
Setelah Walikota Tian Long menyetujui jika rumah panti dijadikan sebagai perguruan Macan Putih, barulah keesokan harinya mereka semua berkumpul di aula perguruan.
"Saya sengaja mengumpulkan kalian semua karena ada hal yang ingin saya sampaikan." Yin Feng mengumpulkan semuanya antara lain Qin Xua, Lou Rin, Xio Ning er dan paman Dou Han.
Karena Walikota Tian Long sedang memiliki tugas negara, maka beliau tidak bisa hadir pada saat Yin Feng ingin menyampaikan sesuatu.
Yin Feng kemudian menjadikan semuanya sebagai guru di perguruan Macan Putih, walaupun memang saat ini perekrutan guru sebenarnya lebih penting.
Akan tetapi itu bisa difikirkan sambil berjalan, yang terpenting saat ini adalah mencari murid yang mau untuk bergabung bersama murid yang lain di perguruan Macan Putih.
Xio Ning er angkat bicara bahwa dia memiliki usulan. "Bagaimana jika kita memanfaatkan murid yang ada terlebih dahulu, kita ajarkan mereka semaksimal mungkin."
"Saya setuju dengan apa yang dikatakan Ning er, justru kesepuluh anak ini nantinya yang akan menjadi daya tarik apabila kita dapat menjadikan mereka pendekar hebat." Lou Rin juga lebih setuju untuk mendidik kesepuluh anak yang ada terlebih dahulu.
"Baiklah jika seperti itu kita akan mempersiapkan tes untuk mengetahui bakat alami para murid yang ada. " Yin Feng kemudian membubarkan semuanya, dan menyuruh tiga perempuan untuk mengambil alih para murid yang ada terlebih dahulu.
Yin Feng memutuskan untuk masuk kedalam kamar terlebih dahulu agar dirinya bisa leluasa berkomunikasi dengan sesepuh Qiu Han.
"Sesepuh.. Apakah sesepuh tau metode untuk dapat mendeteksi bakat alami seseorang?"
"Aku bangga padamu bocah, ternyata kau tidak melupakan jati dirimu sebagai putra Macan Putih." Sesepuh Qiu Han tau persis bahwa memang Yin Feng lahir dan tumbuh didalam perguruan.
"Aku hanya melaksanakan apa yang menjadi keinginan kakek Liu, serta tetua Wu Han yang sudah mewarisi ilmu-ilmunya padaku."
"Baiklah, aku memiliki sebuah batu prsasti yang dapat mendeteksi bakat alami seseorang, ini aku berikan padamu sebagai wujud ikon perguruan Macan Putih yang baru."
Sesepuh Qiu Han ternyata masih menyimpan sebuah batu prasasti yang dapat mendeteksi bakat alami murid, kini dia serahkan pada Yin Feng sebagai ciri khas dari perguruan Macan Putih yang baru.
"Akan tetapi karena usia dari prasti itu termasuk sudah tua, serta perlu mengaktifkan kembali batu tersebut.."
Sesepuh Qiu Han kemudian menjelaskan bagaimana cara untuk mengaktifkan kembali keefisian dari batu prasasti, dengan menyalurkan kekuatan jiwa pada batu prasasti itu sudah cukup untuk mengaktifkan batu tersebut.
__ADS_1
Yin Feng menuruti apa yang telah dikatakan sesepuh Qiu Han, dengan menyalurkan kekuatan jiwa kedalam batu prasasti tersebut.
Awal Yin Feng meletakkan tangannya ke batu prasasti yang dipegangnya, sungguh terkejutnya ia saat mendapati dirinya masuk kedalam ruang hampa dimana batu prasasti itu berada.
Untuk masalah sepesifiknya ternyata sesepuh Qiu Han tak begitu mengerti akan arti dari batu prasasti yang dimilikinya itu, karena sebenarnya ia tak sengaja menemukan batu tersebut didalam cincin ruang setelah mengalahkan ketua perguruan lain.
Sesepuh Qiu Han hanya mengetahui kegunaan dari batu tersebut, saat dirinya hendak mencoba mengaktifkan batu prasasti ternyata terdapat sebuah segel yang harus dipecahkan terlebih dahulu.
Saat mengetahui bahwa batu prasati itu memiliki segel, sesepuh Qiu Han kemudian tidak melanjutkan untuk membukanya dan ia memilih menyimpannya terlebih dahulu, mungkin kelak akan sangat berguna.
