
Sudah cukup lama juga Yin Feng berdiam diri didalam goa tempat persinggahan Monklie, untuk tetap dapat memfokuskan fikirannya agar berhasil memperlajari ilmu tubuh ilusi.
"Cukup lama juga dia didalam sana, apakah dia akan berhasil ?" Gumam, Monklie yang sedikit was-was serta penasaran akan apa yang dialami Yin Feng didalam goa.
Hingga tak terasa tiba-tiba terdengar teriakan dari dalam goa. "Yeaahhhh.. Aku berhasil." Monklie yang sangat terkejut langsung masuk kedalam goa untuk melihat keadaan Yin Feng.
Saat Monklie melihat Yin Feng dirinya sangat terkejut. "Mengapa tubuhnya masih terlihat segar ? Padahal untuk dapat membuat satu tubuh ilusi membutuhkan tenaga dalam yang cukup banyak."
Monklie masih tidak percaya dengan apa yang dilihatnya, padahal saat dirinya dapat membuat satu tubuh ilusi saja hampir membuatnya lemas tak berdaya, akibat kehilangan banyak tenaga dalam.
Dalam kondisi masih terdiam dengan posisi bediri perkataan Yin Feng kemudian membangunkannya dari lamunan. "Monklie.. Kenapa kau malah bengong seperti itu ? Apakah kau tidak senang aku berhasil membuat satu tubuh ilusi ?"
"Ahh iya.. Maaf aku sempat bingung dan heran, mengapa kau masih terlihat segar padahal untuk membuat satu tubuh ilusi mampu menguras tenaga dalam yang cukup banyak."
"Oh soal itu.. Akupun tidak begitu faham, namun sepertinya tenagaku telah terkuras hampir setengahnya." Ucap Yin Feng.
"Kalau begitu pulihkan dahulu tenagamu." Ucap Monklie.
"Oya, bagaiman cara membuat tubuh ilusi ini dapat bergerak mengikuti perintah kita ?"
"Itu soal mudah, kau hanya perlu menyalurkan sebagian energi dalam tubuhmu ketubuh ilusi itu, baru tubuh ilusi akan dapat kau kendalikan sesukamu."
"Hemm.. Menarik." Ujar Yin Feng.
Yin Feng kemudian memanfaatkan buah-buhan yang ada untuk membuat tenaga dalamnya pulih kembali, tidak lupa dia mengeluarkan beberapa pil dari kalung ruang hampanya.
Butuh waktu hampir dua jam untuk Yin Feng memulihkan tenaga dalamnya, saat dirasa tenaga dalamnya sudah terisi penuh barulah Yin Feng mencoba menggunakan tubuh ilusi tersebut.
Yin Feng mencoba menyentuh pundak tubuh ilusi tersebut dengan menggunakan tangannya untuk mengalirkan sebagian energi dalam tubuhnya, tidak berselang lama setelah sebuah energi masuk dalam tubuh ilusi.
Perlahan-lahan tubuh ilusi tersebut membuka matanya lalu mencoba menggerakkan tangan dan kakinya, ternyata tubuh ilusi yang telah Yin Feng hasilkan batas waktunya melebihi tubuh ilusi yang telah Monklie buat.
__ADS_1
Hanya berbeda 1 jam dari milik Monklie, bila milik Monklie mampu bertahan 6 jam saat hanya satu tubuh ilusi maka milik Yin Feng mampu bertahan hingga 7 jam.
Semua yang dilakukan tubuh ilusi tergantung dari penggunanya, karena setelah seseorang memasukan energi kedalam tubuh ilusi akan secara langsung berkoneksi dengan tubuh aslinya.
Dan juga tubuh ilusi langsung terkoneksi dengan hati pemiliknya, semua yang diperintahkan pemiliknya akan selalu dituruti oleh tubuh ilusi.
Jadi semua gerakan dan semua tingkah laku tubuh ilusi dapat mirip dengan apa yang dilakukan manusia pada umumnya. Dapat juga berbicara dan dapat mengerti dengan semua perkataan manusia, karena tubuh ilusi memiliki kesadaranya sendiri.
Yin Feng kemudian mencoba kemampuan tubuh ilusinya sendiri, dengan saling adu kemampuan.
Dengan saling serang dan saling mengeluarkan jurus semua sama persis dengan yang Yin Feng lakukan, hingga terlihat keduanya sama-sama hebatnya.
