Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Tantangan Bertarung


__ADS_3

Saat sesudah Yin Feng beradu tanding dengan Heiun dirinya sempat berfikir bahwa kekuatan Heiun mungkin akan jauh lebih besar dari sekarang, jika saja Heiun mampu melatih dan lebih berkonsentrasi agar dapat membangkitkan kekuatan terpendam pada dirinya.


Namun Yin Feng belum sempat memberitahukan semua itu pada Heiun, sebab Yin Feng masih menunggu waktu yang tepat untuk keduanya dapat berbicara empat mata tanpa ada yang mengganggu.


Setelah acara latih tanding antara Yin Feng dan Heiun selesai, ternyata ada satu murid yang penasaran ingin sekali mencoba kemampuan Yin Feng.


Saat dirinya memperhatikan Heiun dan Yin Feng bertarung, dirinya mendapati bahwa Heiun mendapatkan lawan yang tidak sebanding. Dirinya menganggap bahwa Yin Feng bisa menang karena perbedaan kekuatan.


Oleh sebab itu dirinya sedikit tidak terima karena jelas-jelas murid terbaik dan yang paling berbakat adalah dirinya yaitu Qiu Lien, seorang gadis berwajah cantik namun memiliki sifat yang sombong.


Dengan berani Qiu Lien datang menemui Walikota Tian Long menantang Yin Feng untuk bertanding dengannya di arena.


"Tuan Walikota maaf jika saya lancang, saya sangat keberatan jika lelaki itu beradu tanding dengan Heiun, jelas-jelas murid berbakat di panti asuhan ini adalah saya. Wajar saja Heiun kalah karena memang kekuatan Heiun jauh dibawahku." Ujar Qiu Lien.


"Lantas apa maumu Qiu Lien ?" Tanya Walikota Tian Long.


"Aku ingin manantang laki-laki itu untuk beradu tanding, apakah memang dia itu hebat ataukah hanya kebetulan saja." Ujar Qiu Lien.


"Jaga ucapanmu Qiu Lien kakak Yin Feng memang hebat, dirinya beradu tanding dengan kakak Heiun hanya ingin melihat kemampuan kak Heiun." Ujar Heiuni.


"Bagaimana kau bisa tau Heiuni ?" Tanya Yin Feng.


Aku sempat memperhatikan pertarungan kak Yin Feng dan kak Heiun, aku mendapati bahwa kak Yin Feng tidak bersungguh-sungguh saat berhadan dengan kak Heiun. Jadi aku berfikir bahwa kak Yin Feng hanya melihat sampai manakah kemampuan kak Heiun." Jawab Heiuni.


Mendengar jawaban dari Heiuni kemudian Walikota Tian Long mencoba menanyakan keseriusan dari ucapan Qiu Lien. "Hemmm.. Apakah kau serius dengan ucapanmu Qiu Lien ?"


"Saya serius Tuan, saya ingin memastikan apakah benar yang dikatakan Heiuni barusan." Ujar Qiu Lien.


"Bagaimana Yin Feng ? Apakah kau bersedia menerima tantangan dari gadis yang bernama Qiu Lien ini ?" Tanya Walikota Tian Long.

__ADS_1


"Pantang bagi laki-laki menolak tantangan, apalagi itu dari perempuan pasti akan merusak harga diri seorang laki-laki." Ucap, Qiu Lien dengan nada dingin.


"Hemmm.. Jika memang seperti itu apa boleh buat, namun jangan salahkan aku jika jurusku membuatmu terluka." Kata Yin Feng.


"Hahaha.. Coba saja jiika kau memang sanggup melukaiku." Ujar Qiu Lien.


Akhirnya Yin Feng menerima tantangan itu, dengan disetujui oleh Walikota Tian Long. Namun sebelum Yin Feng menaiki arena dirinya sempat menanyakan sebuah ruangan kosong pada Walikota Tian Long.


Didalam ruangan tersebut Yin Feng mengeluarkan baju Zirah Petir yang di dapatkannya saat memenangkan Turnamen Bergengsi, dipakailah baju Zirah tersebut agar nantinya dapat manahan setiap serangan yang dilancarkan oleh Qiu Lien menggunakan elemen petirnya.


Setelah selesainya memakai baju Zirah Petir Walikota Tian Long ternyata masih menunggu Yin Feng didepan ruangan tersebut, kemudian membisikkan kepada Yin Feng sesuatu hal.