"Sedang dimana aku ini?? " Yin Feng melihat area sekitar semuanya terlihat sama ruang hampa hanya terlihat berwarna biru gelap.
"Rupanya ada seseorang yang berani untuk mengaktifkan kembali batu ini." Terdengar suara yang sangat menggema, akan tetapi tak terlihat wujud sesorang yang sedang berbicara.
"Siapa kamu? Kenapa aku bisa masuk kedalam ruang hampa ini?" Yin Feng yang masih bingung kenapa dirinya bisa berada didalam ruang hampa.
"Hahaha.. Jangan pura-pura bodoh kau bocah! Justru harusnya aku yang bertanya, kenapa kau bisa masuk kedalam ruang hampa milikku?"
"Apakah kau berasal dari perguruan Elang Langit?"
"Bukan, saya dari perguruan Macan Putih." Jawab Yin Feng.
"Macan Putih?? Mengapa aku tak pernah mendengar perguruan itu? Ah sudahlah, karena kau sudah berani mengaktifkan segel dari batu ini maka kau harus bisa memecahkan teka-teki di batu ini."
Sebuah batu prasasti besar menampakkan diri didepan Yin Feng, disanalah terdapat beberapa kalimat yang harus dipecahkan.
"Jika kau berhasil maka kepemilikan batu ini akan menjadi milikmu." Ternyata sosok yang berbicara adalah batu prasasti itu sendiri.
"Sejak kapan batu dapat berbicara!!" Yin Feng dibuat bingung saat mendapati sebuah batu prasasti dapat berbicara.
"Kau tak perlu bingung, justru inilah keistimewaan dari batu prasasti itu sendiri, tidak hanya bisa berbicara tapi akupun memiliki duniaku sendiri."
__ADS_1
"Dunia sendiri?? Apa maksudnya itu?" Cukup bingung Yin Feng mencerna omongan dari batu prasasti.
"Saat kau dapat menjawab teka-teki ini, maka kau akan tahu apa yang aku maksud dengan duniaku sendiri."
Yin Feng semakin bingung dan penasaran, akhirnya dia mencoba untuk memecahkan teka-teki yang ada pada batu prasasti tersebut.
Dikejar terus berlari ditunggu pun terus berlari, tapi saat tidak mengejar dan tidak menunggu justru dia datang menghampiri.
Lama Yin Feng termenung memikirkan jawaban atas teka-teki itu, sampai-sampai dirinya berpindah-pindah posisi agar dapat menemukan jawaban atas teka-teki tersebut.
Sesepuh Qiu Han hanya dapat melihat dari raganya saja, tapi beliau tidak tahu menahu apa yang sedang dialami Yin Feng. Jiwa Yin Feng telah masuk kedalam ruang hampa didalam batu prasasti.
Ternyata waktu sudah berjalan lima jam dan jiwa Yin Feng masih berada didalam ruang hampa batu prasasti. "Apa sebenarnya jawaban atas teka-teki itu??"
"Hahaha.. Apakah kau akan menyerah bocah, memang batu ini tidak sembarangan orang bisa memilikinya."
Yin Feng masih terus-terusan memikirkan jawaban atas teka-teki itu, hingga beberapa kali dirinya mengulang-ulang kalimat tersebut.
"Baiklah bocah, sebaiknya kau coba lain waktu saja." Perkataan dari batu prasasti sontak membuat jiwa Yin Feng langsung kembali pada raganya.
"Eh.. Tunggu." Yin Feng belum sempat berucap justru jiwanya sudah kembali ke raga. "Ahh sial, apa sebenarnya jawaban dari teka-teki itu?"
Sesepuh Qiu Han yang melihat Yin Feng jengkel dan kebingungan merasa penasaran, apa sebenarnya yang membuat Yin Feng sampai sejengkel itu. "Ada apa bocah? Apakah kau memiliki kesulitan?"
"Iya sesepuh, ternyata didalam batu ini terdapat ruang hampa." Yin Feng memberitahu sesepuh Qiu Han perihal ruang hampa pada batu prasasti.
"Sudah ku duga, pasti ada rahasia didalam batu ini."
Hay pembaca sekalian, boleh minta tolong ga? Tolongin Yin Feng dong untuk bantu menjawab teka-teki diatas.
Mohon bantuannya ya para readers.
__ADS_1