Pendekar Macan Putih

Pendekar Macan Putih
Kemarahan Bo Dak


__ADS_3

"Tidak ku sangka dia yang telah ku anggap sebagai kakak tertua justru menganggapku tak berguna bagaikan sampah."


Bo Dak sambil berjalan masih menyempatkan melihat Go Ruela yang berpandangan acuh pada Bo Dak.


"Hah! Apakah ini yang dinamakan bersaudara?? Mengapa justru aku melihatnya seperti domba yang berhati srigala."


"Tak usah kau urusi urasan kami! Justru sebaiknya kau urusi dirimu sendiri, karena saat ini kau harus mempertanggung jawabkan perbuatanmu itu."


"Haha.. Silahkan saja jika memang kau ingin aku bertanggung jawab!"


Tanpa aba-aba Bo Dak segera melesat menyerang Mo Can menggunakan pukulan kuat seperti srudukan badak.


Pukulan kuat Bo Dak langsung dihadapi oleh Mo Can menggunakan tangan kosong, hingga akhirnya mereka berdua saling beradu serang menggunakan tangan kosong.


Serangan demi serangan sudah keduanya lesatkan, namun tetap saja stamina keduanya masih cukup stabil.


"Boleh juga kemampuanmu! Baru kali ini aku merasakan pertarungan yang sesungguhnya."


Nampak Bo Dak sangat menikmati pertarungannya dengan Mo Can (Yin Feng), walaupun sebenarnya ia cukup terkejut saat pukulan demi pukulan miliknya dapat dengan mudah Mo Can imbangi.


"Apakah hanya segini saja? Sungguh mengecewakan!"


"Sombong!! Jangan harap kali ini kau dapat mengimbangi pukulanku!"


Kekuatan dari Bo Dak mendadak melonjak menjadi semakin kuat, hingga membuat tubuh dan ototnya berubah menjadi lebih besar dan kuat.


"Hemm.. Sepertinya aku pun harus sedikit menambah kekuatan serangku." Mo Can menaikkan kekuatannya menjadi 30%, yang awalnya ia hanya menggunakan 15%.


Bo Dak langsung melesat maju kembali menyerang Mo Can secara bertubi-tubi, berbagai macam serangan sudah dilesatkan oleh Bo Dak.


Namun tetap saja Mo Can dengan begitu mudahnya menahan dan mengimbangi serangan tersebut.


"Apakah ini kekuatan penuhmu? Sangat mengecewakan! Untung saja aku hanya menaikkan kekuatanku menjadi 30%."


"Apa!! Dia membalas serangan demi seranganku hanya mengandalkan kekuatan 30%!!"


Dalam hati Bo Dak sangat terkejut padahal kekuatan tempurnya sudah dinaikkan menjadi 90% namun justru Mo Can hanya menggunakan kekuatannya 30%.

__ADS_1


"Ini terlalu meremehkan diriku!"


Bo Dak kembali memanas karena merasa diremehkan oleh Mo Can, kali ini ia menaikkan kekuatannya menjadi 100% dan ingin segera menyelesaikan pertempuran dengan Mo Can.


Bo Ruang kali ini mengeluarkan seluruh kekuatannya hingga pancaran kekuatan terlihat menyelimuti seluruh tubuhnya.


"Pukulan Pemecah Lautan".


Serangan Bo Ruang cukup membuat Mo Can (Yin Feng) menjadi waspada, dengan sebuah persiapan Mo Can siap menghadapi serangan terkuat Bo Dak secara langsung.


"Apa yang akan dilakukan macan itu? Apakah dia sudah gila ingin menghadapi jurus terkuat Bo Dak hanya menggunakan tangan kosong."


Salah satu penanggung jawab arena pertarungan bernama Piton Zo merasa Mo Can sudah gila, karena ingin menghadapi serangan Bo Dak secara langsung, ibarat ingin segera menemui ajalnya.


"Aku sebenarnya merasa sedih, padahal bibit seperti itu akan cocok jika tetap hidup." Bo You ikut menanggapi apa yang sedang dilakukan oleh Mo Can.


"Kau benar Bo You, padahal kekuatan macan itu setidaknya akan menjadi petarung terkuat selanjutnya dalam arena ini." Ujar Piton Zo.


Akan tetapi justru kejadian selanjutnya sangat-sangat mengejutkan mereka semua, ternyata Mo Can sudah melapisi pukulannya menggunakan elemen tanah dan api, hingga serangan dari Bo Dak dapat ditahan oleh Mo Can hanya menggunakan tangan kanannya.


