
Saat kepulan asap tebal mulai menipis terlihatlah sesosok bayangan anak muda yang masih berdiri kokoh tanpa terpengaruh racun sedikit pun.
"Apa!! Bagimana mungkin!" Cou Diet yang pertama kali terkejut saat terlihat sesosok bayangan yang dicurigai itu adalah Yin Feng.
Tak kalah terkejutnya dengan Cou Diet, justru saking terkejutnya mulut Cou Duat sampai tak dapat tertutup dengan mata yang menjulang kedepan. "Mustahil!! Dia hanya tingkat langit tahap 3, mana bisa tak terpengaruh oleh racun milikku."
"Kenapa?? Apa kalian cukup terkejut! " Yin Feng yang mulai perlahan-lahan terlihat, keluar dari kepulan asap tipis sambil tersenyum. Yin Feng segera mengayunkan pedangnya sambil mengeluarkan jurus tanpa wujud.
Membuat Cou Duat merasa ada yang aneh pada ayunan pedang yang dilesatkan oleh Yin Feng. "Aku tak boleh tertipu, jelas serangan ini sama halnya saat mengenai Cou Diet."
Cou Duat memutar-mutarkan kedua kapak kecilnya hingga membentuk prisai pertahanan. "Kita lihat saja apakah jurusmu itu mampu menembus prisaiku ini."
Saat jurus tanpa wujud mengenai prisai yang dibentuk oleh Cou Duat, nampak Cou Duat hanya mengalami kebas pada kedua tangannya akibat menahan serangan pertama dari Yin Feng.
"Sial, walaupun serangannya tak dapat menembus prisaiku tapi tanganku terasa mati rasa." Cou Duat baru merasakan kekuatan serang yang dapat membuat Cou Diet terluka.
"Cukup menarik! " Yin Feng kembali mengayunkan dua kali ayunan pada pedangnya.
Membuat tekanan kukuatan sangat terasa saat jurus tanpa wujud melesat kearah Cou Duat. "Sial.." Cou Duat menambah kecepatan putaran pada kedua kapaknya.
Tapi alhasil jurus tanpa wujud kali ini tak mampu ditahan oleh Cou Duat menggunakan prisai pertahanan miliknya, mengakibatkan terjadinya ledakan saat hancurnya prisai pertahanan milik Cou Duat.
Duaaaaarrr...
Cou Duat terlempar cukup jauh hingga membentur tiang rumah milik warga. "Uhuk.." Cou Duat memuntahkan darah segar dari mulutnya, dan juga seluruh tubuhnya penuh akan luka. "Tak ku sangka aku akan kalah oleh anak muda ini."
Terlihat luka Cou Duat lebih parah bila dibandingkan luka yang terdapat pada tubuh Cou Diet.
Tak terima dua saudaranya dapat dilukai Cou Duot langsung maju menyerang Yin Feng dengan membabi buta.
Trang.. Trang..
__ADS_1
Benturan demi benturan kedua senjata terdengar cukup nyaring, Cou Duot yang seolah seperti orang kerasukan tak memberikan Yin Feng kesempatan untuk dapat membalas serangannya.
"Boleh saja kau lukai kedua saudaraku, namun apakah kau sanggup menahan seranganku ini! " Cou Duot terus menyerang tanpa henti.
Namun walaupun Cou Duot terus-terusan menyerang Yin Feng dengan membabibuta, tapi justru Yin Feng menghadapinya sangat santai malah masih sempat tersenyum.
"Pas sekali seranganmu ini dapat melatih kecepatanku." Yin Feng justru sangat menikmati serangan dari Cou Duot.
"Jangan senang dulu anak muda." Cou Duot ternyata memiliki jurus yang cukup hebat, bila dibandingkan dengan dua saudaranya.
Cou Duot mengeluarkan jurusnya di jarak yang sangat dekat dengan Yin Feng. "Tarian Neraka."
Tiba-tiba lima bayangan Cou Duot muncul dan mengepung Yin Feng, masing-masing memegang dua kapak kecil sambil memutari Yin Feng dengan meliuk-liukkan tubuh mereka.
Ternyata jurus tarian neraka milik Cou Duot hampir mirip dengan jurus ilusi, akan tetapi perbedaannya dari milik Cou Duit yaitu setiap masing-masing bayangan dapat melancarkan serangan.
