Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Identitas Pengacau


__ADS_3

Setelah dirasa Yinfeng dan kedua putri perguruan telah jauh dari pandangan, walaupun memang keduanya sempat menolak tapi guru Liuking terlihat lebih serius dan lebih mengerikan saat kembali menyuruh mereka untuk segera meninggalkan perguruan.


"Hahahaha.. Ini yang sudah aku tunggu-tunggu setelah sekian tahun lamanya." Ucap pengacau.


"Sebenarnya siapa kau ? Dan apa maumu ?" Bentak guru Liuking.


"Kau masih tidak mengenaliku tua bangka." Ucap pengacau itu.


"Aku tidak tau siapa kau, dan aku juga tidak pernah berurusan denganmu." Ucap guru Liuking.


"Hahaha.. Mungkin hanya dengan ini kau akan mengetahui siapa diriku."


Dengan segera pengacau itu mengangkat kedua tangannya yang hendak mengeluarkan sebuah jurus.


Jurus Tapak Api Pembakar Sukma


Guru Liuking sempat terkejut akan jurus yang dikeluarkan pengacau itu, ternyata dirinya baru menyadari bahwa pengacau itu tidak lain adalah DONGMEN.


Namun tidak ada kesempatan untuk terus terkejut dan terpana, karena sebuah jurus sedang mengarah kearahnya. Dengan seketika guru Liuking mengeluarkan jurusnya untuk menghalau jurus tersebut.


Jurus Pukulan Seribu Bayangan


Dengan dikeluarkannya jurus tersebut berbarengan dengan menghilangnya guru Liuking dari pandangan Dongmen.


Namun Dongmen yang ini bukan seperti Dongmen saat guru Liuking menghadapinya dahulu, Dongmen yang sekarang lebih terlihat ganas dan mengerikan. Dia tidak tanggung-tanggung untuk membunuh seseorang.


Duuaaaaaaaarrrrrr....


Sebuah jurus yang beradu membuat ledakan yang cukup besar, sampai-sampai hampir membuat perguruan Macan Putih porak-poranda.


Kali ini ledakan yang ditimbulkan sampai membuat bangunan-bangunan di perguruan Macan Putih mengalami kehancuran yang cukup parah, namun masih terlihat bangunan-bangunan lain yang berdiri kokoh.


"Hahahaha... Aku sudah menebak pasti kau akan mengeluarkan jurus itu." Ucap Dongmen.


**

__ADS_1


Diluar perguruan Yinfeng, Lourin dan Ning'er yang mendengar suara ledakan besar sontak langsung menghentikan langkahnya sambil menengok kebelakang, mereka terkejut saat melihat kepulan asap sangat pekat muncul dari arah perguruan.


"Kalian pergilah terlebih dahulu, aku akan kembali untuk membantu kakek guru." Ucap Yinfeng.


"Tidak Yinfeng, kami sudah terbiasa menjalani bahaya saat perjalanan menuju kota Tianjien bersamamu." Ucap, keduanya yang tidak ingin pergi.


"Dengar.. Aku mempunyai jurus tersendiri untuk menghadapi pengacau itu, jika kalian bersamaku aku tidak yakin dapat menyelamatkan kalian." Ucap Yinfeng dengan memancarkan keseriusan pada wajahnya.


Dengan berat hati akhirnya Lourin dan Ning'er menuruti perkataan Yinfeng, sebelum keduanya pergi tak terasa air mata mengalir deras dari kedua matanya sambil bersamaan memeluk Yinfeng.


"Kamu harus kembali dengan selamat." Ucap Lourin.


"Kamu harus bisa kalahkan dia Yinfeng, kami berdua percaya padamu." Ucap Ning'er.


"Aku berjanji akan kembali dengan selamat, serta akan aku kalahkan penyusup itu." Ucap, Yinfeng dengan penuh keyakinan.


Mereka berdua pun segera pergi meninggalkan Yinfeng, saat dirasa keduanya sudah tidak terlihat lagi barulah Yinfeng kembali ke perguruan. Namun saat kembalinya ke perguruan dirinya sangat terkejut.


Antara guru Liuking dan Pengacau sedang beberapa kali beradu serang dan jurus, hingga menimbulkan sebuah kehancuran-kehancuran yang di timbulkan dari kedua jurus yang bertemu.


"Ahh, aku tau dialah yang telah membunuh kedua orang tuaku." Gumam Yinfeng.


Akhirnya Yinfeng dapat mengingat sesosok pengacau itu walaupun kini wajah dan tubuhnya terlihat berbeda saat dirinya bertemu di alam ilusi, namun tidak membuatnya lupa akan sosok yang telah membunuh kedua orang tuanya itu.


