
Akhirnya hari dimana sebuah pertarungan diatas arena pun tiba, seluruh penonton telah datang lebih awal dengan menduduki tempat duduk yang telah dipersiapkan.
Bagitupun para bangsawan kerajaan dari masing-masing dataran, yang telah menduduki posisi masing-masing sebagai tamu terhormat.
Terlihat para raja sedikit menyanjung kepada raja dataran barat Qiun Zen, karena perwakilan dari datarannya termasuk sebagai kandidat terkuat dan tertinggi.
"Hehehe.. Nampaknya dataran barat kali ini tidak bisa dianggap enteng." Ujar raja dataran utara Wang Zoe.
"Hahaha Benar, tak disangka pada turnamen kali ini dataran barat bisa menjadi kandidat terkuat." Ujar raja dataran timur Ming Lie.
"Ahh.. Kalian semua terlalu memuji." Ucap raja dataran barat Qiun Zen. "Tak ku sangka anak itu dapat menjadi kandidat terkuat, selepas turnamen ini jika dirinya dapat menang akan aku nikahkan ia dengan putriku." Gumam raja Qiun Zen.
"Bagini saja, bagaimana jika anak-anak kita mencoba menjajal kemampuan dari masing-masing peserta." Ujar raja Tang San.
"Hemm.. Boleh juga sudah lama anakku ini tidak mendapat lawan yang hebat." Ujar, raja Wang Zoe dengan menepuk pundak anaknya. "Iyakan Yun er?"
"Hahaha.. Begitupun dengan anakku ini." Raja Ming Lie melihat kearah anaknya. "Bagaimana Wan er? Kau bersedia?" Anaknya hanya tersenyum sambil menganggukkan kepala.
"Bagaimana Zie er? Apakah kau juga ingin berpartisipasi? Tanya raja Qiun Zen pada putrinya Qiun Zie. "Ayah tak perlu khawatir Zie er akan selalu siap." Ucap Qiun Zie.
"Kalau kalian sudah setuju, baiklah biar para panitia yang mengaturnya." Raja Tang San kemudian memanggil seseorang yang telah dipersiapkan menjadi wasit pertarungan. "
"Zou Fu." Panggil raja Tang San kepada salah seorang yang tengah duduk bersama para panitia. "Kemarilah."
Seseorang yang bernama Zou Fu kemudian memenuhi panggilan raja Tang San, dengan mendatanginya. "Ada apa sang raja memanggilku?" Tanya Zou Fu pada raja Tang San.
"Hari ini aku perintahkan kau menjadi wasit di turnamen kali ini." Belum selesai raja Tang San berbicara Zou Fu lebih dahulu memotongnya. "Tapi raja, bukankah Fan We yang menjadi wasit di turnamen kali ini?"
"Tidak.. Lebih baik kau saja, beritahu pada panitia bila kau yang akan menjadi wasitnya."
"Tapi raja."
"Tidak ada tapi-tapian, kau memilih menurutinya atau justru ingin dianggap sebagai pengkhianat." Ujar raja Tang Sang dengan nada sedikit lebih tinggi.
"A... Ampun wahai raja, baik saya akan menurutinya." Ucap, Zou Fu sedikit ketakutan dan segera pergi untuk memberitahukan pada panitia.
Saat Zou Fu menjelaskan apa yang diinginkan oleh sang raja Tang San, ketua panitia sedikit merasa terkejut karena pada awalnya Fan We lah yang telah disepakati sebagai wasit dalam turnamen bergelar kali ini.
Akan tetapi saat turnamen sudah didepan mata, justru raja Tang San dengan sangat mudahnya menggantikan posisi Fan We dengan Zou Fu. Yang sudah jelas terkenal dengan ketidak adilannya.
Ketua panitia bernama Jie Ao merasa ada yang tidak beres dengan permintaan raja Tang San yang begitu mendadak, namun karena semua kendali memang dipegang penuh oleh sang raja itu sendiri.
