
"Dan juga Yin Feng ini yang nantinya akan mewakili dataran barat pada Turnamen Bergelar." Ujar Walikota Tian Long.
"Waaahh.. Kakak Yin Feng hebat sekali." Ujar, Qin Xua yang mulai terkesima dengan Yin Feng.
Muka Yin Feng semakin memerah. "Ahh, tidak juga itu semua berkat lawan-lawanku yang mengalah." Yin Feng berusaha agar tetap santai.
"Ayok nak, lebih baik kita ngobrolnya didalam saja." Pinta Walikota Tian Long pafa Yin Feng. "Dan untuk kamu.. (Qin Xua) silahkan jika ingin berjalan-jalan biar paman Dou Han yang menemani.
"Baik paman." Ucap, Qin Xua sambil sedikit melirik kearah Yin Feng.
Walikota Tian Long dan Yin Feng kemudian masuk keruangan, untuk membicarakan suatu hal yang penting.
"Ada apa nak ? Sepertinya penting sekali." Tanya Walikota Tian Long.
"Hemm.. Begini tuan, apakah akhir-akhir ini ada sebuah permasalahan yang terjadi di kota ini ?"
"Kenapa kamu tiba-tiba berkata demikian nak ? Apakah kamu menemukan sebuah kejanggalan ?"
"Iya tuan, tidak sengaja aku mendapati seseorang yang sangat mencurigakan."
"Mencurigakan ??" Terlihat Walikota Tian Long memegangi dagunya, seolah sedang memikirkan sesuatu. "Apa yang terlihat mencurigakan dari orang itu nak ?"
"Aku tidak sengaja melihat gambar dilengannya tuan." Ujar Yin Feng.
"Gambar apakah itu ?"
"Gambar kelelawar tuan, saya beranggapan bahwa mereka memiliki maksud yang tidak baik di kota ini."
"Hemm.. Memang benar akhir-akhir ini bawahan saya ada yang melaporkan bahwa telah terjadi penculikan para gadis, namun belum ditemukan siapa pelakunya." Ujar Walikota Tian Long.
"Menurut saya bisa jadi mereka itu tuan, sebab tato dilengannya itu seperti sebuah tato yang ada pada kawanan perampok yang pernah menghadang kami. Namun tato mereka bergambarkan kalajengking."
"Apa ?? Kalajengking.." Sejenak Walikota Tian Long terdiam membisu, namun dengan wajah yang terlihat seolah-olah memiliki dendam tersendiri pada perampok bergambar kalajengking.
"Ada apa tuan ? Apakah tuan mengenal dengan perampok kalajengking itu ?" Tanya Yin Feng.
"Hemm.. Tidak, hanya saja Dou Han pernah berkata padaku bahwa yang telah menghadang kakak sepupuku termasuk dari kawanan kalajengking itu."
"Lalu bagaimana kabar kakak sepupu tuan itu ?"
"Dou Han bilang siapa saja yang dihadang oleh kawanan perampok kalajengking itu tidak akan pernah selamat." Ujar Walikota Tian Long yang tertunduk sedih.
Saat keduanya sedang berbicara serius tiba-tiba terdengar pintu diketuk dengan sangat kerasnya.
Tookkkk... Tookkkk.. Tookkk..
Tuan.. Tuan..
Teriak seorang penjaga dari luar.
__ADS_1
"Ada apa ? Tanya Walikota Tian Long dengan keras.
"Terjadi sebuah penculikan seorang gadis tuan, dan pelakunya melarikan diri kearah bukit."
Walikota Tian Long segera membukakan pintu dan terlihat marah pada penjaga. "Lalu kenapa tidak kamu kejar dia."
"Maaf tuan, saat saya hendak mengejarnya datang seseorang sedikit tua dan berkata pada saya supaya melaporkan kejadian ini pada tuan, lalu orang itu pergi untuk mengejar penculiknya." Ujar penjaga.
"Hemmm.. Apakah kamu tau siapa dia ?"
"Maaf tuan, jika tidak salah seorang itu yang sering bersama dengan anak muda ini." Ucap, penjaga dengan menunjuk kearah Yin Feng.
"Hemm. Tidak salah lagi itu pasti kakek." Ucap Yin Feng. "Kalau begitu biar aku ikut mengejarnya tuan." Pinta Yin Feng pada Walikota Tian Long.
"Tidak usah nak, serahkan saja pada kakekmu dia pasti bisa menanganinya." Ujar Walikota Tian Long.
***
Disisi lereng bukit tiba-tiba datang seseorang yang berpakaian biru dongker sedikit lebih tua dengan sebuah pedang ditangannya, sedang menghadang seseorang dengan membawa gadis dipundaknya.
"Jangan harap kau dapat membawa gadis itu pergi dari sini." Ujar, seseorang dengan baju biru dongker yang tidak lain adalah guru Liu King.
Guru Liu King langsung maju menyerang dan
tidak butuh waktu lama bagi guru Liu King untuk mengalahkan penculik itu, hanya dengan sekali serang penculik itu mampu ditakhlukkan oleh guru Liu King.
Ternyata sang gadis masih dalam keadaan tak sadarkan diri, sedangkan penculik sang gadis hanya dibuat pingsan oleh guru Liu King yang nantinya akan diserahkan kepada Walikota Tian Long untuk diadili.
"Kakek tidak apa-apa nak." Jawab guru Liu King. "Kau bawalah sang gadis biar kakek yang akan membawa penculiknya."
Saat keduanya hendak melangkah pergi tiba-tiba-tiba ada sebuah pisau melesat dengan sangat cepatnya, hendak mengenai guru Yin Feng. Guru Liu King bergerak dengan sangat cepat menghalau pisau itu dengan pedangnya.
