
Setelah istirahat kurang lebih lima jam di desa Cien Sha, akhirnya Walikota Tian Long, Dou Han serta Qin Xua melanjutkan perjalanannya menuju desa Xie Zie.
Dimana tempat tersebut walaupun bernamakan desa, akan tetapi karamaiannya hampir sama dengan kota. Sebab pada desa ini hampir mayoritas semuanya adalah para pedagang.
Yang menjajakan dagangannya baik itu didalam desa tersebut, atau di kota-kota terdekat bahkan sampai keluar dari dataran. Karena profesi ini lah banyak orang-orang di desa Xie Zie, yang kemudian menyewa pengawal kusus untuk menemani mereka saat bepergian.
Setelah kurang lebih melakukan perjalanan dua hari satu malam tanpa istirahat, akhirnya Walikota Tian Long, Dou Han serta Qin Xua tiba di desa penuh akan memori kasih.
Pertama kali yang membuat Walikota sangat terkejut akan tampilan desa Xie Zie saat ini, berbeda jauh dengan waktu ia masih tinggal bersama keluarga Qin. "Lama tak menginjakkan kaki di desa ini, ternyata semuanya telah berubah drastis."
Mereka menyusuri jalan demi jalan banyak mata yang memandang kedatangan mereka, namun ada juga yang tak peduli tentang siapa mereka. Namun saat sepasang mata yang sedikit mengamati dari kejauhan ia memang tak begitu mengenal Walikota Tian Long dan Dou Han.
Namun bagi Qin Xua siapa yang tidak mengenal gadis cantik dari keluarga Qin. "Itu.. Bukannya nona Qin er." Ucap, salah satu wanita sepuh yang tidak lain adalah pelayan setia di kediaman keluarga Qin.
Yang awalnya hanya memandang dari kejauhan, kemudian wanita sepuh itu memberanikan diri untuk menghampiri ketiganya. "Maaf tuan.. Bukannya yang anda gendong adalah nona Qin er." Tanya wanita sepuh pada Walikota Tian Long.
Qin Xua yang awalnya tertidur digendongan pamannya, tiba-tiba terbangun saat mendengar ada seseorang menyebutkan namanya. "Bibi Su.." Panggil Qin Xua pada wanita sepuh tersebut.
"Kamu kenal dengan wanita ini Qin er?" Tanya Walikota Tian Long.
"Iya paman dia adalah bibi Su Ming, yang bekerja di keluarga Qin kita." Ujar Qin Xua.
Walikota Tian Long mencoba untuk menurunkan Qin Xua, nampak awalnya sedikit lemah saat perpijak ditanah namun Qin Xua menguatkan dirinya agar dapat berjalan sendiri.
"Nona Qin bibi ikut sedih dengan apa yang terjadi pada keluarga anda." Ujar bibi Su Ming.
Qin Xua seketika meneteskan air mata dan kembali tubuhnya lemas hingga hampir terjatuh ditanah, untung saja Walikota Tian Long segera menangkapnya. "Sebaiknya kita bawa Qin er kerumah terlebih dahulu."
Tak lama kemudian mereka tiba dikediaman keluarga Qin, nampak sangat bersih kediaman keluarga Qin walaupun sudah tidak dihuni oleh keluarga.
__ADS_1
Namun ternyata bibi Su Ming lah yang selalu setia membersihkan dan merawat kediaman keluarga Qin tersebut, karena bagi keluarga Qin bibi Su Ming sudah dianggap sebagai keluarga sendiri.
Ketika bekerja untuk keluarga Qin tak pernah bagi bibi Su Ming meraskan kesedihan, ataupun bahkan merasa jengkel dan marah. Justru sebaliknya bibi Su Ming selalu tampil gembira dan senang saat bekerja untuk keluarga Qin.
Sebab keluarga Qin terkenal dengan sifat kedermawanannya, serta mudah menolong orang lain. Apa lagi bagi bibi Su Ming keluarga Qin sudah sangat banyak membantu keluarganya.
Sebab itulah alasannya mengapa bibi Su Ming tetap setia membersihkan kediaman keluarga Qin, karena kebaikan-kebaikan keluarga Qin tak bisa bibi Su Ming lupakan.
