
Sekembalinya Yin Feng ke penginapan ternyata benar Walikota Tian Long sudah menantikan kedatangan Yin Feng.
"Darimana saja kau Feng er? Mengapa saat pelelangan dirimu tak kunjung terlihat? Apa yang sebenarnya sedang kau lakukan?"
Pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari mulut Walikota Tian Long, membuat Yin Feng hanya dapat terdiam sambil terus mendengarkan.
"Sebelumnya saya minta maaf paman, saat itu Feng er tengah mencoba berusaha untuk mendapatkan pil yang paman inginkan?"
"Apa maksudmu Feng er?" Walikota Tian Long belum mengerti tentang apa yang diucapkan Yin Feng.
"Jadi saat itu Feng er menemui langsung pengurus dari rumah lelang Xue, bertanya apakah pil sumsum tulang dan pil embun es masih tersedia."
"Untuk apa kau tanyakan seperti itu? Jelas-jelas paman tidak mau membebanimu?"
"Tidak paman, justru itu semua karena bentuk rasa terimakasih Feng er pada paman, dan ini hadiah dari Feng er untuk paman."
Yin Feng memberikan dua buah botol kepada Walikota Tian Long. "Apa ini Feng er?" Walikota Tian Long membuka tutup botol tersebut dan alangkah terkejutnya ia saat mengetahui isi dari dua botol tersebut.
"Pil sumsum tulang dan pil embun es! Bagaimana kamu bisa mendapatkannya Feng er?"
"Paman tak perlu khawatir bagaimana Feng er mendapatkannya, yang jelas ini semua hadiah untuk paman."
"Terimakasih Feng er.." Walikota Tian Long secara sepontan langsung memeluk Yin Feng dengan erat hingga tak terasa air matanya pun menetes.
"Iya paman, tidak perlu berterimakasih justru Feng er yang seharusnya berterimaksih pada paman karena selama ini sudah sangat baik pada Feng er."
"Baiklah kalau begitu paman akan langsung mencobanya." Walikota Tian Long kemudian langsung pergi menuju kamarnya, namun Yin Feng tiba-tiba menghentikannya.
"Tunggu paman!" Yin Feng berjalan mendekati Walikota Tian Long. "Apakah paman tahu dimana kediaman keluarga Hu?"
"Kediaman keluarga Hu?? Ada keperluan apa kau bertanya tentang kediaman keluarga Hu Feng er?"
"Tidak ada paman, memang adik dari Hu Liang mengalami penyumbatan darah ya paman?"
"Hemm.. Yang paman tahu seperti itu, katanya adiknya seorang wanita dan sudah bertahun-tahun hanya dapat berbaring di tempat tidur saja."
Mendengar penjelasan dari Walikota Tian Long mendadak Yin Feng langsung terdiam. "Hemm.. Aku harus memeriksanya, kemungkinan besar pil embun es tidak dapat sepenuhnya berhasil."
"Apa yang sedang kau rencanakan Feng er? Apakah kau ingin mencoba mengobati adik Hu Liang itu?"
"Apa salahnya jika aku mencobanya paman."
__ADS_1
"Lebih baik jangan Feng er! Sudah beberapa tabib tidak mampu mengobati penyakit yang diderita gadis kecil itu, dan paman dengar-dengar ada seorang tabib yang mengusulkan untuk meminumkan pil embun es."
"Dan sebab itulah Hu Liang bersikeras ingin sekali mendapatkan pil embun es di pelelangan tadi." Walikota Tian Long memberitahukan pada Yin Feng soal Hu Liang yang berusaha mendapatkan pil tersebut.
"Tenang saja paman, jika paman merasa khawatir lebih baik paman langsung yang mengantarkan Feng er ke kediaman keluarga Hu. Bagaimana?"
Cukup lama Walikota Tian Long terdiam memikirkan ajakan dari Yin Feng, bukan apa-apa sebenarnya Walikota Tian Long cukup ragu dengan apa yang hendak dilakukan Yin Feng, oleh sebab itu hati Walikota Tian Long belum dapat sepenuhnya yakin.
"Kenapa paman? Apa paman keberatan? Jika paman keberatan lebih baik tunjukan saja kemana arah kediaman keluarga Hu berada?"
"Baiklah.. Mari paman antarkan."
Walikota Tian Long kemudian menuruti ajakan Yin Feng untuk mengantarkannya ke kediaman keluarga Hu.
Kediaman keluarga Hu dari rumah lelang keluarga Xue rupanya tidak begitu jauh, hanya membutuhkan beberapa menit perjalanan saja.
Walikota Tian Long dan Yin Feng pun sudah sampai didepan pintu gerbang kediaman keluarga Hu.