Masing-masing bayangan Cou Duot mulai menyerang Yin Feng menggunakan kapak, namun karena baju zirah yang dikenakan Yin Feng membuat serangan demi serangan tak berdampak apa-apa padanya. "Hanya segini saja jurus yang kau banggakan! Membosankan. "
Saat jurus kedua dikeluarkan munculah ribuan kelopak bunga mengarah dan menyelimuti Cou Duot, kelopak bunga seolah membentuk seperti pusaran angin yang menelan Cou Duot.
Tak berselang lama ketika kelopak bunga mulai menghilang, terlihatlah Cou Duot yang sudah tergeletak dengan darah segar mengalir pada setiap indra.
Tapi anehnya dari jurus kedua ini sang musuh langsung terlihat pucat seolah energi serta vitalitas kekuatannya telah terserap oleh ribuat kelopak bunga.
Cou Diet dan Cou Duat sangat-sangat terkejut bahwa yang tertua dan yang terkuat dari mereka dapat dengan mudah Yin Feng bunuh. "Bagaimana ini? Ternyata anak muda itu sangat mengerikan." Ujar Cou Duat.
"Kau benar, Cou Duat saja bukan tandingannya apa lagi kita?" Dari hati Cou Diet maupun Cou Duot mulai ketakutan, mereka sedang mencari cara agar bisa selamat dari maut.
"Sekarang giliran kalian berdua." Yin Feng mengalihkan pandangannya sambil berjalan perlahan dari Cou Duot kearah Cou Duat dan Cou Diet.
"Ampuni kami tuan muda, kami mengaku salah." Cou Diet yang pertama kali mengambil inisiatif untuk memohon belas kasihan Yin Feng dengan menyembahnya.
__ADS_1
"Kau ingin meminta pengampunan dariku!!" Nada bicara Yin Feng seakan tak memberikan mereka sedikit pun belas kasihan.
"Iya tuan muda, kami rela melakukan apa saja untukmu." Kali ini Cou Duat yang angkat bicara.
"Hemm.. Baiklah aku bisa saja tidak membunuhmu, asalkan kau habisi dia." Yin Feng menyuruh Cou Duat dan Cou Diet untuk menyerang ketua mereka yaitu Xuan Cong.
"Oh.. Tindakanmu sangat bagus anak muda, bila kau tak ingin membunuhnya biarkan aku saja." Xuan Cong secara cepat menarik pedang dari sarungnya kemudian mengayunkan pedangnya kearah Cou Duat dan Cou Diet.
Seketika kekuatan serang dari ayunan pedang Xuan Cong membuat retakan ditanah sepanjang serangan itu.
Saat serangan Xuan Cong mengenai Cou Duat dan Cou Diet seketika tubuh mereka berdua terbelah menjadi dua bagian, belum sampai disitu saja ternyata serangan tersebut masih melesat menuju arah Yin Feng.
Yin Feng manahan serangan Xuan Cong hanya menggunakan pedang pencabut nyawa. "Cukup lumayan, bisa membuatku sedikit bergetar."
"Jangan kira setelah kau berhasil mengalahkan tiga serangkai dirimu jadi tak terkalahkan! Ketahuilah justru mereka bertiga hanyalah anjing peliharaanku yang sewaktu-waktu aku lapar aku akan memakannya."
Xuan Cong mulai menjilati pedangnya. "Asal kau tahu anak muda! Pedangku ini sudah ribuan kepala terpenggal olehnya, apalagi hanya menghadapimu yang hanya di tingkat langit akhir tahap tiga. "
"Kita belum tahu siapa yang akan mati dan siapa yang akan hidup." Yin Feng sedikit pun tak gentar dan tak takut menghadapi Xuan Cong, walaupun memang Xuan Cong lebih tinggi tingkatannya.
"Menarik.. Sangat menarik! Aku suka anak muda sepertimu, bagaimana jika aku menjadikanmu anak buah kepercayaan, apakah kau mau?"
"Sedikit pun tak pernah terlintas dalam fikiranku untuk tunduk pada orang sepertimu." Yin Feng mulai geram dengan mengacungkan pedang pencabut nyawa kearah Xuan Cong.
"Oh.. Oh.. Santai anak muda, lebih baik kita buktikan saja apakah kau mampu menghadapi jurusku ini! "
Xuan Cong mengangkat pedangnya, seketika bayangan pedang besar nampak diatas kepala Xuan Cong. "Pedang Penghancur." Diarahkan jurus pedang penghancur kearah Yin Feng.
Duaaaarrr....
........
__ADS_1