Guru Liuking yang tengah beradu berbagai jurus dengan Dongmen sempat mengalami luka pada bagian lengannya, sedangkan Dongmen yang saat ini telah menguasai jurus Cakar Iblis dengan sempurna.


Sehingga kekuatannya saat ini jauh lebih besar dari yang dulu, dan kini Dongmen sudah terselimuti aura kejahatan yang sangat pekat membuatnya seperti iblis yang sedang haus akan darah.


"Hahaha.. Akan aku tunjukan kekuatanku yang sebenarnya." Ucap Dongmen.


Dongmen mengangkat tangan kanannya keatas, secara tiba-tiba sebuah pedang muncul dan sudah digenggamnya. Sebuah pedang perlapiskan aura kematian yang sangat-sangat mengerikan serta tercium bau amis yang sangat menyengat.


"Pedang inilah yang akan membunuhmu karena untuk mengaktifkan pedang kegelapan ini, aku membutuhkan seratus nyawa. Terimalah ini." Ucap Dongmen.


Dongemen mengayunkan pedangnya kearah guru Liuking, sebuah bayangan hitam muncul dari pedang yang diayunkan Dongmen. Sebuah bayangan yang sangat mengerikan mampu membuat lawannya tak berkutik saat menghadapinya.

__ADS_1


Guru Liuking segera mengeluarkan sebuah pusaka yang sudah lama tidak digunakannya, berbentuk pedang juga namun pedang yang dimiliki guru Liuking ini berwarna putih menyala.


Saat pedang dicabut dari sarungnya nampaklah sebuah cahaya putih menyilaukan, ternyata guru Liuking sengaja menyimpan pedangnya di ruang hampa miliknya.


Yinfeng yang melihat dari kejauhan merasa heran dan bertanya-tanya, sejak kapan guru Liuking dapat memunculkan benda dari ruang hampa. Padahal selama Yinfeng bersamanya tidak pernah sekalipun guru Liuking menampakkan hal seperti itu.


Sehingga Yinfeng beranggapan bahwa selama ini guru Liuking memang sengaja menyembunyikannya, namun untuk alasannya Yingeng belum mengetahui.


Seketika guru Liuking mengayunkan pedangnya untuk menyambut serangan pedang milik Dongmen, sebuah kilauan cahaya putih keluar dari ayunan pedang milik guru Liuking.


Duaaaaaaaarrr...


Ledakan hebat terjadi saat kedua serangan bertemu, namun ledakan kali ini lebih dahsyat dari ledakan-ledakan sebelumnya. Sampai menimbulkan guncangan hebat dan menimbulkan retakan pada bumi yang mereka pijak.


Keduanya sama-sama terpental kebelakang dengan sedikit mengalami luka pada tubuh masing-masing, saat itulah Yinfeng dengan segera mencoba mengeluarkan aura penghakimannya.


Sesaat Dongmen sempat merasa tertekan akan tekanan yang ditimbulkan oleh aura penghakiman milik Yinfeng, namun tiba-tiba Dongemen menaikkan tingkat kekuatan kegelapannya.


Walaupun sedikit tertekan tapi itu tidak menghalanginya untuk mencoba berdiri, sedangkan guru Liuking yang sudah mengetahui akan tekanan itu segera menstabilkan kekuatannya, untuk meredakan tekanan dari aura penghakiman.


"Tekanan yang cukup kuat, milik siapakah sebenarnya ini ?" Gumam, Dongmen yang bertanya-tanya sambil mencari sumber tekanan itu berasal.


Saat Dongemen sedang mencari-cari seketika pandangannya terhenti disuatu sudut bongkahan bangunan, terdapat seorang anak kecil sedang berdiri disana sambil terus menatap tajam kearah Dongmen.


"Apakah tekanan ini milik bocah itu ??" Gumam Dongmen.


Saat Dongmen masih menerka-nerka Yinfeng kembali meningkatkan aura penghakimannya, seketika Dongmen merasakan sebuah tekanan yang hebat hingga membuat dirinya sulit untuk berdiri.


"Kurang ajar siapakah bocah itu, hingga mampu membuatku tak berdaya seperti ini." Gumam Dongmen.


Yinfeng kemudian berjalan perlahan melihat sesosok tubuh manusia yang sedang tergeletak tak berdaya diantara reruntuhan bangunan, saat Yinfeng sudah mulai dekat dengan sesosok tersebut.


Dirinya amat terkejut yang ternyata sosok itu adalah guru Xinhai, dengan segera Yinfeng menolongnya dan memeriksa apakah guru Xinhai masih bisa diselamatkan.


.....

__ADS_1


__ADS_2