Setelah menempatkan Qin Xua di kamarnya, Walikota Tian Long ingin bernostalgia dengan mengelilingi kediaman keluarga Qin tersebut. Tak lupa Walikota Tian Long menyuruh bibi Su Ming untuk menjaga Qin Xua.
"Hemm.. Tak banyak yang berubah dari rumah ini." Walikota Tian Long membatin dalam hati.
Sebagian nampak sama saat pertama kali beliau menginjakkan kaki di kediaman itu, hanya sedikit pembaharuan pada tiang ataupun atap rumah yang mulai kropos karena termakan usia.
Walikota Tian Long mencoba berjalan menuju arah taman belakang rumah, karena banyak kenangan saat-saat sedang bersama saudaranya tidak lain adalah ayah Qin Xua.
Tak terasa air mata Walikota Tian Long mulai berjatuhan, rasa sedih dan pilu mulai merasuk kedalam hatinya. Hingga beliau tak kuat menahannya. "Kakak.. Aku berjanji akan menjaga Qin er dengan segenap jiwa dan ragaku."
**
Dikamar ternyata Qin Xua telah tersadar. "Bibi.. Dimana paman Long?" Tanya, Qin Xua pada bibi Su Ming.
"Paman Long tadi keluar untuk melihat-lihat." Ujar bibi Su Ming.
Qin Xua tiba-tiba tersenyum dirinya merasakan akan kehangatan dan kehadiran sosok ayah ada pada Walikota Tian Long, yang senantiasa melindungi dirinya saat dalam keadaan bahaya.
"Nona Qin er.."
Qin Xua yang masih terbayang akan sosok ayah seketika tersadar dari lamunan saat bibi Su Ming memanggilnya. "Ehh.. Ada apa bibi Su?"
__ADS_1
"Begini non.. Sebenarnya tuan Long itu siapanya nona Qin er?" Tanya Bibi Su Ming.
"Hemmm.. Paman Long itu adalah adik ayahku."
"Adik ayahnya nona Qin er!! Tapi kenapa namanya berbeda dengan keluarga Qin?" Bibi Su Ming merasa penasaran.
"Itu ceritanya panjang bi.. Yang jelas paman Long ditemukan oleh kakek saat melakukan perjalanan berdagang, lalu kakek mengangkatnya sebagai anak." Ujar Qin Xua.
Tak lama saat Qin Xua dan bibi Su Ming sedang berbincang-bincang, Walikota Tian Long datang dengan mengetuk pintu. Tokk.. Tokk.. "Bibi Su apakah Qin er sudah sadar?" Tanya Walikota Tian Long dari luar pintu.
"Sudah paman.. Masuk saja." Teriak Qin Xua dari dalam kamar.
Walikota Tian Long membuka pintu dan masuk kedalam kamar Qin Xua. "Bagaimana keadaanmu Qin er?" Tanya Walikota Tian Long.
"Sekarang aku merasa lebih baikan paman." Ujar Qin Xua.
"Kalau begitu teruskanlah istirahatnya, paman akan keluar sebentar."
Belum sempat Walikota Tian Long melangkah pergi Qin Xua berkata pada bibi Su Ming untuk mengantarkan Walikota Tian Long ke kamarnya. "Bi.. Antarkan paman Long ke kamar ayah, agar paman bisa beristirahat."
"Baik nona Qin er.."
"Oya paman Long.. Dari tadi aku tidak melihat paman Dou Han, kemana dia?" Tanya Qin Xua.
Walikota Tian Long pun baru sadar bahwa Dou Han juga datang bersamanya, namun saat Qin Xua tiba-tiba tak sadarkan diri beliau tidak kepirikiran soal Dou Han. "Ahh.. Nampaknya dia masih didepan rumah, biar aku suruh masuk dia."
Ternyata benar saat Walikota sampai didepan rumah, beliau mendapati paman Dou Han tak berani masuk, karena ia disewa hanya untuk menjaga kelesamatan dari Qin Xua. "Dou Han.. Kenapa kau masih berdiri disitu? Ayo masuk." Pinta Walikota Tian Long.
Paman Dou Han akhirnya masuk kedalam rumah keluarga Qin, dia juga sebenarnya nampak kecewa dan sedih karena tak dapat melindungi Qin Wou Xue dan istrinya, akan tetapi tak pernah ia perlihatkan sedikit pun kesedihan kepada oarang lain.
__ADS_1
.....