Sampai tak terasa beberapa kali keduanya sama-sama terpental mundur, karena beradunya dua serangan yang sama persis dan kuatnya. Hingga akhirnya batas waktu yang ditentukan habis.
Tubuh ilusi pun kemudian menghilang kembali kedalam tubuh asli. "Waaah.. Rasanya menyenangkan sekali dapat berlatih dengan diriku sendiri."
"Kau memang istimewa teman, semua dengan sangat mudah dapat kau kuasi dan tidak membutuhkan waktu yang lama." Ujar Monklie.
"Tenang saja.. Berjalannya waktu di dunia dimensi memang terbilang cepat, namun bila dibandingkan duniamu belum selama ini."
"Iya juga, kenapa aku bisa lupa." Ucap Yin Feng.
***
Disisi lain disebuah hutan para kawanan perampok yang dipimpin langsung oleh Panglima Kalajengking, sedang menghadang rombongan saudagar kaya yang hendak menuju ke dataran barat.
Letak tempatnya yang belum memasuki kawasan dataran barat, masih dikawasan dataran selatan namun bagian ujung selatan.
"Hey.. Kalian semua cepat turun." Bentak seorang anak buah kalajengking.
Saudagar kaya dan istrinya sangat kebingungan dan takut, sebab pengawal yang telah mereka sewa semuanya tewas oleh pemimpin kawanan perampok itu. Hanya menyisahkan satu pengawal pribadi anak gadisnya.
__ADS_1
Ternyata amarah panglima kalajengking pada panglima srigala ia lampiaskan dengan para pengawal saudagar kaya itu, terdengar suara tangisan gadis dibalik kereta kuda.
"Qin er.. Cepat kau lari dari sini, pergilah ke dataran barat dan carilah pamanmu." Ucap ayah gadis itu yang bernama Qin Wou Xue.
Qin Wou Xue adalah saudagar kaya dari dataran selatan yang hendak bepergian ke dataran barat, karena ingin menemui adiknya yang sangat dihormati di dataran barat.
"Kau.. Jagalah anakku jangan sampai dia ketangkap oleh kawanan perampok itu." Ucap Qin Wou Xue kepada pengawal pribadi anaknya.
Memang secara kusus Qin Wou Xue menyewa pengawal pribadi yang cukup tangguh untuk anaknya, paling tangguh bila dibandingkan pengawal yang lainnya.
Bila para pengawal yang tewas itu hanya pada tingkatan langit tahap akhir 5 dan 6, sedangkan pengawal pribadi nona Qin Er sudah di tingkat langit tahap akhir 10 dan sebentar lagi masuk di tahap Jiwa Suci.
Nama anak gadis itu bernama Qin Xua, anak semata wayang dari Qin Wou Xue dengan Qio Xua. Sayangnya Qio Xua telah pergi dahulu ke alam Nirvana meninggalkan mereka berdua disaat melahirkan Qin Xue.
Saat para perampok hendak mendekati kereta kuda tiba-tiba sebuah asap pekat muncul dari dalam kereta kuda, pengawal pribadi Nona Qin Xua segera membawa gadis itu pergi meninggalkan kereta kuda.
Mengetahui sebuah asap muncul dari dalam kereta Panglima Kalajengking segera menyuruh anak buahnya mengepung kereta kuda tersebut.
Namun ternyata pengawal pribadi yang bernama Dou Han telah lebih dulu membawa Nona Qin Xua pergi, tapi tetap saja terlihat oleh anak buah Panglima Kalajengking.
"Panglima dua orang melarikan diri." Teriak salah seorang anak buah.
"Cepat kejar dia, jangan biarkan mereka berdua lolos." Teriak Panglima Kalajengking.
Tiga anak buah Panglima Kalajengking segera menyusul Dou Han dan Nona Qin Xua, namun karena tingkat kekuatan anak buah Panglima Kalajengking dibawah Dou Han.
Akhirnya anak buah Kalajengking kehilangan jejak keduanya. "Bagaimana ini kita kehilangan jejak mereka ?" Salah satu anak buah bersuara.
"Mau gimana lagi, kita kalah cepat dengan mereka." Anak buah yang satunya menimpali.
"Lalu apa yang harus kita katakan pada Panglima Kalajengking." Ucap anak buah yang lainnya.
__ADS_1
Ketiga anak buah Kalajengking merasa takut jikalau Panglima Kalajengking memberi mereka hukuman, karena tidak becus dalam pengejaran.