelapan.
Seketika iblis kegelapan mengeluarkan bayangan hitam yang sangat besar persis seperti binatang berbentuk monyet, namun dengan taring yang panjang serta cakar yang panjang dan tajam.
"Jika kau memang mampu, lawanlah ini terlebih dahulu."
Bayangan monyet hitam besar itu kemudian langsung menyerang Yinfeng dengan cakar tajamnya, namun kali ini Yinfeng sudah mempersiapkan lawan yang sepadan untuk bayangan monyet hitam tersebut.
"Monklie.. Datanglah aku membutuhkan bantuanmu." Dalam hati Yinfeng memanggil temannya yang terkenal sebagai makhluk penunggu dunia dimensi.
Seekor makhluk berukuran cukup besar datang menghalau cakar tajam milik bayangan monyet hitam, dengan tangan kanannya lalu berteriak keras.
Ghauurrrrr.....
Sebuah terikan keras Monklie yang mampu menggetarkan jiwa Dongmen, ternyata diluar Dongmen masih dalam keadaan tidak sadarkan diri, setelah Yinfeng menggunakan ilmu penyucian jiwa.
Dengan sebuah teriakan keras mampu membuat bayangan monyet hitam itu menciut nyalinya, sebuah pukulan keras dilesatkan oleh Mongklie dengan tangan kirinya.
Jedduaaakkkk....
Walaupun hanya bayangan namun sangat mudah bagi Monklie dapat memukulnya, setelah memukul dengan tangan kirinya Monklie kembali membenturkan kepala dengan kepala milik bayangan monyet hitam.
Jedduaaaakkkk...
Belum sempat bayangan monyet hitam membalas, Monklie kembali menyerang menggunakan cakarnya untuk dapat mencabik-cabik tubuh bayangan monyet hitam tersebut.
Sebuah pemandangan tidak biasa yang dilihat oleh iblis kegelapan, bayangan monyet hitam besarnya dengan mudah dikalahkan oleh Monklie.
"Bagus Monklie, sangat lama sekali aku tidak menemuimu." Ucap Yinfeng yang melihat Monklie dengan mata berkaca-kaca.
"Iya tuan, aku sudah sangat rindu ingin bertemu denganmu." Ucap Monklie.
"Hemmm.. Monklie jangan panggil aku tuan, panggil aku teman.. Ingat itu." Ucap Yinfeng dengan wajah serius.
"Iya teman."
"Nah seperti itukan baru enak kedengarannya." Ucap Yinfeng.
.....
__ADS_1