Oleh sebab itu bagi ketua panitia Jie Ao tak dapat berbuat apa-apa selain menuruti apa yang diperintahkan oleh raja Tang San. Dan kemudian diumumkanlah bahwa sebagai wasitnya adalah Zou Fu.
__ADS_1
Zou Fu mulai menaiki arena turnamen dan mengumumkan rencana yang telah disepakati oleh masing-masing raja dan putra putrinya.
Bahwa dalam turnamen kali ini ada sedikit perubahan pertarungan, nampak anak raja dari masing-masing kerajaan ingin menjajal langsung kekuatan dari masing-masing peserta.
Ternyata perubahan jadwal ini termasuk keinginan dari raja Tang San, yang ingin secara langsung menyaksikan bagaimana perkembangan para peserta. Terlebih lagi adalah perkembangan anaknya sendiri yang bernama Tang He.
Walaupun entah apa rencana raja Tang San dibalik perubahan pertarungan yang mendadak ini, tak ada satu pun yang curiga hanya ketua panitia bernama Jie Ao saja.
Terlihat salah seorang berdiri dengan mengangkat tangan kanannya. "Lalu bagaimana dengan peraturan yang mengatakan bahwa peserta dengan nilai poin tertinggi dapat memilih lawannya sendiri."
Seseorang itu tidak lain adalah Walikota Tian Long, yang sedikit tidak terima bila peraturan itu tidak dilaksanakan terlebih dahulu. Tiba-tiba dari tempat kusus sang raja Tang San menjawab pertanyaan Walikota Tian Long.
"Kau tidak perlu khawatir masalah itu.. Setelah pertarungan antara peserta dan anak-anak kami selesai para peserta yang menang justru akan langsung memasuki final."
"Maksud anda bagaimana raja.. Tang San. " Seorang guru dari salah satu peserta mencoba menanyakan apa maksud dari perkataan raja Tang San.
Raja Tang San kemudian mulai menerangkan apa maksud dari perkataannya itu, bahwa para peserta yang menang akan secara otomatis masuk final. Namun bagi peserta yang kalah akan langsung tereliminasi dan tidak bisa lagi mengikuti turnamen.
Dari bangku penonton terdengar sangat gaduh banyak yang mempertanyakan apa motif dibalik perubahan pertarungan itu, bisa-bisanya para peserta bertemu dengan anak para raja.
Padahal awal mula dimulainya turnamen para anak-anak raja tak ada yang ikut, mengapa giliran di arena adu tanding baru para anak-anak raja muncul.
"Tenang semuanya." Teriak wasit Zou Fu. "Raja Tang San hanya ingin mencoba kemampuan dari anak-anaknya, dan juga kemampuan dari para peserta."
Saat semuanya masih dalam keadaan gaduh tiba-tiba anak dari raja Tang San melompat dari tempat duduknya ke atas arena, semua mata langsung tertuju padanya. "Aku disini ingin menantang anak itu." Tang He menunjuk kearah Yin Feng.
Dari bangku penonton justru semakin gaduh, tak menyangka anak dari raja Tang San sangat ingin bertarung dengan peserta yang bernama Yin Feng.
"Bagaimana anak muda, apakah kau menerima tantangan dari tuan muda Tang He?" Tanya sang wasit Zou Fu.
"Hah.. Peserta dengan nilai poin tertinggi, tidak berani menerima tantangan. Cuih.. Dasar sampah."
Mendengar ucapan dari Tang He banyak para penonton maupun para guru geram dengan gaya sombong anak itu. "Hahaha.. Mana mungkin sebagai seorang lelaki menolak tantangan dari anak raja." Ucap, Yin Feng yang langsung melompat keatas arena.
"Hahaha.. Bagus itu baru peria sejati." Ujar, Tang He yang tertawa sambil bertepuk tangan.
Keduanya mulai mengambil posisi masing-masing, dan saat wasit Zou Fu memberikan aba-aba barulah pertarungan dimulai.