Bahwa gadis yang bernama Qiu Lien itu adalah gadis yatim piatu yang memang terkenal dengan kesombongannya, namun Walikota Tian Long berpesan pada Yin Feng.


Agar tidak terlalu berlebihan menggunakan tenaganya untuk menghadapi Qiu Lien itu, dan meminta bantuan pada Yin Feng agar memberikan Qiu Lien pelajaran yang sangat berharga.


Yin Feng berkata pada Walikota Tian Long bahwa dirinya akan mencoba berusaha, untuk dapat melunakkan kekerasan serta kesombongan pada hati Qiu Lien. Dan juga akan memeberikan pelajaran yang sangat berarti padanya.


Kini keduanya sudah berada diatas arena pertarungan baik itu Yin Feng maupun Qiu Lien, dengan Walikota Tian Long sebagai wasitnya. Setelah keduanya mangambil posisi siap barulah Walikota Tian Long memberikan aba-aba akan dimulainya pertarungan.


Terlihat Qiu Lien sempat menatap tajam kearah Yin Feng sebelum dirinya mulai maju menyerang, dengan langsung mengeluarkan elemen petirnya.


Gluegerrrrr....


Suara kilatan petir yang menyambar kearah Yin Feng.


"Hampir saja petir itu membuatku gosong." Gumam Yin Feng.


Tak sampai disitu saja mendadak kilatan petir kedua dan ketiga muncul bersamaan.

__ADS_1


Gluegerrrr... Gluegerrrrr...


Yin Feng yang tak sempat menghindar mencoba menahannya dengan baju Zirah Petir yang ia kenakan, ternyata baju Zirah itu mampu menyerap kilatan petir yang menyambar dirinya.


"Waah.. Ternyata baju ini memang pusaka yang hebat." Gumam Yin Feng.


Qiu Lien hampir tidak percaya bahwa kilatan petirnya tak mempan terhadap Yin Feng, namun dirinya beranggapan itu hanya kebetulan akhirnya Qiu Lien kembali mengeluarkan kilatan petirnya.


Kali ini sekaligus langsung delapan kilatan petir yang dilancarkan oleh Qiu Lien untuk menyerang Yin Feng, namun kilatan demi kilatan tak mampu melukai Yin Feng sedikit pun.


Yang ada semua kilatan petir yang telah dilancarkan oleh Qiu Lien, langsung terserap kedalam tubuh Yin Feng. Banyak yang heran dan tidak menyangka bahwa kilatan petir milik Qiu Lien tak mempan terhadap Yin Feng, malahan kilatan petir itu seketika langsung terserap masuk saat mengenai tubuh Yin Feng.


"Apakah anak ini sudah menguasai elemen petir juga." Batin Walikota Tian Long.


Berbeda dengan Walikota Tian Long, guru Liu King yang menyaksikan itu hanya tersenyum penuh arti, bahwa Yin Feng mengambil tindakan yang sangat tepat. Untuk mengenakan baju Zirah Petir saat berhadapan dengan lawan yang berelemenkan petir.


Melihat elemen petir tak mampu melukai Yin Feng, Qiu Lien akhirnya mengganti serangan menggunakan elemen apinya, di keluarkanlah kobaran api dari tangannya.


Wuuuuushhh...


Kobaran api yang sangat besar dan panas langsung melahap Yin Feng, namun itu hanyalah perbuatan yang sia-sia. Qiu Lien tidak tahu bahwa sebenarnya Yin Feng tidak takut akan kobaran api yang dia keluarkan.


Hanya sebuah senyuman yang terpancarkan dari wajah Yin Feng saat kobaran api melahapnya, kemudian mendadak kobaran api yang dikeluarkan oleh Qiu Lien lama-kelamaan menjadi kecil.


Hingga terlihat seseorang pemuda tampan dengan sebuah api ditangannya. "Maaf jika aku telah membuat apimu mengecil." Perkataan yang diucapkan Yin Feng membuat Qiu Lien semakain marah.


"Bagaimana mungkin ?? Dia juga dapat menahan serangan apiku." Gumam Qiu Lien.


Seketika Yin Feng mengembalikan api yang berada ditangannya kearah Qiu Lien, dengan kecepatan tinggi api itu kemudian mengenai tubuh Qiu Lien yang membuatnya hampir terbakar.

__ADS_1


__ADS_2