Traaang..
Namun ternyata beberapa pisau kembali dilesatkan oleh seseorang kearah keduanya, memaksa guru Liu King menggunakan kecepatan berpedangnya untuk menghalau pisau-pisau itu.
"Cukup lumayan kau kakek tua." Teriak seseorang dari atas pohon.
Saat guru Liu King dan Yin Feng mencari sumber suara tersebut, mereka berdua dibuat terkejut karena beberapa orang ternyata sudah berada diatas pohon.
"Sejak kapan mereka semua bisa berada diatas pohon ??" Gumam Yin Feng.
Ternyata kawanan penculik datang untuk membantu, terlihat seseorang dengan badan gagah dan rupa wajah yang hampir mirip dengan kelelawar dengan taring tajam digiginya.
"Hahaha.. Kalian semua tunggu apa lagi, cepat serang mereka." Bentak orang itu.
Memang jika dilihat dari penampilan serta kekuatan orang yang rupa hampir mirip dengan kelelawar, jelas lebih kuat bila dibandingkan dengan yang lainnya.
Nama orang itu adalah Bou Bou kaki tangan kepercayaan Panglima Kelelawar.
__ADS_1
"Guru biar mereka semua aku yang hadapi, untuk orang yang disana aku serahkan padamu." Ujar Yin Feng.
Yin Feng langsung bergerak cepat menghadapi belasan orang yang tidak lain adalah anak buah dari pasukan Panglima kelelawar, dengan sebuah tanda dilengannya bergambarkan kelelawar.
Namun tiba-tiba saat belasan anak buah kelelawar itu mulai maju, Yin Feng telah menggunakan jurus Medan Gravitasinya. Yang membuat belasan anak buah kelelawar langsung terjatuh ketanah tak berdaya.
"Ahh.. Mengapa badanku tak dapat bergerak." Ujar salah satu anak buah kelelawar.
Dengan cepat Yin Feng menarik pedang Harimau Peraknya, dan melesatkan beberapa tebasan dari jurus cakaran harimau.
Membuat belasan anak buah kelelawar tercabik-cabik badannya, bahkan ada yang sampai kehilangan sebagian anggota tubuhnya.
Banyak yang mati dalam seketika saat jurus cakaran harimau yang dengan bebasnya, dapat melukai anak buah kelelawar hingga menyisahkan tiga anak buah namun dalam keadaan terluka parah.
Bou Bou sempat melirik kearah Yin Feng saat masih berhadapan dengan guru Liu King, dia tidak menyangka bahwa anak muda disana dengan sangat mudahnya dapat menghabisi anak buah yang dibawanya. "Ternyata anak muda disana tidak bisa dianggap remeh."
Guru Liu King tidak menyia-nyiakan kesempatan saat Bou Bou lengah, dengan ayunan pedang membuat Bou Bou hampir kehilangan nyawanya.
Untung hanya sebuah luka goresan yang mendarat dilengan kanannya. "Hah.. Sangat licik kau kakek tua." Bentak Bou Bou yang tidak terima perlakuan dari guru Liu King.
Walaupun dengan tangan kanan yang terluka, Bou Bou masih mampu menggunakan pisau dengan sangat lincahnya yang seketika itu delesatkannya kearah guru Liu King.
Memaksa mundur guru Liu King karena menahan setiap serangan dari pisau-pisau Bou Bou, tak sampai disitu Bou Bou mulai melesat maju dengan masing-masing pisau kedua tangannya.
Traaangg...
Benturan antara pisau Bou Bou dengan pedang guru Liu King. "Akan aku akhiri hidupmu kakek tua." Teriak Bou Bou.
Sebuah gerakan yang sangat lincah diperlihatkan oleh Bou Bou, sampai memaksa guru Liu King menambah kekuatan serang pada pedangnya.
Hingga beberapa kali mereka berdua beradu serang yang akhrinya mambuat keduanya sama-sama termundur. "Ternyata kakek tua ini sama saja tidak bisa dianggap remeh." Gumam Bou Bou.
Guru Liu King tidak mau berlama-lama akhirnya memaksanya untuk mencoba mengeluarkan pedang pusaka, yang didapatnya melalui perintah ketua perguruan Macan Putih yang dulu yaitu Wung Han.
Dengan menyembunyikan pedang pertama keruang hampa, lalu mengeluarkan pedang pusaka tersebut. Ternyata pedang pusaka itu memiliki nama Pedang Kebajikan.
Setelah dapat menakhlukan pedang itu guru Liu King pun mempelajari jurus mematikan dari pedang pusaka itu yaitu Jurus Penghancur Raga. Hanya dengan sekali tebasan mampu meledakkan tubuh sang lawan.
Dengan sekali ayunan pedang membuat Bou Bou tak dapat menghindari serangan itu, hanya mencoba melawannya dengan pisau-pisau miliknya.
Namun naas pisau-pisau miliknya saat berhadapan dengan jurus itu seketika langsung hancur, hingga jurus Penghancur Raga tak mampu ditahannya.
Duuuaaaarrrr...
Terdengar subuah ledakan saat jurus pengancur raga mengenai badan Bou Bou, Yin Feng yang sedari awal telah membereskan anak buah kelelawar.
Memperhatikan dengan sangat seksama apa yang dilakukan oleh guru Liu King, membuatnya berdecak kagum atas apa yang narusan disaksikannya.
Saat semua sudah teratasi barulah mereka berdua membawa sang gadis dan salah satu anak buah kelelawar yang pingsan tadi kehadapan Walikota Tian Long.
__ADS_1
.....