"Aku harap kau bisa membuatku senang." Ucap, Tang He yang mulai maju menyerang terlebih dahulu menggunakan tangan kosong.
Yin Feng dengan santainya menerima setiap pukulan dari Tang He, yang dapat dengan mudah ia baca pergerakkan dari serangan tersebut. "Hemm.. Sebagai anak raja kemampuanmu tidak buruk." Yin Feng sedikit mengejek Tang He.
Mendengar ejekan Yin Feng Tang He semakin menaikan ritme pukulannya, dengan saling beradu pukulan hingga beberapa kali ledakan-ledakan kecil terjadi diatas arena.
__ADS_1
Sampai keduanya sama-sama menaikan kekuatan serang dan beradu pukulan.
Duaaarrrr...
Keduanya sama-sama terpental jauh hingga hampir keluar dari arena.
"Cukup lumayan.. Tapi jangan terlalu senang dulu, baru bisa menahan pukulanku kau sudah bangga." Tang He mengeluarkan pusaka berbentuk pedang, untuk masalah kualitas tak diragukan lagi pusaka berbentuk pedang itu adalah kualitas tinggi dan terbaik di dataran selatan.
"Bukankah itu pedang Naga Emas.. Pantas saja aku mencari di rumah lelang tidak ada, ternyata ada ditangan anak raja itu." Gumam guru Gou Lang.
Guru Gou Lang memandang dengan senyuman tipis, memikirkan cara cepat untuk dapat menguasai dataran selatan ini. "Lebih baik aku meminta pada raja kegelapan agar segera menyerang dataran selatan ini."
Pedang itu bernama pedang Naga Emas yang secara kusus didapatkan oleh raja Tang San saat dirumah lelang yang sengaja untuk anaknya. Tang He memainkan pedangnya menyerang maju kearah Yin Feng.
Yin Feng pun mengeluarkan senjata pusakanya yaitu Pedang Harimau Perak.
Traaang.. Traang..
Kedua senjata pusaka saling beradu kekuatan hingga menimbulkan percikan-percikan api saat keduanya bersentuhan, namun ternyata pedang harimau perak tak tahan lama saat beradu dengan pedang naga emas.
Terlihat pedang Harimau Perak mulai menampakkan keretakan disisi tajamnya. "Hahaha.. Tak ada yang bisa menandingi kehebatan dari pedang Naga Emas, habislah kau sekarang anak sampah."
Tang He mengangkat pedangnya keatas seraya mengeluarkan jurus dari pedang Naga Emas. "Jurus Naga Penghancur Bumi."
Sebuah Naga Emas muncul dari arah langit dengan kecepatan tinggi hendak menyerang kearah Yin Feng.
Seketika Yin Feng membuat pertahanan dari elemen tanahnya, yang membentuk sebuah prisai pertahanan. Saat Naga Emas menabrak prisai pelindung dari tanah milik Yin Feng ternyata kekuatan serangan dari naga emas.
Membuat Yin Feng cukup sulit menahannya, nampak prisai tanahnya mulai retak sedikit demi sedikit. "Sangat luar biasa kekuatan serang dari naga emas ini."
Kembali Yin Feng melapisi prisai pelindung menggunakan elemen tanahnya, namun tetap saja tak dapat menahan kekuatan serang dari naga emas.
Yang akhirnya prisai pelindung dari tanah milik Yin Feng hancur bersamaan terjadinya ledakan besar.
Duaaaaaaaarrrrr.....
"Feng er.. " Teriak Walikota Tian Long, kakek Xio Fang dan juga Qin Xua bersamaan.
"Yin Feng.." Dari sisi yang berbeda pun terdengar suara yang memanggil nama Yin Feng.
"Hahaha.. Mati Kau anak sialan.. Akhirnya aku tak perlu repot-repot untuk bertarung dengannya." Ujar Lin Kiong.
..........
__ADS_1