Dibalik pintu gerbang ada dua orang penjaga yang menjaga pintu. "Ada perlu apa kalian berdua?"
"Saya Walikota Tian Jien Tian Long ingin bertemu dengan Hu Nan Liang."
"Baik tunggu sebentar."
"Tian Long?? Ada perlu apa dia datang kesini?"
Hu Nan Liang sejekan terdiam. "Yasudah suruh dia masuk menemuiku."
"Baik tuan."
Sang penjaga kemudian kembali dan mempersilahkan Walikota Tian Long dan juga Yin Feng untuk masuk menemui Hu Nan Liang.
"Walikota Tian Long! Lama kita tidak berjumpa, ada keperluan apa sampai-sampai bisa membawamu kesini?"
"Hu Nan Liang! Aku dan keponakanku datang kemari ingin melihat bagaimana kabar putrimu itu?"
"Oh.. Apa hakmu bertanya tentang kabar putriku? Sebenarnya apa maksud dan tujuanmu datang kemari?"
"Tenang dulu Hu Nan Liang, maksud dan tujuanku datang kemari baik ingin mencoba menyembuhkan penyakit putrimu itu."
"Apa!! Kau berencana ingin menyembuhkan penyakit putriku? Apa aku tidak salah dengar?" Hu Nan Liang sambil memajukkan telinga kanannya.
__ADS_1
"Bukan aku yang ingin menyembuhkan putrimu itu, tapi keponakanku ini." Walikota Tian Long memperkenalkan Yin Feng pada Hu Nan Liang.
"Salam tuan Hu." Yin Feng memberi hormat kepada yang lebih tua.
"Hahaha.. Anak ini ingin menyembuhkan putriku!! Kau jangan main-main ya Tian Long!" Hu Nan Liang mengacungkan jari telunjuk kearah Walikota Tian Long.
"Maaf tuan Hu, bukannya saya lancang namun saat pelelangan saya mendengar bahwa putri anda sangat membutuhkan pil embun es." Yin Feng mencoba berbicara baik-baik.
"Memang apa urusannya dengamu? Putraku sudah berhasil mendapatkan pil embun es tersebut, jadi lebih baik kalian berdua tinggalkan tempat ini!"
"Apakah tuan Hu sungguh sangat percaya bahwa pil embun es dapat menyembuhkan putrimu?"
"Apa maksud dari ucapanmu anak muda? Sudah sangat jelas tabib kami mengatakan bahwa putriku dapat sembuh hanya dengan meminum pil embun es."
"Memang pil embun es dapat menyembuhkan penyumbatan aliran darah, namun jika tebakanku benar penyakit putrimu bukan hanya penyumbatan aliran darah saja."
"Anak muda jangan sok tau kamu! Penjaga.." Hu Nan Liang memanggil dengan keras.
Seketika dua orang penjaga datang memenuhi panggilan Hu Nan Liang. "Iya tuan."
"Cepat kalian suruh dua orang ini pergi dari sini!" Hu Nan Liang ternyata tidak berbaik hati, malah langsung mengusir Walikota Tian Long dan Yin Feng pergi.
"Tunggu dulu Hu Nan Liang! Kami datang kesini memiliki niat baik untuk menyembuhkan putrimu, tapi justru kau malah mengusir kami!"
"Hey Tian Long! Apa kau fikir aku itu bodoh! Jelas-jelas dia hanya seorang anak kecil, apa aku harus menyerahkan nyawa putriku sebagai percobaannya?"
"Saya faham bila tuan Hu sangat khawatir kepada keselamatan putri anda, jika tuan Hu tidak percaya boleh nyawaku sebagai jaminannya."
"Apa-apaan anak ini! Namun kelihatannya dia tidak main-main!" Hu Nan Liang terdiam sejenak sambil terus menatap kearah Yin Feng.
Namun tiba-tiba terdengar seseorang berlari sambil panik menemui Hu Nan Liang.
"Ayah.. Ayah.."
Ternyata seseorang tersebut tidak lain adalah Hu Liang yang panik melihat adiknya tengah kejang-kejang.
"Ada apa Liang er? Mengapa kau begitu panik?"
"Itu ayah.. Tiba-tiba Lilin er mengalami kejang-kejang."
"Apa!! Bagaimana bisa terjadi?" Hu Nan Liang nampak begitu panik saat mengetahui putrinya sedang kejang-kejang.
__ADS_1
"Tidak tahu ayah, setelah saya memberikan pil embun es pada Lilin er sesaat setelahnya tiba-tiba tubuhnya kejang serta matanya terbuka lebar."
"Penjaga..! Cepat panggilkan tabib keluarga." Hu Nan Liang tidak dapat berfikir lagi dan dia langsung pergi begitu saja tanpa menghiraukan Walikota Tian Long dan Yin Feng.