Tidak sampai disitu saja mereka dikejutkan, serangan Bo Dak yang dapat ditahan Mo Can justru langsung dekembalikan dan mengenai Bo Dak.


"Apa!! Apakah aku sedang bermimpi??" Bo You sangat tak percaya dengan apa yang dilakukan Mo Can barusan.


Dubraaakkk..


Tiba-tiba Bo You terjungkal menatap batu disebelahnya. "Apa-apaan kau! Mengapa kau malah menendangku."


"Kau bilang barusan apakah aku sedang bermimpi, oleh sebab itu aku memastikanmu apakah kau beneran bermimpi atau tidak." Piton Zo sedikit tertawa melihat Bo You terjatuh akibat ditendang olehnya.


Go Ruela tak menyangka kekuatan fisik yang dimiliki Mo Can dapat sekuat itu hingga dapat membalikkan serangan terkuat milik Bo Dak.


"Tak ku sangka si Mo Can ini bisa sekuat itu, padahal jika diperhatikan tingkat kekuatannya tidak sekuat Bo Dak."


Keadaan Bo Dak yang lumpuh total tak sanggup lagi menggerakkan anggota badannya, awalnya suasana terlihat sedikit sunyi akibat menegangnya di arena hingga terdengar suara samar-samar.


Bunuh.. Bunuh.. Bunuh..

__ADS_1


Dari yang awalnya hanya salah satu penonton, lama kelamaan semua penonton ikut meneriakki Mo Can untuk membunuh Bo Dak yang dalam keadaan sekarat.


Diaaaammmm...


Teriakkan yang sangat keras dengan memancarkan aura membunuh terpancar dari diri Go Ruela, membuat suasana yang ramai sorak-sorai penonton sekejep langsung hening dan sunyi.


"Jangan kau fikir setelah dapat membunuh keduanya kau jadi seperti tak terkalahkan! Kau salah Maca! Justru hari ini juga akan aku jadikan darahmu dan darah semuanya untuk persembahan."


Mendadak Go Ruela mengeluarkan batu berwana merah darah, lalu mulutnya merapalkan mantra persembahan untuk mengaktifkan kekuatan dari batu tersebut.


Banyak yang tidan tahu apa yang akan dilakukan oleh Go Ruela, namun bagi para pengurus arena pertarungan seperti Piton Zo dan Bo You sangat faham betul apa yang akan diperbuat oleh Go Ruela.


"Jangan kau lakukan itu Go Ruela!" Bo You dan Piton Zo meneriakki Go Ruela dengan bersamaan.


"Hahaha... Memang kenapa jika aku melakukan ini!"


"Sudah gila kau! Apakah kau akan mengorbankan semua nyawa yang ada disini untuk kepentinganmu sendiri." Piton Zo merasa tak terima dengan apa yang akan diperbuat Go Ruela.


"Dengarkan semuanya! Segeralah meninggalkan tempat ini sebisa mungkin, karena Go Ruela akan melakukan ritual persembahan darah."


Teriakkan lantang Bo You seolah-olah menggema di seluruh tempat arena pertarungan.


Seketika para penonton menjadi panik dan mulai berhamburan mencari jalan keluar, sampai teriakkan-teriakkan histeris menghiasi suara ditelinga.


"Hahaha.. Jangan harap kalian semua dapat meninggalkan tempat ini dengan mudah!"


Go Ruela mulai mengaktifkan tabir penghalang yang dapat mengurung semuanya, sekitar ada tiga ratusan orang yang terjebak didalam tabir penghalang milik Go Ruela.


"Go Ruela!" Bo You meneriakki Go Ruela dengan sekencang-kencangnya. "Ingat batasanmu! Apakah kau ingin mendapat hukuman sang raja?"


Bo You mencoba meredakakkan amarah dari Go Ruela yang ingin mengorbankan semua orang yang tak bersalah untuk kepentingan pribadinya.


"Asalkan aku dapat menyerap semua darah dan kekuatan kalian semua, pasti aku akan bisa mengalahkannya dan menjadi raja selanjutnya."


"Gila kau Go Ruela!" Piton Zo tidak habis fikir tentang apa yang akan dilakukkan Go Ruela.


"Aku! Gila! Hahaha.. Memang aku sudah gila, sebab yang seharusnya menjadi raja adalah diriku bukan dirinya yang entah dimana sekarang."

__ADS_1


....


__ADS_2